Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Album Foto


__ADS_3

"Seharusnya anda mencari tahu dulu sampai tuntas, agar saat itu Gadis ada Ayahnya yang mengurus!" ucap kesal Pak Galuh keceplosan.


Mata Tuan Alfonso langsung membulat dengan sempurna kala mendengar ucapan dari Pak Galuh, dia langsung menegakkan tubuhnya dan memandang wajah pak Galuh dengan lekat.


"Jadi benar jika Gadis adalah putriku? Iya, kan?" tanya Tuan Alfonso mendesak.


Pak Galuh pun tidak bisa mengelak lagi, dia akhirnya mengakui dan mengatakan yang sejujurnya.


"Ya, Gadis memang adalah anaknya Intan." Pak Galuh langsung tertunduk lesu, putri yang dia kasihi selama dua puluh satu tahun akan segera pergi darinya.


"Jadi, dia putriku? Putri kandungku?" tanya Tuan Alfonso lagi dengan binar bahagia di matanya.


Pak Galuh terlihat menerawang jauh, ingatannya kembali pada dua puluh dua tahun yang lalu.


"Saat anda pergi bekerja, istri saya Meli menemani istri anda untuk cek kehamilan ke bidan desa. Karena waktu itu istri anda sering mengeluh sakit kepala dan juga sering mual. Saat mengetahui jika dia sedang hamil, ia terlihat sangat bahagia. Bahkan tespek, surat keterangan hamil dan juga foto USG nya sudah Intan bungkus dengan kado yang sangat manis. Dia ingin membuat kejutan untuk anda, namun sayangnya, malah dia yang terkejut karena mendengar kabar jika anda telah dideportasi ke negara Anda."


Mendengar ucapan pak Galuh, Tuan Alfonso langsung tertunduk lesu.


Pasti saat itu Intan merasa sangat terpukul, pikirnya. Dia juga dulu sama, merasa sangat sedih kala harus meninggalkan negara yang istrinya tinggali.


Namun, dia tidak bisa berbuat banyak saat itu. Memang semuanya kesalahan dia sendiri, seharusnya dari awal dia berbicara kepada Daddynya kalau dia akan menikah dengan Intan.


Tentu saja agar semuanya dipermudah oleh Daddynya, baik itu tentang perbaruan ijinnya atau apapun itu. Karena memang Daddynya merupakan orang yang berkuasa di negara tersebut.


Sayangnya Alfonso yang kala itu masih muda tak memikirkan hal tersebut, yang ada di pikirannya saat itu hanyalah bisa bersatu dengan wanita yang dia sangat cintai.


"Ya Tuhan, maafkanlah atas kesalahanku," ucap Tuan Alfonso.


Tubuh Tuan Alfonso bahkan langsung merosot ke lantai, dia benar-benar terlihat sangat menyesal.


"Sudahlah Tuan, tak ada gunanya anda menyesali semuanya. Sekarang yang harus anda pikirkan bagaimana caranya untuk kita mengatakan kepada Gadis bahwa bukan saya orang tua kandungnya, tetapi andalah Ayah kandung dari Gadis," ucap Pak Galuh dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Tuan Alfonso bisa melihat jika pak Galuh begitu menyayangi putrinya, dia pun sungguh sangat bersyukur karena putrinya dirawat oleh orang sebaik pak Galuh dan juga istrinya Meli.

__ADS_1


Pak Galuh pun langsung mengingat kala Intan melahirkan bayi mungil yang sangat cantik, namun setelah melahirkan dia mengalami pendarahan hebat.


Lalu, dia meminta Meli dan juga dirinya untuk merawat Gadis dengan baik. Pak Galuh saat itu menyetujuinya, dia berjanji akan merawat Gadis dengan baik.


Karena memang, pak Galuh yang sudah menikah dengan Meli selama 2 tahun tak juga mendapatkan keturunan dan setelah memeriksakan diri ke dokter, ternyata Meli bermasalah dengan rahimnya.


Pak Galuh pun berlapang dada, karena dia sangat mencintainya dan akhirnya dia memilih merawat Gadis dengan sepenuh hati bersama Meli.


"Apa Gadis tidak tahu jika anda bukanlah Bapak kandungnya?" tanya Tuan Alfonso.


Pak Galuh langsung menggeleng lemah, "tidak. aku mengurusnya dari hari pertama dia dilahirkan."


"Tapi, aku ingin memberitahunya jika aku adalah Daddynya." Tuan Alfonso terlihat bangun dan duduk kembali di sofa tempat dia duduk tadi.


"Kita harus berbicara dengan perlahan, aku takut jika nanti ia akan marah." Berat hati Pak Galuh berkata seperti itu.


"Ya, kamu benar. Kamu harus terlebih dahulu yang memberitahukan dia, agar tak terjadi kesalahpahaman nantinya," ucap Tuan Alfonso.


"Hem, nanti aku akan mencoba bicara. Tapi, aku tak janji bisa dengan cepat berbicara dengannya." Kata Pak Galuh.


"Apa ini?" tanya Pak Galuh.


"Album diriku dengn Intan, dari awal kamu mengenal sampai menikah. Di situ juga ada foto pernikahan sederhana kami," ucap Tuan Alfonso.


"Ya, nanti aku akan memberikannya." Pak Galuh menerima album foto tersebut.


*/*


Gadis terlihat begitu kelelahan karena hari ini begitu ramai pembeli, sedangkan pak Galuh tak kunjung pulang.


Sebenarnya Gadis merasa khawatir, namun dia mencoba untuk menenangkan dirinya. Pukul 4 sore semua dagangan telah habis terjual, Gadis pun segera menutup kedai tersebut.


Setelah itu, Gadis pun langsung berjalan menuju belakang kios. Tentu saja tujuannya untuk masuk kedalam rumahnya, dia ingin merebahkan tubuh lelahnya.

__ADS_1


Namun, saat dia hendak masuk motor pak Galuh ternyata sudah terparkir di depan rumahnya. Gadis pun tersenyum lalu dia masuk ke dalam rumah tersebut.


"Bapak! Bapak sudah pulang?" tanya Gadis.


Namun tak ada sahutan sama sekali, Gadis pun menyisir seluruh ruangan yang ada di rumah sederhana tersebut.


Namun dia tak kunjung menemukan pak Galuh, karena lelah Gadis pun memutuskan untuk duduk di sofa ruang keluarga.


"Bapak kemana sih?" tanya Gadis.


Saat dia sedang asyik duduk, tatapan matanya terpaku pada sebuah album foto yang berada di atas meja. Gadis mengernyit heran, "sejak kapan ada album foto di sana?"


Karena penasaran, Gadis pun lalu mengambil album foto tersebut.


"Me And My Wife," itulah tulisan yang dia baca di sampul album foto tersebut.


Dengan perlahan Gadis membuka foto tersebut, nampak lah foto Tuan Alfonso dan juga Intan yang sedang duduk bersama di kebun teh.


Dahi Gadis tambah mengernyit dalam, "bukankah ini Tuan Alfonso? Lalu, siapa wanita ini? Kenapa wajahnya begitu mirip dengan ku?" tanya Gadis.


Karena penasaran yang dia rasakan. makin menjadi, Gadia kemudian membuka lembaran album foto berikutnya.


Nampaklah foto pernikahan Tuan Alfonso dengan Intan, dia terlihat begitu tampan dan Intan terlihat sangat cantik.


Tuan Alfonso yang berwajah bule, terlihat begitu serasi dengan Intan yang terlihat berwajah lokal. Intan terlihat begitu Ayu, dandanannya pun sangat sederhana namun elegan.


Pasangan tersebut membuat Gadis berdecak kagum, dia buka terus dan terus setiap lembaran album foto tersebut.


Gadis merasa semakin cemas, karena setiap kali melihat wajah Intan di dalam foto tersebut, dia merasa melihat bayangannya sendiri.


Karena memang saat Intan menikah dengan Tuan Alfonso, Intan berusia 21 tahun. Seusia dengannya.


"Ya Tuhan, ada apa ini? Kenapa dia mirip sekali dengan ku? Hanya saja, dia hidungnya terlihat kecilm Sedangkan punya aku terlihat lebih mancung," ucap Gadis.

__ADS_1


Lalu, tatapan matanya mengarah ke foto Tuan Alfonso. Tak lama dia pun mengusap hidung miliknya.


"Oh Tuhan, jangan bilang kalau--" Gadis langsung membekap mulutnya, dia tak sanggup melanjutkan ucapannya sendiri.


__ADS_2