
Elsa langsung membalikkan badannya, kemudian menatap wajah suaminya dengan intens.
"Mas, kenapa?" tanya Elsa dengan raut wajah penasaran.
"Mas kesel sama Ajun, gara-gara dia datang, milik Mas jadi tidur lagi." Gia terlihat menghembuskan napas berat.
"Masa?" tanya Elsa. Setelah bertanya Elsa langsung mengatupkan mulutnya menahan tawa.
"Hem," jawab Gia seraya memalingkan wajahnya. Dia tak suka mendengar pertanyaan dari istrinya, terkesan meledek, pikirnya.
Elsa merasa lucu melihat wajah Gia yang terlihat begitu kesal, Elsa pun jadi tak tega dibuatnya. Elsa langsung menunduk dan menyingkap kimono mandi milik Gia.
Ingin sekali rasanya dia tertawa saat melihat milik Gia yang benar-benar sudah terlihat sangat lemas, namun dengan cepat Elsa merematnya dengan lembut.
Dia pun memberikan sentuhan yang membuat Gia, langsung memejamkan matanya sambil mencengkram rambut Elsa dengan lembut.
Tak lama, Elsa mengulum milik Gia hingga bibirnya terlihat penuh dengan senjata laras panjang milik Gia. Gia bahkan dibuat mendesahh, kala Elsa memaju mundurkan kepalanya.
"Aaahhh... Sayang. Kamu ngapain?" satu pertanyaan konyol terlontar dari bibir Gia. Sudah pasti Dia tahu dengan apa yang dilakukan oleh istrinya, berusaha untuk membangunkan mood Gia yang sempat turun.
Gia benar-benar tidak menyangka jika istrinya mau melakukan hal itu demi membangunkan kembali miliknya yang telah tidur, Elsa mendongakkan kepalanya.
Dia menatap wajah Gia yang terlihat begitu menikmati permainannya, milik Gia bahkan langsung bangun dalam waktu kurang dari satu menit saja.
Gia yang tak sabar langsung mendorong kepala Elsa dengan pelan, dia pun langsung mengungkung tubuh istrinya dengan tidak sabar.
Perlahan dia mengusap bibir Elsa yang terlihat basah, lalu dia pun menautkan bibirnya. Dia menikmati kehangatan dari bibir tipis milik istrinya itu.
Tentunya tangan nakal Gia pun tak tinggal diam, tangan kekar itu mencari buah yang selalu menjadi favoritnya.
Tentu saja yang pertama dia cari adalah puncak dada istrinya yang terlihat begitu menantang. Apa lagi keadaan Elsa yang masih polos, membuat Gia dengan mudahnya menikmati setiap inci tubuh istrinya.
Gia meremat, mengulum dan menggigit kecil puncak dada istrinya yang terlihat begitu menggoda di mata Gia. Dia juga memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Elsa terlihat menggelinjang beberapa kali.
__ADS_1
Elsa terlihat menggeliatkan tubuhnya, dia merasa tak tahan dengan sentuhan tangan Gia. Bahkan tangan Elsa pun menarik kepala Gia untuk lebih banyak lagi meraih puncak dada miliknya.
Gia yang tak sabar tak hanya menikmati puncak dada istrinya, akan tetapi dia mengecupi setiap inci tubuh istrinya sampai ke area inti Elsa.
Elsa yang memang selalu merawat area intinya, membuat Gia merasa senang karena dia mencium wangi yang sangat dia suka di sana.
Tentunya, sebelum bermain dengan area inti milik istrinya. Tak lupa dia mengelus lembut dan mengecupi perut istrinya.
"Jangan kaget ya, Sayang. Ayah hanya ingin berkunjung, Ayah janji tak akan menyakiti kalian." Beberapa kali Gia terlihat menciumi perut Elsa.
Setelahnya, Gia pun memainkan benda terkecil di area inti tubuh istrinya. Menggigitnya dengan lambut dan memainkan lidahnya di sana.
Elsa benar-benar dibuat gelisah oleh Gia, Elsa menarik lembut rambut Gia. Merematnya dan menariknya dengan kasar. Tapi, Gia suka.
"Mas, aku pengen kamu. Aku udah ngga tahan," ucap Elsa sambil menggigit bibir bawahnya.
Elsa benar-benar merasa sudah tidak tahan lagi, dia ingin menikmati hentakan yang selalu membuatnya candu.
"Mau dimasukin sekarang?" tanya Gia.
Elsa begitu memohon kepada Gia, dia sudah tak kuat dia ingin segera dimasuki. Akan tetapi, Gia seolah tak peduli dia tetap melakukan aksinya.
Hingga di menit ke-10, paha Elsa terlihat mengetat dan bahkan bergetar dengan hebat. Hal itu menandakan jika Elsa sudah mencapai pelepasan pertamanya.
Gia pun tersenyum, lalu dia mensejajarkan wajahnya dengan wajah Elsa dia mengecupi wajah Elsa lalu mencium bibirnya dengan mesra.
"Aaaahh..." Elsa mendesahh kala milik Gia menerobos masuk ke dalam kelembutan milik nya.
Walaupun mereka saling melakukannya, akan tetapi Elsa merasa jika milik Gia begitu menyesakkan saat masuk ke dalam liang kelembutan miliknya. Dia begitu senang saat melihat ekspresi wajah istrinya tak lama terdengar' lah suara Oh... uh... Ah... emph... secara bersahutan.
Gia memompa tubuh istrinya dengan lembut, membuat Elsa merasa tak menjejak bumi. Hanya ada rasa nikmat yang mereka rasakan saat ini, mereka bahkan terlihat berlomba untuk mendapatkan pelepasan mereka.
Satu jam kemudian, Gia nampak mengerang di atas tubuh Elsa. Elsa tahu jika itu artinya suaminya sudah mengalami pelepasannya, Elsa pun tersenyum karena akhirnya Gia bisa menikmati permainan yang sejak tadi diinginkan olehnya.
__ADS_1
Jika Gia sudah bisa menggauli istrinya, berbeda dengan VB yang masih belum bisa menjamah istri cantiknya. VB sudah tak sabar, ingin segera merasakan kembali nikmatnya kelembutan milik istrinya.
Dia sudah tak sabar ingin menghujam dan menghentakkan pinggulnya. Tentunya, dilakukan hanya kepada Dina seorang.
Sayangnya VB hanya bisa menggigit jarinya, karena Dina belum bisa di sentuh. Area inti Dina masih dalam masa penyembuhan, tentu VB harus bersabar untuk itu.
"Sayang..." panggil VB.
"Apa?" tanya Dina yang kini sedang duduk di atas pangkuan suaminya. VB sengaja meminta Dina untuk datang ke kantornya dan mengajaknya untuk makan siang bersama.
Tentunya, VB meminta Dina memasakan makanan spesial untuk dirinya.
"Belum boleh, ya?" tanya VB, Dina langsung tersenyum sambil mengusap kedua pipi suaminya itu.
"Belum, Sayang. Baru juga tiga hari, nanti kalau udah sembuh aku pasti bilang." Jawab Dina.
"Aku jadi ngerasa ngga tega, Mas. Tapi Anuku harus sembuh dulu, kalau tidak bisa bengkak lagi. Ya Tuhan... kenapa suamiku ini bener-bener perkasa? Coba dia bisa menurunkan sedikit saja hasratnya, atau menahannya gitu agar ngga ngelakuin di mana aja gitu!" keluh Dina dalam hati.
"Ya Tuhan, kenapa lama sekali?" tanya VB.
"Jangan ngeluh, Yang. Biar sembuh dulu, Memangnya kamu mau Anuku tambah bengkak?" tanya Dina.
VB langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, tentu saja tidak mau yang ada Nyonya Miranda pasti akan menghukumnya.
"Cium aja, Yang..." pinta VB.
Dina langsung memutar bola matanya, tapi tetap saja dia menuruti keinginan suaminya. Dina langsung menautkan bibirnya dengan bibir suaminya, VB dengan senang hati langsung menyambut benda lunak tak bertulang yang selalu menjadi awal dari sumber kenikmatannya.
+
+
+
__ADS_1
Selamat malam Jum'at, yang mau ngebor boleh. Yang mau diem aja kaya belalang sembah boleh, yang mau jempalitan boleh. Semoga kalian bahagia selalu, Aamiin....