Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Lamaran Romantis


__ADS_3

Gia merasa sangat kesal, karena ternyata si anak bau kencur yang bernama VB itu selalu saja mengekori kemanapun Aurelia dan Aurora pergi.


Bahkan, dia selalu mencari muka di depan Elsa. Dan yang paling tidak Gia sukai, saat VB berusaha untuk merayu Elsa, menurutnya, rayuan-rayuan yang di lontarkan VB terkesan sangat garing.


Menurutnya, rayuan itu tidaklah pantas untuk diucapkan. Apalagi, saat konser tiba.


VB seakan sengaja mencari muka di depan Elsa, VB juga seakan sengaja mencari perhatian Aurora dan Aurelia.


VB sengaja mengadakan siaran langsung di tempat mereka mengadakan konser, katanya, untuk mensupport kegiatan Aurora dan Aurelia. Bulsit, pikir Gia.


Yang paling Gia tidak disukai, VB masih saja berusaha untuk mendekati Elsa dan merayu-rayu Elsa. Gia benar-benar merasa geram, dia pun akhirnya memikirkan, bagaimana caranya agar si anak bau kencur yang bernama VB itu tidak mendahuluinya untuk mendapatkan Elsa.


Gia pun, berpikir keras untuk segera melamar Elsa. Gia, tak akan rela, jika perempuan yang sudah memberikan dua putri yang sangat cantik itu, terlepas dari genggaman tangan' nya.


Setelah konser terlaksana dengan sangat baik, Gia pun memberikan pujian dan banyak hadiah yang memang sudah di pesan oleh kedua putrinya.


Saat VB datang untuk memuji penampilan Aurora dan Aurelia, Gia bahkan tak menyetujuinya. Gia beralasan, jika kedua putrinya harus beristirahat.


VB hanya bisa mendengus kesal, VB pun berusaha untuk mengajak Elsa untuk pergi jalan-jalan. Menikmati suasana malam hari, di negara T.


Tapi sayang'nya, Elsa pun menolak. Alasannya.. Tentu saja Elsa sangat cape, karena dia harus mengurus semuanya yang berurusan dengan kelancaran acara kedua putrinya.


Setelah mendapatkan penolakan dari Elsa dan twins A, VB menyerah. Dia pun memutuskan pergi ke resor tempat dia menginap.


Setelah kepergian VB, Gia pun bisa tersenyum dengan lega. Gia bahkan segera mengajak Elsa dan kedua putrinya untuk segera pulang ke rumah yang Tuan Dirja sewa.


Tuan Dirja seakan paham, jika putranya sedang melakukan pendekatan terhadap Elsa dan kedua putrinya.


Tuan Dirja pun pulang tidak berbarengan dengan Gia, tetapi berbarengan dengan para Crew yang bertugas di sana.


Sesampainya di rumah yang sudah Tuan Dirja sewa, Gia langsung mengantarkan kedua putrinya kedalam kamarnya. Gia bahkan membantu putrinya, untuk membersihkan make up dari wajahnya.


Bahkan, Gia juga membantu mereka untuk mengganti bajunya dengan piyama tidur. Gia benar-benar sudah seperti Ayah yang baik, yang membantu putrinya.


"Selamat malam, putri cantik Ayah." Gia langsung mengecup kening Aurora dan Aurelia secara bergantian.


"Selamat malam Ayah," ucap Aurora dan Aurelia bersamaan.

__ADS_1


Aurora dan Aurelia juga tak lupa untuk mengecup pipi kanan dan kirinya Gia, Gia benar-benar merasa senang. Dia merasa sangat sempurna, karena mempunyai dua putri yang cantik, genius dan multi talenta.


Gia, tak langsung keluar dari kamar kedua putrinya. Tetapi, dia menunggu sampai Aurora dan Aurelia tidur. Setelah memastikan Aurora dan Aurelia tidur, barulah Gia meninggalkan kamar mereka.


Saat Gia keluar, ternyata Elsa belum tidur. Dia, masih merapikan barang-barang Aurelia dan Aurora di ruang ganti. Gia pun menghampirinya, tanpa ragu Gia langsung mengecup pipi kanan Elsa dari belakang.


"Issh, kenapa kamu nakal sekali!" kesal Elsa.


"Aku kangen, kalau boleh, aku mau yang ini." Gia mengusap bibir bawah Elsa.


Elsa langsung terlihat kesal, karena Gia bersikap keterlaluan menurut 'nya.


"Tentu saja boleh, tapi, setelah kamu mencium ku, kamu harus makan jus cabe." Elsa berucap sambil berkacak pinggang.


"Oh, astaga! Kamu tega, tapi, aku mau minum jus cabe buatan kamu. Yang penting, aku bisa mencium bibir kamu semalam suntuk." Gia berbicara sambil mengerling nakal.


"Sinting!" kesal Elsa.


"Ya, aku gila karena kamu, Elsa. Aku gila, karena menginginkan kamu." Gia mendekati Elsa dan menarik pinggangnya.


"Lepaskan, pria gila." Elsa mendorong bahu Gia dengan kencang.


"Dasar pria sinting! Pria sialan! Pemaksa! Kurang ajar!" ucap Elsa menggebu-gebu.


Gia yang mendengarnya hanya tertawa, kemudian, dia berbalik dan melakukan sun jauh pada Elsa. Elsa yang geram pun langsung melempar sepatu milik Aurora, beruntung Gia cepat menghindar.


Membuat Elsa kesal, ternyata bisa membuat Gia bahagia. Gia bahkan tak bisa tidur, karena masih merasakan hangat' nya bibir Elsa.


Gia, jadi ingat kala dia mencium Elsa dengan paksa, merenggut kesuciannya dengan paksa. Bibir Elsa terasa sangat manis dan lembut, Bahkan Gia masih ingat jika milik Elsa begitu nikmat dan mencengkram milik' nya dengan kuat.


"Ck, sial!! Kenapa aku jadi menginginkannya? Aku harus segera melamar Elsa, kalau tidak, Si anak bau kencur itu pasti mendahului ku. Dan yang pasti, milik ku pasti akan karatan, karena terlalu lama dianggurin." ucap Gia.


Gia langsung mengambil ponselnya, Gia pun mulai mencari hal-hal romantis yang disukai oleh perempuan, Gia bahkan meminta bantuan dari banyak orang yang tinggal di sana.


Gia juga mencari tempat romantis, untuk melakukan acara lamarannya. Hingga akhirnya, mata Gia tertuju pada sebuah pantai yang sangat indah.


"Perfect! " ucap Gia.

__ADS_1


*/*


Pagi-pagi sekali, Gia mengajak semua Crew, untuk berkumpul. Gia mengutarakan niatnya, mereka pun bersedia untuk membantu. Gia senang, Gia sangat bahagia.


Setelah sarapan selsai, Gia mengajak Aurora dan Aurelia untuk bicara. Mereka pun dengan senang hati, mendengarkan ucapan Ayah mereka.


"Jadi, ada apa, Ayah?" tanya Aurora.


"Ini hari terakhir kita di sini, Ayah, mau mengajak kalian ke pantai. Mau?" tanya Gia.


"Mau banget, Yah." ucap Aurelia.


"Tapi, Bunda di ajak kan, Yah?" tanya Aurelia.


"Tentu, Sayang." Gia langsung memeluk kedua putrinya.


*/*


Pukul 9 pagi, Gia, Elsa, Tuan Dirja, kedua putrinya dan juga seluruh Crew, berangkat menuju pantai yang sudah dia sewa.


Aurora dan Aurelia terlihat sangat bersemangat, Elsa pun turut bahagia. Melihat senyuman yang tak pernah pudar di wajah kedua putrinya.


Tiba di pantai, Elsa langsung di kejutkan dengan hamparan pasir, yang berubah menjadi hamparan bunga.


Elsa juga di kejutkan oleh banyaknya orang yang memegang lampion bertuliskan, ucapan cinta untuk 'nya.


' I LOVE YOU ELSA , WILL YOU MARRY ME?'


Elsa langsung memandang Gia, Gia pun. langsung menghampiri Elsa dan berlutut tepat di hadapannya. Sedangkan para Crew, berlutut sambil membawa bunga mawar dan mengelilingi Elsa.


Elsa terlihat bingung, dia menatap kedua putrinya dan juga Tuan Dirja. Elsa seolah meminta pertolongan pada mereka, tapi, baik Tuan Dirja ataupun kedua putrinya, hanya bisa menggedikan kedua bahunya.


Gia merogoh kotak beludru berwarna biru di saku celananya, kemudian dia membukanya dengan perlahan. Nampaklah, cincin berlian yang sangat cantik.


"Elsa, aku minta maaf karena telah mengecewakan kamu di masa lalu. Aku minta maaf, karena perbuatan bejat ku, telah menghadirkan banyak kekecewaan di dalam hidup mu. Terlalu berat kesalahan yang aku lakukan untuk mendapatkan pengampunan. Tapi, aku benar-benar serius untuk menikahimu."


Gia terlihat begitu gugup, Gia menghela napasnya untuk menghilangkan ketegangan di hatinya.

__ADS_1


"Elsa, maukah kamu menikah dengan ku? Menjalani kehidupan bersama ku, dalam suka maupun duka. Saling membahagiakan, saling mencintai dan saling melengkapi. Kita raih kebahagiaaan kita bersama kedua putri kecil kita, dan juga bersama anak-anak yang akan lahir setelah kita menikah nanti. WILL YOU MARRY ME, ELSA?"


"Hah?"


__ADS_2