Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Pulang


__ADS_3

Setelah satu minggu mendapatkan perawatan, Elsa pun diperbolehkan untuk pulang. Tentunya perawatan pasca sadar ya...Gia terlihat sangat senang, begitupun dengan Bu Anira dan kedua putrinya.


Mereka benar-benar merasa sangat bahagia, karena akhirnya mereka bisa berkumpul kembali dengan wanita yang mereka sangat sayangi.


Apa lagi dengan Gia, enam minggu berpuasa membuat dia sangat rindu. Tentu bukan hanya rindu untuk tinggal bersama, dia juga sangat rindu dengan pergumulan panas yang sering mereka lakukan.


Gia bahkan rela menemui Dokter dan langsung bertanya pada Dokter yang selama ini menangani Elsa, dia bertanya apakah aman jika mereka melakukan hubungan intim setelah pulang.


Tentunsaja Dokter pun dengan gamblang menjelaskan, bahwa kondisi perut Elsa sudah benar-benar baik.


Jika Gia dan Elsa mau berhubungan suami istri pun, sudah diperbolehkan. Tentu saja dia senang bukan kepalang, karena puasa selama empat puluh dua hari ternyata sangat menyiksanya.


Dulu, sebelum dia menikah. Dia tak pernah memikirkan miliknya bisa bangun atau tidak. Dia tak pernah memikirkan bisa menggunakan miliknya untuk mencari sarang ternikmatnya, atau apa pun itu.


Gia hanya berpikir bagaimana caranya bisa bekerja dan membuat Dad'nya merasa bangga. Akan tetapi, Setelah merasakan bagaimana nikmatnya kelembutan milik Elsa, Gia seakan kecanduan.


Dia bahkan sering memikirkan bagaimana cara bermain yang bisa membuat Elsa merasa puas dan nyaman, dia juga sering berpikir bagaimana agar dia tetap mendapatkan jatahnya dengan lancar.


Gia juga selali memikirkan bagimana caranya. membuat Elsa merasa bahagia, agar Elsa tak pernah berpikir untuk berpisah darinya.


Satu lagi... Gia juga berpikir, bagaiamana caranya agar dia dan Elsa bisa mempunyai anak yang banyak. Karena dia selalu merasa sendiri dan kesepian.


Selain tak mempunyai sodara, dia juga selalu merasa kesepian dan merasa kurang akan kasih sayang seorang ibu.


Setelah tiga jam melakukan perjalanan, akhirnya mereka pun kini tiba di kediaman Pranadtja.


"Akhirnya sampai juga," ucap Gia. Gia langsung meregangkan otot-otot lelahnya, sepanjang perjalanan menuju rumahnya terasa sangat melelahkan baginya.


Apa lagi saat mulai berangkat dari kota G, jalanannya masih kurang bagus dan juga banyak genangan airnya. Membuat perjalanan yang mereka lakukan terasa kurang nyaman.


Aurora dan Aurelia langsung keluar dari mobil disusul Bu Anira, sedangkan Gia menuntun Elsa menuju rumah. Saat pintu terbuka, Elsa sangat kaget, karena ternyata bukan hanya Tuan Dirja yang menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


Di sana juga ada Tuan Alson, Nyonya Miranda, VB dan juga Dina. Elsa merasa sangat terharu, apa lagi saat Elsa masuk, mereka langsung memberikan kado pada Elsa.


"Selamat ya, Sayang. Karena sebentar lagi kamu akan mempunyai Babby," ucap Nyonya Miranda.


"Terima kasih, Aunty." Jawab Elsa.


"Dad, sangat senang karena kamu sudah kembali sehat." Timpal Tuan Dirja.


"Aku juga senang, bisa berkumpul bersama kalian." Ucap senang Elsa.


"Jaga kandungan kamu baik-baik, kalau perlu kamu usap perut menantu kesayangan Dad, siapa tahu nular." Ucap Tuan Alson seraya terkekeh.


Bukannya Elsa yang menjawab, tapi Gia yang langsung menanggapi ucapan dari Tuan Alson.


"Usapan Elsa tidak akan membuat Dina hamil, tapi bisanya VB. Kalau Dina tak kunjung hamil, maka kejantanannya VB patut dipertanyakan." Gia langsung mengatupkan mulutnya menahan tawa, sedangkan VB langsung terlihat cemberut.


"Bisanya ya masuk terus tiap waktu, tapi kan Tuhan belum ngasih. Lagian kita juga baru sebulan menikah, mana bisa istri cantiku ini langsung isi. Abang ngaco!" Jawab VB.


"Sudah jangan berisik, Elsa dan cape baru nyampe. Ayo, Sa. Kita duduk dulu," Dina langsung menuntun Elsa menuju sofa ruang tamu.


Tak lama pelayan datang membawa makanan dan. minuman untuk mereka nikmati, mereka pun berkumpul dan saling bertukar cerita. Membuat Kediaman Pranadtja terasa sangat ramai.


Siang pun telah menjelang, selepas makan siang bersama. Elsa memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya, dia ingin istirahat. Semua yang ada di sana pun memaklumi, dengan senang hati Dia menuntun istrinya menuju kamar.


Berbeda dengan keluarga Fahreza, mereka memutuskan untuk pulang setelah menikmati jamuan. makan siang di rumah besar kediaman Pranadtja.


Setelah kepergian keluarga Fahreza, Tuan Dirja memutuskan untuk beristirahat. Sedangkan Bu Anira menemani Aurora dan Aurelia untuk bobo siang.


"Sayang... mqu langsung bobo atau ada yang kamu inginkan?" tanya Gia saat melihat istri cantiknya yang mulai merebahkan tubuhnya.


"Langsung bobo aja, Mas. Lelah, ngantuk juga." Jawab Elsa.

__ADS_1


Gia langsung membuka kain yang menutupi tubuhnya, hanya boxer saja yang dia sisakan. Gia langsung merebahkan tubuhnya lalu memeluk Elsa dan mengusap lembut perut Elsa yang terlihat menonjol.


Gia memang terbiasa tak memakai baju jika sedang tidur, itu memang sudah kebiasaan dia sejak kecil. Awalnya Tuan Dirja suka memarahinya, akan tetapi Gia tetap saja melakukannya hingga saat ini.


"Yang... Mas kangen." Gia langsung mengecupi puncak kepala Elsa.


Rambut Elsa dia sibak dan langsung saja Gia mengecupi leher istrinya, Elsa terlihat kegelian dan langsung menahan wajah Gia.


"Geli, Mas." Tolak halus Elsa.


Raut wajah Gia langsung suram dalam waktu singkat, dia merasa kecewa karena ternyata Elsa tak menerima sentuhan darinya.


Menurutnya Elsa bukan anak kecil lagi, dia pasti mengerti dengan apa yang Gia inginkan. Apa lagi, Gia sudah lama berpuasa, pikirnya.


"Maaf." Gia langsung membelakangi Elsa dan menarik selimut hingga sebatas pinggang.


Elsa jadi merasa serba salah, jujur saja dia sangat lelah. Dia ingin sekali beristirahat, di masa awal kehamilannya, Elsa memang tak merasakan yang namanya mual dan muntah.


Akan tetapi, dia selalu merasa lelah dan ingin tidur saja. Apakah itu salah?


Cepat-cepat dia merapatkan tubuhnya dan mengelus perut sixpax suaminya, hingga Gia bisa merasakan puncak dada Elsa yang terasa lebih padat di punggungnya.


Gia sempat menahan napas, dia ingin menikmati moment yang sudah tak lama dia rasakan.


Tanpa Gia duga, tangan Elsa bahkan turun dan langsung menyusup ke dalam boxer yang Gia kenakan. Elsa meremat milik Gia yang sudah mengeras dan siap untuk menembakkan rudalnya.


"Emmph... Yang." Suara berat penuh hasrat langsung mengalun di telinga Elsa.


"Apa, Mas?" tanya Elsa dengan tangannya yang sudah naik turun memainkan senjata laras panjang milik suaminya.


"Aduh, Yang." Gia langsung membalikan tubuhnya, dia menatap wajah Elsa dengan penuh damba.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Elsa pura-pura tak tahu.


"Jangan pura-pura, Yang. Mas tahu kalau kamu sudah paham," Gia langsung menyusupkan tangannya ke dalam baju Elsa, lalu meremat puncak dada istrinya yang terlihat sangat menantang.


__ADS_2