Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Balasan Untuk VB


__ADS_3

Waktu baru menunjukkan pukul sepuluh pagi, akan tetapi jiwa Dina terasa sangat lelah. Setelah mengurusi lelaki yang baru saja sah menjadi suaminya, Dina mengambil selimut dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Rasa kesal masih menguasai hatinya, dia seakan enggan untuk tidur bersama dengan lelaki yang dengan teganya sudah membuat dia merana.


Merana dalam arti bukan karena mengharapkan pisangnya VB ya Gengs, masalahnya Dina merasa seperti istri yang terabaikan. Wanita yang dinikahi, tapi tak diberi kepastian.


Dina mulai memejamkan matanya, karena dia sudah merasa lelah dan letih setelah mengurusi suaminya. Tak perlu waktu yang lama, Dina pun langsung terlelap dalam tidurnya.


Tak lama kemudian, VB bangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan matanya berkali-kali, dia langsung memegang kepalanya yang terasa sangat berdenyut.


Badannya pun terasa sangat sakit, bahkan rasanya VB sudah mulai menggigil.


"Dasar temen ngga ada akhlak! Gara-gara mereka, gue ngga jadi malam pertama." Rutuk VB.


VB mengedarkan pandangannya, Seingatnya dia semalam bertaruh di Bar. Namun saat ini, kenapa dia bisa tidur di kasur yang terasa sangat nyaman.


Matanya langsung tertuju pada wanita yang kemarin dia nikahi, Dina terlihat sangat cantik kala tidur dengan wajah tanpa make-up'nya.


"Kamu cantik banget, Yang." VB menyunggingkan senyuman manisnya.


Tak lama senyumnya langsung sirna." Ya tuhan, tadi malam gue ninggalin dia. Pasti dia marah, dia mau maafin gue ngga, ya?"


Perlahan, VB menyibak selimutnya. Kemudian dia turun dari tempat tidurnya, dia menghampiri Dina yang sedang terlelap di atas sofa.


VB mengelus lembut pipi Dina, terasa lembut dan kenyal. Apa lagi bibir Dina yang terlihat sedikit terbuka, membuat VB ingin sekali menikmatinya.


Akan tetapi, rasa takut masih menguasainya. Dia sangat takut jika Dina akan bangun dan menamparnya.


"Astaga--," VB menyibak rambut yang menutupi wajah Dina--" kamu cantik banget, Yang."


VB menatap Dina dengan tatapan penuh damba, dia berjongkok lalu menatap wajah cantik istrinya. Matanya, kemudian menyisir lekuk tubuh Dina.


Walaupun tubuh Dina tertutup selimut, tapi tetap saja tak menutupi keindahan tubuhnya.


Tubuh Dina yang bahenol, membuat VB menelan salivanya dengan sangat susah. Bahkan untuk bernapas saja, napasnya seakan tercekat di dalam tenggorokan.


"Yang, boleh ngga sih nyicip bibirnya dikit?" tanya VB.


"Hem," jawab Dina.


Entah sadar, atau hanya bergumam saja VB tidak tahu. VB hanya merasa, jika dia merasa sangat senang.

__ADS_1


Dengan perlahan, VB mendekatkan wajahnya. VB langsung memiringkan wajahnya, bibirnya sedikit lagi akan merasakan nikmatnya benda kenyal milik istrinya.


Napas hangat Dina bahkan sudah terasa menyapu wajahnya.


Plak!


"Aduh, Yang! Sakit banget ini, kamu tega banget." VB langsung memegangi pipinya yang terasa panas.


Padahal, kalau diperhatikan. Tangan Dina terlihat kecil dan sangat lembut, akan tetapi saat merasakan tamparannya tangan Dina terasa sangat besar menempel di pipi VB.


VB langsung meraih tangan Dina, kemudian memperhatikan tangan Dina dengan seksama. Dia raba dan dia usap.


"Tangan kamu lembut banget, Yang. Namun, untuk menamparku ternyata rasanya sangat sakit." VB mengusapkan tangan Dina ke pipi VB.


"Ngga usah lebay!" Dina langsung bangun dan duduk sambil menatap horor ke arah VB.


VB langsung bergidig dibuatnya." Jangan tatap aku kaya gitu, Yang. Aku jadi takut, maaf."


VB langsung tertunduk lesu, dia takut akan amarah istrinya


"Jelaskan!" titah Dina.


"Hah?" tanya VB seperti orang linglung.


"Kenapa kamu ninggalin aku sendirian, di saat malam pengantin kita?" tanya Dina.


Dina terlihat sangat kesal, hal itu membuat VB merasa sangat bersalah.


"Kamu marah, Yang?" tanya VB lesu.


Mata Dina langsung mendelik saat mendengar pertanyaan dari VB.


"Tentu saja, wanita mana yang tak marah ditinggalkan begitu saja saat malam pengantin!" Dina berucap dengan bersungut-sungut.


Nyali VB makin menciut, kalau saja waktu bisa diulang. Dia pasti akan menolak ajakan teman-temannya.


"Maaf, Yang. Kalau kamu mau, kita bisa melakukannya sekarang." VB langsung bangun dan membuka bajunya.


"Sinting!" teriak Dina.


Dina langsung mendorong Dada VB, VB yang masih dalam pengaruh alkohol langsung jatuh terjerembab. Beruntung, dia terjatuh di atas karpet berbulu.

__ADS_1


"Yang... maaf." VB langsung tertunduk lesu.


"Mamam tuh maaf," kata Dina.


"Yang, kita lakukan sekarang. Aku sanggup kok, muasin kamu. Beneran!" VB langsung bangun dan merangkul pundak Dina.


"Gue bukan kesal karena ngga dikasih pisang, gue kesel karena merasa diabaikan. Hati gue sakit! Elu maksa nikahin gue, pas malam pengantin gue malah ditinggal tanpa kabar. Nyesek!"


Dina mengeluarkan semua unek-unek yang ada di dalam hatinya, bahkan air mata Dina sudah mulai memaksa untuk keluar dari pelupuknya.


VB jadi serba salah dibuatnya, dia mengaku jika dia salah. Akan tetapi, dia tak menyangka jika Dina akan sejarah itu padanya.


Dina langsung mengambil ponsel dan tas selempang milinya, kemudian dia langsung pergi meninggalkan VB.


Saat melihat Dina yang pergi begitu saja, dengan tergesa VB langsung mengejar Dina. Orang-orang sampai tersenyum malu, saat melihat VB yang berlari mengejar istrinya.


VB sempat heran, kenapa orang-orang menatap VB seperti itu. Saat melihat tubuhnya yang hanya tertutup celana pendek saja, VB pun tak jadi mengejar Dina.


VB langsung berlari menuju kamarnya.


"Astaga--," VB mengusap dahinya yang berkeringat--" gue ngga pake baju."


Setelah. memakai baju, VB kembali berlari menyusul Dina. Namun, Dina sudah tak terlihat lagi.


VB langsung menghampiri security yang sedang berjaga di sana, karena sudah pasti security itu melihat kepergian Dina.


"Permisi, Pak. Apakah anda melihat wanita yang berbaju kuning pergi dengan tergesa-gesa dari sini?" tanya VB dengan napas yang masih tersengal-sengal.


Itu terjadi karena VB memang berlari untuk mengejar Dina. Akan tetapi, dia sudah terlambat.


" Oh, pengantin wanita yang kemarin menikah di sini ya? Istrinya Den VB kan?" tanya security tersebut.


VB langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali.


" Iya-iya, itu istri saya. Lihat nggak, Pak?" tanya VB tak sabar.


"Oh, dia tadi naik taxi, dia pergi sambil menangis. Pipinya ampe basah banget," jelas security tersebut.


VB angsung tertunduk lesu, karena mendengar istrinya pergi dengan berlinang air mata. VB jadi benar-benar merasa sangat bersalah terhadap Dina, dia pun tidak tahu harus bagaimana.


"Ini semua salah gue, coba gue ngga ngikutin ajakan sesat. Pasti sekarang gue lagi ****** sama bini gue," ujar VB bermonolog sendiri.

__ADS_1


VB pun dengan langkah gontai pergi meninggalkan security tersebut, dia ingin menemui Dad'nya dan mengadu padanya.


__ADS_2