Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Pertanyaan Tuan Alfonso


__ADS_3

"Yang! Aku pulang," ucap Ajun kala membuka pintu utama.


Gadis yang memang sedang menunggunya di ruang tamu langsung berlari dan menghambur ke pelukan suaminya.


Ajun sangat kaget dengan apa yang dilakukan oleh Gadis, padahal Gadis sedang hamil, pikirnya. Lalu, kenapa dia seolah lupa dan bertingkah seperti itu?


Ajun yang tak senang hati pun langsung melayangkan protesnya, dia ingin menegur istri kecilnya itu.


"Sayang! Jangan bertingkah seperti ini, bagaimana kalau nanti terjadi sesuatu sama calon Baby kita, hem?" tanya Ajun penuh protes.


"Maaf, Hubby. Habisnya aku sangat senang, aku kangen. Hubby pulangnya lama, Gadis rindu pengen cium." Gadis langsung terlihat memonyongkan bibirnya.


Melihat kelakuan istrinya, Ajun langsung keget sekaligus senang.


"Astaga, Sayang! Kamu udah ngga bau lagi nyium bau badan aku?" tanya Ajun antusias.


"Ngga, Hubby. Yang ada aku kangen banget, pengen cium." Kembali Gadis memonyongkan bibirnya.


Tentu saja dengan senang hati Ajun langsung menautkan bibirnya, tangan kanannya menarik pinggang istrinya, sedangkan tangan kirinya dengan setia menenteng pesanan sang istri.


Kedua insan yang sedang melepas rindu itu pun saling mencecap rasa manis dan saling menyalurkan hasrat kerinduan mereka.


"Ehm!"


Mendengar suara deheman, Ajun dan Gadis langsung menghentikan aktivitasnya. Mereka langsung terlihat salah tingkah saat melihat pak Galuh dan tuan Alfonso yang sedang berdiri tepat di belakang mereka.


Ajun terlihat mengusap tengkuk lehernya yang terasa dingin, sedangkan Gadis terlihat menunduk sambil meremat kedua tangannya.


"Dari mana kamu?" tanya Tuan Alfonso.


"Pulang kerja, Dad," jawab Ajun.


"Pulang kerja atau pulang mengantarkan wanita lain?" tanya Tuan Alfonso lagi.


Arjun terlihat mengernyit heran kala mendengar ucapan dari mertuanya, lalu dia pun teringat akan Melani yang dia antarkan pulang. Ajun pun jadi bertanya dalam hatinya, apakah kegiatan sehari-harinya dibuntuti oleh mertuanya?


Berbeda dengan Gadis saat mendengar ucapan dari Tuan Alfonso, dia langsung mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Ajun dengan lekat.


"Kamu selingkuh Hubby? Padahal kita menikah baru mau 2 bulan Hubby, kenapa kamu udah selingkuh aja di belakang aku?" ucap tanya Gadis dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Mendengar pertanyaan dari istrinya, Ajun pun langsung mengibas-ngibaskan tangannya. Lalu, dia menuntun Gadis untuk duduk di sofa.

__ADS_1


Dia menyimpan pesanan Gadis di atas meja dan langsung memeluk Gadis dengan sangat erat. Tuan Alfonso dan pak Galuh pun nampak ikut duduk tepat di depan Gadis dan juga Ajun.


"Aku tidak selingkuh, Sayang. Aku hanya mengantarkan Melani pulang, karena dia kehujanan di jalan," jawab Ajun jujur


Gadis nampak melerai pelukannya, lalu dia menatap wajah Ajun dengan lekat. Dia bisa melihat dari tatapan matanya, jika Ajun tidak berbohong.


"Lalu, kenapa kamu terlihat begitu perhatian kepada wanita itu?" tanya Tuan Alfonso.


Ajun langsung memalingkan wajahnya, dia langsung menatap Tuan Alfonso. Karena tidak ingin terjadi kesalah pahaman, Ajun pun lalu menceritakan semuanya tanpa ada yang dia tutup-tutupi.


Bahkan yang dia lihat saat di Restoran berbintang pun, Ajun menceritakannya kepada tuan Alfonso, pak Galuh dan juga Gadis.


Ajun juga bahkan menceritakan jika dirinya ingin membantu menyelidiki hubungan antara Aldino dan juga bosnya tersebut.


Ajun juga mengatakan, jika yang Ajun lakukan ini murni karena ingin membantu rumah tangga Melani dengan Aldino, bukan ingin berselingkuh.


"Kasihan sekali Melani, bukannya dia sudah punya dua anak?" tanya Gadis.


"Ya, Sayang. Kedua anaknya sempat datang saat pernikahan kita berlangsung," kata Ajun.


"Hem, aku ingat," jawab Gadis.


"Tunggu dulu, kamu bilang perempuan yang bersama dengan saudara kamu itu pemilik perusahaan XT?" tanya Tuan Alfonso.


"Nyonya Mariene Hithler, istri dari Tuan Jhon Hithler. Padahal sudah bersuami, malahan dia mempunyai kontrak kerja sama dengan Daddy," ucap Tuan Alfonso.


"Benarkah?" tanya Ajun penasaran.


"Ya," jawab Tuan Alfonso.


"Kalau seperti itu, aku minta tolong sama Daddy saja. Rasanya akan lebih mudah jika Daddy yang menyelidikinya," pinta Ajun.


"Baiklah, kebetulan besok kami ada janji temu." Tuan Alfonso nampak mengangguk-anggukan kepalanya.


Ajun pun tersenyum senang, karena dia bisa membantu Melanie dengan cepat. Bukan karena Ajun masih cinta, namun kini berubah menjadi rasa Iba.


Apa lagi perempuan yang dulu pernah dia cintai itu menikah dengan adik sepupunya sendiri, rasanya sangat wajar jika dia membantu Melanie untuk membenahi rumah tangganya selama itu masih bisa dilakukan.


"Tank's, Dad," ucap Ajun senang.


"Sama-sama," jawab Tuan Alfonso.

__ADS_1


Gadis terlihat memandang Ajun dan Tuan Alfonso juga Pak Galuh secara bergantian, lalu dia menatap bungkusan yang tertata dengan rapi di atas meja.


"Hubby, apakah acara ngobrolnya sudah berakhir?" tanya Gadis.


Ajun langsung menatap manik istrinya dengan lekat, "sudah, Sayang. Memangnya kenapa?" tanya Ajun.


"Perutku sudah sangat lapar, aku sudah ingin cepat-cepat mengisi perutku ini," ucap Gadis.


"Aduh, Sayang. Maafin aku ya, Sayang. Aku sampai lupa sama istriku ini, ayo-ayo kita ke ruang makan, kita coba ya makanannya," ucap Ajun.


Ajun lalu merangkul pundak istrinya, tak lupa dia pun membawa bungkusan yang berisi pesanan Gadis.


Ajun pun lalu menuntun Gadis untuk pergi ke ruang makan, tentunya sebelum pergi Ajun pun berpamitan terlebih dahulu kepada pak Galuh dan juga Tuan Alfonso.


Tuan Alfonso hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah anak dan menantunya tersebut, Tuan Alfonso merasa sangat bangga kepada menantunya tersebut, karena Ajun mau bercerita dengan jujur dan secara gamblang kepada dirinya tanpa menyembunyikan apa pun.


Jika ada yang bertanya apakah dia mengawasi kegiatan menantunya?


Tentu saja jawabannya adalah iya, Tuan Alfonso menyelidiki Ajun terlebih dahulu sebelum menikah dengan Gadis.


Bahkan setelah menikah pun, Tuan Alfonso menyuruh beberapa anak buahnya untuk menjaga Ajun.


Tentunya untuk memperhatikan kegiatan sehari-harinya Ajun juga, dia tidak ingin jika putrinya dikhianati oleh lelaki yang sangat putrinya cintai itu.


Gadis yang sudah sampai di ruang makan terlihat duduk manis, sedangkan Ajun terlihat memindahkan makanan pesanan Gadis di atas piring.


Binar bahagia langsung terlihat di mata Gadis, Ajun terlihat sangat senang melihatnya. Lalu, dengan telaten Ajun pun menyuapi istri kecilnya tersebut.


Ajun merasa benar-benar bersyukur karena istrinya mau mengerti dengan apa yang tadi sudah Ajun ceritakan, tidak ada lagi kecemburuan di mata istrinya.


Justru kini Gadis terlihat begitu menempel kepada dirinya, padahal Ajun sudah sangat takut jika Gadis tidak mau disentuh oleh dirinya selama hamil, dan ternyata ketakutannya tidak terjadi.


"Makan yang banyak, biar calon Baby kita tumbuh dengan sempurna," ucap Ajun.


"Iya Hubby," jawab Gadis sambil tersenyum.


*


*


Selamat pagi, selamat beraktifitas, selamat hari senin. Semoga kalian bahagia selalu, sehat selalu dan jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak di setiap karya Othor.

__ADS_1


Like, Vote, Koment dan juga hadiahnya selalu Othor tunggu.


Buat kalian yang udah ngasih, terima kasih banyak ya...


__ADS_2