Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Gelisah


__ADS_3

Gadis sudah Ajun antarkan ke rumahnya, Ajun pun kini sedang berada du ruang meeting bersama dengan Gia dan juga investor asing dari negara S bersama asisten kepercayaannya.


Gia dan Mister Carter sedang asik membicarakan pekerjaan, begitu pun dengan asisten kesayangannya Mister Carter. Sesekali dia menimpali ucapan Tuannya, sedangkan Ajun terlihat tidak fokus.


Dia lebih sering melamun sambil tersenyum tipis, hal itu membuat Gia bingung. Sesekali Gia menepuk pundak Ajun untuk mengembalikan kewarasannya, namun tak lama Ajun akan kembali terlihat melamun.


Hal itu membuat Gia hanya bisa pasrah sambil menggelengkan kepalanya, dia merasa aneh dengan sikap Ajun kali ini.


Karena tak biasanya Ajun yang kalem, irit bicara dan juga jarang sekali tersenyum itu bisa tidak fokus pada pekerjaannya.


Setelah dua jam membahas pekerjaan, akhirnya Mister Carter dan orang kepercayaannya pun telah pergi. Gia langsung menghampiri Ajun dan langsung menodonganya dengan banyak pertanyaan.


"Jun, kamu kenapa hari ini aneh banget? Kerjaannya senyum-senyum terus, lagi meeting bukannya fokus malah cengar-cengir. Kamu kesambet setan apa? Atau jangan-jangan malem kamu, pulang dari kota B ngga mandi ya? Kayaknya kamu ketempelan setan cewek deh, kalau beneran suka sama cewek kayaknya ngga mungkin. Pacar kamu kan cuma ber--"


"Cukup, kuping saya sakit dengernya. Mending Tuan diem aja, saya mau kembali keruangan saya untuk bekerja." Ajun langsung meninggalkan Gia di ruang meeting.


Gia hanya bisa melongo tak percaya melihat tingkah dan ucapan Ajun, bahkan Ajun terlihat berbeda. Tak seperti Ajun yang biasanya.


"Ya Tuhan, apakah dia benar-benar kesambet setan cewek di kota B?" tanya Gia pada dirinya sendiri.


Gia langsung mengejar Ajun, karena masih ada berkas yang harus Ajun kerjakan. Sampai di dalam ruangan mereka, Gia pun langsung memberikan berkasnya pada Ajun.


"Yang ini dikerjakan baik-baik, harus kelar sore." Gia memberikan berkasnya, Ajun pun langsung menerimanya.


"Oke," jawabnya singkat.


Gia hanya menggelengkan kepalanya lalu segera duduk di kursi kebesarannya, dia benar-benar merasa aneh dengan tingkah Ajun hari ini.


Selama jam kerja Ajun terlihat gelisah, dia tak hentinya melihat jam yang melingkar di tangannya. Gia sampai heran dibuatnya, Ajun sangat gelisah.


Dia seperti sedang menunggu sesuatu, tapi Gia tak tahu itu apa. Namun setelah Gia perhatikan, tingkah Ajun lebih mirip seperti anak SMA yang hendak menembak cewek incarannya.

__ADS_1


"Ya ampun, jangan-jangan si bujang lapuk itu mau nembak cewek," tebak Gia.


Tak lama Gia pun langsung tertawa terbahak-bahak, Ajun yang sedang menatap layar laptopnya langsung memalingkan wajahnya menatap Gia.


"Ada apa, Tuan?" tanya Ajun.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya merasa lucu saja. Karena tadi aku melihat bujang tua yang melamar anak abege," ucap Gia beralasan.


Ajun terlihat mengernyitkan dahinya, dia merasa jika Gia sedang membicarakan dirinya.


"Apa Tuan sedang meledek saya?" tanya Ajun.


Bukannya menjawab, Gia malah tergelak. Dia merasa lucu saat melihat wajah Ajun yang terlihat menatap dirinya tak suka.


"Aku hanya ingin memberitahukan sesuatu padamu, jangan terlalu kaku. Wanita itu sukanya dipuji, dirayu, suka yang lembut dan suka dimanjakan. Kecuali saat berada di atas ranjang, mereka suka yang tegang dan sedikit kasar." Gia kembali tergelak setelah mengucapkan hal itu.


Ajun hanya mendelik sebal mendengar dan melihat tingkah Gia, dia tidak menyangka jika Bosnya itu akan sangat mesumm setelah menikah.


*/*


Hingga akhirnya Ajun bisa bernafas dengan lega, saat waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Ajun segera merapikan semua berkas yang sudah dia kerjakan, lalu dia pun dengan semangat langsung pergi dari perusahaan milik keluarga Pranadtja.


"Yes, akhirnya... Kelar sudah," ucap Ajun.


Ajun langsung melajukan mobilnya menuju kedai sup buah milik pak Galuh, namun dia tak berani turun. Dia hanya berani memperhatikan Gadis yang sedang membantu bapaknya berjualan.


Gadis terlihat menggunakan baju lengan panjang berwarna putih dengan celana jeans panjang berwarna biru laut, dia terlihat sangat imut dan juga manis.


Tak lama Ajun melihat Gadis yang membawa bungkusan, lalu dia berpamitan pada bapaknya dan pergi dengan menaiki motor matic yang sudah Ajun kirimkan lewat orang kepercayaan Pak Mandor.


"Dia mau kemana? Sepertinya mau mengantarkan pesanan sup buah," tebak Ajun.

__ADS_1


Ajun pun langsung mengikuti Gadis, rasanya dia sudah sangat penasaran dengan bocah ingusan yang membuat hatinya gelisah. Tak lama Ajun melihat Gadis memberhentikan motornya di depan rumah yang terlihat mewah, nampak Pak satpam yang menerima bungkusan tersebut lalu memberikan uang pada Gadis.


Kembali Gadis menaiki motornya, Ajun pun terus menguntit. Dia sangat penasaran dengan sosok Gadis, entahlah kenapa dia jadi seperti itu.


"Sepertinya aku sudah gila! Inget Ajun, dia masih bocah. Jangan sampai elu dikatai pedofilia," umpat Ajun.


Walaupun seperti itu, tetap saja Ajun merasa penasaran. Ajun pun tetap mengikuti kemana Gadis pergi, dahi Ajun nampak mengernyit kala Gadis tidak langsung pulang ke rumahnya.


Namun dia malah berbelok ke arah Taman, Ajun pun tetap mengikuti hingga saat Gadis memberhentikan motor maticnya di sebuah Taman, Ajun pun ikut memberhentikan mobilnya.


Gadis terlihat duduk di sebuah bangku Taman sambil merenung, Ajun yang penasaran pun langsung turun dari mobilnya. Dia pun langsung menghampiri Gadis, tapi tak berani dekat dengan wanita yang dia kata bocah ingusan itu.


Dia pun duduk tak jauh dari Gadis, namun tetap memperhatikan apa yang dilakukan oleh Gadis.


"Apa yang sedang dia lakukan?" tanya Ajun.


Tak lama kemudian, Ajun melihat Gadis menangis. Sesekali dia menengadahkan wajahnya, lalu mengusap air matanya.


"Kenapa dia menangis?" tanya Ajun pada dirinya sendiri, "Ya Tuhan, kenapa aku begitu peduli padanya?"


Ajun hendak pergi dari sana, namun niatnya dia urungkan kala melihat seorang lelaki yang tiba-tiba saja datang dan menarik tangan Gadis dengan kasar.


"Ikut gue sekarang juga!" ucap lelaki tersebut.


"Ngga mau, kita udah ngga ada hubungan lagi. Please... jangan ganggu hidup gue lagi," ucap Gadis memelas.


"Kata siapa kita ngga ada hubungan lagi? Elu udah pernah gue pake dan selamanya elu bakalan jadi wanita pemuas gue. Gue pengen ngerasain lagi tubuh elu Gadis, kita udah dua tahun ngga pernah melakukannya lagi." Lelaki itu nampak mencengkram dagu Gadis, Gadis nampak meringis dibuatnya.


Ajun nampak mengepalkan kedua tangannya, hingga buku jarinya terlihat memutih.


"Itu karena elu perkosa gue, kalau bisa milih gue ngga bakalan mau ditidurin lelaki brengsek kaya elu! Elu hanya lelaki bejat yang suka seenaknya mem--"

__ADS_1


PLAK!


Satu tamparan langsung mendarat dengan sempurna di pipi kanan Gadis, Gadis nampak meringis saat merasakan asin di bibirnya. Pasti bibirnya berdarah lagi, pikirnya.


__ADS_2