Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Buka Puasa


__ADS_3

Elsa merasa tak habis pikir dengan suaminya itu, Gia dengan tak sabarnya meminta haknya sebagai suami.


Dia berkata, akan membuang bibit unggulnya agar Elsa tak hamil. Lalu, untuk apa Gia mengajak dirinya ke dokter kandungan.


Benar-benar membingungkan, namun Elsa pun merasa sangat kasihan pada suaminya itu. Karena dia selalu saja setia kepada dirinya, bahkan tak pernah berpaling walaupun hanya dengan sabun mandi.


"Yang, Mas ngga tahan. Mas pengen banget ini," kata Gia.


Gia langsung memeluk Elsa, dia sibak rambut panjang istrinya yang tergerai indah. Dia kecupi leher jenjang istrinya.


Hal itu membuat Elsa merasa meremang dalam waktu singkat, dia merasakan ingin hal yang lebih dari itu.


Ya, lama tak melakukan hubungan suami istri membuat Elsa pun sama dengan suaminya, sama-sama menginginkannya.


"Mas... Aduh!" Elsa terdengar memekik kala Gia menggigit pundaknya.


"Boleh ya, Sayang?" tanya Gia.


Elsa terlihat bernapas berat, dia tahu jika suaminya menginginkan dirinya. Akhirnya Elsa pun menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.


"Oh, Sayang. Terima kasih, kamu memang yang terbaik." Gia langsung membopong tubuh istrinya dan menghempeskannya ke atas tempat tidur.


"Mas!" Elsa terlihat begitu kaget dengan apa yang dilakukan oleh Gia, karena badan Elsa sampai memantul menandakan hempasan dari Gia yang begitu kencang.


Elsa melayangkan tatapan protesnya, dia merasa tak suka dengan apa yang dilakukan oleh Gia.


Namun, Gia seolah tak mengindahkan tatapan protes dari istrinya tersebut. Gia malah melanjutkan aksinya dengan membuka kain yang menutupi tubuhnya, dia bahkan melempar bajunya kesembarang arah.


Gia langsung mengungkung tubuh istrinya dan mengecupi setiap inci wajah istrinya, lalu bibirnya berlabuh pada bibir tipis milik Elsa.


Dia memagut bibir istrinya dengan lembut, tangannya mulai merambat kemana-mana. Dia elus dan dia usap dada istrinya yang masih terbungkus rapi.


Dia remat dan dia mainkan dengan posesif, karena sudah tak sabar Gia langsung membuka kain penghalang di tubuh Elsa.


Sangat cepat dan terlihat terburu-buru, Elsa hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Waw! Tambah gede, Yang. Boleh pegang ngga?" tanya Gia.


"Nanti keluar loh, air susunya!" kata Elsa.


"Coba dulu, Yang." Gia pun langsung memegang dan memainkan puncak dada istrinya.


Benar saja, air susunya nampak keluar. Dengan cepat Gia pun bangun dan mengambil BH milik istrinya.


"Pake dulu, Yang. Kan ngga lucu kalau nanti muka aku basah lagi," kata Gia.


Elsa menurut, walaupun bibirnya terlihat mengkrucut. Tapi, dia tetap saja dia memakainya, karena melihat tatapan Gia yang begitu menuntut.

__ADS_1


Setelah melihat Elsa merebahkan tubuhnya, Gia langsung menaikan kaki istrinya ke pundaknya.


Dia mencari bagian terkecil dari tubuh istrinya dan memainkannya dengan lembut, Elsa yang tak tahan pun langsung mendongakkan kepalanya lalu menjambak rambut suaminya.


"Mas!" Elsa seolah ingin menyerah, namun Gia seakan sedang mempermainkan istrinya.


"Sabar dong, Yang." Gia kembali bermain di sana, dengan tangan yang terus saja meremat bokong istrinya.


Elsa benar-benar tak abar di buatnya, dia langsung mendorong dada suaminya dengan kencang.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari istrinya, Gia langsung tertawa. Apa lagi saat melihat wajah Elsa yang memerah karena menahan hasratnya, Gia merasa bangga karena bisa membangkitkan hasrat istrinya seketika.


"Mau sekarang?" tanya Gia.


Elsa langsung menganggukkan kepalanya, "Iya, mau, Mas."


Gia pun langsung menuntun miliknya menuju liang kelembutan milik istrinya, perlahan tapi pasti dia dorong miliknya itu.


Namun terasa sulit dan seakan miliknya begitu susah untuk masuk, Gia pun terlihat berdecak sebal.


"Yang, kamu jadi perawan lagi?" tanya Gia.


"Mangnya kenapa?" tanya Elsa.


"Susah masuknya, Yang," keluh Gia.


"Usaha dong, Yang. Udah basah gini masa kamu ngga bisa masuknya!" cibir Elsa.


"Terserah Mas saja," jawab Elsa.


Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya, Gia pun langsung memasukkan miliknya dengan cepat. Elsa sampai memekik kesakitan, tangannya pun dengan cepat menjambak rambut Gia.


"Aduh!" keluh Elsa.


"Sakit, Yang!" keluh Gia.


Sepasang manusia itu sama-sama mengeluh karena sakit yang didera, Elsa merasa sakit karena miliknya yang didorong paksa oleh suaminya.


Gia pun merasakan kesakitan, karena rambutnya ditarik dengan kasar oleh Elsa.


"Pelan-pelan, Mas!" kesal Elsa.


"Maaf, Yang. Habisnya susah banget masuknya, punya kamu makin sempit," keluh Gia.


"Ngomong mulu, ih! Mau lanjut apa ngga, kalau ngga aku mau ke kamar Baby Adelia saja." Elsa hendak bangun, namun Gia langsung menahan tubuh Elsa.


"Jangan, Yang! Udah nanggung ini, Mas lanjut ya?" pinta Gia.

__ADS_1


"Iya," jawab Elsa.


Gia pun tersenyum, setelah mendapatkan persetujuan dari Elsa Gia pun mulai mengayunkan pinggulnya dia memejamkan matanya sambil menggigit Bibir bawahnya.


Rasanya benar-benar nikmat luar biasa, akhirnya setelah libur selama empat puluh hari. Gia bisa merasakan kembali nikmatnya bercinta dengan istri tercintanya.


Elsa yang awalnya terlihat kesal pun kini terlihat begitu menikmati ayunan pinggul suaminya, bahkan Elsa pun mulai mengimbangi gerakan suaminya.


"Enak, Yang. Enak banget ini," ucap Gia seraya meringis menahan rasa ngilu.


Padahal baru dua puluh menit dia melakukannya, namun terasa sudah mau mencapai puncaknya. Karena takut mengecewakan istrinya, Gia pun langsung mencabut miliknya.


"Balik, Yang," pinta Gia.


Elsa menurut, Gia pun semakin bersemangat dibuatnya. Apa lagi melihat bagian belakang tubuh istrinya yang terlihat begitu seksi dan menggoda.


Rasanya membuat Gia tak sabar dan ingin menghentak istrinya dengan cepat, namun... dia juga ingin memberikan kepuasan kepada istrinya.


Jadinya, Gia pun mengenyampingkan egonya. Gia bermain dalam tempo lambat, sesekali tangannya meremat bamper belakang milik istrinya.


Gia juga terlihat memberi rangsangan dengan mengecupi setiap inci punggung istrinya, tak lama Elsa terlihat mencengkram bantal dengan kuat.


Gia pun tersenyum bangga, karena akhirnya dia bisa memuaskan istrinya. Bahkan, kini miliknya terasa terjepit karena pelepasan yang dirasakan oleh istrinya.


"Enak, Yang?" tanya Gia.


"Banget," jawab Elsa.


Gia mengecupi cuping telinga istrinya, lalu dia berbisik tepat di telinga Elsa.


"Aku udah mau sampe, aku cepetin ya?" tanya Gia.


"Iya, Mas," jawab Elsa.


Gia pun langsung menghentak istrinya dengan cepat, tangannya sesekali meremat dan memukul pelan bamper belakang milik istrinya.


Hingga gelombang kenikmatan itu terasa menggulung dan membuat sesuatu di dalam tubuh Gia terasa ingin meledak.


"Sayang!" pekik Gia.


Gia langsung mencabut miliknya dan mengeluarkan cairan putih lengket itu di atas punggung istrinya.


*


*


Selamat siang, selamat beraktifitas. Semoga kalian sehat selalu, jangan lupa kasih dukungannya ya...

__ADS_1


Tinggalkan Like, Koment, Vote, rate dan juga hadiahnya ya....


I Love you banyak-banyak...


__ADS_2