Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Makan Siang


__ADS_3

Pagi ini wajah Gia terlihat sangat sumringah, dia begitu senang karena pagi ini sudah mendapatkan asupan nutrisi dari Elsa. Tentunya, hal itu membuat mood Gia sangat bagus.


Semua orang yang ada di rumah, sampai terheran-heran melihat Gia. Karena senyumnya, tak pernah luntur dari bibirnya.


Bagaimana tidak bahagia, jika sang istri sudah mulai melupakan traumanya. Bahkan, Elsa memberikan servis yang sangat... susah untuk diungkapkan dengan kata-kata.


Yang di rasakan Gia saat ini, begitu bahagia dan merasa sangat puas di kala istrinya begitu menikmati permainan yang dia ciptakan. Bahkan Elsa begitu agresif, saat mengimbangi permainan yang Gia lakukan.


"Sayang, Mas berangkat dulu. Nanti siang jangan masak, kita makan siang di luar." Gia langsung mengecup bibir Elsa sekilas.


Setelahnya Gia langsung menggandeng kedua putrinya, dia akan mengantarkan mereka untuk berangkat ke sekolah.


Tuan Dirja yang melihatnya terlihat sangat bahagia, dia suka melihat Gia yang memperlakukan Elsa dengan baik. Bahkan, Tuan Dirja bisa melihat, jika Elsa sudah mulai bisa menerima Gia di dalam kehidupannya.


Begitupun dengan Bu Anira, dia sangat senang melihat kebahagiaan di mata putrinya. Awalnya, dia sempat ragu, jika Elsa bisa menerima Gia dengan baik.


Tapi, setelah melihat secara langsung, Bu Anira pun nampak senang. Dia tak salah ternyata, memberikan restu pada Gia untuk meminang putrinya.


Sampai di sekolah internasional, Gia langsung turun dan mengantarkan kedua putrinya sampai depan gerbang.


"Sekolah yang pinter, nanti siang Ayah jemput." Gia mengecup kening Aurora dan Aurelia secara bergantian.


"Siap, Ayah." Aurora langsung mencium pipi Gia.


Begitupun dengan Aurelia, langsung mengecup pipi Gia.


"Jangan sampai lupa," ucap Aurelia.


"Iya, Sayang-sayangnya Ayah." Gia pun langsung meninggalkan sekolahan kedua putrinya.


Gia harus mengerjakan semua pekerjaannya sampai siang tiba, karena setelah jam makan siang, Gia ingin menghabiskan waktunya bersama Elsa dan kedua putrinya.


*//*


Pukul sebelas siang, Gia benar-benar sudah menyelsaikan semua pekerjaannya. Gia langsung pamit pada Ajun, untuk pulang ke kediaman Pranadja.


Ajun pun langsung mengiyakan, mana mungkin dia berani menentang keinginan bos'nya.


Setelah berpamitan kepada Ajun, Gia pun langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Pranadja.


"Elsa, Sayang!" Gia langsung meneriakan nama istrinya, saat masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Bu Anira yang sedang duduk di ruang keluarga pun, langsung bangun dan menghampiri Gia. Dia pun memberitahukan jika Elsa sedang berada di dalam kamarnya.


"Sepertinya Elsa, sedang bersiap di dalam kamarnya." Gia pun langsung tersenyum, lalu berpamitan pada mertuanya.


"Terima kasih Bu, kalau begitu aku masuk dulu ke kamar." Gia pun langsung berlari menuju kamarnya.


Benar saja, saat Gia masuk Elsa hendak memakai dress yang sedang dia pegang. Gia sampai melotot, saat melihat Elsa yang hanya menggunakan dalaman saja.


"Yang, kamu seksi banget." Gia langsung menghampiri Elsa dan mengecupi pundaknya.


"Mas, aku pakai baju dulu." Elsa berusaha untuk melepaskan diri dari suaminya.


"Tapi, kamu lebih enak dipandang kalau ngga pakai baju." tangan Gia langsung menggapai benda kenyal yang dia suka.


"Mas!" sentak Elsa.


Gia langsung melepaskan istrinya, wajahnya terlihat memberenggut kesal.


"Katanya mau makan siang bareng anak-anak, kalau kamunya kaya gitu, nanti anak-anak bakal kecewa." Elsa dengan terburu-buru memakai dres selutut berwarna peach.


Dia tak mau jika Gia akan melakukan hal yang tak diinginkan.


"Oke, tapi... Kalau pulang nanti, aku mau itu." Tawar Gia.


Gia pun menurut, dia hanya bisa pasrah menuruti langkah istrinya. Sebenarnya itu sangat berat, karena Gia merasa, jika selalu ingin berduaan saja dengan Elsa.


Berduaan di atas kasur, saling menyatu tanpa ada penghalang walaupun cuma kain yang melekat di tubuh mereka.


Sebelum mereka berangkat, Gia dan Elsa tak lupa berpamitan pada Bu Anira. Sebenarnya, Gia mengajak Bu Anira untuk ikut. Tapi, dia bersikukuh tak mau ikut.


Dia sudah tua, dia akan merasa kelelahan kalau terlalu banyak keluar rumah, itulah alasannya.


Sedangkan Tuan Dirja, dia sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Sebelum menuju Resto, Gia menjemput kedua putrinya. Setelah itu, barulah menuju sebuah Resto mewah yang terdapat di pusat kota.


Gia sengaja memesan sebuah ruangan privat untuk makan siang hari itu, itu semua dia lakukan agar tak ada yang bisa mengganggu kebersamaan mereka.


Gia, Elsa dan kedua putrinya sudah duduk manis. Tiba-tiba saja, pandangan Gia menangkap sosok yang sangat dia kenal.


Gia melihat VB yang sedang, menarik sebuah kursi. Tak lama, Dina, pun langsung duduk sambil tersenyum manis.

__ADS_1


kebetulan setiap ruang privat itu hanya terhalang dinding kaca, sehingga Gia dapat melihat dengan jelas apa yang sedang VB lakukan.


Gia juga terlihat satu meja dengan orang tuanya VB, mata Gia menyipit, karena ternyata orang tua VB adalah salah satu kolega bisnis Gia.


"Bukankah itu Tuan Alson dan Nyonya Miranda?" tanya Gia pada dirinya sendiri.


"Kenapa, Yah?" tanya Aurora.


"Ada Aunty Dina, sama Om VB." jawab Gia dengan seringai licik.


Gia berpikir, jika kedua putrinya tahu ada VB dan Dina mereka pasti minta bergabung. Tentunya mereka bisa mengganggu acara resmi, yang sedang VB dan Dina lakukan.


Aurora dan Aurelia langsung mengedarkan pandangannya, mereka pun langsung bisa melihat di mana VB dan Dina berada.


Wajah VB terlihat sangat bahagia, sedangkan Dina terlihat begitu tegang. Aurora dan Aurelia pun langsung meminta Gia dan Elsa untuk bergabung bersama mereka.


Dengan senang hati, Gia pun mengiyakan. Mereka pun langsung keluar dari ruangan private, yang sudah mereka pesan dan langsung bergabung menuju ruangan privat yang sudah dipesan oleh VB.


"Maaf mengganggu," ucap Gia.


Tuan Alson dan Nyonya Miranda langsung melihat ke arah suara, saat melihat wajah Gia, mereka pun langsung tersenyum.


"Tak apa, Nak Gia. Mari bergabung, sekalian kami ingin memperkenalkan calon menantu kami." Kata Tuan Alson.


"Oh, sudah di terima ya?" tanya Gia pada Dina.


"Maksudnya?" tanya Dina.


"Sudah lolos penyeleksian calon mantu," kata Gia.


Dina langsung melotot sebal, sedangkan Tuan Alson dan Nyonya Miranda langsung memandang heran ke arah Gia.


"Oh iya, Tuan, Nyonya. Perkenalkan ini istri dan kedua putri saya," kata Gia.


Tuan Alson dan nyonya Miranda pun, langsung berkenalan dengan Elsa dan juga kedua Putri kembarnya.


Mereka nampak senang saat melihat Aurora dan Aurelia, mereka pun jadi tak sabar menunggu pernikahan VB dengan Dina, agar mereka cepat mendapatkan cucu dari anak dan menantunya.


Di saat kedua orang tuanya, tengah asyik berbincang dengan Gia, Elsa dan juga kedua putrinya. VB dan Dina malah saling tatap, mereka pun mempunyai firasat yang tidak enak atas kedatangan Gia.


Dina pun lalu berbisik tepat ditelinga VB," kayaknya akan ada gangguan deh."

__ADS_1


VB langsung mengangguk setuju, karena dia pun merasakan hal yang sama.


__ADS_2