Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Takut


__ADS_3

Cukup lama Cristian bermain di bibir istrinya, sampai pada akhirnya, ada sesuatu di balik celana panjang yang Cristian pakai terasa bergerak. Lalu, terasa keras dan mengganjal di paha Aurelia.


Menyadari milik Cristian telah bangun, Aurelia langsung melompat dari pangkuan suaminya. Dia merasa takut jika benda besar dan panjang itu akan memasuki dirinya.


"Kamu kenapa, Yang? Kenapa wajah kamu berubah seperti itu?" tanya Cristian.


Bukannya menjawab, Aurelia malah terlihat berlari dan keluar dari dalam kamar. Wajahnya terlihat pucat, keringat bahkan terlihat melengalir di dahinya.


"Ayah! Bunda! Rere takut!" teriak Aurelia seraya berlari ke kamar kedua orang tuanya.


Mendengar teriakan putrinya, Gia dan juga Elsa langsung membuka pintu kamarnya. Mereka terlihat kaget melihat keadaan putrinya.


"Bunda!" teriak Aurelia seraya menubrukkan tubuhnya pada Elsa.


Elsa terlihat panik, dia benar-benar takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap putrinya.


"Ya ampun, kamu kenapa, Sayang?" tanya Elsa.


"Rere takut," ucap Aurelia lirih.


Melihat wajah putrinya yang pucat, Elsa nampak bertanya-tanya. Sebenarnya apa yang telah terjadi, begitupun dengan Gia.


"Memangnya, apa yang sudah terjadi?" tanya Elsa.


Aurelia terlihat melerai pelukannya, kemudian dia terlihat menundukkan wajahnya seraya meremat kedua tangannya.


"Rere takut sama Kak Crish," ucap Aurelia lirih.

__ADS_1


Mendengar apa yang diucapkan oleh putrinya, Gia terlhat emosi. Dia menyangka jika Cristian sudah memperlakukan putrinya dengan tidak baik.


Gia langsung bergegas untuk menghampiri Cristian, namun sebelum Gia pergi, Cristian nampak datang dan menghampiri Aurora.


"Yang, kamu kenapa lari?" tanya Cristian.


Cristian benar-benar merasa bingung kala Aurelia tiba-tiba saja berlari dengan wajah yang memucat.


"Hey menantu kurang ajar! Apa yang sudah kamu lakukan terhadap putriku?" tanya Gia.


Cristian terlihat menggaruk tengkuk lehernya yang terasa tidak gatal, dia bingung harus berkata apa terhadap mertuanya tersebut.


"Jawab!" bentak Gia.


Mendengar bentakan dari Gia, Cristian nampak terlonjak kaget. Dia bahkan terlihat memundurkan kakinya beberapa langkah.


"Ya ampun!" kata Elsa dan Gia bersamaan.


Mereka langsung menatap Aurelia dengan penuh tanya, mereka benar-benar merasa bingung. Sebenarnya apa yang membuat Aurelia berlari dan terlihat sangat ketakutan.


Rasanya mereka merasa tidak percaya, bagi mereka tidak mungkin hanya dengan sebuah ciuman saja membuat Aurelia begitu ketakutan.


"Rere, Sayang. Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Elsa seraya mengelus lembut lengan putrinya.


Aurelia nampak malu untuk mengatakannya, namun dia tidak mungkin diam saja. Dia terlihat mendekati Elsa, lalu memiringkan tubuhnya dan dia pun berbisik tepat di telinga Elsa.


"Tadi burungnya Kak Crish bangun, Bun. Terasa besar dan panjang, Rere takut."

__ADS_1


Elsa langsung menutup mulutnya, dia berusaha untuk menahan tawanya agar tidak pecah. Melihat kelakuan Elsa, Gia dan juga Cristian nampak mengernyit bingung.


"Ada apa sih, Yang?" tanya Gia.


Dia benar-benar merasa penasaran, apalagi saat melihat ekspresi wajah dari Elsa.


"Ada apa, Bun?" tanya Cristian.


Elsa langsung mendekati Gia, lalu dia berbisik tepat di telinga Gia. Saat mendengar apa yang dikatakan oleh Elsa, Gia langsung tertawa dengan terbahak-bahak.


Gia merasa sangat lucu mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, namun dia juga menyadari jika putrinya memang masih sangat kecil menurutnya.


Aurelia terlihat sangat malu karena Gia pasti sudah mengetahui penyebab dia ketakutan, berbeda dengan Cristian yang terlihat kebingungan sendiri.


"Ada apa sih, Yah?" tanya Cristian.


Gia menghampiri menantunya, lalu dia tepuk pundaknya dengan pelan.


"Kamu harus paham, jika putriku ini masih kecil. Dia belum berpengalaman tentang bagaimana cara berhdapan dengan seorang pria, jadi... pelan-pelan saja. Jangan biarkan dia bangun dan membuat putriku ketakutan," kata Gia seraya menunjuk milik Cristian dengan ekor matanya.


Cristian tersenyum malu mendengar apa yang dikatakan oleh Gia, memang benar adanya, jika selama tiga tahun ini dia mendekati Aurelia, tak pernah sekalipun mereka bersentuhan.


Apalagi bermesraan selayaknya pasangan kekasih, mereka bersama selayaknya adik dan kakak namun saling mencinta.


"Iya, Yah. Maaf," kata Cristian.


"Ya, aku paham. Sekarang kembalilah ke kamar kalian," kata Gia.

__ADS_1


"Ya, Ayah," jawab Aurelia dan Cristian bersamaan.


__ADS_2