Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Pesta 1


__ADS_3

Tiba di kediaman Pranadtja, Elsa terlihat sangat khawatir saat melihat keadaan putri keduanya.


Wajahnya sudah mulai pucat, bahkan Aurelia kini terlihat mengeluarkan suara hacuh, hacuh.


Melihat akan hal itu, Aurora dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi buthup dengan air hangat.


"Berendamlah dulu, biar lebih enakan," kata Aurora.


"Iya, Kak." Aurelia langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Selepas kepergian Aurelia ke dalam kamar mandi, Elsa mengajak Aurora untuk berbicara. Dia ingin bertanya tentang apa yang terjadi terhadap putrinya, Aurelia.


"Duduklah, Nak. Bunda ingin bicara," kata Elsa.


"Ya, Bunda," jawab Aurora seraya duduk di samping Bundanya tersebut.


"Ada apa dengan adikmu? Kenapa dia bisa basah kuyup seperti itu?" tanya Elsa.


Jika mengingat akan apa yang Aurelia ceritakan di dalam mobil, Aurora ingin sekali tertawa.


"Ceritanya panjang Bunda, sangat lucu," ucap Aurora seraya terkekeh.


Elsa terlihat mengerutkan dahinya, adiknya basah kuyup. Namun Aurora malah berkata 'sangat lucu'.


"Memangnya ada apa? Bukankah kalian mau bermain ke Danau? Kenapa malah pulang-pulang Rere malah basah kuyup seperti tadi," tanya Elsa.


"Itu semua terjadi karena Ade menolong seorang pria yang tercebur ke Danau," jawab Aurora.


"Ya ampun, pantas saja dia basah kuyup seperti itu," kata Elsa.


"Iya, Bunda.Tapi Bunda tidak usah khawatir, lebih baik aku sekarang ke dapur untuk membuatkan teh jahe untuk Rere. Biar kondisinya bisa lebih bai," kata Aurora.

__ADS_1


"Ya, kamu benar. Buatkanlah teh jahe untuk adik kamu, Bunda masih harus mengurusi Adelia dan juga Alex," kata Elsa.


"Ya, Bunda," jawab Aurora.


Setelah berbincang dengan Elsa, Aurora nampak melangkahkan kakinya menuju dapur. Sesuai dengan apa yang dia katakan, dia membuatkan teh jahe untuk adik tercintanya.


*/*


Malam yang dinantikan telah tiba, Aurora dan Aurelia sudah nampak cantik dengan gaun yang sama yang sudah mereka sepakati sebelumnya.


Wajah mereka nampak dirias dengan polesan make up tipis oleh seorang perias ternama, mereka benar-benar terlihat sama. Sulit untuk dibedakan, hanya orang-orang terdekatnya yang mampu mengenalinya.


Rambutnya terlihat dicepol ke atas, sehingga menampilkan leher jenjang kedua gadis muda itu.


"Sudah siap?" tanya Gia.


"Sudah Ayah," jawab Aurora dan Aurelia secara bersamaan.


Gia terlihat melangkahkan kakinya menuju Aula yang ada di perusahaan Pranadtja bersama dengan Aurora dan Aurelia.


Ada Ajun bersama dengan Gadis dan ketiga putranya, mereka sedang bercengkrama dengan para tamu yang datang.


Gia nampak berbaur dengan tamu yang hadir dan menyambut para tamu yang datang, Gia juga terlihat mengobrol dengan beberapa kolega bisnisnya yang baru saja datang.


Aurelia terlihat ikut bergabung dengan Gia dan ikut menyambut kedatangan para tamu, sedangkan Aurora terlihat menjauh dari kerumunan.


Dia terlihat berjalan menuju pojok Aula, mengambil minuman dan duduk sendirian.


"Hai, Dewi penolongku. Sendirian saja?" sapa seorang pria muda yang entah siapa, Aurora tidak mengenalnya.


Untuk sesaat Aurora nampak terdiam, dia merasa tidak mengenal pria tampan tersebut.

__ADS_1


"Siapa, ya?" tanya Aurora.


"Ya ampun, aku pria yang kamu tolong. Pasti kamu tidak mengenalku karena aku memakai baju yang bagus," kata pria itu.


"Kamu pasti salah orang," kata Aurora saat menyadari apa yang dikatakan oleh pria muda itu.


Aurora bisa menebak, jika pria itu pasti merupakan pria yang ditolong oleh Aurelia saat di Danau.


"Tidak mungkin aku salah mengenal, kamu adalah wanita cantik yang sudah menolongku," kata pria muda itu bersikukuh.


"No, sekarang ikut aku kalau kamu mau berterima kasih," kata Aurora.


Aurora terlihat mengajak pria muda itu untuk menghampiri Aurelia yang terlihat sedang berbicara dengan Ajun, setelah tiba di depan Aurelia, Aurora langsung berkata.


"Sekarang bicaralah dengan adikku, karena dialah yang menjadi malaikat penolongmu," kata Aurora.


Bukannya berbicara, pria muda itu malah terlihat menatap Aurora dan Aurelia secara bergantian.


Dia seolah sulit untuk membedakan yang mana yang menjadi penolongnya, karena keduanya mempunyai wajah yang sama dan juga penampilan yang sama pula.


Melihat pria muda itu hanya melongo sambil memperhatikan kedua putri kembar dari sahabatnya, Ajun nampak terkekeh. Kemudian, dia pun menepuk pundak pria muda tersebut.


"Mereka kembar identik, jangan bingung. Bukannya kamu Cristian, putra dari Tuan Danu?" tanya Ajun.


"Ah, iya, Paman." Pria muda itu menjawab ucapan Ajun tanpa menoleh, dia terlihat menatap dan memperhatikan kedua gadis kembar di hadapannya.


BERSAMBUNG....


*


*

__ADS_1


*


Menuju tamat ya kesayangan, tinggal beberapa bab lagi.


__ADS_2