Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Dasar VB


__ADS_3

Kini, Dina sedang merendam tubuh lelahnya di dalam bathup. Setelah seharian mengajak kedua Putri Elsa jalan-jalan, membuat kakinya Dina terasa pegal dan pinggangnya pun terasa encok.


Bagaimana tidak encok, kalau Aurora dan Aurelia terlihat begitu bersemangat saat menaiki semua wahana yang ada di sana.


Bahkan, Aurora dan Aurelia terlihat begitu bahagia. Mereka sampai berlari-lari kesana-kemari, seperti anak Ayam yang baru saja lepas kandang.


Dina pun dengan susah payah mengejar kedua Putrinya Elsa, karena dia takut, jika mereka akan kenapa-napa. Karena di taman bermain tersebut, sangatlah ramai.


Setelah selesai bermain, mereka langsung mengantarkan kedua Putri Elsa pulang. Setelah itu, kedua orang tua VB bersikeras, jika Dina tidak boleh lagi tinggal di rumah Gia.


Akan tetapi, Dina harus ikut bersama kedua orangtua VB. Awalnya Dina keberatan, tapi kedua orang tua VB benar-benar memaksa.


Karena menurut mereka, Dina sudah menjadi menantu keluarga Fahreza .


"Sayang, kamu harus ikut, Mommy." Tegas Nyonya Miranda.


"Tapi, Mom. Dina belum resmi menjadi istri, VB." Protes Dina.


"Minggu depan, kalian sudah menikah. Itu artinya, kamu sudah menjadi menantu, Mommy." Nyonya Miranda begitu keras kepala, dia bersikukuh jika Dina harus tinggal di rumahnya


Akhirnya, dengan berat hati, Dina pun mau ikut ke kediaman Tuan Alson Fahreza. Setelah masuk ke dalam kamarnya, Dina langsung masuk ke dalam kamar mandi dan merendam tubuhnya. Dia ingin melupakan sejenak, rasa lelah yang telah dia rasakan seharian ini.


Sudah hampir 1 jam Dina berendam di dalam bathup, VB yang sedari tadi sudah berada di dalam kamar Dina pun merasa khawatir, karena calon istrinya tak juga keluar dari kamar mandi.


Dengan langkah ragu, VB pun membuka pintu kamar mandi. Dina yang melihat VB masuk ke dalam kamar mandi pun, merasa sangat terkejut.


Sontak, dia langsung membenamkan tubuhnya kedalam bathup sampai sebatas leher. VB yang sempat melihat dua gundukan kembar milik Dina langsung menegang, nafasnya seakan tercekat.


Bahkan, untuk menelan salivanya pun terasa sangat susah. Karena dua bulatan kembar milik Dina, terlihat sangat besar dan menggoda.


"Ka--kamu ngapain masuk kamar mandi?" tanya Dina dengan tangan yang menyilang di depan dada.


"A--aku khawatir, dari tadi Kamu ngga keluar-keluar. Aku hanya takut terjadi sesuatu sama kamu," jawab VB dengan mata yang tak teralihkan dari tubuh polos Dina yang hanya terbalut busa.


"Kamu keluar dulu, aku mau bilasan." Kata Dina.


"I--iya, aku keluar." VB langsung melangkahkan kakinya dan keluar dari kamar mandi, saat dia hendak menutup pintu kamar mandi. Dia pun kembali berbalik," baju kamu sudah aku siapkan di atas tempat tidur." Lalu VB pun kembali melanjutkan langkahnya.


Dina merasa sangat kesal, karena VB masuk begitu saja ke dalam kamar mandi. Akan tetapi, dia juga tidak bisa menyalahkan VB sepenuhnya.

__ADS_1


Karena memang, dia yang terlalu lama berada di dalam kamar mandi. Dengan raut wajah kesal, Dina segera membilas tubuhnya.


Kemudian, dia pun segera memakai baju yang sudah disediakan VB di atas tempat tidur. Dina sempat melirik ke arah jam yang bertengger cantik di dinding, waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.


Tak lama terdengar bunyi ketukan pintu, Dina pun langsung mempersilahkan orang tersebut untuk masuk.


Ternyata, yang datang adalah Nyonya Miranda, dia membawa nampan berisi kue dan jus buah untuk Dina. Dina merasa sangat tak enak hati, karena calon mertuanya itu memperlakukan Dina dengan sangat baik.


Bahkan, Nyonya Miranda memperlakukan Dina seperti seorang putri.


" Kenapa repot-repot, Mom? Lagian ini sudah malam," ucap Dina.


"Takutnya kamu mau ngemil, Mom lihat kamu tadi makannya hanha sedikit." Kata Nyonya Miranda.


" Habisnya aku capek banget, Mom. Aku tidak berselera makan," ucap Dina.


"Makanya, Mom bawakan kue. Sekalian sama jus buah, semoga kamu suka." Nyonya Miranda mengelus pipi Dina dengan sangat lembut, membuat hati Dina memghangat.


" Terima kasih, Mom. Mommy sama Daddy, sangat baik sama Dina." Ucap Dina tulus.


" Jangan sungkan, Sayang. Kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Fahreza," ucap Nyonya Miranda.


" Dia sedang mandi, tadi Mom, melihat dia bersikap aneh. Padahal, tadi sudah mandi. Tetapi, sekarang dia mandi lagi. Kenapa ya?" tanya Nyonya Miranda.


Dina jadi teringat akan hal yang terjadi, saat VB masuk ke dalam kamar mandi. Dia terlihat sangat tegang, Dina pun jadi berpikir, mungkinkah VB mandi lagi karena merasa gerah saat melihat dirinya yang sedang mandi tadi?


Dina pun langsung tersenyum kala bayangkan hal itu, Nyonya Miranda yang melihatnya langsung bertanya.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Nyonya Miranda.


"Tidak apa-apa, Mom." Jawab Dina.


"Ya sudah, Mom mau istirahat. Kamu juga harus istirahat, karena besok kita harus ke butik buat beli gaun pengantin. Kalau mau ngemil, tinggal dimakan kuenya. " Nyonya Miranda memeluk Dina sebentar, lalu mengecup keningnya.


Dina yang seorang yatim piatu, merasa sangat terharu mendapatkan perlakuan yang istimewa dari Nyonya Miranda. Dia merasa senang, karena ternyata dia tidak salah menerima lamaran VB.


Karena selain mendapatkan suami, dia juga akan mendapatkan orang tua yang baik. Baginya orang tua VB seperti orang tuanya, bukan mertua.


"Yes, Mom." Ucap Dina.

__ADS_1


Selepas kepergian Nyonya Miranda, Dina pun merebahkan tubuhnya. Dia menarik selimut sampai sebatas dada, Dina pun mencoba memejamkan matanya.


Baru saja dia memejamkan matanya selama 10 menit, tapi dia merasa jika keningnya ada yang mengecup. Dina pun segera membuka matanya, dia sangat kaget ketika melihat wajah VB begitu dekat dengan wajahnya.


"Kamu ngapain ke sini?" tanya Dina.


"Kangen, Yang. Peluk boleh, ya?" tanya VB.


"Belum muhrim, lagian bentaran lagi halal. Sabar dikit napa!" kesal Dina.


"Peluk doang, Yang. Biar semangat, apa lagi kalau boleh cium. Aku pasti makin semangat," ucap VB.


"Jangan macam-macam, kamu!" Dina langsung melotot kearah VB, Dia sangat kesal dengan apa yang diucapkan oleh VB.


"Dikit doang, Yang. Kalau ngga boleh cium, kecup aja." VB terlihat begitu memelas, seperti anak kecil yang meminta dibelikan mainan oleh ibunya.


"Ya ampun, aku benar-benar berurusan dengan anak kecil." Kesal Dina.


VB langsung menyeringai saat di bilang anak kecil.


"Anak kecil biasanya kalau punya mau suka maksa, Yang. Karena kamu tadi bilang aku anak kecil, jadi sekarang aku mau maksa." VB langsung mengungkung tubuh Dina, lalu tersenyum dengan sangat manis.


"Kamu mau apa?" tanya Dina.


"Mau maksa," jawab VB.


Tanpa berkata lagi, VB langsung mencium Dina. Dina yang kaget pun langsung mendorong dada VB, tetapi VB seolah tak peduli. Dia malah meperdalam ciumannya.


Dina nampak meronta, dia berusaha melepaskan diri dari tubuh VB. Tetapi, VB benar-benar mengunci pergerakannya Dina.


Saat VB sedang asyik menikmati bibir calon istrinya, ternyata pintu kamar Dina terbuka. Karena Nyonya Miranda, hendak menanyakan sesuatu kepada Dina.


Tetapi, mata Nyonya Miranda langsung terbelalak. Saat melihat VB, yang terlihat seperti akan memperkosa Dina. Nyonya Miranda pun langsung berteriak dengan sangat kencang.


''VB! APA YANG SEDANG KAMU LAKUKAN?!"


VB yang mendengar teriakan Mom'nya, langsung melompat dari atas tubuh Dina. Untung dia bisa menjaga keseimbangannya, Kalau tidak dia pasti sudah terjatuh.


Nyonya Miranda langsung menghampiri VB dan menjewer telinganya VB, Dina hanya bisa melongo melihat kelakuan ibu dan anak tersebut.

__ADS_1


__ADS_2