
Hari senin telah tiba, Gia bersama istri dan anak-anaknya sedang melaksanakan ritual sarapan paginya.
Setelah semuanya selesai, Gia nampak bersiap untuk berangkat bekerja. Tentu saja sekarang tugasnya bertambah, karena sebelum ke kantor, Gia harus mengantarkan Adelia dan juga Alex menuju sekolahnya.
Berbeda dengan Aurora dan Aurelia, mereka akan diantarkan oleh sopir pribadi mereka. Gia percaya, mereka sudah besar dan tidak begitu memerlukan pengawasan langsung darinya.
Namun, walaupun seperti itu. Gia tetap memberikan perintah kepada dua anak buahnya untuk memantau kegiatan kedua putrinya.
"Yang, Ayah berangkat. Bunda hati-hati di rumah," kata Gia seraya mengecup bibir Elsa.
"Iya, Sayang. Pergilah!" kata Elsa.
Setelah berpamitan, Gia langsung melangkahkan kakinya menuju halaman rumah. Elsa dengan setia mengantarkan kepergian suaminya untuk bekerja.
Adeial dan juga Alex dengan setia mengekori l langkah ayahnya tersebut.
"Kami berangkat dulu," pamit Adelia.
"Iya, hati-hati. Jaga adik kamu," kata Elsa.
"Ya, Bunda," jawab Adelia.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Elsa, Alex terlihat mencabikan bibirnya. Dia merasa jika dirinya sudah besar, namun selalu saja Elsa memperlakukan dirinya seperti layaknya anak kecil.
"Bunda, aku sudah besar. Aku lelaki, kuat dan tangguh. Jangan remehkan aku, selalu saja menitipkan aku sama Kak Adel," keluh Alex.
Elsa hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya tersenyum, menurutnya putranya itu terlihat sangat menggemaskan.
__ADS_1
Dia selalu saja banyak protes, padahal Elsa hanya mengkhawatirkan dirinya saja. Namun, Alex lalu saja bersikap sok kuat di hadapan dirinya, bahkan terkesan tidak ingin merepotkan orang lain.
"Iya, Bunda tahu, Sayang. Kamu memang sangat kuat, kamu putra Bunda yang benar-benar tampan dan juga kuat," kata Elsa seraya mencubit gemas pipi putranya tersebut.
Alex tersenyum senang saat mendengar apa yang dikatakan oleh Elsa, Alex kemudian dia segera masui ke dalam mobil Karena Gia sudah
memanggil dirinya bersama dengan Adelia.
Selepas kepergian Gia, Adelia dan juga Alex, Elsa melihat ada dua buah mobil yang masuk ke pelataran rumahnya. Tak lama kemudian terlihat Kiandra dan juga Cristian keluar dari mobil milik mereka.
"Selamat pagi, Tante," sapa Kiandra dan juga Cristian.
"Pagi, ada apa ya? Kenapa kalian pagi-pagi sekali sudah datang ke rumah, Tante?" tanya Elsa.
"Anu Tante, saya mau ketemu sama Aurora, mau nganter ke kampus," jawab Kiandra
"Saya juga, Tante. Saya mau ketemu Aurelia, boleh?" tanya Cristian.
"Duduklah dulu, biar Tante panggilkan kedua putri Tante," kata Elsa.
"Ya, terima kasih," jawab kedua pria tampan itu.
Mereka terlihat duduk di sofa yang ada di teras rumah Elsa, sedangkan Elsa terlihat masuk kedalam rumahnya dan segera memanggil kedua putri kembarnya tersebut.
Tak lama kemudian Aurora dan juga Aurelia nampak keluar dari rumahnya, mereka sudah terlihat rapi dan juga sudah bersiap untuk pergi ke kampus.
Cristian terlihat bingung saat melihat kedua wanita cantik yang baru saja keluar dari rumahnya, karena wajah mereka terlihat sama walaupun menggunakan fashion yang berbeda.
__ADS_1
Berbeda dengan Kiandra, dia langsung tahu yang mana Aurora. Dia langsung menghampiri wanita berbaju casual dan menyapanya.
"Selamat pagi wanita kesayangan," kata Kiandra.
"Selamat pagi, Kakak. Tapi, bisakah Kakak tidak menyapa aku seperti itu?" tanya Aurora.
"Tentu saja tidak bisa, karena kamu memang wanita kesayanganku," jawabnya Kiandrara.
Aurora terlihat mencabikan bibirnya, dia tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kiandra.
"Mana ada yang seperti itu, wanita kesayangan. Aneh-aneh saja," Jawab Aurelia.
"Ih, kamu tuh engga percayaan banget sama aku. Ya udah... Kita berangkat yuk, aku mau nganterin kamu kuliah," kata Kalianda.
"sebentar, aku mau minta izin dulu kepada Bunda," kata Aurora.
Baru saja Aurora hendak masuk ke dalam rumahnya, Elsa udah keluar dari ruamahnya dengan membawa dua buah kotak bekal untuk Aurora dan juaranya.
Dengan senang hati Aurora dan Aurelia menerima kotak bekal tersebut.
"Terima kasih, Bunda," Kata Aurora dan juga Aurelia bersamaan.
"Sama-sama, Sayang," jawab Elsa.
"Tante, maaf. Aku mau mengajak Aurelia untuk berangkat menuju kampus boleh?" tanya Cristian.
"Aku juga, Tante. Mau mengantarkan Aurora untuk pergi ke kampus," kata Kiandra.
__ADS_1
"Pergilah dan hati-hati, jangan ngebut-ngebut," kata Elsa.
Cristian dan juga Kiandra terlihat begitu senang sekali mendengarnya ucapan dari Elsa, Kiandra langsung menuntun Aurora untuk segera masuk ke dalam mobilnya. Cristian pun melakukan hal yang sama terhadap Aurelia.