Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Pesta 2


__ADS_3

Cristian terlihat memandang Aurora dan juga Aurelia secara bergantian, matanya dibuat sangat betah melihat kecantikkan kedua mahluk cantik ciptaan Tuhan itu.


"Ehm, bukannya tadi kamu mau berterima kasih? Kenapa diam saja?" tanya Aurora.


"Ah, iya, Nona. Kalian sama dan juga cantik, aku begitu sulit untuk membedakan kalian," kata Cristian tanpa berkedip.


Aurora dan Aurelia terlihat memutarkan bola matanya, mereka merasa jengah dengan pujian dari Cristian.


"Astaga! Kamu itu mau berterima kasih atau mau mencari perbedaan diantara kami!?" tanya Aurelia.


"Eh, maaf. Saya mau berterima kasih, saya Cristian. Nona siapa?" tanya Cristian.


"Aku Aurora," kata Aurora seraya mengulurkan tangannya.


Cristian terlihat dengan cepat menyambut uluran tangan dari Aurora, kemudian tatapan matanya beralih kepada Aurelia seraya mengulurkan tangannya.


"Kalau Nona cantik yang ini namanya siapa?" tanya Cristina.


"Saya Aurelia," jawab Aurelia seraya menerima uluran tangan dari Cristian.


"Nama yang bagus, terima kasih karena Nona Aurelia sudah menolong saya. Kalau tidak, saya tidak tahu nasib saya seperti apa," kata Cristian.


Cristian tidak menyangka, jika dengan datangnya ke pesta ulang tahun perusahaan milik Gia akan mempertemukannya dengan Dewi penolongnya.


Padahal, awalnya Cristian bersikeras jika dia tidak ingin datang. Namun, karena daddynya berhalangan hadir dan ada hal yang tidak bisa ditinggalkan, akhirnya Cristian pun menyerah.


Dia datang sebagai wakil dari daddynya untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan milik Gia.


Awalnya dia merasa kesal karena harus datang, namun... sekarang dia merasa sangat bahagia. Karena dia malah bertemu dengan wanita cantik yang menjadi penolongnya.


"Tidak usah berlebihan," kata Aurelia.


"Iya, maaf," kata Cristian.


Saat mereka sedang asyik berbincang, Gia nampak datang dengan Kiandra dari arah belakang.

__ADS_1


Lalu, Gia terlihat mengelus pundak kedua putrinya dari belakang. Tentu saja Aurelia dan Aurora langsung membalikkan tubuhnya dan menatap wajah sang ayah dan juga Kiandra yang kini berada di hadapannya.


Kiandra terlihat sangat kaget, karena dia melihat wajah Aurelia ada dua di hadapannya. Sedangkan Aurelia nampak biasa saja, berbeda dengan Aurora yang nampak mengatupkan mulutnya menahan tawa.


Di dalam hatinya dia menyadari, jika Kiandra pasti kaget karena melihat dia sedang


bersama dengan Aurelia saat ini.


"Tuan Kiandra, anda kenapa?" tanya Aurelia.


Kiandra yang sedang bengong langsung tersadar dan dengan cepat menjawab pertanyaan dari Aurelia.


"Astaga... anda ada dua, Nona!" Celetuk Kiandra.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Kiandra, Aurora dan Aurelia nampak menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Saya memang punya saudara kembar, kenapa anda harus kaget seperti itu?" tanya Aurelia.


"Karena saya kira anda cuma ada satu, tapi berbeda keperibadian," kata Kiandra.


Bukannya menjawab, Kiandra malah memperhatikan wajah Aurelia dan Aurora secara bergantian. Kemudian, dia menatap wajah Aurora yang sedari tadi diam saja.


"Kamu pasti gadis kecil ceroboh itu, kan? Kamu pasti gadis yang belajar melukis di galeriku, kan?" tanya Kiandra.


"Yes Mister ice," kata Aurora.


Mendengar panggilan dari Aurora, Kiandra terlihat mengernyitkan dahinya. Namun, dia menyadari panggilan itu dia sematkan pasti karena dirinya yang memang jarang berbicara dan suka bersikap ketus.


"Ya ampun, sudah kuduga." Kiandra terlihat menepuk jidatnya.


Gia yang tidak mengerti apa-apa terlihat memandang Aurora, Aurelia, Cristian dan juga Kiandra secara bergantian.


"Sebenarnya ada apa sih? Kenapa Ayah tidak paham?" tanya Gia.


"Begini, Tuan Gia. Bolehkah aku berbicara sebentar saja dengan gadis tomboy ini?" tanya Kiandra seraya menunjuk Aurora.

__ADS_1


"Maksud anda, anda ingin berbicara dengan Aurora, putri sulung saya?" tanya Gia.


"Ya, Tuan Gia. Izinkan saya berkenalan dengan putri sulung anda yang--"


Kiandra terlihat menatap Aurora penuh arti, Gia seakan paham dengan apa yang ingin dilakukan oleh Kiandra. Gia merasa ada sesuatu yang memang harus mereka berdua selesaikan.


"Silakan, tapi ingat! Jangan kamu apa-apakan putriku. Dia masih kecil," kata Gia.


"Ya, Tuan Gia," jawab Kiandra.


Kiandra terlihat menghampiri Aurora, kemudian dia pun berkata.


"Nona Aurora, aku ingin berbicara denganmu. Bisa?" tanya Kiandra.


"Boleh, Kak," jawab Aurora.


Kiandra langsung tersenyum kala Aurora memanggilnya dengan sebutan 'kakak', dia menjadi yakin jika Aurora' lah gadis kecil yang selalu ceroboh saat bertemu dengannya.


Kiandra langsung menarik lembut lengan Aurora, dia hendak membawa Aurora keluar dari Aula yang terasa sangat berisik itu.


Namun, baru saja Kiandra hendak melangkahkan kakinya, Gia langsung menghentikan langkahnya.


"Aku bilang dia masih kecil," kata Gia seraya memandang tangan Kiandra yang memegang erat tangan Aurora.


"Maaf," kata Kiandra seraya melepaskan genggaman tangannya.


Cristian yang memperhatikan hal itu, merasa nyalinya menciut. Padahal baru saja dia ingin berkenalan lebih jauh dengan Aurelia, namun dia merasa takut terhadap Gia.


"Cristian, kamu kenapa?" tanya Ajun yang melihat raut wajah Cristian yang terlihat berubah.


BEESAMBUNG....


*


*

__ADS_1


Selamat malam, maaf telat up. Othor abis vaksin Booster, selepas tarawih. Selamat beristirahat, semoga kalian bahagia selalu.


__ADS_2