Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Kado


__ADS_3

"HAPPY BIRTH DAY"


Seketika Elsa membeku, Elsa sangat terharu karena semua orang yang dia sayang ternyata kini sudah berkumpul di taman belakang kediaman Pranadtja.


Elsa sampai tak bisa berkata apa-apa, dia sangat kaget dengan kejutan yang dia dapatkan.


Elsa merasa tak percaya jika mereka semua mengingat hari ulang tahunnya, selama ini dia tak pernah merayakan hari spesial dalam hidupnya itu.


Palingan, Elsa hanya akan pergi untuk makan bersama Dina di pinggir jalan. Alias makan lesehan, karena memang Elsa tak mempunyai banyak uang.


Terus, apa coba yang dia lihat kali ini?


Gia membawa kue di tangannya, kedua putrinya membawa dua buket bunga besar yang sangat indah. Dina dan juga VB membawa kado berukuran besar di tangannya.


Tuan Dirja dan juga Bu Anira membawa kado di tangan mereka, hal itu membuat Elsa sangat terharu. Hatinya terasa menghangat, gejolak kebahagiaan begitu kental terasa.


Air mata kebahagiaan pun luruh dari pelupuk mata Elsa, dia sudah tak sanggup membendungnya. Gia yang melihat istrinya menangis langsung menyimpan kuenya di atas meja.


Lalu, Gia pun langsung menghampiri Elsa dan memeluknya dengan erat.


"Kamu kenapa, hem?" tanya Gia.


Elsa makin menyusupkan wajahnya ke dada Gia, tempat yang selalu membuat dirinya merasa nyaman.


"Terima kasih, untuk kejutannya. Aku suka," ucap Elsa di sela isak tangisnya.


Gia langsung mengecup puncak kepala Elsa," Ayo kita potong kuenya."


Gia melerai pelukannya, lalu menuntun Elsa untuk duduk di bangku taman. Dia pun langsung menyalakan lilin ulang tahun untuk Elsa, lalu semua orang yang ada di sana pun dengan riang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Elsa.


Elsa tak hentinya meneteskan air mata, bukan karena dia tak suka. Tetapi, karena dia sangat senang. Ini pertama kali dalam hidupnya, dia mendapatkan perayaan hari ulang tahunnya.


"Berdo'a, Sayang. Lalu tiup lilinnya!" titah Gia.


Elsa lantas memejamkan matanya, dia berdo'a dengan sangat khusyuk. Kemudian, dia pun meniup lilinnya.


"Terima kasih," ucap Elsa tulus.


Gia langsung mengecup bibir Elsa beberapa kali, dia sangat bahagia karena bisa memberikan kejutan yang membahagiakan untuk wanitanya.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun, semoga panjang umur. Sehat selalu, murah rezeki, makin sayang aku dan anak-anak. Semoga kamu selalu bahagia, hidup bareng aku." Gia kembali mengecup bibir Elsa.


Elsa langsung memukul dada Gia, dia merasa malu karena Gia terus saja mengecupi bibirnya. Apa lagi di sana ada kedua putrinya, dan juga banyak lagi yang lainnya, rasanya dia merasa malu.


VB dan Dina langsung mengahampiri pasangan yang tengah berbahagia itu, Dina langsung memeluk Elsa dengan erat.


"Selamat ulang tahun, my best friend forever. I hope, kamu akan selalu bahagia dengan suami kamu yang jahilnya kebangetan." Dina melerai pelukannya lalu melirik ke arah VB.


"Selamat ulang tahun Mahmud," VB hendak memeluk Elsa.


Tapi sayangnya, Gia langsung maju. Hingga akhirnya VB, malah memeluk Gia. Gia terlihat sangat posesif, dia seolah tak rela jika Elsa berpelukan dengan lelaki manapun.


VB pun dengan cepat melerai pelukannya, dia tak menyangka jika Gia benar-benar posesif.


"Jauh-jauh Bang, gue bukan pencinta batang." VB bergidig, lalu menghampiri Elsa dan mengulurkan tangannya.


Tapi sayangnya, sebelum Elsa menyambut tangan VB, Gia sudah lebih dulu menepuk tangan VB.


"Ya ampun, Bang. Elu bener-bener posesif!" kesal VB.


Semua yang ada di sana hanya bisa menertawakan keposesifan Gia. Bu Anira, Tuan Dirja dan kedua putri Elsa langsung menghampiri Elsa dan mengucapkan selamat ulang tahun secara bergantian.


Elsa pun menurut, dia langsung memotong kuenya. Saat Elsa mengambil potongan pertama, Gia langsung malahap kuenya dari tangan Elsa.


"Astaga!" semua yang ada di sana kompak menggelengkan kepala mereka.


Pagi itu menjadi hal yang indah bagi Elsa, begitu ramai dan penuh dengan keseruan. Setelah potong kue, mereka langsung makan bersama.


Elsa terlihat sangat senang, bukan hanya karena kado yang dia dapat. Tapi, karena kepedulian dari orang-orang yang dia sayangi.


Sebenarnya, Gia ingin memberikan kejutan pada Elsa saat pergantian malam.


Akan tetapi, Gia merasa tak tega saat melihat Elsa yang sedang tertidur dengan pulas. Bahkan Elsa sampai terdengar mendengkur halus.


"Buka kadonya, Sayang." Titah Gia.


"Iya, Sayang." Jawab Elsa.


Elsa pun mulai membuka kadonya satu persatu, tentu kado pertama yang dia buka adalah kado dari suaminya.

__ADS_1


Saat kado terbuka, ada tiga kotak set perhiasan di sana. Elsa pun langsung membukanya. Elsa sangat terkejut, karena isinya adalah tiga kalung berlian yang sama, dengan gantungan yang berbeda.


"Ini apa, Sayang?" tanya Elsa.


"Kalung untuk kamu dan juga untuk kedua putri kecil kita," jawab Gia.


"Oooohhhh,," hati Elsa langsung meleleh.


Pasalnya, Gia ternyata bener-bener membuktikan omonganya. Dia akan berusaha untuk membahagiakan Elsa dan juga kedua putrinya.


"Terima kasih," ucap Elsa tulus.


Gia kemudian memakaikan kalung tersebut di leher Elsa, lalu memakaikan kalung yang lainnya di leher Aurora dan Aurelia. seperti itu, tak hanya Elsa yang bahagia. Tapi, kedua putrinya pun merasa ikut berbahagia.


Kemudian, Elsa mengambil dua buket bunga hadiah dari Aurora dan Aurelia. Kedua Putri Elsa pun terlihat sangat senang, karena Bundanya langsung mencium wangi Bunga yang mereka berikan.


Setelah itu, Elsa pun membuka kado yang diberikan oleh VB dan juga Dina. Dengan susah payah Elsa membuka kado berukuran besar tersebut, saat melihat isinya, Elsa langsung berdecak sebal.


Karena ternyata, isinya adalah lingeri seksi yang sangat banyak. Elsa pun langsung melayangkan protes kepada VB dan juga Dina, dia merasa tak suka karena ternyata kado yang sangat besar itu berisi tumpukan kain tipis yang bahkan cara memakainya pun terlihat sudah.


"Elu berdua benar-benar keterlaluan!" Elsa mencebik kesal, sedangkan Dina dan VB langsung tertawa terbahak-bahak.


Begitupun dengan Gia, dia malah sangat berterima kasih atas hadiah yang mereka berikan. Yang ada, Gia merasa harus berterima kasih kepada pasangan yang besok akan menikah tersebut.


"Jangan marah, Sa. Gue, sengaja ngasih ini sama elu. Biar elu cepet punya keturunan lagi, biar Aurora dan Aurelia mempunyai adik yang sudah mereka sangat inginkan." Dina lalu. mengerling nakal, membuat Elsa makin sebal.


"Dasar teman ngga ada akhlak!" kesal Elsa.


"Sudah-sudah, apa kamu ngga mau buka kado dari Daddy?" tanya Tuan Dirja.


"Mau, Dad." Elsa pun langsung membuka kado dari Tuan Dirja.


Mata Elsa membulat sempurna kala Elsa melihat isi dari kado yang diberikan oleh Tuan Dirja.


+


+


+

__ADS_1


Apa ya, isi jadinya?


__ADS_2