Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Efek Obat


__ADS_3

Tiba di kediaman Pranadtja, Ajun langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu Ajun pun langsung membuka ikatan tangan Gia dan ikatan kakinya.


Setelah semua ikatannya terlepas, Ajun pangsung memapah tubuh besar Gia untuk segera masuk ke dalam rumahnya.


Elsa yang sedang menggendong Baby Adelia langsung memberikannya kepada Babysitter' nya.


"Tolong pegangin dulu, ya Mbak?" ucap Elsa.


"Iya, Nyonya," jawabnya.


Setelah mengatakan hal itu, Elsa langsung menghampiri Ajun. Dia terlihat kaget saat melihat Gia yang bertelanjang dada, dia hanya memakai celana saja.


Mata Gia terlihat terpejam, namun tubuhnya terlihat menggeliat tak karuan. Hal itu membuat Elsa kebingungan, karena Gia tak biasanya bersikap seperti itu.


"Ada apa, Ka? Kenapa suamiku jadi seperti ini?" tanya Elsa oenasaran.


"Sebaiknya cepat kita bawa suamimu ke kamar, sebelum dia berbuat yang aneh-aneh," kata Ajun.


Elsa menurut, dia pun segera membukakan pintu kamar agar Ajun bisa leluasa membawanya ke dalam kamarnya.


Setelah pintu kamar terbuka, Ajun langsung menghempaskan tubuh Gia ke atas tempat tidur.


"Kau benar-benar merepotkan!" umpat Ajun.


Setelah itu, Ajun lalu menghampirinya Elsa. Dia pun lalu berkata.


"Sekarang uruslah suamimu, aku akan pergi. Kunci pintunya rapat-rapat," kata Ajun.


"Hah?"


Mendengar ucapan Ajun, Elsa terlihat kebingungan. Ajun yang melihat wajah Elsa hanya bisa tersenyum, karena terlihat sangat lucu.


"Nanti juga kamu akan paham, aku pergi dulu," ucap Ajun.


"Iya, Kak. Terima kasih karena sudah mengantarkan suamiku," kata Elsa.


" Ya, sama-sama," kata Ajun.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Gia, Ajun segera pergi dari kediaman Pranadtja. Tak lupa sebelum di pergi, Ajun pun berpesan pada pelayan agar jangan mengganggu Gia dan juga Elsa.


Setelah itu, dia pun segera pulang menuju kediaman Tuan Alfonso dengan menggunakan mobil Gia.


Selepas kepergian Ajun, Elsa pun menuruti perkataan asisten suaminya tersebut. Elsa langsung mengunci pintu kamarnya, lalu dia pun menghampiri Gia yang terlihat sedang meliuk-liukkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Kamu itu kenapa sih, Mas? Kamu mabuk atau bagaimana?" tanya Elsa.


Elsa kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya, dia endus bau mulut suaminya.


Namun, hanya wangi aroma kopi yang tercium dalam mulutnya. Tak ada bau minuman beralkohol sama sekali.


"Kalau kamu mabuk, seharusnya mulut kamu bau minuman beralkohol. Tapi ini cuma bau kopi saja, lalu... kenapa kelakuan kamu kayak orang mabok, Mas?" Elsa bertanya seperti orang bod*h.


Dia merasa heran akan kelakuan suaminya yang menurutnya sangat aneh, Gia benar-benar tak seperti biasanya. Hal itu membuat Elsa benar-benar bingung.


Tak lama kemudian, Gia terlihat mengusap-usap dadanya. Lalu tangannya terlihat turun dan mengusap miliknya yang terlihat sangat menegang di balik celana yang dua pakai.


Elsa semakin kebingungan dibuatnya, tak lama kemudian mata Gia terlihat terbuka. Dia langsung menarik tubuh Elsa dan mengurung pergerakan tubuh istrinya.


"Mas, kamu kenapa sih? Kenapa jadi aneh kayak gini?" tanya Elsa.


"Panas, Yang. Panas banget ini, kamu jangan banyak nanya dulu. Kamu tolongin aku," kata Gia.


Elsa hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti, Gia langsung tersenyum. Kemudian dia pun langsung membuka kain penutup bawahnya.


Mata Elsa langsung membulat kala melihat milik Gia yang sudah berdiri tegak, bahkan terlihat sudah basah.


Setelah tubuhnya terlihat tak berbusana, Gia langsung membuka satu persatu kain yang menghalangi tubuh istrinya.


Elsa hanya bisa pasrah, walaupun sebenarnya dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini terhadap suaminya.


"Maafin Mas ya, Sayang," ucap Gia.


"Iya, Mas," kata Elsa sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Di tengah kebingungannya, tiba-tiba saja Gia menautkan bibirnya ke bibir istrinya. Tangannya pun dengan tak sabar langsung bermain di area dada istrinya.

__ADS_1


Gia dengan sangat tak sabar memainkan puncak dada istrinya, dia langsung memilin dan menarik puncak dada istrinya.


Hal itu membuat Elsa merasa sakit dan nikmat secara bersamaan, Elsa benar-benar merasa jika yang berada di atas tubuhnya bukanlah suaminya.


Gia terlihat bermain dengan sangat agresif, dia terlihat tidak sabar mengelus dan meraba setiap inci liukan tubuh istrinya yang dirasa sangat sensitif.


Elsa benar-benar merasakan kebingungan, nikmat dan aneh secara bersamaan terhadap kelakuan suaminya itu.


"Mas udah ngga tahan, Mas masukin sekarang, ya?" ucap Gia.


Wajah Gia terlihat memerah, dia merasa jika hasratnya sudah berada di ubun-ubun. Elsa hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Gia pun dengan cepat mengarahkan miliknya ke liang kelembutan milik istrinya, tanpa menunggu lagi, dia langsung mendorong miliknya dan mengayunkan pinggulnya.


"Astaga!" pekik Elsa kala merasakan milik suaminya yang terasa langsung menerobos dan mengoyak miliknya.


"Maaf, Yang. Aku udah ngga tahan soalnya," ucap Gia dengan napas tersenggal.


Elsa hanya bisa menggelengkan kepalanya, namun... tak bisa dia pungkiri jika rasa nikmat pun langsung datang kala Gia menghentaknya dan memberikan rangsangan pada tubuhnya.


Di lain tempat, Ajun yang sudah sampai di kediaman Tuan Alfonso langsung masuk ke dalam kamarnya. Lalu, dia menyapa istrinya.


"Hai, Sayang. Kamu sudah pulang?" tanya Ajun.


Ajun lalu mengecup kening istrinya dan mengambil handuk, kemudian dia pun langsung berlari ke kamar mandi.


Gadis terlihat keheranan melihat kelakuan suaminya, karena memang tak biasanya Ajeng bersikap seperti itu.


Padahal dia belum sempat menjawab pertanyaan dari suaminya, namun dia berusaha bersikap biasa saja dan berpikir positif tentang apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut.


+


+


+


Selamat pagi semuanya, semoga kalian sehat selalu. Di pagi yang mendung ini, Othor ingin menghangatkan suasana.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, terima kasih untuk kalian yang selalu mau membaca karya Othor.


Jangan lupa tinggalkan komen ya, karena komen kalian membuat Othor makin semangat buat menulis.


__ADS_2