Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Dapat Juga


__ADS_3

Akhirnya tepat pukul sepuluh malam VB bisa merebahkan tubuh lelahnya, dia sudah terlihat wangi dan juga lebih segar setelah melakukan ritual mandinya.


Rencana VB untuk bermesraan seakan belum bisa terlaksana, karena saat VB menoleh ke arah istrinya, Dina sudah tertidur dengan pulas.


Dia terlihat memakai gaun tidur tipis yang menampakkan liukan tubuhnya, membuat VB merasa panas dingin.


Karena tubuh istrinya benar-benar tercetak jelas, apa lagi dua bukit kembar milik istrinya yang terlihat lebih besar dan menggoda, membuat VB ingin mencicipinya dengan segera.


Namun, hal itu tak mungkin dia lakukan kala melihat wajah Dina yang terlihat damai dalam tidurnya.


Setelah acara makan malam selesai, Dina sempat menghampiri VB saat hendak masuk ke dalam kamarnya, dia memang sempat berbisik di telinga VB.


"Aku tunggu di kamar, jangan lama." Dina terlihat pergi sambil memberikan kerlingan nakal padanya.


VB tersenyum, dia bahkan sudah bersiap untuk menyusul istrinya. Sayangnya seorang pria muda bernama Fandy datang dan menghampirinya.


"Bro, gue dengar bisnis elu lagi maju. Mau dong gue kerja sama dengan perusahaan elu," katanya seraya menepuk pundaknya.


Sebenarnya VB sangat malas menanggapi ucapan Fandy, namun dia pun tak bisa mengabaikan keberadaan pria yang terlihat lebih tua dari dirinya tersebut.


"Ah, suka gitu. Bukannya perusahaan punya elu juga lagi berada di posisi sepuluh besar?" tanya VB.


Dia memang sering memperhatikan perusahaan yang sedang berkembang di negaranya, VB juga bahkan sering membaca majalah bisnis.


Tentu saja itu karena saran dari Tuan Alson, agar dia mempunyai wawasan yang lebih walaupun tidak berbaur langsung dengan para pebisnis lainnya.


"Tapi masih di bawah elu, kayaknya Om Alson juga ngga bakal keberatan kalau kita melakukan kerja sama, iya, kan, Om?" tanyanya seraya melirik ke arah Tuan Alson.


Tuan Alson mengangguk setuju, hal itu membuat VB tak bisa berkutik. Obrolan mereka pun terjadi hingga pukul sembilan malam, barulah VB bisa masuk ke dalam kamarnya.


"Heh!" terdengar helaan napas dari bibir VB.


Sejujurnya dia kecewa saat melihat istrinya sudah tertidur pulas, namun dia juga merasa kasihan karena istrinya Pasti sangat lelah


"Kamu cantik banget, Yang. Badan kamu sudah kembali seksi lagi, kamu pinter banget ngerawat diri. Aku kangen," ucap VB seraya mendekap erat tubuh istrinya.


VB terlihat berusaha untuk memejamkan matanya, dia memang sangat menginginkan melakukan penyatuan dengan istrinya.

__ADS_1


Namun, dia tidak mungkin untuk meminta haknya. Apa lagi saat melihat Dina yang tidur dengan terlelap, bibirnya pun bahkan terlihat sedikit terbuka.


Itu artinya, Dina sangat lelah setelah menjalani hari ini. Apa lagi di rumah ada acara, sudah pasti Dina pun ikut membantu seraya memgasuh putra mereka.


Tak lama kemudian, VB pun ikut terlelap dalam tidurnya. Tentunya karena rasa lelah dan kantuk memang sudah mendominasi.


💞💞


Rasanya VB sangat mengantuk, namun dia terasa tak bisa mengabaikan rasa nikmat yang tiba-tiba saja datang dan bergejolak di dalam tubuhnya.


Miliknya terasa ada yang meremat, mengulum dan juga menggigitnya dengan manja. Bahkan semakin lama miliknya terasa basah dan berdenyut seakan meminta hal lebih.


VB sempat berpikir jika dia mungkin sedang mengalami mimpi basah, karena terlalu menginginkan penyatuan dengan istrinya.


Semakin lama gelombang kenikmatan itu semakin terasa nyata, bahkan semakin nikmat dan sulit diuraikan oleh kata-kata.


VB mengerang dan mendesis tak karuan, karena sudah tak tahan, VB pun langsung mengucek matanya matanya.


Dia berusaha untuk bangun dan berusaha untuk sadar dari tidurnya, saat matanya terbuka dengan sempurna, dia sangat kaget saat melihat istrinya yang sedang menikmati miliknya.


"Ahh, shiit!! Kamu sedang apa, Sayang?" pertanyaan VB membuat Dina langsung tertawa.


VB langsung duduk , sesekali dia menyibak rambut istrinya yang tergerai indah.


"Aduh, Mas ngga tahan!" kata VB.


VB yang sudah merasa tak sabar pun langsung mengangkat tubuh Dina dan merebahkannya dengan perlahan.


VB sempat melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 3 dini hari, VB tersenyum, ternyata istrinya itu benar-benar sangat pengertian pikirnya.


Dina benar-benar memberikan apa yang VB mau, padahal VB pun tahu jika Dina pasti lelah.


"Kamu sengaja bangun?" tanya VB.


"Sebenarnya tidak sengaja, Baby ABC bangun. Dia minta enen," kata Dina.


VB tersenyum, dia sempat melihat ke arah Baby ABC yang terlihat tertidur pulas dalam box bayi. Tentu saja dia berterima kasih pada putranya tersebut, karena sebentar lagi VB bisa mulai merasakan kembali nikmatnya penyatuan dengan istrinya

__ADS_1


"Karena putra kita sudah terlelap, sekarang giliran Daddynya yang mau enen." VB mulai membuka gaun tidur tipis yang dipakai oleh istrinya.


"Daddy boleh melakukan itu sama Mommy, tapi jangan minta enen dulu. Kan ada Asinya, Sayang." Dina mengusap pipi VB dengan lembut.


"Kamu benar, sekarang Daddy harus puasa dulu enennya." VB pun dengan tak sabar langsung mencumbui istrinya.


💖💖


Pukul 7 pagi VB keluar dari dalam kamarnya, dia sudah terlihat rapi dengan setelan kerjanya. Wajah VB terlihat sangat berseri, tentu saja karena dia sudah mendapatkan apa yang sangat ia inginkan.


Bahkan VB sampai melakukannya sebanyak dua kali, beruntung Baby ABC seakan mengerti keinginan Daddynya.


Bayi berusia empat puluh satu hari itu terlihat begitu anteng dalam tidurnya, bahkan sampai saat ini dia masih terlelap dalam tidurnya.


"Pagi, Sayang." Nyonya Miranda terlihat menyapa VB saat dia sampai di ruang makan.


"Pagi, Mom." VB langsung mengecup kening Nyonya Miranda yang terlihat sedang menyiapkan sandwich untuk dirinya.


Setelah menyapa Nyonya Miranda, VB pun tak lupa menyapa Tuan Alson. Setelah itu VB langsung duduk sambil menikmati sarapannya.


"Dina mana, Sayang?" tanya Nyonya Miranda.


Nyonya Miranda terlihat mengedarkan pandangannya, dia terlihat mencari sosok menantunya.


VB yang sedang menikmati sarapannya langsung menghentikan kunyahanya, lalu dia pun menatap wajah Nyonya Miranda.


"Sepertinya dia masih kelelahan, setelah mandi langsung terlelap," jawab VB.


VB kembali mengingat percintaan panas yang mereka lakukan, Dina terlihat sangat agresif sekali. Hal itu membuat VB begitu bersemangat untuk menggauli istrinya.


Bahkan saat permainan kedua berlangsung, Dina yang menjadi pengendalinya. Dia begitu lihai dalam memompa tubuhnya.


Semakin hari, rasanya VB semakin memuja istrinya. Dina benar-benar wanita luar biasa, pikirnya. Selain memperlakukan dirinya dengan baik, Dina juga begitu baik terhadap kedua orang tuanya.


"Astaga!" seru Tuan Alson.


"Kasihan istri kamu, Sayang. Jangan mentang-mentang masa nifasnya sudah selesai, kamu lalu melakukan itu seenaknya," kata Nyonya Miranda menimpali.

__ADS_1


"Yes, Mom, Dad," kata VB.


Setelah menyelesaikan sarapannya, VB pun langsung pergi untuk bekerja


__ADS_2