Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Rengekan Manja Ibu Hamil


__ADS_3

Hari-hari yang Elsa lalu ia benar-benar terasa sangat berat, karena pada kehamilannya kali ini dia benar-benar merasa lemas dan merasa tidak bertenaga.


Setiap harinya Elsa hanya tidur di atas kasur, sesekali dia akan bangun dan menghirup udara segar di taman belakang.


Itupun dengan bantuan beberapa pelayan, karena Elsa seakan susah sekali untuk melangkahkan kakinya.


Gia bahkan sampai rela berpuasa untuk tidak menyentuh istrinya, bukan karena sudah tidak cinta. Namun, karena dia merasa tak taga.


Beruntung Aurora dan juga Aurelia terlihat begitu perhatian terhadap bundanya, setiap kali pulang sekolah mereka akan membawakan banyak makanan untuk Elsa.


Mulai dari buah-buahan sampai jajanan yang ada di pinggir jalan, Elsa merasa bersyukur karena kedua putrinya itu sangat pengertian.


Begitupun dengan baby Adelia, dia sangat mengerti akan keadaan bundanya. Bahkan baby Adelia terpaksa di sapih, karena Elsa benar-benar tak sanggup untuk duduk lama dan menyusui putrinya tersebut.


Beruntung baby Adelia tak pernah rewel, justru jika baby Adelia ada di dekat Elsa, dia akan duduk anteng sambil memeluk bundanya tersebut. Elsa benar-benar merasa sangat beruntung.


Pukul 21:05.


"Sayang, maaf." Elsa memeluk erat Gia yang terlihat sedang menahan hasratnya.


Sudah dua bulan ini Gia tak berani meminta haknya kepada Elsa, tentu saja kepalanya terasa sangat pusing.


Karena Gia sebenarnya begitu menginginkan tubuh istrinya yang sudah menjadi candu baginya, namun Gia sangat menyayangi Elsa dan juga baby yang berada di dalam perut istrinya tersebut.


"Tidak apa-apa, Sayang. Sekarang tidurlah," ucap Gia seraya mengecup kening istrinya.


Elsa sangat tahu jika suaminya tersebut tidak pernah mau bermain solo sudah dapat dipastikan jika selama dua bulan ini suaminya begitu tersiksa karena menahan hasratnya.


Bahkan tidak dapat dipungkiri jika dirinya pun menginginkan tubuh suaminya, dia menginginkan kehangatan yang selalu diberikan oleh suaminya.


Dia juga menginginkan suguhan kenikmatan yang selalu dia dapatkan dari suaminya, Elsa bahkan tanpa malu berkonsultasi kepada dokter kandungan.


Dia bertanya 'Apakah boleh jika dia melakukan hubungan suami istri saat keadaannya yang lemah seperti ini?'


Dokter pun berkata 'Tidak masalah, karena baby yang berada di dalam kandungan Elsa sangatlah kuat. Yang terpenting cara kalian dalam berhubungan badan dilakukan dalam tempo lambat dan tidak melakukan gaya yang membahayakan kandungan.'

__ADS_1


Elsa tersenyum senang saat mendengar jawaban dari dokter kandungan tersebut, Elsa memang merasakan tubuhnya yang selalu terasa lemas.


Namun, dia juga merasa beruntung karena dia tidak pernah merasa mual ataupun muntah. Hanya saja nafsu makannya memang berkurang.


"Tapi, Mas. Aku juga pengen," kata Elsa malu-malu.


Mendengarkan apa yang diucapkan oleh Elsa, Gia nampak memundurkan wajahnya. Kemudian, dia menatap wajah Elsa dengan lekat.


Dia bisa melihat jika istrinya begitu menginginkan dirinya, dia pun mengakui jika dirinya sangat menginginkan istrinya.


Namun, dia benar-benar merasa takut jika apa yang dia lakukan akan menyakiti baby yang berada di dalam kandungan istrinya.


"Mas pengen banget, Yang. Tapi, Mas takut baby kita akan kenapa-kenapa," ucap Gia lesu.


"Kata dokter boleh, tapi Mas harus hati-hati dan pelan-pelan," rajuk Elsa


"Tapi, Yang. Kamu kelihatan lemes banget, Mas ngga tega." Gia memeluk Elsa erat.


Mendengar kata penolakan dari suaminya, Elsa terlihat mendorong dada Gia dengan pelan.


Kemudian, dia pun membalikkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Sayang," kata Gia seraya mengelus lembut punggung istrinya.


Tak ada respon dari Elsa, Gia jadi khawatir dibuatnya. Gia mengambil ponsel dan mengirimkan pesan chat kepada dokter Irawan.


"Wan, gue boleh ngga sih, itu sama bini gue? Soalnya keadaan tubuhnya lemah banget," satu pesan singkat Gia kirimkan pada sahabatnya itu.


Dokter Irawan yang sedang membantu Anita mengganti popok putrinya, langsung menghentikan kegiatannya.


Dia mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Gia, dokter Irawan nampak tersenyum, kemudian dia pun membalas pesan dari Gia.


"Selama kandungan bini elu kuat, ngga masalah. Lagi pula kandungan bini elu sudah memasuki usia enam belas minggu, aman!" balasan dari Dokter Irawan langsung dikirimkan.


Saat Gia membaca pesan dari dokter Irawan, dia nampak tersenyum. Kemudian, dia pun kembali mengirimkan pesan chat kepada sahabatnya tersebut.

__ADS_1


"Terus, menurut elu gaya apa yang tidak membahayakan janin di dalam kandungan bini gue?" tanya Gia lewat pesan singkat yang dia kirimkan.


"Gaya menyiram bunga matahari boleh, atau elu bisa main belakang. Biarin bini elu tidur miring, biar dia merasa lebih nyaman." Balasan dari Dokter Irawan.


"Oke tank's infonya, ngomong-ngomong baby Via apa kabarnya?" tanya Gia.


"Ngga usah banayak bacot, gue mau buka puasa. Elu jangan ganggu, gue udah ngga tahan puasa selama empat puluh hari," balas Dokter Irawan.


Mendapat balasan dari dokter Irawan, Gia nampak terkekeh. Lalu, dia mematikan ponselnya dan menyimpannya di atasnya nakas.


Setelah itu, dia nampak membuka selimut yang menutupi tubuh Elsa. Lalu, dia mengusap lembut punggung istrinya.


Bibirnya pun dengan lincah langsung mengecupi leher jenjang istrinya hingga ke pundaknya, Elsa terlihat menggeliat mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.


"Buka bajunya, aku mau enen. Mumpung masih belum ada asinya," kata Gia.


Elsa tersenyum lalu dia pun mulai membuka baju yang dia kenakan, Gia juga tak mau kalah. Dia langsung membuka semua kain yang menutupi tubuhnya.


Kini kedua manusia berbeda jenis kelamin itu sudah nampak polos tanpa sehelai benang pun, Gia langsung naik ke atas tubuh istrinya dan mengecupi setiap inci wajah istrinya.


"Bersiaplah, Sayang. Mas sudah tidak tahan," kata Gia.


Elsa tersenyum, lalu dia pun menganggukkan kepalanya. Dia senang dengan respon dari suaminya itu.


Gia terlihat menautkan bibirnya ke bibir istrinya, tautan bibir yang awalnya lambat kini makin cepat karena gairah yang mulai memuncak.


Gia melepaskan tautan bibirnya, lalu dia mulai mengecupi leher jenjang istrinya hingga sampai pada dada istrinya yang terlihat begitu padat dan juga berisi.


Dia raup dada istrinya dengan serakah dan dia hisap ujung dada istrinya dengan gerakan lembut dan sedikit memberikan gigitan kecil di sana.


Elsa sampai menggelinjang seraya menjambak rambut suaminya, sudah dua bulan mereka tak melakukannya.


Rasanya begitu nikmat, walaupun baru saja mereka melakukan pemanasan saja. Elsa terlihat tidak tahan dan langsung merengek untuk minta dimasuki kepada suaminya itu.


"Mas, aku mau sekarang," pinta Elsa.

__ADS_1


Gia terkekeh mendengar permintaan dari istrinya, Gia menurut. Dia langsung mengarahkan miliknya dan memasuki istrinya dengan gerakan perlahan.


Elsa mengangkat pinggulnya agar bisa lebih merasakan milik suaminya yang kini telah masuk dengan sempurna.


__ADS_2