Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Mencari


__ADS_3

VB berdiri tepat di depan kamar hotel yang di tempati olah kedua orang tuanya, dia hendak mengadu karena Dina pergi meninggalkan dirinya.


Dina pergi di hari pertama dia menjadi seorang istri, seorang istri dari pria yang bernama Vabriella Bian Fahreza.


"Mom, Dad." VB mengetuk pintu kamar dengan sangat terburu-buru.


Dia begitu tak sabar karena ingin segera mengeluarkan semua keluh kesah yang ada di dalam hatinya.


Tak lama pintu kamar hotel pun terbuka, nampaklah Nyonya Miranda dan Tuan Alson. Mereka menatap VB dengan tatapan horornya.


"Apa?" tanya Nyonya Miranda ketus.


Nyonya Miranda terlihat masih enggan untuk berbicara dengan VB, sedangkan VB seakan tak tahu malu. VB langsung mengeluarkan keluhannya.


"Mom, Dina pergi." VB berucap, lalu memeluk Mom'nya.


Nyonya Miranda terlihat syok saat mendengar ucapan putranya, begitupun dengan Tuan Alson.


"What!" pekik Nyonya Miranda dan Tuan Alson bersamaan.


Dia tak menyangka, jika nasib rumah tangga anaknya akan seperti ini. Baru juga resmi menikah, kenyataannya VB malah membuat Dina kecewa.


"Mom, Tolongin aku. Aku ngga bisa kalau ngga ada Dina, aku mau Dina, Mom." VB menangis dan merengek pada Mom'nya.


Dia benar-benar menyesal karena telah membuat istrinya kecewa, bahkan di hari pertama mereka setelah resmi menjadi suami istri.


"Kamu itu lelaki apa bukan sih? Ngurus bini aja ngga becus!" sentak tuan Alson.


VB melerai pelukannya, lalu menatap netra Tuan Alson dengan lekat.


"Dad, Dina marah. Aku ngga tahu harus apa," keluh VB.


Mungkin saja VB masih terpengaruh alkohol, sehingga dia tak bisa berpikir dengan jernih. Karena biasanya, otak cerdasnya akan dengan mudah terkoneksi.


"Astaga! Kamu kejar istrimu, jangan mengadu pada kami. Istri kamu malah keburu jauh, nanti kamu malah ngga bisa lagi ketemu sama dia." Tuan Alson langsung pergi meninggalkan VB dan Nyonya Miranda.


Sepertinya, dia mempunyai tugas kali ini. Mencari di mana keberadaan menantunya.


VB dan Nyonya Miranda berteriak memanggil Tuan Alson, akan tetapi dia seolah tak perduli. Tuan Alson terus saja berjalan, bahkan langkah kakinya terlihat lebar dan cepat.


"Mom," keluh VB.


Setelah kepergian Dad'nya, dia tak tahu lagi harus berkeluh kesah pada siapa lagi.


"Cari istri kamu sampai ketemu, kalau belum ketemu jangan pulang! Mom, pusing." Nyonya Miranda langsung mendorong tubuh VB lalu menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


VB langsung menggedor pintu kamar hotel Mom'nya, sayangnya Nyonya Miranda terlanjur marah padanya.


VB langsung berjalan menuju kamarnya, dengan langkah gontai dia mengambil dompet dan kunci mobilnya.


Terbesit nama Elsa di otak VB, dengan cepat VB melajukan mobilnya menuju rumah Elsa. Saat tiba di sana, VB masuk ke dalam rumah Tuan Dirja dengan tergesa.


Melihat VB yang masuk tanpa permisi, seorang pelayan yang ada di sana langsung menghampirinya dan langsung menegurnya.


"Maaf, Tuan. Anda mau bertemu dengan siapa?" tanya pelayan tersebut.


VB langsung menghentikan langkahnya, dia merasa harus bertanya pada pelayan tersebut.


"Itu, anu. Apa istriku datang ke sini?" tanya VB.


Dia terlihat sangat gelisah, membuat pelayan tersebut serba salah.


"Siapa?" tanya pelayan tersebut.


Dia merasa kurang paham dengan apa yang ditanyakan oleh VB.


"Astaga! Tentu saja Dina, dia ke sini atau tidak?" tanya VB tak sabar .


"Ngga ada, Tuan." Jawab pelayan tersebut setengah takut.


VB merasa tak percaya, memangnya Dina mau pergi kemana pikirnya. Dina hanya punya Elsa, ngga mungkin Dina pergi tanpa tujuan.


Elsa yang merasa kaget, dengan cepat dia membuka pintu kamarnya.


"Ada apa? Kenapa elu datang-datang kaya orang kesurupan?" tanya Elsa dengan wajah cemas.


"Dina pergi, dia dateng ke sini kan?" tanya VB penuh harap.


Elsa langsung menggelengkan kepalanya," ngga."


Badan VB langsung melorot, dia tak tahu harus mencari istrinya kemana lagi. Otaknya seakan buntu, dia sedih, dia merasa jadi pria yang sangat jahat.


Susah payah mengejar cinta Dina, akan tetapi baru saja resmi menikah. VB malah menorehkan rasa sakit, di hati Dina.


Elsa terlihat kebingungan dibuatnya, pasalnya mereka baru menikah. Masa iya sudah bertengkar, pikirnya.


"Ada apa, sih? Kenapa keadaan elu kacau begini?" tanya Elsa.


"Dina marah sama gue, dia pergi ninggalin gue." Terang VB sambil terisak.


Elsa makin bingung dengan apa yang diucapkan oleh VB.

__ADS_1


"Elu apaun Dina? Jangan bilang elu udah bikin dia sakit hati! Jelasin, ngga!" gertak Elsa.


VB terlihat mengambil napas dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. Lalu, VB pun menceritakan semuanya pada Elsa. Tentunya, tanpa ada yang dia tutup-tutupi.


Elsa langsung menggelengkan kepalanya, kalau Elsa ada di posisi Dina, Elsa pun pasti akan memilih untuk pergi menjauh. Menenangkan diri dan berusaha untuk menata hati kembali.


Pikiran Elsa pun berkelana, dia sangat tahu jika temannya itu sangat suka tempat sepi. Jika dia sedih, dia akan meluapkan semua kesedihannya dengan menyendiri dan menangis sampai dia merasa puas.


Tanpa memperdulikan VB, Dina langsung berlari keluar rumah. Tak lama kemudian, dia kembali dan mengambil dompet serta ponsel miliknya.


VB hanya bisa melongo sambil memperhatikan tingkah Elsa, saat dia menyadari jika Elsa hendak pergi, Barulah VB berlari menghampiri Elsa.


"Elu mau kemana?" tanya VB.


"Gue mau nyari, Dina." Tegas Elsa.


"Gue ikut, pake mobil gue. Elu jadi penunjuk jalan," kata VB.


VB dan Elsa sudah berada di dalam mobil, mereka terlihat kebingungan. Harus memulai mencari Elsa dari mana.


Elsa mencoba untuk menelpon Dina, sayangnya tak diangkat. Elsa pun. pasrah.


"Kita kemana?" tanya VB.


"Dia suka tempat sepi kalau lagi sedih, dia ngga suka ada orang yang melihatnya saat menangis." Jelas Elsa.


"Kita coba keliling aja, nyari tempat-tempat yang sepi." Usul VB.


"Terserah elu, gue ngikutin aja. Asalkan Dina cepet ketemu," kata Elsa.


"Oke," jawab VB.


VB mulai melajukan mobilnya, dia mengitari semua jalanan ibu kota. Dari mulai taman, gedung tak berpenghuni, sampai danau yang ada di pinggir kota.


Sialnya mereka tak menemukan Dina dianapun, VB terlihat prustasi. Dia merasa bingung harus kemana lagi mencari sang pujaan hati.


"Yang, kamu kemana sih? Maafin gue, gue janji ngga bakal kaya gini lagi." Kata VB.


Elsa terlihat bersimpati saat melihat VB yang tengah menghawatirkan Dina. Akan tetapi, Elsa pun tak bisa berbuat banyak karena Dina tak bisa dihubungi sama sekali.


+


+


+

__ADS_1


Hai guys, jangan lupa like, koment dan juga Vote'nya ya.. Selamat hari senin, semoga kalian sehat selalu.


__ADS_2