Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Takut di Ceraikan


__ADS_3

Malam yang gelap pun telah berlalu, berganti dengan pagi yang terlihat terang dengan sinar mentari yang mulai menyembul dari tempat peraduannya.


Anita terlihat mengerjapkan matanya berkali-kali, dia lalu berusaha untuk duduk dan meregangkan otot-otot lelahnya.


Tentu saja hal itu dia lakukan karena tubuhnya terasa remuk redam akibat pergulatan panas yang dia lakukan bersama suaminya tadi malam.


Untuk yang pertama kalinya, dokter Irawan memang melakukannya dengan sangat lembut.


Namun, baru saja dia beristirahat sebentar. Dokter lawan sudah kembali mengajaknya untuk menikmati pergumulan panas yang sudah lama tak dokter Irawan lakukan.


Awalnya Anita menolak, karena dia merasa lelah dan juga area intinya terasa sakit. Namun, dokter Irawan terus aja melakukan rangsangann di setiap area sensitif tubuh Anita.


Hal itu dengan mudah membuat Anita menginginkannya kembali, anita pun langsung melebarkan kedua kakinya saat milik dokter Irawan sudah terlihat berdiri dengan sangat tegak.


Anita pun kembali mendesaah saat milik suaminya sudah masuk dengan sempurna kedalam liang kelembutan miliknya.


Awalnya Anita saat takut, karena setelah selesai pergulatan panas diantara mereka, Anita tak melihat bercak darah di atas tempat tidurnya.


Dia takut jika dokter Irawan menyangkanya sudah tidak perawan lagi, dia takut diceraikan setelah malam pertamanya.


"Nyari apa? Kenapa kaya orang panik gitu?" tanya Dokter Irawan.


"Itu, Pak Dokter. Anu--"


Anita terlihat menggigit selimut yang dia pakai, dia benar-benar merasa sangat takut kali ini.


Sesekali Anita menyingkap selimutnya, dia berharap ada bercak darah seperti di film-flm drama yang dia tonton.


Melihat kelakuan istrinya, dokter Irawan pun paham dengan apa yang dikhawatirkan oleh istrinya itu.


Dia membawa Anita kedalam pelukannya, melabuhkan ciuman hangat dan mulai berkata.


"Jangan takut karena tak berdarah setelah pembukaan segel, karena itu adalah hal yang wajar. Tidak semua wanita mengalaminya, yang penting... aku sangat percaya jika kamu masih perawan. Sempit banget, ampe susah buat masuknya." Dokter Irawan tersenyum bangga kala merasakan milik istrinya yang masih tersegel.


"Benarkah?" tanya Anita.


"Ya, setiap kondisi tubuh dan gaya hidup setiap perempuan itu berbeda-beda," jelas Dokter Irawan.


"Aaaah, untung suamiku ini Dokter. Aku senang," ucap Anita seraya mengeratkan pelukannya.


"Tidurlah! Kalau tidak segera tidur, aku akan kembali memakanmu," kata Dokter Irawan.


"Jangan! Aku sangat lelah," jawab Anita.

__ADS_1


"Ya, aku tahu. Jadi, sekarang kamu tidur," ucap Dokter Irawan.


Anita menganggukkan kepalanya di dalam pelukan suaminya, lalu dia pun mulai memejamkan matanya.


Anita nampak tersenyum karena mengingat kegiatan tadi malam yang dia lakukan bersama dengan suaminya, dokter Irawan benar-benar terlihat ahli saat mengajak dirinya bergulat di atas ranjang.


Bahkan miliknya yang terasa sakit pun seakan memuja milik suaminya, agar bisa segera masuk dan bergerak untuk memanjakannya.


"Kenapa malah senyum-senyum seperti itu?" tanya Dokter Irawan.


"Pak Dokter! Kenapa mengagetkanku?" tanya Anita.


"Maaf, aku hanya penasaran saja. Kenapa istri mungilku ini, malah asik dengan lamunannya sendiri." Dokter Irawan menarik lembut istrinya ke dalam pelukannya.


"Aku mandi," kata Anita malu-malu.


"Nanti saja madinya, sekarang aku mau lagi," kata Dokter Irawan.


"Masih sakit," rengek Anita.


Dokter Irawan nampak terkekeh mendengar ucapan dari istrinya.


"Baiklah, sekarang mandi saja dulu." Dokter Irawan langsung bangun dan menggendong tubuh polos istrinya menuju kamar mandi.


Tiba di dalam kamar mandi, dokter Irawan nampak memandikan istrinya dengan air hangat. Bahkan dengan sangat telaten dia menggosok seluruh bagian tubuh istrinya dengan spon mandi yang sudah diberikan sabun cair.


Anita benar-benar merasa sangat bahagia saat mendapatkan perlakuan manis seperti itu dari suaminya.


Lima belas menit kemudian, dokter Irawan dan juga Anita nampak keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan kimono mandi saja.


Dokter Irawan langsung memakai pakaian lengkapnya, berbeda dengan Anita, dia malah membuka pintu balkon, lalu berjemur sambil duduk di sofa malas.


Dia merasa kedinginan dan dia juga merasa bingung harus memakai apa, karena tidak ada satupun baju miliknya.


"Sayang, kok malah diem di sini? Ngga buru-buru pakai baju lagi," kata Dokter Irawan.


"Baju milikku raib, Pak Dokter. Tak ada barang satu," jawab Anita.


Ucapan dari Anita membuat dokter Irawan mengernyitkan dahinya, dia tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh istri mungilnya tersebut.


"Maksud kamu bagaimana? Bukannya baju kamu--"


Ucapan dokter Irawan nampak terhenti kala dia mengingat tak ada satupun baju istrinya di dalam lemari pakaiannya.

__ADS_1


"Ah, kamu benar. Memangnya kemana baju kamu, Yang?" tanya Dokter Irawan.


Mendengar pertanyaan dari dokter Irawan, Anita hanya bisa menggedikkan kedua bahunya. Karena pada kenyataannya, dia pun memang tak mengetahui ke mana semua baju miliknya.


"Sepertinya ada yang sedang mengerjai istri cantikku," kata Dokter Irawan.


"Pal Dokter, tolong aku!" ucapnya memelas.


"Iya, aku keluar dulu. Aku mau ngomong sama Mommy, sekalian pesan sarapan untuk kita berdua." Dokter Irawan langsung mengecup kening istrinya.


"Oke, Pak Dokter." Anita langsung memeluk dan mengecup pipi suaminya.


Dokter Irawan tersenyum, lalu dia pun keluar dari kamar pengantinnya dan langsung berjalan menuju kamar mom Clara.


Tiba di depan kamar mom Clara dokter Irawan pun langsung mengetuk pintunya, sayangnya tak ada jawaban.


"Sepertinya mom, sedang di Resto bawah untuk sarapan," kata Dokter Irawan lirih.


Dokter Irawan pun nampak mempercepat langkahnya, dia ingin segera menemui mom Clara dan mempertanyakan tentang siapa yang menyembunyikan baju istrinya.


Tiba Resto yang berada di lantai dasar, dokter Irawan bisa melihat jika mom Clara sedang berkumpul dengan yang lainnya.


Di sana mom Clara nampak sedang sarapan sambil bercengkrama, di sana juga terlihat begitu ramai dengan keluarga dan para sahabatnya.


Dokter Irawan pun nampak menghampiri mom Clara dan duduk tepat di sampingnya.


"Pagi, Mom." Dokter Irawan langsung mengecup kening Mom Clara.


"Pagi, Sayang. Anita mana?" tanya Mom Clara.


"Dia di kamar, ada seseorang atau mungkin lebih yang telah menyembunyikan baju istriku. Jadinya dia tidak bisa keluar dari dalam kamar," kata Dokter Irawan.


Mendengar apa yang diucapkan oleh dokter Irawan, semua yang ada di sana nampak tergelak. Hal itu memang sengaja mereka lakukan agar dokter Irawan bisa dengan cepat membobol benteng pertahanan milik istrinya.


Dokter Irawan pasti tak akan tahan jika melihat istrinya tanpa busana, pikir mereka.


"Ya ampun, kalian semua bekerja sama?" tanya Dokter Irawan.


Mereka pun nampak menganggukan kepalanya, dokter Irawan nampak berdecak. Namun, tak lama kemudian dia nampak tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalian semua benar-benar keterlaluan!" kata Dokter Irawan.


"Ck! Seharusnya kamu berterima kadih kepada kami, karena kami yakin karena hal itu membuat kamu bisa dengan mudah membuka segelnya," ucap Gia seraya tergelak.

__ADS_1


__ADS_2