Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Jalan-Jalan


__ADS_3

Selepas mandi, Gadis langsung duduk di depan meja rias, dia mengeringkan rambutnya dan mematut wajahnya di depan cermin.


Ajun hanya tersenyum melihat istrinya, lalu dia segera pergi menuju kamar mandi. Dia ingin segera mandi dan makan bersama istrinya.


Karena makanan yang dia pesan sudah tertata rapi di atas meja, saat Gadis mandi seorang petugas hotel datang mengantarkan makanan pesanannya.


Tak lupa obat anti nyeuri pun sudah ada di sana, karena orang suruhan Ajun sudah membelinya di apotek terdekat.


Selesai mematut dirinya, Gadis nampak memakai baju dan duduk di atas sofa. Dia menunggu suaminya sambil memainkan gawainya.


Saat Gadis sedang asik berselancar dengan gawainya, satu pesan masuk ke dalam ponselnya.


TING


"Bagaimana suamimu, Sayang? Apa dia memperlakukan kamu dengan kasar?" satu pesan dari Tuan Alfonso.


Membaca pesan dari sang Daddy, membuat Gadis langsung tersenyum. Dia merasa senang karena mendapatkan perhatian dari orang yang dia sayang.


Gadis pun dengan cepat mengetik balasan untuk Tuan Alfonso.


"Om Ajun, baik Dad. Dia memperlakukan aku dengan baik," balas Gadis.


Tak mungkin bukan, jika dia berkata kalau Ajun terlihat menggebu dalam menguasai dirinya. Bahkan baru semalam dia menjadi istri Ajun, tapi Ajun sudah mengajaknya bergulat sebanyak tiga kali.


"Syukurlah, nanti sore pulanglah. Daddy ingin makan malam dengan kalian, Daddy juga sudah siapkan kamar pengantin untuk kalian."


Gadis tersenyum kembali membaca pesan dari Tuan Alfonso, rasanya cinta Tuan Alfonso terasa besar.


Namun, dia menunjukkan rasa itu terlalu berlebihan menurut Gadis. Akan tetapi, dia tak berani menolak, karena takut dia akan terluka.


"Yes, Dad." Itulah tulisan yang Gadis ketik untuk balasan pesan dari Tuan Alfonso.


CUP


Satu kecupan mendarat di pipi Gadis, terasa lembut dan dingin.


"Om!"


"Ya, Sayang." Ajun langsung duduk dan mengambilkan satu sendok nasi beserta lauknya.


Dia langsung menyodorkannya ke arah mulut Gadis, Gadis langsung tersenyum lalu membuka mulutnya dengan lebar.


"Makan yang banyak, karena kamu akan membutuhkan banyak tenaga untuk menerima gelombang kenikmatan yang akan aku berikan untuk kamu, Sayang." Ajun mengecup pundak Gadis yang terbuka.


Karena Gadis memang memakai baju yang memperlihatkan keindahan pundaknya.


"Om, Gadis lagi makan. Jangan mulai lagi," keluh Gadis.

__ADS_1


Dia takut jika Ajun akan memakannya saat itu juga, karena Gadis benar-benar merasa sangat lelah.


"Jadi, kalau udah makan aku boleh minta lagi?" tanya Ajun seraya menaik turunkan alisnya.


Gadis langsung tersentak dengan pertanyaan Ajun, dia langsung memelototkan matanya.


"No!" tegas Gadis seraya menyilangkan kedua tangannya.


Mendengar jawaban dari istrinya, Ajun bahkan sampai memundurkan wajahnya.


"Ya ampun, istri Om galak banget. Padahal Om pengen lagi," keluh Ajun dengan wajah yang dibuat semelas mungkin.


Gadis terlihat tak enak hati melihat raut wajah Ajun, namun dia tak mau jika pulang nanti malah tak bisa berjalan.


"Punyaku masih sakit, Om. Jangan lagi," ucap Gadis memelas.


Ajun langsung tersenyum, dia hanya berniat menggoda saja. Namun Gadis terlihat serius, menanggapi ucapan Ajun.


"Ok! Sekarang makan yang banyak, nanti kita jalan-jalan." Ajun langsung mengacak puncak kepala Gadis.


Gadis langsung memeluk Ajun dan mengecup pipi Ajun dengan lembut.


"Boleh, Om. Pulangnya langsung ke rumah Daddy, katanya dia sudah mempersiapkan kamar pengantin buat kita," ucap Gadis.


Wajah Ajun terlihat berbinar, dia merasa sangat senang karena mempunyai mertua yang sangat menyenangkan.


"Ya, Om," jawab Gadis malu-malu.


"Ya sudah, sekarang kita makan dulu," ajak Ajun.


Akhirnya Gadis dan Ajun pun makan dengan sangat lahap, mereka benar-benar merasa sangat lapar karena sudah bekerja dengan sangat giat.


Sebenarnya yang bekerja dengan Giat di sini lebih tepatnya Ajun, ya... karena Gadis lebih menerima apa pun yang dilakukan oleh Ajun.


Setelah makan, Ajun mengajak Gadis untuk pergi menonton bioskop. Menurutnya itu akan lebih baik dari pada menghabiskan waktu untuk hal yang melelahkan.


Ajun bahkan sengaja mengajak Gadis menonton Film romantis, agar nantinya bisa dia tiru adegan dalam film tersebut.


Sebenarnya Ajun merasa kurang percaya diri, selama ini dia tak pernah pacaran sama sekali. Dia takut jika Gadis merasa kurang suka dengan perlakuan dirinya terhadap Gadis.


Karena jujur, Ajun tak pernah tahu bagaimana cara bersikap romantis terhadap wanita. Dia tak pernah tahu, bagaimana cara memanjakan wanita.


Makanya sebelum dia menikah, dia membaca artikel tentang cara menyenangkan wanita. Tentu salah satunya adalah mengajak wanitanya untuk menonton bioskop dan menuruti apa yang di minta oleh wanitanya.


Selepas menonton bioskop, Ajun mengajak Gadis ke taman kota. Di sana terdapat banyak pedagang yang menjajakan makanan murah tapi tidak murahan.


Gadis terlihat senang sekali, dia bahkan membeli banyak jajanan yang menurutnya enak.

__ADS_1


Ajun sampai menggelengkan kepalanya, karena badan Gadis yang terlihat kecil mampu menampung makanan yang sangat banyak.


"Suka?" tanya Ajun.


"Sangat suka dan juga seneng, makasih y, Om. Om memang suami yang terbaik, Gadis makin cinta sama, Om." Gadis langsung mengecupi setiap inci wajah Ajun.


Ajun langsung terkekeh mendapatkan perlakuan seperti itu dari istri kecilnya.


"Kamu nakal, sayangnya di sini banyak orang. Kalau ngga, abis kamu," ucap Ajun.


"Atut!" ledek Gadis.


Ajun langsung mencondongkan wajahnya, lalu dia pun langsung berbisik tepat di telinga Gadis.


"Awas aja ya, nanti malam abis kamu om bolak-balik!"


Gadis langsung membelalakan matanya, lalu dia menggelengkan kepalanya.


"Astaga, Om!" satu pukulan Gadis layangkan pada tangan Ajun yang terlihat berotot itu.


Ajun hanya tertawa menanggapi ucapan dari istrinya.


"Sekarang kita pulang," ajak Ajun.


Gadis menurut, dia langsung bangun dan berjalan beriringan dengan Ajun. perutnya sudah kenyang, sudah waktunya untuk pulang.


Sampai di rumah megah milik Tuan Alfonso, mereka langsung disambut oleh Tuan Alfonso dan juga pak Galuh.


"Dad!" Gadis langsung menghambur pada pelukan Tuan Alfonso.


Tuan Alfonso terlihat membalas pelukan Gadis, lalu dia mengecup kening Gadis.


"Sepertinya anak Daddy sangat bahagia," kata Tuan Alfonso.


"Sangat, Dad." Gadis melerai pelukannya, lalu dia memeluk pak Galuh.


Pak Galuh langsung membalas pelukan Gadis, dia merasa senang kala melihat binar bahagia di wajah Gadis.


"Kalian beristirahatlah, nanti kalau sudah waktunya makan malam. Daddy akan memanggil kalian," kata Tuan Alfonso.


Gadis pun menurut, dia dan Ajun langsung berjalan ke kamar yang berada di lantai dua. Kamar yang sudah Tuan Alfonso siapkan untuk mereka berdua.


+


+


Selamat malam kesayangan, semoga kalian baik-baik saja dan sehat selalu.

__ADS_1


Othor sengaja update nih, buat nemenin malam minggu kalian. Jangan lupa like, comment dan juga hadiahnya ya... see yau.


__ADS_2