Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Menolong Gadis


__ADS_3

PLAK!


Satu tamparan langsung mendarat dengan sempurna di pipi kanan Gadis, Gadis nampak meringis saat merasakan asin di bibirnya. Pasti bibirnya berdarah lagi, pikirnya.


Ajun yang sudah tak tahan langsung menghampiri Danish dan juga Gadis, Ajun langsung menarik kerah baju Danish hingga Danish jatuh tersungkur.


Lelaki tampan dan muda anak dari pejabat yang tinggal di kota B itu, tidak bisa menandingi tenaga si pria dewasa yang selalu rajin nge-gym itu. Sehingga tubuhnya pun terbentuk dengan sempurna.


"Siapa elu? Kenaoa elu. ikut campur urusan gue?" tanya Danish.


Danis langsung bangun dan segera menghampiri Ajun, melihat Danish yang semakin mendekat Ajun langsung menggendong Gadis dan langsung membawa Gadis untuk masuk kedalam mobilnya.


Gadis hanya terbengong mendapatkan perlakuan seperti itu dari Ajun, sedangkan Danish langsung berusaha mengejar Ajun yang berjalan dengan langkah lebarnya.


Danis yang lebih pendek dari Ajun terlihat kesusahan untuk menyusul lelaki dewasa tersebut, sampai di parkiran Ajun langsung membuka pintu mobilnya lalu mendudukkan Gadis dengan perlahan.


Danish langsung menarik tangan Ajun dan menunjuk wajahnya dengan raut wajah tak suka.


"Elu nggak usah ikut campur urusan gue sama Gadis!" ucap Danish penuh emosi.


Ajun tidak menggubris sama sekali ucapan Danish, dia langsung memutari mobil miliknya dan langsung masuk dan duduk di balik kemudi.


Ajun juga langsung menutup pitunya dengan kencang, hal itu membuat Danish memundurkan langkahnya. Ajun langsung melajukan mobilnya dengan cepat, dia masih sempat memperhatikan tingkah Danis dari balik kaca spion.


Pemuda itu nampak terlihat sangat kesal, dia bahkan menendang batu kerikil yang berada di pinggir jalan. Ajun hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Danish yang terkesan Arogan dan juga kekanak-kanakan.


Sedangkan Gadis kini hanya bisa menunduk, dia tidak berani menatap Ajun. Rasanya dia sangat malu terhadap Ajun, dan rasanya untuk saat ini ingin sekali Gadis menenggelamkan dirinya di dasar lautan.


Tentunya, agar tidak bisa bertemu lagi dengan Ajun. Ajun pasti sudah mendengarkan percakapan antara dirinya dengan Danish, dan itu membuat Gadis merasa malu.


Setelah sekitar 15 menit melakukan perjalanan, tiba-tiba saja Ajun menepikan mobilnya. Hal itu membuat dahi Gadis mengernyit heran, tanpa banyak bicara Ajun langsung mengambil sapu tangan dan juga salep.


Dia mengelap luka di sudut bibir Gadis dan juga mengolesinya dengan salep, Gadis bergeming. Dia hanya menatap Ajun penuh kagum, lelaki dewasa itu ternyata sangat pengertian, pikirnya.

__ADS_1


Namun setelah kejadian ini, rasanya Gadis tidak ingin lagi mendekati Ajun. Karena dia merasa malu dengan masa lalunya


"Terima kasih, Om," ucap Gadis tulus.


Ajun hanya menyunggingkan sebuah senyuman untuk Gadis, lalu dia langsung menyimpan salep yang telah dioleskan di sudut bibir Gadis.


"Mau bercerita?" tanya Ajun.


Dengan ragu-ragu Gadis pun menganggukkan kepalanya, dia rasa dia memang harus jujur kepada Ajun tentang masa lalunya.


"Apa?" tanya Ajun.


"Sebenarnya 2 tahun yang lalu Gadis sempat berpacaran dengan Danish, Om. Terus baru aja satu minggu kami berpacaran, Danish membawa Gadis ke rumah orang tuanya. Dia bilang mau mengenalkan Gadis kepada orang tuanya, tetapi ternyata Danish bohong. Di rumah kedua orang tuanya ternyata tidak ada orang sama sekali dan Gadis diperkossa."


Gadis Langsung menangis, dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia tidak mampu meneruskan kata-katanya, rasanya dia sudah seperti wanita yang sangat hina.


Karena tidak bisa menjaga dirinya dengan baik, Ajun langsung mengambil tisu dan menyerahkannya kepada Gadis. Gadis pun langsung menurunkan kedua telapak tangannya, lalu mengambil tisu dari tangan Ajun kemudian dia menyusut air matanya.


"Dia benar-benar Lelaki brengsek, Om. Setelah dia memperkosa Gadis, dia meninggalkan Gadis begitu saja. Sampai akhirnya Gadis hamil, namun karena saat itu Gadis terlalu depresi, Gadis pun keguguran," ucap Gadis.


"Om pasti kesal, kan? Om pasti ilfeel, Om pasti nggak bakal mau lagi kenal sama Gadis karena Gadis cuman perempuan hina," ucap Gadis.


"Bukankah kamu dulu tinggal di kota B? Lalu, kenapa bisa berada di sini?" tanya Ajun.


"Karena saat melihat aku depresi dan sering marah-marah, kadang juga menangis dan kadang juga tertawa, Bapak mengajakku pindah ke Jakarta. Bahkan Bapak rela menjual rumah dan sawah yang dia punya di sana supaya kita bisa membuka lembaran baru di sini," ucap Gadis.


"Terus?"


"Sayangnya Danish bisa menemukan Gadis setelah 2 tahun aku pergi, bahkan Danish sering sekali mengejarku dan berkata jika aku harus pergi dengannya," jelas Gadis.


Ajun memandang wajah Gadis dengan raut iba, dia tidak menyangka jika perjalanan hidup Gadis sangatlah rumit.


"Tenanglah, ada aku yang akan membantu kamu, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk meminta tolong." Ajun mengusap pelan tangan Gadis.

__ADS_1


"Terima kasih, Om. Om sangat baik," ucap Gadis tulus.


"Hem, sekarang kita pulang. Pak Galuh pasti khawatir, apa lagi ini sudah mulai malam." Ajun melirik jam yang melingkar di tangannya.


Sudah pukul tujuh, dia sangat lelah dan dia belum makan. Pulang langsung mandi dan sepertinya tidak usah masak, lebih baik memesan makanan online saja, pikirnya.


"Iya, Om." Gadis nampak tertunduk seraya meremat kedua tangannya secara bergantian.


Tubuh Gadis masih terlihat gemetar, dia masih sangat takut jika mengingat kejadian barusan. Setiap kali bertemu dengan Danish, dia selalu kasar dan berbuat semaunya.


Namun jika dia berusaha memberontak selalu saja dia menekan dia dengan nama besar ayahnya, untuk sekilas Ajun nampak memperhatikan wajah Gadis.


Lalu, Ajun pun segera melajukan mobilnya, ini sudah malam, pikirnya. Lebih cepat pulang lebih baik. Satu hal yang Ajun inginkan saat ini, dia ingin mencari tahu tentang asal usulnya Gadis.


Sampai di depan kedai sup buah, Pak Galuh terlihat sedang mondar-mandir. Dia terlihat sangat gelisah, sesekali memperhatikan arah jalan.


"Pak," panggil Gadis kala turun dari mobil Ajun.


"Ya Allah, Neng geulis. Bapak khawatir banget sama kamu, kamu itu lama pisan. Ini kenapa lagi?" tanya Pak Galuh seraya mengelus lembut sudut bibir Gadis.


Gadis nampak tersenyum, lalu dia melihat ke arah Ajun yang terlihat turun dari mobilnya.


"Gadis ketemu Danish, untung ada Om Ajun yang nolongin." Gadis berusaha untuk tetap tersenyum di depan Bapaknya, Pak Galuh pun langsung memeluk anak Gadis kesayangannya.


Setelah puas memeluk dan mengelus lembut punggung Gadis, Pak Galuh lalu melerai pelukannya dan menatap Ajun dengan lekat.


"Terima kasih, Tuan. Karena Tuan sudah mau membantu puteri saya," ucap tulus Pak Galuh.


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi." Ajun langsung berbalik dan hendak membuka pintu mobilnya.


"Tunggu, Tuan," cegah Pak Galuh.


Ajun pun kembali membalikkan badannya, lalu dia pun menatap Pak Galuh. "Ada apa?"

__ADS_1


"Sebagai ucapan terima kasih saya, bagaimana kalau Tuan makan malam di rumah saya?" tawar Pak Galuh.


__ADS_2