
Dokter Irawan nampak mengerjapkan matanya, dia merasa jika tidurnya sudah sangat lama. Setelah matanya terbuka dengan sempurna, dia sangat kaget karena istri kecilnya tak ada di sana.
"Kemana dia? Kenapa meninggalkan aku?" tanya Dokter Irawan lirih.
Dokter Irawan terlihat menatap jam yang bertengger cantik di dinding, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Mungkin Anita sedang pergi ke kamar mandi pikirnya, tentu saja untuk mendi karena ini masih pagi.
Dokter Irawan lalu bangun dan turun dari tempat tidur, dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Saat pintu kamar mandi terbuka, ternyata di sana kosong. Tak ada siapa pun, dokter Irawan segara kembali ke tempat tidur.
Dia duduk di tepian ranjang, mengambil ponselnya, lalu mencari nomer kontak istrinya. Saat dia menekan tombol panggil, terdengar bunyi dering handphone Anita di atas sofa.
"Astaga! Kenapa dia tidak membawa ponselnya?" keluh Dokter Irawan.
Karena merasa khawatir, akhirnya dokter Irawan pun langsung masuk ke kamar mandi dan segera mencuci mukanya.
Setelah itu, dia pun keluar dari kamar hotel dengan tergesa. Dia ingin mencari istrinya tersebut, tentu saja yang pertama dia lakukan tentu mengetuk pintu kamar mom'nya.
Saat pintu kamar mom Clara terbuka, dokter Irawan nampak masuk dengan tergesa. Mom Clara bahkan sampai heran melihat tingkah putranya tersebut.
"Kamu kenapa sih, Wan?" tanya Mom Clara.
Mom Clara terlihat mengekori langkah putranya tersebut.
"Anita ngga ada di kamar, Mom. Aku pikir dia kesini," kata Dokter Irawan.
Wajah dokter Irawan terlihat panik, dia takut terjadi apa-apa dengan istrinya tersebut.
"Ngga ada Anita, Wan. Coba kamu cari di pantai, mungkin dia sedang menikmati udara pagi di sana." Mom Clara memberi solusi.
"Oke, Mom," jawab Dokter Irawan.
Setelah mengatakan hal itu, dokter Irawan pun segera keluar dari kamar hotel yang di tempati oleh mom Clara.
Kemudian, dia dengan tergesa melangkahkan kakinya untuk segera pergi ke pantai yang tidak jauh dari hotel tersebut.
Lima belas menit kemudian, dokter Irawan pun sampai di pantai. Dia langsung mengedarkan pandangannya, berharap segera menemukan istri kecilnya.
Tak lama kemudian, dia pun menangkap sosok istrinya yang sedang berdiri di bibir pantai seraya menikmati indahnya cahaya mentari pagi.
Anita terlihat memakai kaos pendek dan celana hotpants, dia terlihat cantik dan juga seksi. Rambutnya dia gerai, sebagian wajahnya tertutup rambut yang tertiup oleh semilir angin pagi.
__ADS_1
"Kenapa dia terlihat cantik sekali?" tanya Dokter Irawan lirih.
Dokter Irawan langsung menghampiri Anita dan memeluknya dari belakang, Anita nampak kaget dan membalikkan tubuhnya.
"Pak Dokter!" seru Anita.
"Yes, Baby." Dokter Irawan langsung mengecup bibir Anita dengan mesra.
"Malu," kata Anita seraya mendorong pelan dada dokter Irawan.
Dia mengedarkan pandangannya, takut-takut ada orang yang tengah memperhatikannya. Namun ternyata, para pengunjung yang lainnya terlihat cuek saja.
"Ngga usah malu-malu, di sini orang yang berciuman di depan orang banyak itu sudah biasa," kata Dokter Irawan.
"Begitu ya, kalau begitu aku mau dicium searah cahaya matahari. Terus diabadikan lewat camera ponsel," pinta Anita.
"Yes, Baby."
Dokter Irawan mengambil ponselnya, dia menyalakan camera ponselnya lalu meminta salah satu pengunjung untuk memfoto dirinya bersama sang istri.
Tangan kanan dokter Irawan nampak menekan tengkuk leher istrinya, sedangkan tangan kirinya nampak memeluk pinggangnya dengan posesif.
Tak lama kemudian, ciuman hangat dan penuh sayang dia labuhkan di bibir istrinya. Pengunjung yang dimintai tolong oleh dokter Irawan, tak hanya memfoto saja.
"Sudah," ucap Anita malu-malu.
Dia terlihat menggigit bibir bawahnya menahan malu, namun juga senang. Karena akhirnya adegan ciuman yang pernah dia tonton di film drakor bisa dia alami juga.
"Fotonya bagus-bagus loh, kalian memang pasangan serasi. Videonya juga keren," ucap salah satu pengunjung tersebut.
"Terima kasih," kata Dokter Irawan.
"Sama-sama, semoga cepat dapet momongan," do'anya tulus.
Mendengar ucapan dari orang tersebut, dokter Irawan nampak tersenyum kecut. Bagaimana bisa mendapatkan momongan dengan cepat pikirnya, jika Anita saja masih datang bulan.
Setelah kepergian orang tersebut, Anita nampak mengambil ponsel milik dokter Irawan. Kemudian, dia pun nampak melihat foto-foto hasil bidikan orang tersebut.
Tentunya dia juga melihat video rekaman dirinya dan juga dokter Irawan yang sedang berciuman.
Wajah Anita terlihat merona saat melihat video tersebut, dia tidak menyangka jika dirinya pun membalas ciuman suaminya itu.
"Terima kasih untuk morning kiss'nya," ucap Dokter Irawan.
__ADS_1
"Sama-sama suamiku," jawab Anita seraya memeluk lengan Dokter Irawan.
"Hem, tinggal satu lagi yang belum," kata Dokter Irawan
"Apa?" tanya Anita.
Dokter Irawan terlihat mencondongkan tubuhnya, kemudian dia pun berbisik tepat di telinga istrinya.
"Buka segel," jawab Dokter Irawan.
"Segel apa, Pak Dokter? Memangnya pak Dokter habis berbelanja barang baru?" tanya Anita.
Mendengar pertanyaan dari Anita, membuat dokter Irawan sedikit kesal. Kenapa istrinya itu terlalu polos pikirnya, jadinya kan dia harus mengulang ucapannya.
"Maksudnya merawanin kamu," bisik Dokter Irawan.
Mendengar ucapan suaminya, membuat Anita menunduk malu. Dia merasa jika hal itu tidak perlu dibahas di tempat umum.
"Ish! Pak Dokter gitu ih, masa bahas yang kaya gitu di sini, sih?" kata Anita.
"Ngga apa-apa dong, kan sama istri sendiri," jawab Dokter Irawan.
"Kalau Pak Dokter mau, setelah sarapan Pak Dokter bisa melakukannya," kata Anita.
"Maksud kamu apa? Bukankah kamu sedang datang bulan?" tanya Dokter Irawan.
"Tamu tak diundangnya sudah pulang, dia hanya bertamu selama 3 hari," jawab Anita malu-malu.
Mendengar ucapan istrinya, mata dokter Irawan langsung membulat dengan sempurna. Dia tidak menyangka jika siklus bulanan istrinya ternyata sangatlah singkat.
Padahal, rata-rata perempuan akan mengalami menstruasi selama tujuh hari sampai dengan empat belas hari.
Karena begitu bahagia, dokter Irawan langsung menggendong istrinya dan segera membawa istrinya ke kamar hotel.
Dia sudah tidak sabar ingin segera mengetahui rasanya buka segel senikmat apa, dia sudah tidak sabar ingin segera menabur benih di rahim istrinya.
Tiba di depan kamar hotel, mom Clara nampak menghampiri dokter Irawan. Lalu, dia pun langsung berkata.
"Inget, Wan. Jangan diapa-apain dulu istri kamunya, nanti malam kalian akan mengadakan privat party. Jangan sampai istri kamu tidak bisa berjalan nanti malam," kata mom Clara mengingatkan.
Mendengar apa yang diucapkan oleh mom Clara, wajah dokter Irawan nampak sendu. Kemudian, dia pun menurunkan istrinya dari gendongannya.
Anita terlihat menjinjitkan kakinya, lalu dia pun langsung mendekatkan bibirnya ke cuping telinga suaminya
__ADS_1
"Sabar ya, Pak Dokter messumku," bisik Anita seraya tersenyum.