
Steven dan Clarista berjalan dengan rasa canggung saat hendak masuk ke dalam pesawat, hari ini mereka berdua sudah memutuskan untuk pulang ke ibu kota.
Kecanggungan itu terjadi karena saat Clarista hendak masuk ke dalam kamar mandi, selimut yang dia pakai melorot hingga menampakkan keindahannya tubuhnya.
Steven sampai melongo dengan bibir yang terbuka lebar, dia tidak menyangka jika dia akan kembali melihat tubuh indah milik Clarista.
Kalau saja dia tidak bisa menahan diri, rasanya dia ingin segera menerkam wanita yang selalu saja memintanya untuk mengikuti kemanapun dokter Irawan pergi.
"Ehm, biar aku yang pakaikan sabuk pengamannya." Clarista tersipu malu, saat Steven memasangkan sabuk pengaman untuknya.
Steven suka melihat Clarista yang terlihat telah berubah menjadi kucing yang manis, bukan lagi seperti macan betina yang sedang kelaparan.
"Terima kasih," kata Clarista.
Dia nampak malu-malu saat matanya beradu tatap dengan Steven.
"Sama-sama," kata Steven.
Pesawat yang mereka tumpangi mulai mengudara, baik Steven ataupun Clarista nampak terdiam.
Tidak ada yang terlihat berniat untuk membuka percakapan, mereka begitu sibuk dengan pikiran masing-masing.
Hingga setelah satu jam empat puluh lima menit, mereka berdua tiba di Bandara Soetta. Clarista dan Steven berjalan beriringan, namun tanpa bersuara.
Hingga saat mereka berdua keluar dari Bandara, keduanya nampak kaget. Karena di sana sudah da mom Resty dan juga dad Julian yang menunggu kedatangan mereka berdua.
"Mom, Dad. Kapan kalian pulang?" tanya Clarista.
Clarista sangat takut jika dia akan mendapatkan hukuman dari kedua orang tuanya, apa lagi saat melihat wajah kedua orang tuanya yang tidak bersahabat.
"Kemarin, sekarang masuklah. Kau juga Steven," ucap Dad Julian.
Keduanya menurut, baik Clarista ataupun Steven langsung masuk ke dalam mobil.
"Yes, Uncle," jawab Steven.
Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, dad Julian langsung memerintahkan sopir untuk segera melajukan mobilnya menuju kediaman miliknya yang sudah lama dia tinggalkan.
Tiba di depan rumah milik dad Julian, pak sopir langsung memarkirkan mobilnya. Kemudian, dia pun turun dengan cepat dan segera membukakan pintu untuk sang majikan.
Setelah semuanya keluar dari mobil, mereka pun langsung berjalan masuk kedalam rumah tersebut.
__ADS_1
Lalu, mereka berkumpul di ruang keluarga. Tanpa basa-basi dad Julian langsung mengambil amplop berwarna coklat lalu melemparkannya ke atas meja.
"Jelaskan kepada Daddy, apa yang sebenarnya selama ini kamu lakukan?" pinta Dad Julian.
Clarista terlihat begitu tegang kala melihat foto dirinya yang berhamburan di atas meja. Di sana banyak foto dirinya yang sedang berusaha meyakinkan dokter Irawan agar mau menikah dengannya.
Di saja ada foto dia yang sedang memarahi Anita dan yang paling membuat Clarista syock, di sana juga ada foto kebersamaannya bersama dengan Steven.
Bahkan foto dirinya yang sama-sama polos dengan Julian pun ada di sana, Clarista nampak diam saja. Bahkan kepalanya semakin menunduk, dia bingung harus menjelaskannya seperti apa.
"Jelaskan pada Dad!" teriak Dad Julian Handerson.
Clarista nampak memberanikan diri untuk menatap kedua orang tuanya, kemudian dia pun mulai menceritakan apa yang selama ini terjadi dan apa yang selama ini dia lakukan tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
Semua hal dia ceritakan tanpa dia tutup-tutupi, bahkan kejadian saat berada di kamar hotel dengan Julian pun dia menceritakannya secara gamblang.
Terlihat sekali gurat kekecewaan di wajah mom Resty, bahkan di wajah dad Julian pun terlihat kilatan amarah dan juga kekecewaan yang sangat dalam.
"Tiga hari lagi, kalian harus menikah!" ucap dad Julian dengan tegas.
Clarista dan Steven saling pandang, lalu kemudian Clarista terlihat menggelengkan kepalanya.
Dia tidak mau jika media akan tahu dan segera memberitahukan kelakuan Clarista pada publik, bisa hancur reputasinya sebagai pengusaha.
"Yes, Mom." Clarista hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Sekarang masuk kamar dan beristirahatlah," ucap Dad Julian.
Clarista menurut, dia nampak memeluk mom Resty dan dad Julian. Setelah itu, dia langsung pergi menuju kamarnya.
Sepeninggal Clarista, Steven nampak di sidang oleh kedua orang tua Clarista.
Sebenarnya dad Julian dan juga mom Resty sangat setuju jika mereka menikah, karena mereka sangat tahu jika Steven merupakan anak baik yang terlahir dari istri asisten peribadi dad Julian.
"Uncle tahu kamu sudah dari dulu mencintai Clarista, Uncle harap kamu bisa menjadi suami yang baik untuk Clarista," kata Dad Julian.
"Yes, Uncle. Aku akan berusaha untuk membahagiakan putri Uncle," jawab Steven.
"Uncle percaya, sekarang pulanglah ke apartemen. Besok datanglah untuk melakukan fitting baju pengantin," kata Dad Julian.
"Tank's Uncle, tank's Aunty," ucap Steven tulus.
__ADS_1
Steven keluar dengan wajah ceria walaupun hatinya was-was, ada rasa senang namun ada rasa takut tidak bisa memberikan semua yang Clarista mau.
Selepas kepergian Steven, dad Julian dan juga mom Resty memutuskan untuk pergi ke rumah dokter Irawan. Mereka ingin meminta maaf atas kelakuan putrinya selama ini.
"Kita pergi sekarang, mumpung hari masih siang," ajak Mom Resty.
"Yes, Honey." Dad Julian nampak merangkul pundak Mom Resty.
Mereka berdua langsung pergi menuju kediaman dokter Irawan, tentu saja tujuan utama mereka untuk menemui mom Clara.
Karena mereka tahu jika dokter Irawan masih di Bali, mereka masih menikmati masa bulan madu.
"Selamat datang adikku," sapa Mom Clara kala melihat kedatangan adiknya.
Mom Clara langsung memeluk dad Julian dan juga mom Resty secara begantian, dia begitu senang kedatangan adik tirinya itu.
"Kapan kalian datang? Kenapa tak memberitahuku?" tanya Mom Clara.
"Kemarin, kalian sedang di Bali. Makanya aku baru sekarang kesininya," ucap Dad Julian.
Mom Clara mengajak kedua orang tua Clarista itu menuju ruang tamu.
"Duduklah! Kami mengadakan resepsi pernikahan Awan di Bali, maaf tidak mengundang," ucap Mom Clara penuh sesal.
"Tak apa, kami mengerti," jawab Mom Resty.
"Ehm, Kak. Aku mau minta maaf atas sikap yang selama ini dilakukan oleh putriku," ucap Dad Julian tulus.
"Iya, Kak. Karena terlalu sibuk, kami sampai tak memperhatikan apa yang selama ini dilakukan oleh Clarista, maaf," timpal Mom Resty.
"Tak apa, semua sudah berlalu. Lagi pula Awan sekarang sudah menikah, aku rasa dia sudah bahagia dengan pilihan hatinya," ucap Mom Clara.
"Hem, aku kesini juga mau memberitahukan jika tiga hari lagi Clarista akan menikah dengan Steven," kata Dad Julian.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya Mom Clara.
"Ini demi kebaikannya," kata Mom Resty.
Mom Clara nampak tersenyum, dia tahu jika mereka melakukan semua ini agar Clarista tak mengganggu dokter Irawan lagi.
"Aku percaya pada kalian," ucap Mom Clara.
__ADS_1