Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Permintaan Maaf Aldino


__ADS_3

Seperti biasanya, sebelum berangkat kerja Nyonya Mesti akan datang ke rumah Melani untuk mengurus Fajri.


Pagi ini Nyonya Mesty terlihat diantar oleh Aldino, bahkan Aldino terlihat ikut masuk ke dalam rumahnya.


Melani sempat mengernyit heran dengan kedatangan mantan suaminya tersebut, namun dia berusaha berpikir positif dengan kedatangannya tersebut.


"Mel, Fajri mana?" tanya Nyonya Mesti.


"Di rumah Tante Mira, Mah," jawab Melani.


"Oh, pasti lagi barengan sama Andrew, ya? Mamah tuh aneh banget sama Fajri, bisa-bisanya dia lengket banget sama dia. Mamah susul, ya?" kata Nyonya Mesti seraya berlalu.


Melani tak bisa menjawab, dia hanya bisa memperhatikan kepergian mertuanya itu menuju rumah Andrew.


Kini tinggalah Aldino yang sedang duduk di ruang tamu, sebenarnya dia merasa risih dengan kehadiran Aldino di rumahnya tersebut.


Namun walau bagaimanapun juga Aldino adalah lelaki yang pernah menjadi bagian penting dari hidupnya, tidak mungkin bukan jika dia bersikap ketus ataupun kasar terhadap Aldino.


Melani pun terlihat duduk di sofa yang berseberangan dengan Aldino, lalu dia pun mulai berbicara.


"Mas mau minum kopi?" tawarnya basa-basi.


"Nggak usah, Mas udah ngopi di rumah. Mas ke sini cuma mau ngasih ini buat anak-anak," ucap Aldino seraya memberikan sebuah amplop ke tangan Melani.


Melani sempat mengernyit sambil melihat amplop tersebut, namun beberapa detik kemudian Melani pun paham. Mungkin ini adalah bentuk tanggung jawab Aldino terhadap kedua buah hatinya.


"Ini--"

__ADS_1


"Ya, itu uang jajan untuk kedua buah hati kita. Mas sekarang buka usaha sendiri, Mel. Bikin usaha tour and travel gitu," adu Aldino.


"Oh," jawab Melani yang sebenarnya tidak perduli.


Akan tetapi, dalam hatinya yang paling dalam dia masih merasa bersyukur karena Aldino mampu bangkit setelah keterpurukannya.


Dia sangat tahu jika Aldino pun terpukul setelah dipecat secara tidak hormat oleh Tuan John, bahkan Melani juga sempat mendengar cerita dari Nyonya Mesti jika Nyonya Mariane telah memblacklist Aldino.


Sehingga, Aldino tidak bisa mencari pekerjaan di mana pun. Namanya sudah jelek, membuat Aldino sempat terpuruk.


Beruntung setelah Nyonya Mesti berusaha untuk menguatkan, Aldino pun bisa bangkit dan berusaha untuk membangun usahanya.


Walaupun hanya usaha kecil dengan biaya yang dia punya, beruntung semua kebutuhan Aldino kala itu Nyonya Mariene yang menangggung.


Alhasil gajinya tetap utuh, hanya terpotong uang nafkah yang selalu dia berikan sebesar lima belas juta setiap bulannya pada Melani.


Mendengar ucapan Aldino, Melani terlihat tersenyum canggung. Tentu saja lebih cantik dan berisi, karena sekarang dia tak pernah pusing memikirkan Aldino lagi.


Wajahnya pasti lebih segar, karena setelah berpisah dengan Aldino Melani malah bisa menyempatkan diri untuk pergi ke salon.


Tentu saja bukan murni karena keinginannya, namun karena Reni' lah yang mengajaknya. Walaupun dia pergi ke salon hanya sempat dua kali saja selepas berpisah dengan Aldino.


"Terima kasih, oiya Mas. Aku mau berangkat, maaf kalau harus aku tinggal," ucap Melani tak enak hati.


"Pergilah, tak apa. Mas mau bertemu sebentar dengan Fajri," kata Aldino.


Melani terlihat tersenyum saat mendengar ucapan Aldino, dia langsung memasukkan amplop pemberian Aldino ke tasnya, lalu dia pun keluar dari dalam rumahnya diikuti oleh Aldino.

__ADS_1


Saat Melani hendak masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba saja Aldino memeluk Melanie dengan sangat erat.


Melanie hanya diam terpaku, dia bingung harus berbuat apa. Menerima pelukan Aldino dia tidak menginginkannya, namun jika dia menolak dan mendorong tubuh Aldino, dia rasa terlalu kejam.


"Maaf, karena selama kita menikah Mas belum pernah membahagiakan kamu. Terlalu banyak rasa sakit yang Mas torehkan di hati kamu," ucap Aldino tulus.


"Ya, aku sudah memaafkanmu, Mas. Sekarang kita harus bisa menata hidup kita masing-masing," kata Melani.


Aldino tersenyum, lalu dia melerai pelukannya. Dia menatap lekat wajah Melani.


"Terima kasih karena kamu sudah mau menjadi istri Mas selama ini, maaf karena selama menikah Mas tidak dapat menjadi suami yang baik untuk kamu," ucap Aldino.


Melanie tersenyum getir mendengar ucapan Aldino, sebenarnya menurut Melani, Aldino adalah lelaki yang baik.


Hanya saja semenjak dia mengenal Nyonya Mariane perangainya mulai berubah.


"Tidak apa-apa, Mas. Semuanya sudah berakhir, maaf... aku harus bekerja," ucap Melani.


"Ya, pergilah dan hati-hati," kata Aldino.


Melani pun masuk ke dalam mobilnya, saat dia hendak melajukan mobilnya, dia sempat melihat Andrew yang sedang menatapnya di halaman rumahnya.


Melani menjadi salah tingkah dibuatnya, apa lagi saat melihat sorot kekecewaan di mata Andrew.


Entah kenapa, dia merasa ingin sekali menjelaskan kepada Andrew bahwa dia dan Aldino sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.


Namun, dia harus berangkat bekerja, mungkin nanti dia akan menjelaskannya, pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2