Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Seperti Mimpi


__ADS_3

Kiandra terlihat duduk di ruang tamu, dia sedang menunggu sang tuan rumah. Karena ada sesuatu hal yang ingin sekali dia bicarakan.


"Selamat pagi," sapa Gia seraya duduk tepat di hadapan Kiandra.


Kiandra yang sedang duduk anteng langsung menegakkan tubuhnya, lalu dia membalas sapaan dari Gia.


"Selamat pagi, Tuan Gia." Kiandra terlihat mengulurkan tangannya.


Gia tersenyum, lalu dia membalas uluran tangan dari Kiandra.


"Ada perlu apa? Tidak mungkin bukan jika ada urusan pekerjaan langsung datang ke rumah?" tanya Gia.


Kiandra tersenyum canggung, lalu dia berusaha untuk mengungkapkan alasan dari kedatangannya.


"Begini, Tuan Gia. Aku--"


Kiandra terlihat kesulitan saat hendak mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya, dia malah menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Ada apa? Katakan saja!" kata Gia.


Gia merasa tidak sabar dengan alasan dari Kiandra yang repot-repot datang ke rumahnya.


"Aku menyukai putri anda," jawab Kiandra cepat.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kiandra, Gia terlihat menegakkan tubuhnha. Lalu dia menatap tajam ke arah Kiandra.


"Maksudnya bagaimana? Anak saya masih kecil, jangan macam-macam kamu!" kata Gia.


Kedua putri kembarnya baru saja berusia enam belas tahun, sedangkan Kiandra kini berusia dua puluh dua tahunm


Perbedaan usia mereka sangatlah jauh, pikirnya. Lalu, kenapa Kiandra dengan mudahnya mengatakan hal seperti itu.


"Saya serius, saya menyukai Aurora. Saya ingin menikahinya," kata Kiandra.


Gia tambah sok saat mendengar ungkapan dari Kiandra tersebut.

__ADS_1


"Astaga! Sudah saya katakan, kalau anak saya masih kecil. Mereka belum boleh pacaran, apalagi menikah," ucap Gia tegas.


Kiandra memberanikan diri untuk menatap tatapan mata Gia, kemudian dia berkata.


"Tapi, Tuan. Saya sangat--"


"Jangan bicara lagi, saya tidak mau mendengar apa pun. Kalau mau mendekati putriku, tunggu sampai dia lulus kuliah." Gia menatap tajam Kiandra.


"Tapi--"


Ucapan Kiandra terhenti karena ada tamu yang datang, baik Kiandra ataupun Gia langsung memalingkan wajahnya ke arah pintu utama.


Ternyata Tuan Danu dan juga Cristian terlihat sedang berdiri di ambang pintu, Cristian bahkan membawa sebuket bunga dengan satu kotak coklat di tangannya.


"Selamat siang, Tuan Gia. Boleh kami masuk?" tanya Tuan Danu.


"Eh? Boleh-boleh, mari!" ajak Gia.


Tuan Danu dan juga Cristian langsung masuk, kemudian mereka menjabat tangan Kiandra dan juga Gia secara bergantian.


Tuan Danu dan Cristian menurut, mereka langsung duduk. Lalu, tuan Danu berkata.


"Maaf menganggu, saya ke sini karena permintaan putra saya." Tuan Danu nampak melirik ke arah Cristian.


"Ayah!" kata Cristian malu-malu.


"Ya ampun! Mirip anak perempuan," keluh Gia lirih.


"Kenapa Tuan Gia?" tanya Tuan Danu yang tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Gia.


"Ah, tidak apa-apa. Langsung saja, maksud anda datang ke sini ada apa?" tanya Gia.


"Ehm, itu Tuan Gia. Putra saya meminta dijodohkan dengan putri anda," kata Tuan Danu.


Mendengar akan hal itu Gia dan Kiandra langsung menatap tajam kearah Cristian, Christian langsung menundukkan wajahnya karena tidak kuat dengan tatapan yang dilayangkan oleh Gia dan juga Kiandra.

__ADS_1


Kiandra takut jika Cristian akan meminta untuk dijodohkan kepada Auroraz Karena dia sudah menyukai sifat Aurora semenjak pertama mereka bertemu.


"Sa--saya menyukai dewi penolongku, Tuan. Bolehkah Nona Aurelia untuk saya saja?" tanya Cristian.


"Astaga! Saya bisa gila ini, anak saya baru saja berusia berusia enam belas tahun, masih bocah. Kenapa kalian sangat tidak sabar untuk meminang mereka?" tanya Gia.


"Maaf, Tuan. Nona Aurelia sangat cantik, saya takut akan banyak pria yang mendekatinya jika dibiarkan tanpa ikatan," kata Cristian beralasan.


"Ya, saya tahu. Putri-putriku sangat cantik-cantik, wajar saja jika banyak pria yang akan suka dan mendekati mereka," kata Gia.


"Maka dari itu, tolong jodohkan dengan saya saja. Saya janji tidak akan menyakitinya," kata Cristian.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Cristian, Gia nampak memijat pangkal hidungnya. Kepalanya tiba-tiba terasa pusing.


"Tuan Gia, saya menunggu keputusan anda," ucap Kiandra.


"Ck! Tunggu sebentar," kata Gia.


Gia nampak berpikir, dia ingin menolak dengan berkata tidak dan bahan ingin sekali mengusir kedua pria muda dan tampan itu.


Namun, Gia masih memikirkan tentang kerjasamanya dengan kedua perusahaan tersebut.


"Begini saja, kalian boleh mendekati kedua putriku hanya untuk berteman. Jika mereka sudah berusia cukup untuk menikah dan mereka mau menerima pinangan kalian, saya akan mengizinkan kalian untuk menikahi putriku," kata Gia.


Christian terlihat sangat senang sekali, dia bahkan sampai memeluk ayahnya dengan erat. Kiandra yang senang juga langsung menghampiri Gia dan tanpa sadar memeluk ayah dari wanita yang dia suka itu.


"Terima kasih atas kesempatannya, Tuan," kata Kiandra.


'Oh Tuhan, mimpi apa aku semalam? Kenapa ada dua pria yang melamar putriku? Padahal mereka masih sangat kecil, aku saja belum puas untuk memeluk mereka. Bermain bersama mereka dan bercengkerama bersama dengan mereka,' kata Gia dalam hati.


*


*


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2