Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Akhirnya


__ADS_3

Elsa merasa kasihan kepada Gia, apalagi saat melihat wajah Gia yang terlihat begitu mendambakan dirinya. Dia merasa tak tega, dia merasa berdosa karena tidak menuruti keinginan suaminya.


Jika dulu, dia bersikeras mengatakan tidak mau. Itu merupakan hal yang wajar, karena memang mereka tidak ada hubungan apa-apa.


Akan tetapi, jika sekarang Elsa bersikeras untuk tidak mau melayani suaminya. Dia akan merasa sangat berdosa dan dia juga merasa takut, jika Tuhan akan marah kepadanya.


Dengan ragu, Elsa pun menganggukan kepalanya. Gia langsung bersorak, dia sangat senang. Karena akhirnya, dia akan bisa menikmati pergulatan panas bersama istrinya.


"Kamu jangan takut, aku melakukannya dengan pelan dan lembut." Gia langsung membuka kain penghalang yang melekat di tubuh istrinya.


Wajah Elsa terlihat memerah, dia malu karena tubuh polosnya kini di lihat oleh Gia.


Gia, memperhatikan tubuh Elsa yang begitu indah. Bahkan, Elsa mempunyai body goals yang membuat Gia ingin segera menubrukan tubuhnya ke tubuh Elsa.


Tapi, saat Gia melihat ada goresan seperti bekas luka di perut Elsa. Gia pun langsung bertanya.


"Ini kenapa?" tangan Gia mengusap bekas luka yang hampir memudar di perut Elsa, terlihat seperti bekas luka memanjang dan juga sedikit kasar.


"Ini bekas operasi caesar, saat aku mau melahirkan. Aku mengalami stres dan pendarahan, tensi darahnya juga naik. Jadi, aku tak bisa melahirkan secara normal." Elsa ikut mengelus bekas lukanya.


Elsa tersenyum, dia bangga ketika melihat luka itu. Karena itu, merupakan bentuk perjuangan Elsa dalam melahirkan kedua putrinya.


"Maaf, itu semua salah aku. Kamu pasti sangat menderita, karena harus menanggung semua beban sendirian." Gia terlihat begitu menyesali perbuatan bodohnya di masa lalu.


Elsa langsung tersenyum, dia tahu jika Gia benar-benar tulus meminta maaf kepadanya. Elsa juga sudah berjanji dalam hatinya, jika dia akan melupakan kisah kelam di masa lalunya.


Hari ini, dia akan memulai lembaran barunya. Dia ingin membingkai rumah tangga yang indah, bersama dengan Gia.


Elsa ingin berusaha menjadi istri yang baik untuk Gia, dia ingin berusaha untuk menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya, dia ingin menjadi anak dan menantu yang baik dan tentunya ingin menjadi manusia yang lebih baik diam kehidupannya yang sekarang.


"Semuanya sudah berlalu, kita mulai semuanya dari awal." Elsa berusaha memberanikan diri, untuk mengusap pipi Gia.

__ADS_1


Gia pun langsung tersenyum, dia langsung mensejajarkan wajahnya dengan Elsa. Dengan perlahan dia mengecup kening Elsa, lalu, dia pun mengecupi setiap inci wajah istrinya.


Hingga berakhir pada bibir mungil milik Elsa, dia pun langsung menautkan bibirnya ke bibir Elsa yang terasa begitu manis.


Dia mengecap rasa manis, dengan penuh gairah. Bahkan, tangannya pun sudah tak mau diam. Dia berusaha untuk meremat, dia benda indah yang terasa pas di dalam cengkramannya.


Elsa langsung melenguh, badannya menggelinjang dan jari tangannya mulai menyusup di sela rambut Gia. Elsa mulai merasakan sensasi luar biasa, yang belum pernah dia rasakan.


Jika dulu, Elsa melakukannya karena paksaan. Kini, Elsa menyerahkan dirinya dengan suka rela. Elsa merasa sudah siap, sekarang.


Gia, semakin memberikan rangsangan kepada istrinya. Dia mengecupi seluruh tubuh istrinya, hingga berakhir di area inti istrinya.


Gia ingin bermain-main, di sana. Memberikan rasa nyaman, agar Elsa tak ketakutan seperti dulu. Elsa terlihat menikmati apa yang di lakukan oleh Gia, Elsa bahkan, sampai menarik rambut Gia, karena sensasi luar biasa yang dia rasakan.


Setelah merasa istrinya terlihat siap, Gia pun dengan perlahan menyatukan tubuh mereka. Gia memperhatikan mimik wajah Elsa, saat miliknya sudah benar-benar masuk ke dalam kelembutan milik istrinya.


Elsa nampak memejamkan matanya, berusaha untuk menerima setiap perlakuan darinya. Gia pun tersenyum, dia pun segera melanjutkan kembali kegiatannya.


Gia, berusaha mengajak Elsa untuk terbang ke nirwana. Berusaha untuk menggapai kenikmatan, yang sejak dari kemarin ingin dia rasakan.


"Jangan, di tahan Sayang. Aku mau dengar suara kamu," ucap Gia di sela kegiatan panasnya.


Elsa pun langsung mengeluarkan, suara yang mengalun indah. Terdengar seperti nyanyian yang begitu merdu, di telinga Gia.


"Tatap aku, Sayang. Lihat, Mas. Mas pengen lihat mata kamu," pinta Gia.


Elsa pun berusaha untuk membuka matanya, tatapan. mereka pun saling beradu, Elsa langsung tersenyum dengan wajah yang terlihat di selimuti kabut gairah.


Gia suka, dia senang saat melihat wajah Elsa yang seperti itu.


Waktu terus berputar, entah sudah berapa gaya yang Gia lakukan. Tapi, Elsa sangat suka, nyaman dan terasa... Ah, Elsa menikmatinya.

__ADS_1


Karena Gia, benar-benar melakukannya dengan lembut. Tidak ada kata kasar apa lagi memaksa, Gia benar-benar membuat Elsa merasa nyaman.


Hingga pada akhirnya, Gia pun langsung tumbang setelah menaburkan benihnya di rahim Elsa. Gia langsung menautkan bibirnya, sebelum dia mengeluarkan miliknya, dari kelembutan istrinya.


"Terima kasih, Sayang. Karena kamu, sudah bersedia menerima aku seutuhnya, terima kasih atas kesempatan kedua yang telah kamu berikan untuk aku." Elsa langsung menganggukan kepalanya, dia sangat lelah.


Gia pun terkekeh, melihat Elsa yang terlihat lemas dan mengantuk setelah melakukan pergulatan panas bersamanya.


Padahal, Gia hanya melakukannya satu kali. Lalu bagaimana kalau dia meminta lebih?


Gia langsung menarik Elsa ke dalam pelukannya, menciumnya dan membelainya dengan penuh kasih. Tak lama, Elsa terlihat tertidur dengan pulas.


Siang itu, akhirnya menjadi awal yang indah untuk pasangan pengantin baru itu. Mereka, kini tengah terlelap dengan balutan rasa bahagia yang tiada tara.


Sedangkan di kamar twins A, Tuan Dirja terlihat sedang berusaha untuk mengajak kedua cucunya bermain. Agar terlupa, dengan Ayah dan Bundanya.


Tuan Dirja, mengajak mereka untuk membangun rumah Barby dari lego yang dia beli khusus untuk kedu cucunya. Bahkan, Tuan Dirja pun membeli banyak mainan dan membuatkan kamar khusus untuk bermain untuk kedua cucunya.


Tuan Dirja sangat tahu, jika Elsa dan Gia, perlu menghabiskan waktu untuk bersama. Mereka, pasangan pengantin baru. Tentunya, membutuhkan waktu untuk memanjakan satu sama lain.


"Kakek, kok Ayah sama Bunda lama banget ke kamarnya?" tanya Aurora.


"Aku kan mau ngunjukin ke Bunda, kalau aku punya banyak mainan baru." Aurelia nampak mencebikan bibir mungilnya.


Tuan Dirja langsung terkekeh, melihat kedua cucunya yang sudah mulai merajuk.


"Bagaimana, kalau kita jalan-jalan? Dua hari lagi kalian masuk sekolah, ada yang mau kalian beli mungkin?" Tuan Dirja berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Boleh, Kek. Tapi jangan lama-lama, takut Bunda nyariin." Aurora mulai merapikan mainannya.


"Iya, Kek. Jangan lama, karena kami tak pernah pergi tanpa Bunda." Aurelia ikut menimpali.

__ADS_1


"Tenang saja, Bunda ngga sendiri. Ada Ayah Gia," kata Tuan Dirja.


"Kakek, benar. Ayo, kita pergi."


__ADS_2