Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Rayuan Cristian


__ADS_3

Selepas kepergian Aurora dan juga Kiandra, Gia dan Ajun nampak kembali untuk menyambut para tamu.


Elsa langsung menghampiri Adelia dan juga Alex yang sedang bermain bersama dengan Axelle, Kenzie, Kenaan dan juga adik bungsunya.


Cristian yang merasa ingin mengenal Aurelia lebih jauh terlihat terus saja mengekori langkah gadis manis itu.


"Kamu kenapa mengikuti aku terus?" tanya Aurelia.


Dia merasa risih kala Cristian terus saja mengikuti langkahnya, padahal mereka tidak saling mengenal, pikirnya.


Lalu, kenapa Cristian seolah-olah sok akrab dan sok kenal terhadap dirinya.


"Pengen, gadis cantik seperti kamu sayang banget kalau harus ditinggal sendiri," jawab Cristian.


Dia berkata dengan jujur, Aurelia sangat cantik dan juga manis, pikirnya. Sangat sayang bukan, jika tidak dia dekati.


"Ish! Kamu tuh gabung sama ayah sana, jangan gangguin aku." Aurelia nampak duduk dan mengambil segelas air minum.


Cristian tersenyum, lalu dia ikut duduk di dekat Aurelia dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Aurelia.


"Ehm! Kamu mau ngga, mulai besok aku antar jemput kemanapun kamu mau?" tanya Cristian.


"Tidak mau," jawab Aurelia cepat.

__ADS_1


Kenal tidak, bertemu baru dua kali. Lalu, untuk apa pergi kemanapun harus dengan dirinya, pikirnya.


Cristian terlihat kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Aurelia, lalu dia kembali menawarkan sesuatu hal kepada Aurelia.


"Kalau setiap hari aku traktir makan, mau?" tanya Cristian lagi.


Aurora langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat saat mendapatkan penawaran dari Cristian.


"No, aku bisa gemuk," jawab Aurelia.


Cristian malah terkekeh dengan jawaban yang dia dengar dari bibir Aurelia.


"Tidak apa-apa, biar kamu tambah denok," jawab Cristian.


"No!" tegas Aurelia.


Mendengar penolakan yang sangat tegas dari Aurelia, Cristian sampai memundurkan wajahnya.


"Ya ampun, kamu galak sekali. Kamu tuh sudah menjadi dewi penolongku, izinkan aku untuk membalas kebaikanmu," pinta Cristian.


Aurelia merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Cristian, rasanya tidak mungkin untuk berdekatan dengan lelaki hanya karena dia sudah menolongnya.


Apa lagi Aurelia takut jika Cristian hanya modus dan memanfaatkan dirinya saja.

__ADS_1


"Tidak usah! Aku tidak mengharapkan imbalan," jawab Aurelia.


"Ish, galak sekali. Bagaimana aku bisa mendekatinya kalau baru ngomong saja sudah dipungkas terus," kata Cristian lirih.


Aurelia nampak memandang lekat wajah Cristian, karena dia tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan oleh Cristian.


"Bilang apa, kamu?" tanya Aurelia.


"Tidak ada, kalau begitu aku pamit saja. Kamu galak," kata Cristian.


"Terserah!" kata Aurelia.


Setelah berpamitan kepada Aurelia, Cristian langsung pulang menuju kediamannya. Dia sudah sangat lelah, letih dan juga lesu. Dia ingin segera masuk ke dalam kamarnya untuk merebahkan tubuh lelahnya.


Berbeda dengan Aurelia yang langsung ikut bergabung bersama dengan Gia, lebih tepatnya dia ingin meminta Gia untuk segera pulang saja ke rumahnya. Karena dia sudah sangat lelah dan ingin beristirahat.


"Ayah, aku mau pulang," pinta Aurelia.


Awalnya Gia nampak berdecak kala Aurelia memutuskan untuk pulang, karena di sana tidak ada Aurora yang bisa dimanfaatkan.


Namun, dia juga tidak bisa menahan anak-anaknya dan juga istrinya yang sudah sangat kelelahan. Untuk tetap berada di sana pada akhirnya dia pun mengizinkan istri dan anak-anaknya untuk segera pulang.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Semakin lama semakin di irit Euy, rasanya nggak tega kalau harus segera berpisah dengan nevel yang satu ini


__ADS_2