Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Permintaan Bu Anira


__ADS_3

Sore telah menjelang, Gia terlihat sudah menyelesaikan pekerjaannya. Dengan tidak sabar dia langsung pulang menuju kediaman Pranadtja, dia sudah rindu pada istri tercintanya.


Gia juga sudah rindu kepada anak-anaknya, dia ingin segera bertemu dengan semua anggota keluarganya.


Pukul lima sore Gia sudah tiba di rumahnya, dia langsung menghampiri Elsa yang sedang duduk di ruang keluarga. Dia rangkul pundak istrinya, lalu dia kecup keningnya dengan lembut.


"Kamu sedang apa, Sayang?" tanya Gia.


Dia Elus lengan istrinya, lalu dia tarik Elsa ke dalam pelukannya.


"Lagi nonton drama, Yang," jawab Elsa.


Elsa membalas pelukan Gia, lalu dia sandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Di mana Adelia dan juga Alex?" tanya Gia seraya mengedarkan pandangannya.


"Mereka sedang mengerjakan PR, Sayang," jawab Elsa lagi.


"Terus Aurora dan Aurelia mana?" tanya Gia.


"Mereka sedang sibuk, belum pulang. Masih ada keperluan dengan calon menantu kita," jawab Elsa.


Sebenarnya Elsa merasa heran, kenapa Gia terus saja banyak bertanya. Karena biasanya dia tidak pernah seperti itu.


Namun, dia tetap saja berusaha bersikap seperti biasanya dan menjawab semua pertanyaan dari suaminya.


"Lalu, Ibu di mana?" tanya Gia.


Dahi Elsa terlihat mengernyit dalam, dia merasa heran karena Gia terlalu banyak bertanya.


Gia bahkan menanyakan Ibu mertuanya tersebut, membuat Elsa semakin merasa heran dibuatnya.


"Memangnya kamu kenapa menanyakan ibu? Ada perlu?" tanya Elsa.


"Sudah tiga hari ini aku tidak bertemu dengan ibu, dia Kemana sih?" tanya Gia.


"Ada di kamar, hanya saja katanya dia sering merasa lelah. Jadi, sudah tiga hari ini dia lebih sering diam di dalam kamar saja," jawab Elsa.


"Kalau begitu, aku ingin bertemu dengan ibu. Temani aku Yang," pinta Gia.


"Ya," jawab Elsa.

__ADS_1


Gia terlihat melerai pelukannya, lalu Elsa dan Gia berjalan beriringan menuju kamar bu Anira.


Tiba di depan kamar bu Anira, Elsa terlihat mengetuk pintu kamar ibunya tersebut. Tidak lama kemudian, terdengar sahutan dari dalam.


"Masuk! Pintunya tidak dikunci," kata Bu Anira.


Elsa dan Gia langsung masuk, mereka melihat bu Anira yang sedang duduk di atas sofa dekat jendela.


Melihat anak dan menantunya masuk ke dalam kamarnya, dia tersenyum lalu meminta Elsa dan juga Gia untuk duduk tepat di sampingnya.


"Ada apa? Kenapa tumben sekali kalian ke sini?" tanya Bu Anira.


"Aku khawatir sama Ibu," ucap Gia seraya memeluk Bu Anira lalu dia menyandarkan kepalanya di pundak mertuanya tersebut.


"Ya ampun, kamu manis sekali!" kata Bu Anira seraya mengelus lembut puncak kepala menantunya tersebut.


"Sebenarnya Ibu sakit apa? Kenapa Ibu jarang sekali keluar?" tanya Gia lagi.


Mendapatkan perhatian dari Gia, bu Anita nampak tersenyum senang. Kemudian dia berkata.


"Mungkin karena Ibu sudah tua, Ibu sering merasa lelah. Kepala Ibu sering merasa pusing," jawab Bu Anira.


Mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi dari menantunya, membuat bu Anira tertawa seraya menggelengkan kepalanya.


"Tidak menantuku, aku baik-baik saja. Hanya sering lelah saja, mungkin karena sudah tua," ucapnya seraya terkekeh.


Untuk sesaat suasana di kamar tersebut terasa hening, mereka nampak terlihat diam. Namun, tak lama kemudian bu Anira langsung berucap.


"Gia, sebenarnya Ibu mempunyai keinginan. Ibu ingin melihat kedua cucu Ibu besok menikah, boleh atau tidak?" tanya bu Anira.


Gia terlihat sangat kaget mendengar apa yang diucapkan oleh mertuanya tersebut, dia menegakkan tubuhnya lalu memandang wajah bu Anira dengan lekat.


Begitupun dengan Elsa, dia merasa kaget karena tidak seperti biasanya ibunya meminta hal yang seperti itu.


"Bu, Ibu kenapa meminta hal itu? tanya Elsa khawatir.


"Ibu hanya Ingin secepatnya saja melihat kedua cucu Ibu menikah, apa tidak boleh?" tanya Bu Anira dengan wajah sedihnya.


Gia dan Elsa nampak saling pandang, kemudian mereka menatap wajah bu Anira dengan lekat.


"Kita bisa bicarakan nanti setelah anak-anak berkumpul," jawab Gia.

__ADS_1


Bu Anira tersenyum senang mendengar jawaban dari Gia.


"Baiklah! Kita akan menunggu si kembar pulang," kata Gia pada akhirnya.


"Ya, jawab Bu Anira.


*/*


Pukul 08:13


Gia, bu Anira, Elsa, twins A, kiandra dan juga Cristian nampak berkumpul di ruang keluarga. Mereka sedang menunggu apa yang akan dikatakan oleh bu Anira.


Karena sebelum mereka berkumpul, Gia sudah terlebih dahulu memberitahukan jika bu Anira ingin meminta sesuatu hal kepada kedua putri kembarnya.


"Rara, Rere. Sebenarnya Nenek punya permintaan untuk kalian, anggap saja ini permintaan pertama dan terakhir dari Nenek." Bu Anira mulai membuka suara.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut tampak kaget saat mendengar ucapan dari bu Anira, Aurora dan Aurelia bahkan langsung bangun dari tempat duduknya.


Kemudian, mereka menghampiri bu Anira dan memeluk wanita yang kini sudah berusia senja tersebut.


"Kenapa Nenek berkata seperti itu?" tanya Aurora.


"He'em, ucapan Nenek membuat kami takut." Aurelia mengeratkan pelukannya.


"Nenek hanya sudah todak sabar ingin melihat kedua cucu cantik Nenek menikah, bisa tidak jika besok saja acara pernikahannya dilaksanakan. Dua minggu lagi tinggal mengadakan acara resepsi pernikahan," pinta Bu Anira.


Mendengar permintaan dari bu Anira, Aurora dan Aurelia nampak saling pandang. Mereka bingung harus menjawab apa.


Berbeda dengan Cristian dan juga Kiandra, mendengar permintaan dari bu Anira, mereka saling pandang kemudian tersenyum penuh arti.


"Bagaimana? Kenapa kalian diam saja?" tanya Bu Anira.


"Ehm, itu. Anu Nek, Nenek tanya langsung sama calon suami kita saja," kata Aurora.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Aurora, bu Anira nampak tersenyum. Kemudian, dia memandang Cristian dan juga Kiandra secara bergantian. Kemudian dia bertanya.


"Bagaimana Nak Kiandra? Bagaimana Nak Cristian?" tanya Bu Anira.


"Saya setuju!" jawab keduanya mantap.


Gia, Elsa dan bu Anira nampak tersenyum mendengar jawaban dari kedua calon menantunya, berbeda dengan Aurora dan Aurelia, mereka terlihat cemas karena esok hari mereka harus menikah dadakan.

__ADS_1


__ADS_2