Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Makan Malam Bersama


__ADS_3

Acara pernikahan sederhana ala dokter Irawan pun telah usai, dokter Irawan nampak bahagia karena kini gelarnya berubah menjadi suami.


Kini tanggung jawabnya pun bertambah, selain bertanggung jawab terhadap para pasien yang dia tangani dan juga tanggung jawab terhadap momnya.


Dia juga mempunyai tanggung terhadap istrinya, wanita yang baru saja dia nikahi.


Kini dokter Irawan harus segera memikirkan cara agar Anita mau menjadi istrinya seutuhnya.


Karena saat melihat kemolekan tubuh istrinya, dia benar-benar merasa frustrasi. Dia tak menjamin jika dia bisa menjaga dirinya.


Karena hari sudah sore, mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke Restoran mewah yang ada di pinggir pantai.


Setelah satu jam perjalanan, mereka pun tiba di sebuah Resto yang sudah dia boking. Dokter Irawan sengaja membooking Restoran tersebut, agar mereka bisa melaksanakan makan malam sambil menikmati keindahan pantai dan menikmati indahnya laut di malam hari.


Tentunya tanpa adanya gangguan dari pengunjung yang lain, ini adalah hari istimewa baginya, harus spesial.


Dokter Irawan juga memesan kamar hotel yang tak jauh dari Resto tempat mereka makan malam.


Hal itu sengaja dia lakukan agar keluarga dan para sahabatnya busa istirahat, karena jika harus pulang memerlukan waktu yang tidak sebentar.


"Suapin," pinta Dokter Irawan manja.


Mendengar permintaan suaminya, Anita terlihat tak suka. Mereka baru menikah dan bukan didasari cinta, rasannya hal itu tak perlu mereka lakukan.


"Ya ampun Pak Dokter, banyak orang tahu. Kamu ngga malu gitu?" tanya Anita.


Setelah mengatakan hal itu, wajahnya terlihat memberengut. Bahkan bibirnya terlihat mengkerucut, namun hal itu tak membuat nyali dokter Irawan ciut.


"Ngga, kenapa harus malu. Kita kan sudah menikah, sudah sah." Dokter Irawan nampak tersenyum.


Senyum yang dokter Irawan tampilkan terlihat sangat manis sekali, hal itu membuat Anita merasa kesal dan juga kagum dalam waktu yang bersamaan.


"Tapi aku malu, belum terbiasa soalnya." Anita menunduk sambil meremat kedua tangannya secara bergantian.


"Oh, ayolah. Aku sudah sangat lapar, kalau kamu ngga mau suapin aku. Aku akan--"

__ADS_1


Tanpa banyak bicara dokter Irawan langsung mendekatkan wajahnya, Anita pun langsung mendorong wajah dokter Irawan.


"Ish, Pak Dokter nyebelin!"


Walaupun Anita merasa kesal, tapi dia tetap mengambil sendok dan mulai menyuapi suaminya tersebut.


Dokter Irawan pun tersenyum, dia merasa senang karena istri kecilnya mau menuruti apa keinginannya.


'Sepertinya akan seru, aku akan membuat kamu jatuh cinta sama aku, gadis kecil.' Tekad Dokter Irawan dalam hati.


Melihat interaksi antara dokter Irawan dan juga Anita, semua orang yang ada di sana nampak tersenyum bahagia.


Apa lagi dengan mom Clara, dia benar-benar merasa sangat senang karena dokter Irawan bisa menikah dengan wanita baik-baik.


Walaupun mereka berbeda Kasta, baginya mau Anita berasal dari kalangan rendah ataupun kaya dia tidak akan mempermasalahkan hal itu.


Baginya yang terpenting Anita bisa menjadi istri yang baik untuk dokter Irawan, tentunya dokter Irawan pun merasa bahagia bisa berumah tangga dengan Anita dan yang paling penting, mom Clara berharap dokter Irawan bisa secepatnya menaklukkan hati Anita.


Agar dirinya segera mempunyai cucu, usianya sudah lima puluh enam tahun. Tentu saja dia sangat mendambakan kehadiran seorang cucu, untuk generasi penerus keluarga Handerson.


Mereka terlihat sangat lelah, setelah seharian sibuk mempersiapkan dan menyaksikan acara pernikahan dokter Irawan dan juga Anita.


Satu-persatu nampak masuk kedalam kamar hotel yang sudah dipesankan oleh dokter Irawan. Begitupun dengan dokter Irawan sendiri.


Dokter Irawan terlihat sudah berada di dalam satu kamar yang sama dengan Anita, mereka terlihat sangat canggung.


Apa lagi dengan Anita, dia terlihat serba salah saat harus bedua dalam satu ruangan yang sama dengan lelaki yang kini sudah resmi menjadi suaminya.


"Jangan tegang seperti itu, santai saja. Aku mandi dulu," kata Dokter Irawan.


Anita terlihat menganggukkan kepalanya, sedangkan dokter Irawan langsung melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


Setelah kepergian dokter Irawan, Anita bisa bernapas dengan lega. Dia pun dengan cepat langsung membuka gaun pengantinnya, lalu menggantinya dengan piyama tidur.


Dia memang tidak terbiasa untuk mandi malam, dia sudah memutuskan akan mencuci muka saja dan menggosok giginya jika dokter Irawan sudah selesai dengan acara mandinya.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian, dokter Irawan terlihat keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kecil yang melilit di pinggangnya.


Anita yang melihat akan hal tersebut, terlihat menelan salivanya dengan susah. Walaupun dia belum mencintai dokter Irawan, akan tetapi jika disuguhkan oleh pemandangan yang sangat indah dia pun jadi terkesima.


Apa lagi tubuh dokter Irawan begitu bagus dan juga terawat, terlihat beberapa tonjolan indah dibagian tubuh yang seharusnya.


Melihat Anita yang menatapnya dengan tatapan penuh kekaguman, dokter Irawan tersenyum, lalu menghampiri Anita.


Dia meraih tangan Anita dan mengusapkannya ke perutnya, sontak Anita pun kaget dan langsung menarik tangannya dengan cepat.


"Kenapa? Bukankah kamu ingin memegangnya? Sampai-sampai kamu ileran seperti bayi," kata Dokter Irawan.


Mendengar ucapan dokter Irawan, Anita pun langsung mengusap bibirnya. Sontak hal itu membuat dokter Irawan tertawa terbahak-bahak.


Menyadari jika dirinya hanya dipermainkan saja oleh dokter Irawan, Anita pun langsung memukul perut dokter Irawan dengan kencang.


Hal itu membuat handuk yang dipakai oleh dokter Irawan langsung terjatuh, sontak Anita langsung berlari dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


Lalu, dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Dia benar-benar merasa malu karena sudah melihat milik suaminya.


'Apa itu yang namanya belalai gajah?' tanya Anita dalam hatinya.


Melihat kelakuan Istrinya, dokter Irawan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dengan santainya dia mengambil piyama tidur lalu memakainya.


Setelah selesai, dia pun langsung merebahkan tubuhnya dan masuk kedalam selimut yang sama dengan istrinya.


Dia pun memeluk Anita dari belakang, Anita yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya, langsung membalikkan tubuhnya. Dia menatap dokter Irawan dengan tatapan penuh protes.


"Katanya ngga akan itu dulu, kenapa peluk-peluk?" tanya Anita.


"Peluk-peluk bukan karena mau itu, mending kamu tidur dari pada nanti belalai aku bangun gara-gara lihat kamu melotot terus," kata Dokter Irawan.


Mendengar akan hal itu, sontak Anita langsung membalikkan tubuhnya. Lalu dia pun memejamkan matanya, berharap untuk segera bisa masuk ke alam mimpinya.


Melihat kelakuan Istrinya, dokter Irawan hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Dia Lalu menarik tubuh kecil Anita kedalam pelukannya, lalu mencoba memejamkan matanya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka pun tertidur dengan lelap. karena memang hari yang mereka lalui terasa sangat melelahkan.


__ADS_2