Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Ngga Romantis


__ADS_3

Satu jam telah berlalu, acara meeting antara Ajun dan juga Tuan Alfonso pun telah berakhir. Ajun pun menjabat tangan Tuan Alfonso dan juga sekretaris pribadinya.


"Terima kasih saya ucapkan untuk waktunya," ucap Tuan Alfonso.


"Sama-sama, maaf karena Tuan Gia tak bisa hadir." Ajun berucap penuh sesal.


"Tak apa, ada Nona Gadis yang menggantikan. Dia begitu cekatan, saya suka." Tuan Alfonso pun lalu mengulurkan tangannya kepada Gadis.


Gadis terlihat takut dan enggan untuk menerima uluran tangan dari Tuan Alfonso, karena sedari awal dia terus memandangi Gadis.


Membuat Gadis merasa takut dan harus waspada.


Namun, Ajun langsung menatap Gadis. Dia seakan meyakinkan, bahwa tidak akan terjadi apa-apa dengan hanya menjabat tangan Tuan Alfonso.


Itu hanya untuk kesopanan saja, karena pertemuan mereka kali ini sudah mencapai kesepakatan yang bagus.


Gadis pun dengan ragu mengulurkan tangannya, Tuan Alfonso terlihat begitu senang saat bisa berjabat tangan dengan Gadis.


"Semoga kita bisa bertemu kembali," ucap Tuan Alfonso.


Gadis tak menjawab, dengan cepat dia menarik tangannya dan langsung memeluk lengan kekar Ajun.


Ajun dengan cepat mengelus lembut punggung Gadis, dia berusaha menenangkan hati dari wanita yang dia cintai.


Melihat sikap dari Ajun, Tuan Alfonso nampak tersenyum senang. Karena ternyata Ajun begitu perhatian terhadap Gadis, pikirnya.


"Apakah kalian pasangan menikah?" tanya Tuan Alfonso.


Dia terlihat sangat penasaran, karena Ajun seakan sangat menjaga dan melindungi Gadis.


"Untuk saat ini belum, tapi jika Gadis berkenan, saya dengan senang hati akan menikahinya," jawab Ajun jujur.


Mendengar ucapan dari Ajun, Tuan Alfonso langsung terkekeh. Dia suka dengan pribadi dari Ajun, sedangkan Gadis terlihat malu-malu dan langsung menyembunyikan wajahnya di balik tangan kekar Ajun.


Ajun sampai terkekeh melihatnya, karena Gadis yang biasanya bar-bar terlihat sangat manis dan menggemaskan kala berada dalam mode takut.


"Saya suka pemuda seperti kamu, dalam bekerja pun kamu begitu bertanggung jawab. Semoga kamu juga bisa bertanggung jawab terhadap wanita yang kamu cintai," ucap Tuan Alfonso.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, mata Tuan Alfonso tiba-tiba saja terlihat mengembun. Dia seolah mengingat masa lalunya yang terasa kelam, tentunya mengenai perempuan.


Namun, Ajun seolah tak ingin ikut campur dalam masalah Tuan Alfonso.


"Ya, saya pasti akan bertanggung jawab dan juga akan selalu menjaga wanita yang sangat saya cintai," ucap Ajun tegas.


Mendengar ucapan dari Ajun, Tuan Alfonso merasa sangat senang. Sedangkan Gadis, terlihat tersipu malu.


Dia tidak menyangka jika Ajun akan mengatakan hal itu di depan orang lain, padahal dia juga belum tentu bilang 'Iya' kalau Ajun mengajak dirinya untuk menikah.


"Kalau begitu, saya permisi. Sampai jumpa minggu depan di tempat pembangunan, ucap Tuan Alfonso.


Ajun pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, "Iya, Mister," jawabnya.


Setelah berpamitan, Tuan Alfonso pun langsung pergi bersama sekretaris peribadinya. Sedangkan Ajun mengajak Gadis untuk duduk kembali.


"Mau langsung pulang, atau mau pesen sesuatu dulu?" tanya Ajun.


"Pulang aja, Om. Gadis merasa ngga nyaman setelah Mister Alfonso liatin Gadis terus," ucap Gadis.


"Sebenarnya aku merasa heran, kenapa dia terus menatap kamu. Tapi, aku yakin dia hanya seperti sedang mengingat wajah seseorang saat melihat kamu." Ajun terlihat mencubit gemas hidung bangir Gadis.


"Karena sampai setua ini dia tidak pernah menikah, hatinya seperti mati rasa terhadap perempuan." Ajun langsung merangkul kedua pundak Gadis dan menuntunnya agar keluar dari Caffe tersebut.


Gadis menurut, dia mengikuti kemana Ajun menuntunnya. Namun, dalam hati dia sangat menyayangkan.


Lelaki tampan, gagah dan kaya seperti Tuan Alfonso tidak menikah sampai Tua.


"Sayang ya, Om. Punya wajah tampan tapi ngga ada yang menikmatinya setiap waktu," ceplos Gadis.


Ajun merasa lucu mendengar apa yang sudah dikatakan oleh Gadis, Ajun langsung mengacak pelan rambut Gadis.


Lalu Ajun dan Gadis pun langsung masuk ke dalam mobil Ajun, Ajun terlihat memasangkan seat belt. Lalu, dia mencondongkan wajahnya di depan wajah Gadis.


"Katanya sayang kalau punya wajah tampan tapi ngga dinikmati, lalu... apakah kamu mau menikmati wajah aku setiap harinya?" tanya Ajun.


Dahi Gadis terlihat berkerut dalam saat mendengar ucapan Ajun, "maksud, Om?"

__ADS_1


"Kamu mau ngga nikah sama aku? Biar wajah tampan aku ngga sia-sia, karena ada kamu yang akan selalu menikmati wajah tampanku setiap waktu." Ajun menggenggam tangan Gadis dan mengecupnya dengan mesra.


Untuk sesaat Gadis terlihat terdiam, dia menatap manik mata Ajun dengan dalam. Gadis melihat ketulusan di mata Ajun, namun... justru keadaan dirinya' lah yang membuat Gadis merasa minder untuk bersanding dengan Ajun yang terlihat begitu sempurna.


"Kenapa hanya diam? Kamu ngga mau nikah sama aku?" tanya Ajun dengan raut wajah sendu.


"Bukannya begitu, Om. Gadis hanya wanita yang tidak sempurna, Om tahu kalau Gadis sudah tidak perawan. Gadis pernah diperkosa oleh mantan pacar Gadis sendiri, rasanya Om tidak pantas bersanding dengan Gadis." Gadis berucap seraya tertunduk lesu.


"Enak sekali kamu berkata seperti itu? Setiap hari kamu datang dan selalu menggodaku, lalu setelah aku menyukaimu dengan mudahnya kamu bilang seperti itu." Ajun pura-pura merajuk, dia menegakkan tubuhnya dan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Jangan marah, Om. Aku memang menyukai, Om. Semenjak ketemu sama Om, Gadis langsung jatuh hati. Tapi... Gadis sa--"


Ucapan Gadis langsung terhenti, karena Ajun sudah terlebih dahulu menautkan bibir mereka. Ajun tak ingin mendengar alasan apa pun, yang penting Gadis menyukainya.


Ajun dan Gadis begitu menikmati moment tersebut, bahkan kini Gadis sudah berada di atas tubuh Ajun.


Beruntung kaca mobil Ajun tak terlihat dari luar, sehingga mereka bisa leluasa melakukannya. Ajun melepaskan tautannya, dan memandang Gadis dengan lekat.


"Aku nggak peduli walaupun kamu udah nggak perawan, aku mencintai kamu, Gadis. Padahal kita belum lama bertemu, tapi dari semenjak pertemuan awal kita, kamu sudah membuat aku jatuh cinta. Maukah kamu menikah denganku, Gadis?" tanya Ajun.


"Om serius?" tanya Gadis.


"Sangat!" jawab Ajun mantap.


Gadis langsung tersenyum, bukan karena ungkapan cinta Ajun atau ajakan Ajun untuk menikah.


Dia merasa lucu karena setelah ciuman panas yang mereka lakukan Ajun melamar Gadis dengan cara yang terkesan seperti... entahlah, Gadis tidak tahu.


Setahunya cara melamar wanita itu biasanya terkesan sangat romantis, namun Ajun tidak seperti itu.


Bahkan Ajun melamar Gadis setelah mencium dirinya, rasanya terasa amat sangat lucu.


"Kenapa malah tersenyum?" tanya Ajun.


"Om ngga romantis, tapi Gadis suka." Gadis turun dari pangkuan Ajun.


Gadis kembali duduk di samping Ajun, lalu merapihkan bajunya yang terlihat acak-acakan karena ulah Ajun.

__ADS_1


Ajun langsung terbengong mendengar ucapan Gadis.


__ADS_2