
Sampai di taman, Gia langsung memarkirkan mobilnya. Dengan penuh semangat, Aurora dan Aurelia langsung turun dari mobil Gia.
Mereka langsung berlari menuju penjual soto, yang berada di pinggir taman. Mereka berdua, langsung mencari tempat duduk untuk mereka bertempat.
Aurora dan Aurelia sengaja memilih untuk duduk secara lelesehan, agar lebih terasa kekeluargaannya.
Elsa dan Gia langsung menyusul, Gia terlihat berlari karena takut kedua putrinya jatuh atau hilang. Karena suasana taman sangatlah ramai.
Padahal, ini bukan hari minggu. Tapi, entah kenapa hari ini taman sangatlah ramai.
Sedangkan Elsa, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Menurutnya, jika kedua putrinya memang sudah terbiasa berlari seperti itu.
Gia dan Elsa, langsung duduk di samping kedua putrinya. Mereka, sudah terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.
Setelah mereka duduk dengan nyaman, Gia langsung memesan soto yang di inginkan oleh kedua putrinya.
"Kang, soto Ayamnya empat." Teriak Gia.
"Siap, Tuan." Jawab Kang soto.
Tak lama, Kang soto pun datang membawa pesanan Gia. Kang soto juga membawa kecap, irisan jurik nipis dan juga sambelnya.
"Sedep nih kayaknya, makasih ya, Kang." Gia langsung mengambil satu mangkuk soto dan menuangkan satu sendok sambel kedalamnya, tak lupa, Gia juga memberikan perasan jeruk nipis.
"Sama-sama, Tuan." Jawab Kang Soto.
Kang soto pun, segera berlalu karena masih ada pesanan yang lainnya. Sedangkan Gia, sudah bersiap untuk mencicipi sotonya.
Baru saja Gia akan memasukan satu suapan soto pada mulutnya, tiba-tiba saja, ada seorang pria bertopi dan memakai masker, yang datang dan langsung duduk di antara Aurora dan Aurelia.
Sontak, Gia langsung menyimpan sotonya di atas karpet. Gia langsung menatap tajam pada pria yang tiba-tiba saja datang dan mengganggu suasana kebersamaan mereka.
"Hey! Siapa elu!? Ngga sopan, gangguin ketenangan dan kenyamanan orang lain!" kesal Gia.
Aurora dan Aurelia langsung memperhatikan pria bertopi dan memakai. masker itu, Aurora terlihat menarik topinya sedangkan Aurelia langsung menarik maskernya.
"Om V---" ucapan mereka langsung terhenti, karena VB langsung membekap bibir kecil Aurora dan Aurelia.
Gia yang merasa kesal pun langsung memiting leher VB, sehingga tangan VB pun terlepas dari bibir mungil twins A.
__ADS_1
"Lepas, Bang. Ini gue, VB." VB berusaha melepaskan pitingan tangannya Gia, yang begitu kuat di lehernya. Setelah mendengar nama VB, Gia pun langsung melepaskan pitingan nya.
"Ngapain elu bekap bibir anak gue?! Elu mau bikin kedua anak gue sesak nafas?!" Gia begitu kesal, saat melihat bibir kedua putrinya di bekap oleh VB.
"Sorry, Bang. Gue tadi habis syuting, orang-orang pada ngejar-ngejar gue. Jadi, gue ngumpet di sini." VB berusaha menjelaskan kronologi yang sebenarnya, agar dia tidak salah paham.
Gia hanya mendengus kesal, kemudian dia duduk kembali di antara Elsa dan kedua putrinya.
Sedangkan VB, langsung meminta topi dan masker' nya yang tadi diambil oleh Aurora dan Aurelia. Dengan senang hati, Aurora dan Aurelia pun mengembalikannya.
VB, langsung memakai kembali topi dan maskernya.
"Di kejar fans ya, Om?" tanya Aurora, lalu dia menyuapkan satu sendok soto ke dalam mulutnya.
"Iya," jawab VB singkat.
"Temuin aja sebentar, kalau sudah puas, pasti mereka juga bubar." Aurelia menimpali, VB terlihat mencibir.
"Ini enak banget, Yah. Ayah cobain deh," ucap Aurora.
Gia seolah tak mendengar ucapan putrinya, karena Gia, kini terlihat sedang menatap VB dengan tajam. Baginya VB, merupakan seorang pengganggu yang siap kapan saja menghancurkan mood'nya.
Melihat Gia dan VB yang sedang beradu pandang, Elsa pun langsung berdehem dengan keras. Agar Gia dan VB sadar, jika mereka sedang berada di mana.
Baginya menjinakan Gia yang sedang dalam mode seperti singa lapar lebih penting, dari pada terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.
Dan ternyata, apa yang dipikirkan oleh Elsa benar. Gia, langsung menoleh kearah Elsa dan tersenyum dengan hangat.
"Apa, Sayang?" tanya Gia dengan tatapan penuh cinta.
"Di makan dulu sotonya, aku sangat lelah. Setelah makan, aku ingin kita pulang." Elsa berucap dengan di buat semanja mungkin, membuat Gia melebarkan senyumnya.
"Iya, Sayang. Aku makan, makannya bakalan cepet." Gia langsung mengambil sotonya kembali, sebelum Gia memakan sotonya, Gia menatap VB dengan tajam.
Tatapan Gia seolah berkata 'Elsa milik gue, jangan harap elu bisa deket-deket sama wanita gue!'
VB hanya bisa menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, VB memang menyukai Elsa. Tapi, keadaannya sedang terancam sekarang.
Kalau VB, bertindak gegabah, bisa-bisa VB langsung di kerumunan oleh fans 'nya yang terkadang bersikap anarkis.
__ADS_1
10 menit kemudian, Elsa, Gia dan juga kedua putrinya sudah selesai makan soto pesanan mereka. Kemudian, GIa pun segera membayar sotonya.
Setelah itu, Gia pun bersiap untuk mengajak Elsa dan kedua putrinya untuk pulang. Tetapi, tiba-tiba saja banyak orang-orang yang menghampiri Aurora dan Aurelia.
Mereka, meminta untuk berfoto bersama. Dengan senang hati, Aurora dan Aurelia pun mengiyakan. Tetapi, sebelumnya Aurora dan Aurelia pun berkata dengan tegas.
"Kalian boleh foto bareng sama kita, tapi, harus tertib. Ngga boleh dorong-dorong, berbaris tapi yang rapih." Aurora berucap dengan sangat tenang.
Para fans mereka pun menurut, mereka langsung berbaris dengan rapih. Membuat VB kagum dibuatnya.
Setengah jam kemudian, foto bareng para fans pun selesai. Gia, mengajak Elsa dan kedua putrinya untuk pulang.
Tanpa Gia duga, ternyata VB juga ikut masuk ke dalam mobil Gia. Sontak saja, Gia terlihat sangat kesal.
"Turun!" Titah Gia.
Bukannya menurut, VB malah memeluk Aurora dan Aurelia dengan sangat erat. Dia sangat takut disuruh turun, oleh Gia.
"Jangan Bang, gue numpang sampai apartemen gue." VB terlihat sangat memelas, dia seakan tidak mau disuruh turun dari mobilnya Gia.
"Ck! Elu benar-benar ngerepotin gue, memangnya mobil elu kemana sih? Pakai numpang-numpang segala!" Gia langsung melajukan mobilnya, walaupun kesal dia tak meungkin menurunkan VB begitu saja.
"Di kerumunan fans, gue males ah. Kadang ibu-ibu yang gemes suka nyubit ampe tangan gue biru, ogah gue ke sana lagi." VB langsung membayangkan tingkah ibu-ibu, yang selalu bertingkah semaunya saat bertemu dengannya.
"Belagu!" Walaupun Gia berkata seperti itu, tapi tetap saja dia mengantarkan VB sampai ke apartemennya. Setelah itu, dia pun langsung mengantarkan Elsa dan kedua putrinya menuju rumahnya.
"Kalian pasti cape, istirahatlah." Titah Elsa pada kedua putrinya.
Aurora dan Aurelia pun, langsung mencium pipi Elsa dan juga Gia secara bergantian. Setelah itu, mereka pun langsung masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahat.
Kini tinggallah Elsa dan juga Gia yang berada di ruang tamu, Gia pun langsung mengelus lembut pipi Elsa, lalu dia pun berkata.
"Kamu juga istirahat, besok jam sembilan aku jemput. Kamu harus ke salon, untuk perawatan." Gia mengecup bibir Elsa sekilas.
"Ck, kebiasaan! Memangnya kenapa mesti ke salon?" Menurutnya, tanpa ke salon pun pas hari pernikahan mereka pasti Elsa akan di hias oleh MUA.
"Ke salon buat perawatan full body, pijat juga. Buat,,, persiapan malam pertama." Ucap Gia sambil mengerling nakal.
Elsa langsung bergidig saat Gia berkata seperti itu, sepertinya untuk yang satu itu, Elsa merasa belum siap.
__ADS_1
"Terserah," jawab Elsa pada akhirnya.
Elsa langsung meninggalkan Gia dan langsung masuk ke kamarnya. Sedangkan Gia, langsung pulang meninggalkan kediaman Elsa, karena masih ada yang perlu disiapkan untuk Elsa dan juga kedua putrinya.