Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Mencobanya


__ADS_3

Kiandra duduk anteng di ruang tamu, dia sedang menunggu pujaan hatinya bersiap. Tak lama kemudian dia melihat Aurelia menghampirinya dan duduk tepat di hadapan Kiandra.


"Kakak pasti nunggu Kak Rara," tebak Aurelia.


"Ya, dia baru bangun. Lagi mandi," kata Kiandra.


"Hihihi, dia memang suka gitu kalau lagi datang bulan. Malamnya dia habiskan buat nonton drakor, menjelang pagi dia akan tidur." Aurelia nampak tersenyum.


Kiandra tersenyum mendengar cerita dari Aurelia, dia memperhatikan penampilan Aurelia yang terlihat cantik dan juga rapi.


"Kamu mau kemana? Mau fitting baju bareng kita?" tanya Kiandra.


Mendengar pertanyaan dari Kiandra, Aurelia nampak menggelengkan kepalanya. Kemudian dia menjawab apa yang ditanyakan oleh Kiandra.


"Hari ini Kak Crish ngajak aku untuk melihat apartemen yang akan kami tinggali setelah menikah nanti," jawab Aurelia.


"Oh, jadi kalian akan tinggal di apartemen setelah kalian menikah?" tanya Kiandra.


"Hem, menurut aku tinggal di apartemen lebih simpel. Tempatnya tidak terlalu besar, aku bisa mengurus sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga," jawab Aurelia.


Kiandra tersenyum, Aurora dan juga Aurelia memang kembar identi Namun ternyata sifat dan kesukaan mereka tetaplah berbeda.


"Hem, boleh juga." Kiandra menganggukkan kepalanya.


Tepat di saat itu, Cristian dan juga Aurora nampak menghampiri Kiandra dan juga Aurelia.


Aurora nampak duduk tepat di samping Kiandra, sedangkan Cristian langsung duduk tepat di samping Aurelia lalu merangkul pundaknya.


"Kak!" protes Aurelia.


Cristian terkekeh, lalu dia melepaskan rangkulannya.


"Kangen, Yang." Cristian mencuil dagu Aurelia.


"Kakak, ih! Ngga boleh gitu!" kata Aurelia.


"Maaf, Sayang," kata Cristian.


Melihat perdebatan antara Aurelia dan juga Cristian, Aurora dan Kiandra nampak saling pandang. Kemudian mereka tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.


"Kami duluan, kalian jangan berantem terus." Aurora nampak bangun, begitupun dengan Kiandra.


Mereka terlihat berjalan kearah ruang keluarga, kemudian berpamitan kepada Elsa.


"Kami pergi dulu," pamit Kiandra.


"Loh, kok ngga sarapan dulu?" tanya Elsa.


"Mau sarapan di luar, Bunda. Lagi pengen makan bubur Ayam super pedes," kata Aurora.


Elsa terlihat mengerti jika putrinya, Aurora ingin makan bubur super pedas. Karena saat ini putrinya tersebut sedang datang bulan.


"Ya, pergilah! Tapi ingat, jangan terlalu banyak sambelnya. Nanti kamu sakit perut," kata Elsa.


"Tidak akan, Bunda," jawab Aurora.


Setelah berpamitan kepada Elsa, Aurora dan juga Kiandra langsung meninggalkan kediaman Pranadtja.

__ADS_1


Berbeda dengan Aurelia dan juga Cristian yang terlihat langsung masuk ke ruang makan dan melaksanakan sarapan paginya.


Kiandra nampak melajukan mobilnya menuju kedai bubur Ayam yang tak jauh dari kediaman Pranadtja, sampai di sana Kiandra langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Aurora.


"Silakan turun, Tuan Putri." Kiandra membungkuk seraya mengayunkan lengannya.


Aurora tertawa, kemudian dia turun dan langsung memeluk lengan Kiandra.


"Terima kasih, Kakanda Prabu." Aurora nampak tersenyum manis.


Setelah menutup pintu mobilnya, Kiandra nampak mengajak Aurora untuk masuk ke dalam kedai bubur sederhana tersebut.


"Mang, bubur Ayamnya dua. Yang satu sambelnya lima sendok, yang satunya--"


Aurora nampak memandang wajah Kiandra, dia seolah menanyakan apakah bubur punya Kiandra pedas atau tidak.


"Yang satu sambelnya satu sendok saja," jawab Kiandra.


"Siap! Silakan ditunggu," kata Mang buburnya.


Kiandra terlihat merangkul pundak Aurora, lalu dai menuntun Aurora untuk duduk di salah satu bangku kosong yang ada di sana.


"Duduklah, Yang!" kata Kiandra.


"Iya, Kak!" jawab Aurora.


Setelah lima menit menunggu, akhirnya pesanan bubur Ayam milik Arora dan juga Kiandra tersaji di hadapan mereka.


Aurora terlihat memakan bubur pedas tersebut dengan sangat lahap, Kiandra yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"He'em," jawab Aurora dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Satu jam kemudian.


Aurora dan juga Kiandra kini sudah berada di dalam butik ternama di ibu kota, Kiandra dan juga Aurora terlihat sedang melihat-lihat gaun pengantin yang berjajar dengan sangat cantik.


Sebenarnya mereka sudah memesan gaun pengantin untuk acara pernikahan mereka, namun mereka belum memesan gaun pengantin untuk acara resepsi pernikahan mereka.


"Yang ini bagus, Yang!" tunjuk Kiandra pada calon istrinya.


Aurora langsung melihat ke arah gaun yang ditunjuk oleh Kiandra, dia nampak tersenyum karena gaunnya terlihat sangat cantik.



"Cantik, Kak." Aurora tersenyum manis.


Kiandra menghampiri Aurora, dia peluk wanitanya dari belakang lalu dia sandarkan dagunya di pundak Aurora.


"Kamu pebih cantik, Yang," puji Kiandra.


"Kaka gombal," kata Aurora dengan wajah yang terlihat tersipu.


"Beneran, Yang. Kalau kamu yang pakai gaun itu, gaunnya akan terlihat lebih cantik." Kiandra mengecup pipi Aurora.


"Kakak ih! Malu!" keluh Aurora.


"Iya, iya!" kata Kiandra seraya melarai pelukannya.

__ADS_1


Di lain tempat.


Aurelia terlihat sedang berkeliling di dalam ruang tamu sebuah apartemen mewah, Cristian nampak menemani Aurelia dan mengekori langkah calon istrinya tersebut.


"Kamu suka?" tanya Cristian.


Aurelia nampak memberhentikan langkahnya, kemudian dia menatap wajah Cristian dengan lekat.


"Suka, sangat suka. Tapi ini terlalu mewah, Kak." Aurelia kembali membalikkan tubuhnya lalu menatap kemewahan apartemen tersebut.


"Untuk wanita tersayangku, tidak mungkin aku membiarkan kamu di dalam apartemen sederhana, Sayang!" kata Cristian.


Dia tahu jika Aurelia sangat menginginkan tempat yang sederhana, dia ingin belajar mandiri dan mengurus semua urusan rumah tangganya secara mandiri. Namun jujur saja Cristian tidak akan tega.


"Tapi, Kak. Nanti aku pasti cape membersihkan semuanya sendiri, belum nanti harus memasak!" keluh Aurelia.


Cristian terlihat menarik lembut tangan Aurelia, kemudian mereka kini saling berhadapan.


"Hey! Siapa yang memperbolehkan kamu untuk bekerja sendiri? Kamu hanya boleh melayaniku di atas ranjang," goda Cristian.


"Kakak ih!" kesal Aurelia seraya memukul pundak calon suaminya.


Chlristian terlihat terkekeh, kemudian dia mengelus lembut kedua pundak calon istrinya tersebut.


"Bercanda, Sayang. Kamu hanya boleh melakukan segala hal yang berhubungan dengan aku, untuk membersihkan rumah akan ada Mbak dari rumah daddy yang akan datang pagi hari dan pulang saat sore. Kamu jangan terlalu cape," kata Cristian.


"Tapi, Kak!"


"Tidak ada tapi-tapi, aku tidak mau kamu kecapean. Oke?" pinta Cristian.


"Baiklah!" kata Aurelia pasrah.


"Tapi, bener, kan, kalau aku masih boleh kerja?" tanya Aurelia.


"Boleh, Sayang. Sangat boleh, aku yang akan mengantar jemput kamu," kata Cristian.


"Syukurlah!"


"Oiya, Sayang. Kita belum melihat kamar tidurnya," kata Cristian.


"Memangnya harus?" tanya Aurelia.


"Harus dong, Yang. Kita harus mengetes tingkat kenyamanan kasurnya, jangan sampai saat kita sedang bergulat nanti kasurnya akan rubuh. Atau kalau perlu, kita mencobanya sekarang juga!" goda Cristian.


Cristian terlihat merapatkan tubuhnya, dia tarik lembut pinggang wanitanya lalu terlihat memiringkan wajahnya.


"Kakak!" kesal Aurelia seraya memukul dada bidang calon suaminya.


Cristian langsung terkekeh mendapatkan perlakuan seperti itu dari Aurelia, padahal dia hanya bercanda saja. Namun, Aurelia terlihat menanggapinya dengan sangat serius.


"Kakak hanya bercanda, Sayang." Cristian langsung menarik Aurelia ke dalam pelukannya, lalu dia mengecupi puncak kepala Aurelia.


*


*


Masih Berlanjut....

__ADS_1


__ADS_2