
Malam yang melelahkan telah berlalu, semua insan penghuni rumah keluarga Pranadtja masih terlelap dalam tidurnya karena lelah.
Belum lagi Gia yang saat pulang masih sempat-sempatnya meminta haknya sebagai seorang suami.
Padahal Elsa sudah merasa sangat lelah sekali, namun Gia berkata jika Elsa tidak perlu bergerak saja. Cukup diam dan nikmati.
Namun, pada kenyataannya Gia terus saja menyerang sang istri dari segala sisi dan dengan berbagai posisi.
Tentu saja hal itu tidak membuat Elsa diam, namun dia juga refleks ikut bergerak sesuai dengan perubahan gerak yang Gia lakukan.
Umur boleh bertambah, namun stamina di atas ranjang masih sangat kuat. Tak perlu keraguan, karena tiap hari Gia mampu membuktikan.
Hal itu juga tentu ditunjang oleh olah raga yang rutin Gia lakukan, bahkan di usianya yang semakin bertambah tidak membuat bentuk tubuhnya mengendur.
Gia tetap terlihat tampan dan gagah dengan bentuk tubuhnya yang terlihat atletis, bahkan kini Gia malah terlihat lebih tampan dengan wajah yang semakin terlihat lebih matang.
"Engh!"
Terdengar lenguhan dari bibir Aurora, dia yang merasa tidurnya sudah sangat lama terlihat menggeliatkan tubuhnya, lalu membuka matanya.
Tak lama kemudian, matanya melirik jam digital yang bertengger cantik di atas nakas. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
Padahal setiap hari Minggu Aurora pasti akan pergi untuk melakukan jogging di taman bersama dengan adik-adiknya, namun karena terlalu lelah, dia bahkan sampai telat bangun.
"Ya ampun, sudah siang ternyata!" seru Aurora.
Aurora segera bangun dan turun dari ranjang, kemudian dia berlari menuju kamar mandi. Dia ingin segera mandi dan membersihkan tubuhnya, mungkin dengan melakukan hal itu dia bisa merasa lebih segar, pikirnya.
Dua puluh menit kemudian.
__ADS_1
Aurora sudah terlihat cantik dengan baju casual ala rumahan, dia terlihat keluar dari kamarnya dan langsung pergi menuju dapur.
Sampai di dapur, ternyata di sana sudah ada bu Anira yang sedang memasak bersama dengan asisten rumah tangga.
Di sana juga ada Aurelia yang nampak sedang membantu neneknya, dia begitu cekatan memotong sayuran.
"Selamat pagi menjelang siang!" sapa Aurora.
"Selamat pagi menjelang siang juga Kakakku yang cantik," sapa Aurelia.
"Sepertinya hari ini semua orang bangun telat," kata Aurora.
"Ya, Nenek juga bangun telat," jawab Bu Anira seraya terkekeh.
Setelah saling menyapa, akhirnya mereka melanjutkan ritual masaknya. Hingga pukul setengah sebelas tiba, semua masakan sudah matang dan sudah ditata dengan rapi di atas meja makan.
Aurora dan juga Aurelia bertugas untuk menyusul Elsa dan juga Gia di dalam kamarnya, sedangkan bu Anira bertugas untuk membangunkan Adelia dan juga Alex.
"Selamat siang Ayah, selamat siang Bunda," sapa Aurora.
Aurora langsung menghampiri Gia dan memeluk ayahnya tersebut, Aurelia juga tak mau kalah, dia langsung menghampiri dan memeluk Elsa.
"Kalian juga baru bangun?" tanya Elsa.
"Sebenarnya sih sudah dari tadi, tapi bantuin nenek masak dulu," jawab Aurelia.
"Sepertinya semua penghuni rumah ini bangun kesiangan," kata Gia seraya membalas pelukan Aurora.
"Iya, Ayah benar," jawab Aurara.
__ADS_1
"Sekarang kita makan dulu, nenek sudah nungguin soalnya," kata Aurelia.
"Kamu benar, sebaiknya kita makan saja. Karena Ayah juga sudah sangat lapar," kata Gia seraya mengelus perutnya.
Tentu saja dia sangat lapar, karena energinya benar-benar sudah terkuras.
*/*
Acara makan pun telah selesai, Gia dan semua anak-anaknya sedang berkumpul di ruang keluarga.
Aurora dan juga Aurelia nampak sedang duduk di sofa sambil memeluk sang Ayah, Alex dan juga Adelia nampak duduk di sofa seraya memeluk Elsa.
Mereka terlihat begitu asik menonton serial drama di layar televisi, sesekali terdengar suara tawa yang menggema.
"Ekhm, maaf Tuan. Di luar ada tamu," kata bi Nani sang asiten rumah tangga.
Gia terlihat memalingkan wajahnya, lalu dia bertanya.
"Siapa?" tanya Gia.
"Katanya namanya Den Kiandra," kata Nani.
Mendengar nama Kiandra disebutkan, dahi Gia nampak mengernyit. Rasanya dia tidak mempunyai janji dengan pria muda tersebut. Namun, tak lama kemudian Gia pun berkata.
"Suruh dia masuk dan suruh untuk menunggu di ruang tamu, aku akan menemuinya," jawabnya.
"Baik, Tuan," jawab Gia.
*
__ADS_1
BERSAMBUNG....
Kita tunggu ya, babang Kiandra mau ngomong apa.