Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Usaha


__ADS_3

Setelah mendapatkan nasehat dari Tuan Dirja, selama 1 hari penuh Gia tidak bisa fokus dalam bekerja. Dia tidak bisa berkonsentrasi, dia terus saja memikirkan Elsa istrinya.


Rasa bersalah juga masih menyeruak di dalam hatinya, dia masih sangat ingat kala Elsa demam karena ulahnya.


Dia memutar pena yang dia pegang, sambil terus saja memikirkan bagaimana caranya, agar Elsa bisa dengan cepat mencintai dirinya. Dia juga manusia biasa, yang menginginkan berumah tangga dengan penuh cinta.


Gia juga ingin, mempunyai banyak anak dari Elsa. Karena selama ini, Gia tak mempunyai sodara sama sekali. Dia ingin di dalam rumahnya nanti, akan ramai dengan anak-anak.


Gia ingin melihat anak-anaknya yang sedang berebutan mainan, Gia ingin melihat anak-anaknya merengek meminta Gia untuk bermain bersama dengan mereka.


Saat pukul empat sore tiba, Gia langsung menyambar kunci mobilnya. Dia ingin segera bertemu dengan istrinya, dia sudah rindu dengan kedua putrinya.


Saat di dalam perjalanan pulang, Gia melihat toko Bunga. Gia pun jadi teringat akan Elsa, Gia pun segera menepikan mobilnya, dia membeli sebuket Bunga untuk wanita yang sudah menjadi istrinya.


Setelah membeli Bunga, Gia kembali melajukan mobilnya. Dia sudah tak sabar, karena sudah ingin segera bertemu dengan Elsa.


Sampai di kediaman Pranadja, Gia langsung memarkirkan mobilnya. Dengan cepat dia keluar dari dalam mobilnya.


Saat tiba di depan pintu, dia melihat VB yang sedang merayu Dina dengan membawa satu buket bunga besar di tangannya.


Gia sampai meringis, saat melihat buket Bunga yang dia bawa ternyata sangat kecil jika dibandingkan dengan bunga yang VB bawa.


Gia pun langsung terdiam, saat melihat brondong tengil yang sedang berusaha untuk mendapatkan hati Dina Itu.


"Nana, Sayang. VB mohon, terima cinta VB. Aku janji, akan menjadi lelaki yang akan selalu membahagiakan kamu sampai maut memisahkan." VB berlutut, sambil menggenggam tangan Dina.


Gia hanya bisa mencibir kelakuan VB, dia begitu gigih untuk mendapatkan hati wanita yang dia sukai. Tapi, yang dia sayangkan. Kenapa brondong tampan seperti VB begitu menyukai wanita matang?


"Aku belum siap buat nikah sama kamu, kita belum saling kenal. Kita belum deket, masa tiba-tiba nikah? Kan aneh!" Dia melepaskan tangannya dari genggaman tangan VB.


"Tapi, aku sudah suka sama kamu pada pandangan pertama. Kamu bisa membuat hati ku bergetar, membuat tidur ku tak lena, membuat hatiku terus merindu. Aku beneran suka sama kamu, mau ya nikah sama aku?" VB begitu memelas, membuat Dina kasihan padanya.

__ADS_1


"Kenapa tidak pacaran dulu saja? Kamu kan masih muda," ucap Dina.


"Aku ngga mau nambah dosa lagi. Kita langsung halalin aja ya? Biar bebas kalau mau apa-apa, ok?" pinta VB lagi.


Mendengar jawaban dari VB, alis Dian langsung terangkat sebelah, dia merasa sangat heran dengan apa yang diucapkan oleh VB.


"Memangnya kalau udah halal kamu mau apa?" tanya Dina dengan raut wajah yang terlihat sangat penasaran.


VB terlihat menggaruk pelipisnya yang tidak gatal," mau kamu seutuhnya."


VB berucap sambil malu-malu, sedangkan Dina langsung meringis mendengar penuturan VB. Miliknya terasa berdenyut saat VB mengatakan ingin memiliki Dina seutuhnya, apa lagi pikirnya kalau bukan bergelut di atas ranjang.


Saling melepas segel dan saling berlomba untuk merasakan puncak nirwana.


Gia yang sedari tadi memperhatikan obrolan antara Dina dan VB pun, merasa jika mereka tidak akan memiliki titik temu, jika diantara mereka salah satunya terlihat menjaga image dan takut takut untuk memulai sebuah hubungan.


Dia, pun menghampiri Dina dan langsung menepuk pundak Dina secara pelan.


Setelah mengatakan hal itu, Gia langsung masuk ke dalam rumahnya. Kemudian, dia pun segera mencari Elsa. Karena dia, sudah sangat rindu dengan istrinya itu.


Saat melewati ruang keluarga, Gia melihat Elsa yang sedang duduk bersama dengan kedua putrinya. Gia langsung menghampiri Elsa, mencium keningnya dan memberikan sebuket bunga kepada Elsa.


Elsa terlihat tersenyum malu-malu, sedangkan kedua putrinya langsung mengolok-ngolok Bundanya yang terlihat merona karena ulahnya Gia.


"Cieee,,, Bunda dapat Bunga dari, Ayah." Aurora langsung menaik turunkan alisnya.


"Bunda di kiss sama, Ayah. Aku ngga," Aurelia terlihat merajuk.


Gia pun langsung mengecup kening Aurora dan Aurelia secara bergantian.


"Ayah, sayang kalian." Gia langsung merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Aurora dan Aurelia langsung menghambur ke pelukan Gia, sedangkan Elsa terlihat duduk sambil malu-malu menatap Gia. Gia pun langsung menarik Elsa ke dalam pelukannya, mereka pun akhirnya berpelukan bersama.


Setelah puas berpelukan, Gia pun melerai pelukannya. Kemudian dia mencium bibir Elsa sekilas, lalu dia pun berkata.


"Ayah mandi dulu, Ayah capek. Badan Ayah juga bau, nanti kalau udah selesai mandi, Ayah kembali lagi. Oke?" ucap Gia.


Aurora dan Aurelia langsung menganggukan kepalanya, mereka paham kalau Ayahnya baru saja pulang bekerja.


Sudah dapat dipastikan jika Ayah mereka, sangatlah kelelahan. Gia pun langsung pergi meninggalkan mereka bertiga, Setelah kepergian Gia Elsa pun langsung berpamitan kepada kedua putrinya.


"Ehm, Bunda ke kamar dulu. Takutnya, Ayah butuh sesuatu." Elsa langsung bangun, dia hendak menyusul Gia sambil membawa Bunga dari Gia.


"Iya, Bun." jawab Aurora dan Aurelia bersamaan.


Setelah berpamitan kepada kedua putrinya, Elsa pun langsung menyusul Gia ke dalam kamar. Saat Elsa tiba di dalam kamar, ternyata Gia sudah tidak ada di sana.


Elsa pun sudah dapat memastikan, jika Gia sedang berada di kamar mandi. Karena Elsa, dapat dengan jelas mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi.


Sambil menunggu Gia ke luar dari kamar mandi, Elsa menyipan Bunga yang Gia berikan di atas nakas. Kemudian, Elsa segera menyiapkan baju santai untuk Gia. Agar Gia bisa langsung memakai baju, setelah dia keluar dari kamar mandi tersebut.


Setelah menunggu 15 menit, Gia pun keluar dari kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Elsa dapat melihat dengan jelas bentuk tubuh suaminya yang begitu sempurna, terlihat sangat seksi dan menggoda di mata Elsa.


Elsa bahkan sampai menelan salivanya dengan susah payah, karena melihat keindahan tubuh suaminya.


"Ya tuhan, kenapa dia terlihat menggoda? Ada apa dengan ku? Kenapa semenjak malam itu, pikiran ku jadi kotor seperti ini?" Batin Elsa


"Kenapa, Yang?" tanya Gia sambil mengecup bibir Elsa.


"Ngga apa-apa, hanya itu, anu. Em, kamu terlihat lebih segar kalau habis mandi kaya gini." Elsa buru-buru menghindari tatapan mata Gia yang terasa menelanjanginya.

__ADS_1


__ADS_2