Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Hasil Pemeriksaan


__ADS_3

Dina terlihat salah tingkah saat berbicara dengan Dokter Isma, pasalnya memang VB selalu mengajaknya bercinta dengan berbagai gaya dan di berbagai tempat.


Bahkan kalau dia sedang menginginkan Dina, VB bahkan selalu tak bisa mengontrol dirinya. Dia akan melakukannya dengan sesuka hatinya, temponya pun selalu cepat dan dalam.


Karena dia memang suka saat melakukannya seperti itu, terasa lebih terpuaskan dan lebih nikmat menurutnya. Selama Ini, Dina juga tak pernah melayangkan protesnya.


Jujur, Dina juga menikmatinya. Dina yang tak pernah tersentuh, merasa sangat puas saat melakukan hubungan intim dengan suaminya.


"Nyonya Dina," panggil Dokter Isma.


Panggilan Dokter Isma seakan menarik Dina dari lamunannya, dia langsung menegakan tubuhnya dan menatap Dokter Isma dengan serius.


"Iya, Dok." Jawab Dina.


Elsa dan Dokter Isma hanya tersenyum melihat Dina yang terlihat gelisah.


"Boleh saya tanya masalah peribadi?" tanya Dokter Isma, Dina langsung memgangguk. "Di bagian mana yang terasa sakit, Nyonya?" tanya Dokter Isma lagi.


"Di bagian perut bawahnya saya, Dok. Sakitnya biasa saja, namun kalau sedang melakukan hubungan intim terasa sangat sakit dan terkadang perut bagian bawah saya suka keram." Jawab Dina seraya tertunduk.


"Lalu?" tanya Dokter Isma lagi.


"Kalau pipis agak sakit," ucap Dina seraya meringis.


Dokter Isma seakan bisa membaca apa yang terjadi dari raut kegelisahan Dina, tanpa menunggu lama Dokter Isma pun mengajak Dina untuk melakukan pemeriksaan.


"Untuk mempersingkat waktu, kita langsung periksa saja ya, Nyonya?" ajak Dokter Isma.


"Di mana?" tanya Dina seraya memandang Elsa, dia sangat khawatir jika Elsa akan tahu aibnya. Mereka memang bersahabat, namun akan terasa sangat malu jika Elsa tahu apa penyebab sakit yang didera olehnya.


"Di sana," tunjuk Dokter Isma. Sebuah ruangan yang tertutup rapat oleh tirai, membuat Dina bisa bernapas dengan lega.


"Oke," sahut Dina. "Elu tunggu gue di sini, jangan kemana-mana." Kata Dina pada Elsa.


Elsa hanya menganggukkan kepalanya, sebenarnya dia merasa curiga. Akan tetapi, dia harus menghormati keinginan dari temannya.

__ADS_1


Dina dan Dokter Isma langsung menuju ruang pemeriksaan, Dina langsung merebahkan tubuhnya sesuai instruksi dari Dokter Isma.


Dokter Isma mulai memeriksa denyut nadinya hingga tensi darahnya, kemudian Dokter Isma meminta Dina untuk membuka penutup bagian bawahnya. Hal itu membuat Dina mengernyit heran, untuk apa, pikirnya.


"Tolong di buka sebentar, Nyonya." Dokter Isma langsung memakai sarung tangan khusus.


Awalnya Dina terlihat ragu, tapi dia harus menurut jika ingin cepat selesai.


"Tapi... untuk apa, Dok?" tanya Dina was-was.


Dokter Isma tersenyum lalu mengelus lembut tangan Dina.


"Untuk memeriksanya," kata Dokter Isma.


Ragu-ragu, Dina mulai membuka penutup bagian bawahnya. Dokter Isma pun tersenyum, lalu dia mulai memeriksa area inti Dina.


Dokter Isma hanya menggelengkan kepalanya, kemudian dia pun meminta Dina untuk kembali memakai penutup bagian bawahnya.


"Maaf, kalau saya boleh bertanya seperti apa posisi yang sering anda lakukan saat bercinta dengan suami anda?" tanya Dokter Isma.


Dina duduk di Bed pasien, lalu dia meremat kedua tangannya secara bergantian. Rasanya sangat malu jika harus berkata jujur pada Dokter tersebut.


"Semua gaya selalu suami saya lakukan, Dok. Sesuai keinginannya," ucap Dina dengan raut wajah malu.


"Di mana saja?" tanya Dokter Isma.


"Di mana saja, di semua tempat yang dia inginkan." Jawab Dina tanpa berani menatap Dokter Isma.


Dokter Isma terdengar menghela nafas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan, dia menggelengkan kepalanya lalu menatap Dina dengan intens.


"Dinding vag.ina anda terluka, jadi wajar saja jika anda bercinta dengan suami anda akan terasa sakit. Untuk perut anda yang terasa nyeri, itu akibat dari dorongan milik suami anda yang terlalu di tekan dalam tempo yang cepat." Jelas Dokter Isma.


Wajah Dina langsung memerah, dia merasa malu. Selama ini dia tak pernah sakit, palingan lelah atau sakit kepala karena kehujanan. Meminum obat warung pun sudah sembuh, sekalinya diperiksa ke Rumah Sakit karena perbuatan suaminya.


Rasa malu langsung mendera, rasanya dia ingin langsung menceburkan dirinya ke dasar laut yang paling dalam.

__ADS_1


"Untuk pipinya, kenapa terasa sakit ya, Dok?" tanya Dina.


"Seperti yang saya katakan tadi, dinding vag.ina anda terluka. Jadi saat anda pipis akan terasa sakit, akibat cairan hangat yang menyentuh permukaan yang terluka." Jelas Dokter Isma.


"Jadi, saya harus apa, Dok?" tanya Dina.


"Jangan berhubungan suami istri dulu selama satu minggu, minum obatnya secara teratur. Ingat, jika nanti sudah sembuh, Nyonya jangan melakukannya di sembarang tempat. Apa lagi secara kasar dengan tempo yang cepat, santai dan nikmati." Dokter Isma tersenyum lalu mengelus pundak Dina dengan lembut.


"Terima kasih, Dok." Ucap Dina tulus.


"Sama-sama, saya akan meresepkan obat yang harus anda minum." Ucap Dokter Isma, dia keluar dari ruangan pemeriksaan.


Dina pun langsung turun dari Bed pasien lalu mengikuti langkah Dokter Isma, Dina langsung duduk di samping Elsa yang sedari tadi dengan sabar menunggunya.


"Bagaiman?" Bisik Elsa.


"Nanti gue ceritain," jawab Dina.


Elsa pun mengangguk, tak lama Dokter Isma memberikan resep obat untuk Dina tebus. Dina langsung menerimanya, setelah mengucapkan terima kasih Dina langsung berpamitan kepada Dokter Isma dan tentunya langsung ke apotek untuk menebus obatnya.


Sepanjang perjalanan pulang, Dina hanya diam. Elsa pun memilih tak menanyakan apa pun, karena mungkin Dina perlu menenangkan diri, pikirnya.


Sampai di kediaman Fahreza, Elsa langsung pamit pulang. Karena Bumi itu terlihat lelah dan merasa ngantuk, Dina pun paham akan hal itu.


"Makasih ya, Sa. Elu udah nyempetin wakti buat nemenin gue," ucap Dina tulu.


"Santai aja, gue balik dulu." Pamit Elsa.


Selepas kepergian Elsa, Dina pun langsung masuk kedalam kamarnya. Dia merasa sangat lelah, dia ingin segera merebahkan tubuhnya.


Alangkah kagetnya Dina, karena ternyata di sana sudah ada VB yang sedang menunggu dirinya. Saat melihat kedatangan istrinya, VB langsung merangkul pundak Dina, lalu dia menuntun istrinya untuk duduk di tepi tempat tidur.


VB yang terlihat tak sabar pun langsung memberondong istrinya dengan banyak pertanyaan.


"Bagaiaman hasilnya? Dokter bilang apa? Apa ada penyakit yang serius? Atau kamu terkena sesuatu hal gitu?" tanya VB.

__ADS_1


"Mas! Aku sakit karena perbuatan kamu, Dokter bilang dinding vag.ina aku terluka karena kamu selalu ngajakin aku main di mana aja dan dengan gaya apa aja. Terus, karena kamu selalu melakukannya dalam tempo yang cepat dan milik kamu ini masuk terlalu dalam." Dina langsung memukul milik VB yang masih terbungkus rapi itu.


"Apa, Yang?" tanya VB sambil meringis.


__ADS_2