Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Hilang


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu, baik Nyonya Miranda atau pun Elsa terlihat sangat cemas. Karena sampai saat ini, Gia dan Tuan Alson tak memberikan kabar sama sekali.


Seharusnya hari ini mereka sudah pulang ke rumah, herannya dari kemarin baik Gia atau pun Tuan Alson tak bisa dihubungi.


Panggilan mereka kompak hanya di balas jawaban suara dari operator wanita saja, tak ada suara


gagah Gia atau pun suara berwibawa ciri khas Tuan Alson.


Elsa sempat menelpon ke hotel tempat Gia dan Tuan Alson menginap, seorang resepsionis di sana berkata jika Gia dan juga Tuan Alson sudah chek out dari kemarin sore.


Nyonya Miranda awalnya berpikiran baik, akan tetapi hatinya yang semakin gundah langsung menelpon Lucas dan menyuruhnya untuk mencari tahu tentang keberadaan Tuan Alson dan juga Gia.


Malam pun telah tiba, Elsa yang tidak bisa berpikir dengan jernih memutuskan untuk pergi ke rumah Nyonya Miranda.


Aurora dan Aurelia sengaja mereka titipkan pada Ibunya dan Tuan Dirja. Sebenarnya, Tuan Dirja pun menyuruh Ajun untuk mencari Gia dan juga Tuan Alson. Akan tetapi, Elsa seakan takut jika kedua putrinya akan ikut bersedih saat mengetahui keadaan ayah mereka yang belum diketahui sampai saat ini.


"Bu, Dad. Titip anak-anak," ucap pamit Elsa pada Tuan Dirja dan Bu Anira.


"Apa tidak sebaiknya menunggu kabar dari Ajun? Dia sedang berusaha untuk meretas Cctv jalan yang dilalui oleh Gia dan juga Tuan Alson." Tuan Dirja terlihat mengelus lembut puncak kepala Elsa.


"Iya, Nak. Biar ibu yang temenin kamu," ucap Bu Anira.


"Baiklah," jawab pasrah Elsa.


Elsa langsung duduk dan memeluk Ibu Anira, air mata yang sedari di tahan luruh juga. Dia sudah tak tahan membendung rasa sedihnya. Apa lagi, akhir-akhir ini Elsa merasa sangat sensitif.


Bu Anira merasa sangat sedih melihat keadaan putrinya, dia langsung memeluk Elsa dan mengelus lembut punggung Elsa.


"Sabar, Sayang. Ibu yakin sebentar lagi Ajun akan mendapatkan informasi tentang suami kamu," ucap Bu Anira berusaha untuk menenangkan.


Elsa terisak di dalam dekapan Ibunya, dia benar-benar sedih saat ini. Tuan Dirja merasa iba melihatnya, padahal anaknya yang saat ini hilang. Akan tetapi, melihat keadaan Elsa yang terlihat menghawatirkan, membuatnya merasa tak tahan.


Drerrrt... Drerrrtt...


Ponsel Tuan Dirja bergetar, menandakan ada sebuah panggilan masuk dari Ajun. Tuan Dirja pun dengan cepat mengangkat panggilan dari Ajun.


"Bagaiman?" tanya Tuan Dirja to the point.

__ADS_1


"Menurut rekaman Cctv tv, mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah pom bensin yang berada di sebuah Rest Area di kota G. Akan tetapi, mereka tak terlihat lagi." Lapor Ajun pada Tuan Dirja.


"Apa tak ada petunjuk?" tanya Tuan Dirja cemas.


"Saya akan langsung ke sana sekarang, karena saya saya yakin ini murni karena persaingan bisnis. Sepertinya ada yang sengaja menculik mereka, untuk mobil yang mereka tumpangi masih berada di pom." Jelas tegas Ajun.


"Kapan kamu berangkat?" tanya Tuan Dirja.


"Sekarang, Tuan. Saya juga akan membawa Bodyguard dan beberapa anak buah saya," jawab Ajun.


"Saya ikut, jemput saya. " Titah tak ingin dibantah dari Tuan Dirja.


"Baik, Tuan." Jawab Ajun.


Tak lama panggilan dari Ajun pun terputus, Tuan Dirja langsung menghampiri Elsa dan duduk di sampingnya. Dia mengelus lembut punggung Elsa dan terus berusaha untuk menenangkan menantunya tersebut.


"Dad, mau ikut ke kota G untuk mencari Gia. Kamu berdo'a lah semoga Gia cepat ditemukan," pamit Tuan Dirja.


"Aku ikut," kata Elsa.


"Tunggulah di rumah saja, jangan sampai kamu mengenyampingkan kepentingan Aurora dan Aurelia." Kata Tuan Dirja.


Bukannya menurut, Elsa malah memeluk Tuan Dirja dengan erat.


"Please, Dad. Izinin aku buat nyari suami aku, aku mau nyari dia juga." Elsa langsung meraung sepeti anak kecil, dia seolah tak ingin ditinggalkan.


Elsa juga merasa berhak untuk ikut, dia mengkhawatirkan suaminya. Apa dia salah jika merasa ingin ikut mencari keberadaan suaminya?


"Hahhhh..." terdengar helaan nafas pasrah dari Tuan Dirja, "baiklah, kita harus segera bersiap." Kata Tuan Dirja.


Elsa langsung melerai pelukannya, kemudian dia langsung menciumi pipi Tuan Dirja.


"Tank's, Dad." Ucap Elsa dengan binar bahagia di wajahnya.


"Ck, lap dulu ingusnya. Pipi Daddy jadi basah," keluh Tuan Dirja.


Cepat-cepat Elsa menyusut wajahnya dengan ujung bajunya," sudah, Dad."

__ADS_1


Tuan Dirja hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Elsa, dia tak menyangka jika menantunya itu begitu jorok.


Lima belas menit kemudian, Ada empat mobil yang berhenti tepat di depan rumah Tuan Dirja. Dengan cepat, Elsa dan Tuan Dirja berlari keluar untuk memastikan siapa yang datang.


Ternyata Lucas dan Ajun sudah terlihat siap, bahkan Dina, Nyonya Miranda dan juga VB sudah terlihat bersiap untuk ikut bersama dengan Ajun.


Delapan orang Bodyguard juga sudah siap di sana, tinggal menunggu titah dari Tuan mereka.


Walau bagaimanapun juga, Tuan Alson juga berada dalam bahaya. Mereka sangat khawatir, mereka juga ingin ikut mencari.


"Sa, elu mau ikut gue apa bareng mertua elu?" tanya Dina.


"Gue bareng, Daddy." Jawab Elsa pasti.


Pukul sepuluh malam, mereka berangkat ke kota G, mereka ingin mencari keberadaan Gia dan Tuan Alson. Mereka benar-benar menghawatirkan keadaan kedua orang yang sangat berharga dalam hidup mereka.


Tiga jam perjalanan mereka lalui tanpa hambatan, karena memang mereka melakukan perjalanan saat malam hari. Keadaan jalanan pun terlihat lebih sepi, sehingga mereka bisa dengan leluasa mengendarai mobil yang mereka tumpangi dengan kecepatan tinggi.


Pukul satu malam, mereka sampai di pom bensin tempat menghilangnya Tuan Alson dan juga Gia. Ajun yang sudah membuat janji temu dengan pemilik pom bensin tersebut langsung turun dan menemui lelaki paruh baya itu.


Lucas, Nyonya Miranda, Dina, Elsa, VB dan juga Tuan Dirja langsung mengikuti langkah lelaki paruh baya itu ke dalam ruang kerjanya.


"Jadi bagaimana, bisa kami melihat rekaman Cctv'nya?" pinta Ajun.


Lelaki paruh baya itu pun langsung tersenyum, "bisa, Tuan. Tentu bisa, Karena ini merupakan kejahatan."


Dia memberikan laptop yang sedari tadi menyala Ajun pun dengan cekatan mengambil dan langsung memutar rekaman Cctv tersebut.


Di sana nampak mobil yang Gia dan Tuan Alson tumpangi sedang di isi bensin, tiba-tiba saja ada beberapa orang yang datang dan menggebrak mobil yang mereka tumpangi.


Saat Tuan Alson dan Gia keluar, mereka langsung dibius dan di bawa pergi. Tak ada yang berani membantu, karena orang-orang tersebut membawa pistol di tangan mereka.


Ajun dan Lucas yang sangat jeli bisa melihat tanda dari tato di tangan kanan salah satu lelaki yang menyeret Gia saat dia menodongkan pistolnya ke arah penjaga pom.


"Siapa mereka?" tanya Tuan Dirja.


"Mereka.... "

__ADS_1


__ADS_2