Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Mau Punya Anak Banyak


__ADS_3

Selain pergi ke kantor, kini VB mempunyai pekerjaan baru. Setiap hari dia akan menghitung masa nifas istrinya, tentu saja tujuannya untuk meminta haknya di hari ke empat puluh satu.


VB baru tahu, jika ternyata ada masanya perempuan itu menyembuhkan luka dalam rahimnya setelah sembilan bulan membengkak karena ulahnya.


VB juga baru tahu jika selain dia harus berpuasa untuk menahan hasratnya, dia juga harus berusaha untuk menahan godaan dari wanita cantik di luar sana.


Senyum wanita cantik yang tiba-tiba saja datang, seakan melambai-lambai untuk mengajak dirinya bergulat di atas kasur.


Mungkin saat itulah kesetiaan suami mulai di uji, banyak wanita cantik dan muda yang datang merayu dan menjanjikan kenikmatan pada VB.


Bahkan ada wanita yang sengaja datang ke kantor VB secara terang-terangan memintanya untuk menjadikan istri, padahal dia tahu jika VB sudah beristri.


Dia berdalih jika wanita itu ada masa liburnya tiap bulan, ada masa liburnya saat masa nifas setelah melahirkan dan wanita itu ada masa kadaluwarsanya yang disebut menopause.


Padahal wanita itu terlihat sangat cantik dan baru berusia sembilan belas tahun, anak pengusaha kaya pula. VB sampai menggelengkan kepalanya.


Apa lagi saat wanita muda itu berkata jika Dina sudah berumur, pasti sensasi bercintanya juga beda dengan yang muda, pasti lebih asik dan menantang.


"Ayolah, Mas. Nikahin aku, pasti kamu akan puas dengan servis yang aku berikan. Yang muda lebih menggoda," ucapnya.


Justru VB malah merasa enek saat mendengar ucapan dari perempuan muda itu, mungkin bukan masalah tua atau mudanya.


Akan tetapi, bagaimana cara kita memperlakukan pasangan halal kita dengan penuh cinta.


Sebenarnya Dina sudah sering menawarkan diri untuk memuaskan VB dengan cara yang lainnya, namun dia merasa kasihan pada Dina.


Apa pagi Baby ABC sangat kuat dalam meminum asi, membuat VB tak tega jika harus meminta hal lebih pada istrinya.


"Kalau mau aku siap ko, Mas. Kan bisa pake ini," tunjuk Dina pada bibirnya.


VB hanya menggelengkan kepalanya, bukan. karena tak ingin. Namun rasa kasih sayangnya terlalu besar, dia tak mau membuat Dina kesakitan karena ulahnya.


Apa lagi VB sangat sadar, jika durasi yang dia lalui selalu lama. Dia tak mampu membayangkan jika bibir Dina nanti akan bengkak karena ulahnya.


Tak hanya sampai disitu, Dina seperti menunjukkan baktinya pada suami. Dina pun kembali berkata.


"Pakai ini, saja mau?"

__ADS_1


Dina terlihat mengusap dadanya dengan gerakan sensual, tangannya pun terlihat meremat-remat ke udara seolah sedang ada benda yang dia remat.


VB sempat tersenyum, tapi dia kembali menolaknya.


"No, Sayang. Lagian empat puluh hari hanya sebentar, aku sangat mencintai kamu. Aku tak ingin membuat kamu terluka atau kelelahan hanya kerena nafsuuku," tolak halus VB.


Dina tersenyum bahagia, dia tak menyangka jika suami brondongnya benar-benar bisa terlihat dewasa.


Padahal saat awal-awal menikah, VB sering merengek minta dipuaskan. Di mana saja dan kapan saja, hal itu kadang membuat Dina risih. Namun, dia suka saat milik VB memasukinya.


"Yang, Baby ABC mana?" tanya VB kala melihat istrinya yang baru saja membuatkan kopi untuknya.


"Sama Mommy," jawab Dina.


Dina terlihat menyimpan kopinya di atas meja, lalu dia duduk di atas pangkuan suaminya. Tangannya pun mengalung di leher suaminya, bibirnya pun langsung menyapu setiap inci wajah suaminya.


"Kamu kenapa, hem? Sedang berusaha merayuku?" tanya VB.


Mendengarkan pertanyaan dari suaminya, Dina langsung terkekeh dibuatnya.


"Tidak seperti itu, aku hanya sedang rindu dengan suamiku ini. Karena akhir-akhir ini rasanya tidak ada waktu untuk bermanja-manjaan dengan kamu," ucap Dina seraya mengecup bibir VB.


"Dia sama kaya kamu, Yang. Wajahnya, sikapnya, semuanya sama." Kembali Dina mengecup bibir VB.


"Jangan mancing-mancing, Sayang. Masih tiga hari lagi," kata VB.


Dina langsung tergelak mendengar ucapan suaminya, dia sangat tahu jika VB sudah sangat menginginkan dirinya.


Namun, VB terlihat menahannya dengan sekuat tenaga. Dina bahkan sampai kagum kepada suaminya tersebut, karena VB bisa menahan hasratnya.


Padahal, biasanya jika VB menginginkan dirinya, dia selalu saja merengek tanpa mengenal tempat dan waktu.


"Sabar ya, Sayang. Sebelum kamu pergi kerja, aku mau bertanya sama kamu. Bolehkan jika Baby ABC langsung punya adik?" tanya Dina.


"Maksudnya?" tanya VB tak paham.


"Aku ingin mempunyai anak banyak, Yang. Aku mau, kalau aku tidak usah KB. Apa lagi usiaku sekarang sudah 29 tahun, aku rela tiap tahun hamil sebelum usiaku 33 tahun," ucap Dina.

__ADS_1


Mendengar ucapan Dina, wajah VB terlihat kaget. Melihat Dina melahirkan satu kali saja dia merasa akan mati saat itu juga.


Apa lagi kalau sampai Dina melahirkan sampai berkali-kali, rasanya dia tidak sanggup untuk melihatnya.


"Sayang, aku takut kamu akan merasakan sakit lagi." VB terlihat mengusap pipi Dina dengan lembut.


Dina tahu jika VB hanya menghawatirkan dirinya, bukan tak ingin mempunyai anak lagi.


"Sakit saat melahirkan itu sudah menjadi kodrat untuk seorang wanita, kamu ngga usah takut. Tuhan memberikan rasa sakit lengkap dengan penawarnya, saat aku melahirkan memang sangat sakit luar biasa. Tapi, saat melihat Baby yang sudah aku lahirkan rasa sakit itu hilang entah kemana," kata Dina.


Mendengar ucapan Dina, VB pun mengiyakan. Namun, tetap saja ada rasa takut dan juga khawatir yang dia rasakan.


"Kamu percaya pada Tuhan, kan?" tanya Dina.


VB terlihat menganggukkan kepalanya beberapa kali, "iya."


"Kalai begitu, Mas harus setuju." Dina langsung menautkan bibirnya, dengan senang hati VB membalas taitan bibir istrinya.


Cukup lama bibir mereka saling bertaut, sampai tangan VB menekan punggung istrinya agar bisa merasakan dada istrinya yang terasa menempel pada dadanya.


"Ehm," terdengar deheman dari gawang pintu.


Dina dan VB langsung melepaskan tautan bibir mereka, Dina bahkan langsung bangun dari atas pangkuan suaminya.


Nyonya Miranda nampak menghampiri Dina dan memberikan Baby ABC padanya.


"Dia butuh asi kamu, Sayang," kata Nyonya Miranda.


"Ah, iya, Mom." Dina terlihat langsung membawa Baby ABC menuju tempat tidur.


Karena itulah yang selalu dia lakukan saat menyusui putranya, Baby ABC hanya akan menyusu sambil tiduran.


VB terlihat memelototkan matanya kala melihat Dina yang mengeluarkan payudarranya, dia selalu saja tergoda.


Apa lagi semenjak melahirkan bentuknya menjadi lebih besar, membuat VB tak sabar untuk memegangnya setelah masa nifas Dina selesai nanti.


"VB, lebih baik kamu cepat berangkat kerja. Mom takut kamu akan khilaf," kata Nyonya Miranda.

__ADS_1


"Ah, iya, Mom." VB terlihat salah tingkah, dia langsung menghampiri isttinya dan mengecup keningnya.


__ADS_2