Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Otewe


__ADS_3

Kini mom Clara dan juga Dokter Irawan sedang berada di dalam kamar mom Clara, mereka duduk di sofa yang sama.


Dokter Irawan terlihat merengkuh tubuh mom Clara, dia tersenyum hangat lalu dia pun berkata.


"Tadi malam Clarista mengirimkan pesan singkat, dia mengancam akan menggagalkan rencana pernikahanku dengan Anita. Dia juga mengancam tidak akan segan-segan menyakiti Anita jika aku tetap menikahi Anita," ucap Dokter Irawan.


Mendengar apa yang diucapkan oleh putranya, mom Clara nampak kaget. Dia menjadi cemas karena Clarista selalu saja mengeluarkan kata ancaman.


"Lalu, kita harus bagaimana, Sayang? Apa sebaiknya tidak usah melaksanakan resepsi pernikahan saja?" tanya Mom Clara.


Dokter Irawan tersenyum hangat, kemudian dia pun berkata.


"Sebenarnya Anita pun tidak ingin mengadakan resepsi pernikahan, Mom. Anita bilang yang penting bagaimana rumah tangga yang aku jalani bersama dengannya, namun... aku ingin memiliki kenang-kenangan berupa album foto saat kami melakukan resepsi pernikahan tersebut. Jika anak cucuku nanti bertanya tentang bagaimana pernikahan kami, aku bisa langsung menceritakan dan menunjukkannya lewat album foto tersebut," ucap Dokter Irawan.


Mendengar penuturan putranya, mom Clara tersenyum. Dia menggenggam tangan putranya dengan erat, dan kembali bertanya.


"Lalu, apa rencanamu sekarang, Sayang?" tanya Mom Clara.


"Anita sudah memberikan solusinya, kita akan mengadakan private party di Bali. Di hotel milik Gia yang berada di dekat pantai," kata Dokter Irawan.


Mom Clara nampak tersenyum mendengarkan penuturan putranya, karena menurutnya Bali merupakan tempat yang tepat.


Karena mereka bisa langsung berbulan madu di sana, tentu saja mom Clara berharap jika dokter Irawan bisa cepat membuat Anita hamil.


Karena dengan seperti itu, dia akan segera memiliki cucu. Dia merasa senang, karena setidaknya di sisa usianya yang mulai senja, dia masih bisa merasakan dan melihat kebahagiaan putranya secara langsung.


Dia berharap, semoga saja dia masih diberikan kesempatan untuk bisa bertemu dengan cucunya dan bisa bermain bersama dengan cucunya nanti.


"Sepertinya itu akan lebih bagus," ucap Mom Clara.


"Ya, karena aku bisa langsung bulan madu." Dokter Irawan nampak terkekeh.


Mom Clara langsung memukul pundak putranya, dia tahu dengan apa yang ada di otak messum putranya.

__ADS_1


"Mom akan selalu mendukung kalian, Mom juga akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian," kata Mom Clara.


Dokter Irawan merasa senang sekali mendengar ucapan dari mom Clara, karena sesungguhnya dokter Irawan memang sangat membutuhkan dukungan dari orang tuanya.


"Lusa kita berangkat ke Bali, karena keesokan harinya aku akan langsung mengadakan acara private party di sana. Mumpung weeked, jadi semua yang kita undang bisa hadir," kata Dokter Irawan.


"Mom setuju," ucap Mom Clara.


"Terima kasih untuk dukungannya," ucap Dokter Irawan tulus.


"Tentu, Sayang. Mom akan selalu mendukung kamu, maaf karena selama ini Mom kurang perhatian terhadap kamu. Mom juga minta maaf, karena dulu Mom terlalu percaya kepada Clarista. Sehingga kamu--"


Ucapan mom Clara langsung berhenti, karena dokter Irawan langsung memeluk mom Clara. Lalu, dia berkata.


"Yang lalu biarlah berlalu, Mom. Mungkin dia memang bukan jodohku, walau bagaimanapun juga semuanya sudah digariskan oleh Tuhan. Mungkin Tuhan berkata jika Anita adalah wanita terbaik yang dia kirimkan untuk aku," ucap Dokter Irawan.


Sekarang Dokter Irawan bisa bisa mengucap syukur kepada Tuhan, karena telah mengirimkan Anita sebagai istrinya.


Karena menurutnya, Anita merupakan wanita yang polos dan juga baik. Tak seperti mantannya yang sudah sudah.


Dulu dia begitu memperjuangkan pacarnya tersebut, dia ingin menjadikan wanita tersebut sebagai istrinya.


Namun, saat ini dia merasa bersyukur. Karena dia tidak menikah dengan wanita itu, tentu saja hal itu karena saat pertama kali dia melakukannya dengan pacarnya tersebut, ternyata pacarnya sudah tidak perawan lagi.


Dokter Irawan sangat yakin, jika sekarang istrinya Anita pasti masih perawan. Mengingat akan sikap dan kelakuan Anita yang masih sangat polos.


Apa lagi Anita pun berasal dari keluarga baik-baik, walaupun orang tua Anita memang bukan dari kalangan atas.


"Mom setuju, karena walau bagaimanapun juga Anita tetaplah lebih baik dari wanita yang pernah kamu pacari," ucap Mom Clara.


Dokter Irawan nampak terkekeh, kemudian dia pun mengurai pelukannya.


"Mom, benar." Setelah mengatakan hal itu mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


*/*


Dua hari kemudian, 19:50 wib.


Dokter Irawan, Anita dan juga mom Clara sudah bersiap untuk pergi ke Bali. Mereka sudah berada di dalam pesawat yang akan membawa mereka terbang ke Bali.


Mereka sengaja memilih penerbangan di malam hari, agar saat tiba mereka bisa langsung beristirahat dan esok harinya mereka bisa memulai pesta yang sudah mereka rencanakan.


Bukan hanya mereka yang akan berangkat, tapi juga Gia beserta istri dan keluarganya pun sudah bersiap untuk berangkat.


Begitu pun dengan Gadis dan juga Ajun, bahkan Dina dan VB pun tak mau kalah. Mereka ikut terbang ke Bali, selain untuk menghadiri acara private party yang dilaksanakan oleh dokter Irawan, mereka pun berencana untuk melakukan liburan.


Satu jam lima puluh menit kemudian.


Mereka pun sudah tiba di Bandara Ngurah Rai Bali, saat mereka keluar dari Bandara 4 buah mobil jemputan yang disiapkan oleh Hotel sudah menunggu.


Mereka pun dengan cepat langsung masuk kedalam mobil tersebut, karena mereka ingin segera beristirahat.


Hanya memerlukan waktu 15 menit saja mereka sudah sampai di hotel pesanan mereka, tentu saja yang pertama kali mereka lakukan adalah langsung mengambil kunci kamar yang sudah mereka pesan, lalu pergi ke kamar untuk beristirahat.


Gia memesan satu kamar untuk dirinya, Baby Adelia dan juga istrinya. Satu kamar untuk Bu Anira dan juga twins A dan satu kamar untuk Tuan Dirja.


VB hanya memesan satu kamar, karena hanya untuk dia bersama dengan Dina dan juga Baby ABC. Berbeda dengn Gadis yang memesan tiga kamar.


Satu kamar untuknya, satu lagi untuk pak Galuh dan satunya lagi untuk Tuan Alfonso. Mereka benar-benar memanfaatkan waktu untuk berkumpul dan berlibur.


"Ah, lelahnya." Anita terlihat menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.


Dokter Irawan pun menyusul, dia langsung merebahkan tubuhnya. Menarik tubuh Istri kecilnya dan memeluknya dengan erat.


"Tidurlah, karena besok kamu akan sibuk," kata Dokter Irawan.


Mendengar ucapan dari suaminya, Anita sangat senang sekali. Karena dokter Irawan memang selalu sangat perhatian terhadap dirinya.

__ADS_1


"Siap Pak Dokter," kata Anita seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


Dokter Irawan terlihat menunduk, lalu mengecup kening Anita dengan lembut. Tak lama kemudian, mereka pun terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2