
Malam ini Elsa benar-benar dibuat tak bisa tidur oleh Gia, karena Gia terus saja menggempur Elsa semalam suntuk. Elsa bahkan sudah memohon pada suaminya, agar berhanti untuk melakukan itu.
Akan tetapi, Gia yang diselimuti kabut gairah, seakan tidak memperdulikan permintaan Elsa.
Bagaimana Gia tidak bernafsu, kalau Elsa memakai lingerie yang begitu seksi. Badan Elsa yang memang sangat bagus, dengan bamper depan begitu menonjol dan bamper belakang yang terlihat padat dan juga bulat.
Membuat Gia menjadi tak tahan, ingin segera menerkam istrinya. Bahkan saking tak sabarnya, Gia langsung merobek lingerie yang di pakai oleh Elsa.
Elsa bahkan sempat melayangkan protesnya, akan tetapi Gia dengan cepat berkata bahwa 'lingerie dari VB dan Dina masih banyak'.
Beruntung acara pernikahan VB dan Dina akan diselenggarakan pukul sepuluh, sehingga Elsa bisa memejamkan matanya setelah selsai sarapan.
"Bangun, Yang. Sudah jam sembilan, nanti kamu telat ke acara pernikahan Dina." VB mengecupi wajah Istrinya dengan lembut.
Elsa menggeliatkan tubuhnya, lalu menatap Gia dengan lekat.
"Kamu wangi banget, sudah siap-siap duluan ya?" tanya Elsa.
Gia tersenyum lalu mengambilkan obat dan segelas air putih untuk Elsa.
"Apa itu?" tanya Elsa.
Dia begitu bingung, karena tiba-tiba Gia memberikan obat pada Elsa.
"Ini obat pereda nyeuri," jawab Gia singkat.
Sebenarnya Gia sangat khawatir, karena semalam suntuk dia menggempur istrinya. Dia takut jika Elsa akan merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Elsa yang mengetahui obat apa itupun langsung duduk dan menerima obat dari tangan suaminya.
"Makasih ya, Sayang." Elsa langsung meminum obatnya dengan cepat.
Elsa memang membutuhkan obat tersebut, karena badan Elsa memang terasa sakit semua. Bahkan tulang Elsa terasa rontok, seakan terlepas dari tempatnya.
Setengah jam kemudian Elsa sudah terlihat cantik, tak perlu memakai make-up tebal. Karena Elsa memang sudah terlihat cantik dengan wajah ayunya.
"Ayo, Sayang. Kita berangkat," ajak Elsa.
__ADS_1
Semua orang yang sudah menunggu Elsa di ruang tamu pun, langsung berangkat saat itu juga.
Acara pernikahan VB dan Dina tinggal setengah jam lagi, mereka sudah tidak punya waktu lagi untuk berleha-leha.
Beruntung hotel tempat di selenggarakannya acara pernikahan VB, terbilang dekat dari kediaman Pranadtja. Sehingga mereka tak khawatir akan telat.
Sampai di ballroom hotel, acara pernikahan hendak di mulai. VB sudah terlihat tampan dengan tuxedo berwarna putih pilihannya, dia terlihat sedang tersenyum manis ke arah Dina.
VB sudah berada di atas Altar bersama seorang pastor, sedangkan Dina terlihat sedang berjalan menghampiri VB.
Dina yang memang anak yatim piatu dan tak mempunyai sanak sodara, diantarkan oleh Tuan Alson. Karena baginya, Dina pun tetap anaknya.
Janji suci kini telah diucapkan, Dina dan VB sudah resmi menjadi suami istri. VB pun dengan cepat memakaikan cincin kawin di jari manis Dina, begitupun dengan Dina.
Setelah itu, tanpa ragu VB langsung menikmati bibir Indah milik wanita yang kini sudah sah menjadi miliknya. Jika kemarin-kemarin dia harus mencuri ciuman dari Dina, kini dia seakan sudah bebas melakukan apa pun dengan lebel halal yang di sandangnya.
Bahkan ni yah, kalau ngga malu. Itu si VB sudah pasti deh langsung gendong Dina ke kamar pengantin, sebab, burung milik VB sudah terlihat kelojotan.
Bahkan saat VB mencium Dina pun, VB. langsung merutuki dirinya sendiri. Karena burung miliknya langsung menegang seketika.
Tak lama kemudian, VB dan Dina pun melempar buket bunga yang sudah sedari tadi dipegang oleh Dina.
Tuan Dirja langsung tertawa sambil menepuk pundak Ajun, yang memang kebetulan dia sedang berada di samping Ajun.
" Sepertinya, sebentar lagi kamu akan melepaskan masa lajangmu. Aku doakan ,semoga secepatnya. Agar burung milikmu, tidak karatan." Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Tuan Dirja langsung tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan Ajun, hanya menanggapinya dengan wajah datar seperti biasanya.
Duh jadi penasaran aku tuh, siapa sih jodohnya lelaki berwajah datar kaya gitu?
Tunggu deh, tadi Tuan Dirja berkata burungnya Ajun karatan. Lalu, apa kabar dengan burung milik Tuan Dirja yang sudah single sejak dua puluh tujuh tahun yang lalu.
Karena semenjak istri tercintanya meninggal, dia tak pernah sekalipun terlihat dekat dengan seorang wanita.
Oke, kembali lagi pada pasangan pengantin baru VB dan Dina.
Acara pun kini berlanjut ke acara resepsi pernikahan, VB terlihat sangat bahagia. Begitupun dengan kedua orang tuanya VB, raut bahagia begiti ketara dari wajah Tuan Alson dan nyonya Miranda.
__ADS_1
Bahkan senyum di wajah Tua Alson dan nyonya Miranda, tak pernah surut. Setiap ada tamu yang datang, Nyonya Miranda dengan bangganya memperkenalkan menantunya tersebut.
Dia sangat senang luar biasa, apa lagi jika VB berhasil menyuburkan bibit unggul miliknya di ladang milik Dina. Sudah dapat dipastikan, jika dia akan segera mendapatkan cucu yang lucu-lucu.
"Selamat ya, Na. Akhirnya sold out," ucap Elsa seraya terkekeh.
"Sialan! Emangnya gue apaan!" kesal Dina.
"Jangan marah, ini kado dari gue." Elsa memberikan kado berukuran kecil pada Dina.
Dina terlihat mengernyit heran, kala Elsa memberikannya kado berukuran kecilm Pasalnya Gia adalah orang kaya, apa tidak bisa membelikan barang mewah untuk Dina? mengapa malah memberikan kado yang terlihat sangat kecil?
"Elu pelit banget sih, Sa! punya laki kaya raya, ngasih kado kecil banget." Dina menyeruakan isi hatinya.
Elsa langsung tertawa, melihat tingkah Dina yang terlihat seperti anak kecil.
"Jangan dilihat dari ukurannya, tetapi lihatlah apa isinya. Nanti kamu pasti akan membutuhkannya, pastinya kamu akan sangat berterima kasih." Kata Elsa.
Dina terlihat mencebik kesal, maksudnya apa memangnya? apa isinya? kenapa dia harus berterima kasih kepada Elsa?
"Pokoknya gue ngga ikhlas dikasih kado kecil begini ama elu, awas aja kalau isinya mengecewakan." Dina langsung memeluk tangan VB sambil mengkrucutkan bibirnya.
VB merasa heran dengan tingkah istrinya, dia pun langsung bertanya pada istrinya tersebut.
"Kamu kenapa, Sayang? udah ngga tahan ya?" tanya VB.
Dina langsung memukul tangan kekar VB, orang lagi kesal malah digodain.
"Aku lagi kesel, bukan minta itu!" kata Elsa.
"Kenapa?" tanya VB heran.
"Lihat di, Yang. Masa Elsa kasih kadonya kecil banget?!" adu Dina.
VB hendak menimpali ucapan Dina, akan tetapi Aurora dan Aurelia langsung menyela ucapan VB.
"Aunty jangan sedih, kan ada Om VB yang kaya raya. Suami Aunty itu kan banyak duitnya, minta aja sama dia." Jelas Aurora.
__ADS_1
"Betul itu! percuma punya suami kaya, tapi ngga bisa dimanfaatkan." Aurelia ikut menimpali.
"Astaga! lambe mu itu loh, bikin aku gemes pengen melintir." Kesal VB.