Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Ngga Cukup Satu Kali


__ADS_3

Kini, Dina sedang tertidur dengan sangat pulas. Karena setelah dua kali diajak bergumul di bawah selimut yang sama oleh VB, Dina terlihat sangat kelelahan dan langsung memejamkan matanya.


Awalnya, VB hanya ingin melakukannya satu Kali saja. Hal itu dia lakukan sebagai acara perkenalan antara miliknya dan juga Dina.


Akan tetapi setelah 1 jam melakukan pembukaan segel, milik VB masih saja berdiri kokoh. Padahal miliknya sudah menyemburkan bibit-bibit unggul nya ke dalam ladang gembur milik Dina.


Herannya milik VB seakan tak mau tidur kembali, bahkan Dina sudah merengek karena lapar dan dia tidak mau jika VB mengajaknya untuk melakukan itu kembali.


Akan tetapi, semakin Dina menolak milik VB malah terlihat semakin menegang. VB yang sudah tak kuasa menahan hasratnya, langsung malakukan pertempuran kedua.


Dina yang awalnya tak mau pun, kembali menikmati debutan hasrat yang diciptakan oleh VB. Mereka kembali memadu kasih, sampai milik VB benar-benar bisa tidur setelah menyemburkan cairan kental ke dalam rahim Dina.


Dina yang merasa lelah langsung memejamkan matanya, Tak lama kemudian terdengarlah dengkuran halus dari bibirnya.


VB langsung mengambil kimono mandinya dan mengambil air hangat dari kamar mandi, dengan telaten dia mengelap tubuh polos Dina. Lalu memakaikan pakaian untuknya, dia takut istrinya akan masuk angin.


Karena memang, udara di sana sangatlah dingin. Padahal VB tak menyalakan AC, tetap saja hawanya terasa menusuk sampai ke tulang. Apa lagi di luar terlihat gerimis, menambah rasa dingin yang benar-benar terasa menguliti.


Karena takut jika istrinya akan sakit, VB pun segera memesan makanan dan memintanya untuk langsung diantarkan ke dalam kamarnya.


Dua puluh menit kemudian, pesanan VB pun datang, seorang pelayan wanita membawa makanan tersebut dan menatanya di atas meja setelah mendapatkan persetujuan dari VB.


Selepas kepergian pelayan tersebut, VB langsung menghampiri istrinya dan duduk tepat di samping istrinya.


Ditatapnya wajah cantik Dina, lalu dia usap dengan perlahan. Rasa cintanya seakan bertambah sepuluh kali lipat, saat mengingat Dina yang hanya menyerahkan kesuciannya hanya untuk dirinya.


"Sayang, bangun." Bisik VB.


Dina seolah tak perduli rasa lelah dan lemas seakan menguasai, dia hanya ingin tidur dan menikmati masa istirahatnya.


VB mengecup bibir istrinya beberapa kali, lalu sedikit meremat ujung dada Dina yang memang tak memakai dala.man.


Dina melenguh, matanya terlihat menyipit lalu tersenyum manis pada suaminya itu.


"Ada apa? Jangan bilang kalau kamu mau lagi? Aku cape banget," kata Dina.


VB langsung terkekeh, dia pun merasa sangat bersalah karena sudah memaksakan kehendaknya terhadap Dina. Akan tetapi, Dina sebenarnya tak mempermasalahkan hal itu.


Dina sangat paham, jika VB baru berusia dua puluh dua tahun. Wajar jika gairah mudanya sedang bergejolak dan ingin terus mengajak Dina untuk bergulung dalam kenikmatan surga Dunia.

__ADS_1


Hanya saja kalau mengingat milik VB yang besar dan seakan tak mau tidur, Dina merasa geli sendiri.


"Makan dulu, Sayang. Kamu pasti laper banget, maaf." Kata VB.


Perasaan VB sudah meminta maaf dari kemarin, lalu, untuk apa dia meminta maaf kembali, pikir Dina.


"Maaf untuk apa?" tanya Dina


"Maaf kalau aku terlalu memaksa," kata VB. Terima kasih, karena kamu sudah menjaga mahkota kamu dengan baik." Kata VB lagi.


"Ngga apa-apa, aku suka kok." VB terlihat sumringah," lain kali sekali aja. Punyaku perih banget ini," keluh Dina dan VB langsung terlihat lesu.


Dina merasa lucu saat melihat ekspresi wajah VB yang terlihat lesu dan penuh sesal, Dina pun mencoba untuk mencairkan suasana.


"Aku laper, tapi maunya disuapin. Bisa?" tanya Dina.


VB langsung tersenyum," Bisa."


VB langsung bangun dan mengambil satu piring nasi lengkap dengan lauknya, dengan telaten VB menyuapi Dina sampai Dina merasa kenyang dan tak mau menerima suapan lagi dari VB.


"Makasih ya, Sayang." Ucap Dina.


"Untuk apa?" tanya VB.


VB langsung tersenyum, dia menyimpan piring bekas Dina makan di atas nakas. Lalu VB pun langsung menautkan kembali bibirnya ke bibir istrinya.


Tautan bibir mereka mampu membuat suasana yang terasa dingin menjadi panas karena terbakar gairah, VB yang merasa mendapatkan angin surga langsung membuka kimono mandinya.


Akan tetapi, Dina dengan cepat menahannya.


"Jangan nganu dulu, Yang. Anuku masih sakit," kata Dina memelas.


VB langsung mengkrucutkan bibirnya, padahal miliknya sudah bangun kembali. Sayangnya, tak bisa bertamu dahulu.


"Sini baring, kita pelukan aja. Hawanya dingin, aku mau kamu peluk." Dina merentangkan kedua tangannya.


VB pun langsung merebahkan tubuhnya dan menarik Dina ke dalam pelukannya, dia merasa sangat bahagia. Karena sudah merasa berhasil sebagai laki-laki, bisa memuaskan istrinya di atas ranjang.


Saat Dina tidur tadi, VB bahkan sempat melihat video dewasa. Dia sudah melihat beberapa gaya yang ingin dia praktekan bersama istrinya, hanya satu yang tak ingin dia lakukan.

__ADS_1


Melakukan itu, di dalam bathup. Menurutnya terlihat tidak enak dan hanya akan membuat pinggang encok.


VB menyandarkan kepalanya di dada Dina, kemudian dia mengusakan wajahnya di sana. Hal itu membuat Dina menggeliat karena geli.


Tubuhnya seakan meremang, ada debutan hasrat yang ingin segera dileburkan. Akan tetapi, Dina terlihat malu untuk mengakuinya.


"Jangan mulai lagi, Yang. Nanti pertahanan aku bisa runtuh," kata Dina.


"Ngga apa-apa, Yang. Enak loh, Memangnya kamu ngga mau lagi ngerasain milik aku yang...."


"Hust, iya aku akui punya kamu bikin enak. Bikin sakit juga, punya ku aja sampai terasa sakit sampai sekarang." Jelas Dina.


"Sekarang masih sakit?" tanya VB.


"Masih, Yang. Sakit banget malah," ucap Dina beralasan.


Padahal milik Dina terasa kembali berdenyut saat merasakan sentuhan dari VB, akan tetapi dia seakan enggan untuk bergumul kembali. Dia takut jika badannya akan terasa remuk redam.


Dina pun jadi mengingat obat yang diberikan oleh Elsa, rasanya Dia membutuhkan obat itu sekarang.


VB hanya bisa cemberut mendengar jawaban dari istrinya, akhirnya dia pasrah dan hanya memeluk istrinya dengan erat.


Jika VB dan Dina kini sedang saling memeluk, berbeda dengan Tuan Alson dan juga Nyonya Miranda. Mereka terlihat khawatir karena sampai saat ini baik Dina dan VB tak bisa dihubungi.


Bagaiamna tidak bisa dihubungi, kalau ponsel Dina mati dari kemarin. Sedangkan ponsel VB memang ketinggalan di kamar pengantin mereka.


"Dad, anak dan menantu kita kemana sih, Dad?" tanya Nyonya Miranda.


"Entahlah, Mom. Dad memang khawatir, tapi Dad yakin jima mereka baik-baik saja. Kalau terjadi sesuatu, pasti mereka akan menghubungi kita." Jelas Tuan Alson.


"Mom, khawatir. Suruh Lucas untuk cari tahu," titah Nyonya Miranda.


"Yeah, Mom." Tuan Alson langsung menghubungi Lucas dan memintanya untuk mencari VB dan Dina.


+


+


+

__ADS_1


Selamat sore, selamat beraktifitas. Semoga kalian sehat selalu, jangan lupa jaga pola makan ya.. Jangan kaya diriku yang sakit karena makan jengkol balado, kadang diri ini memang suka ngga mawas diri. Punya asam lambung, masih aja pengen yang di pantang.


Semoga kalian sehat terus, jangan kaya Othor yang terlampau sholeha ini.


__ADS_2