Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Kebahagiaan


__ADS_3

Sesuai dari keinginan Ibu Anira, hari ini Aurora dan juga Aurelia menikah dengan pasangan mereka masing-masing.


Mereka menikah di sebuah gereja ternama di Ibu kota, Ibu Anira terlihat sangat bahagia sekali saat melihat kedua cucu kembarnya berbahagia.


Begitupun dengan Gia dan juga Elsa, bahkan Alex dan juga Adelia terlihat begitu bahagia menyaksikan kebahagiaan kedua kakak kembarnya.


Ayah Cristian juga ikut bahagia menyaksikan pernikahan putra semata wayangnya, dia merasa sangat senang karena setelah mengenal Aurelia, Cristian berubah menjadi anak yang penurut dan selalu rajin dalam bekerja.


Di gereja tersebut juga berkumpul Ajun, Gadis dan juga anak-anaknya. Dokter Irawan bersama Anita dan juga anak-anaknya turut hadir, mereka turut berbahagia saat melihat putri dari sahabatnya sudah terlebih dahulu melaksanakan pernikahan.


Terlebih lagi dengan Dina yang datang bersama dengan VB dan anak-anaknya, Dina merasa sangat senang karena kedua putri kembar Elsa kini sudah menikah.


Berbeda dengan Axelle dan juga Kenzie, dua anak remaja itu terlihat kecewa saat melihat Aurora yang kini sudah berstatus sebagai istri dari Kianda tersebut.


Apalagi saat melihat Kiandra yang mencium bibir Aurora dengan begitu mesra, Kenzie dan juga Axelle langsung patah hati.


Ajun menghampiri Kenzie, lalu merengkuh tubuhnya dan berkata.


"Masih banyak gadis cantik di luar sana, Ken. Seriuslah belajar, Daddy yakin jika suatu saat nanti kamu akan menemukan pasangan hidup yang terbaik," kata Ajun.


VB juga sama, dia nampak menghampiri Axelle lalu dia berkata.


"Jangan patah semangat, Boy. Harimu masih panjang," kata VB.


"Ya," jawab Axelle.


Setelah acara pernikahan selesai, setelah semua tamu yang hadir mengucapkan selamat dan memberikan kado kepada kedua pasangan pengantin baru tersebut, semua tamu yang hadir nampak meninggalkan gereja.


Satu-persatu tamu mulai pergi dan kembali ke aktivitas masing-masing, kini tinggal keluarga inti saja yang berada di gereja tersebut.


"Selamat untuk pernikahan kalian, Daddy pulang dulu," kata Tuan Danu.


Tuan Danu terlihat memeluk kedua pasangan pengantin baru tersebut secara bergantian, tentu saja tuan Danu langsung berpamitan untuk pulang, karena Aurelia tidak mau ikut pulang ke rumah Cristian ataupun ke apartemen yang sudah Cristian beli.


Aurelia beralasan, jika dia ingin tinggal bersama dengan ayah dan bundanya dulu sebelum mereka benar-benar melaksanakan acara resepsi pernikahan.


Tentu saja Cristian langsung menyetujuinya, karena dia tidak ingin mengecewakan istri tercintanya.


Berbeda dengan Aurora dan juga Kiandra, mereka langsung pergi ke rumah yang sudah Kiandra siapkan untuk Aurora.


Kiandra sengaja membeli rumah di pinggiran kota tak jauh dari pantai, hal itu sengaja dia lakukan agar dia bisa menjalani rumah tangganya dengan tenang bersama dengan istri tercintanya.

__ADS_1


Hal lain yang menjadi alasannya, tentu saja karena Aurora dan juga Kiandra sangat menyukai pantai.


"Kami pamit pulang dulu," kata Kiandra.


"Aku juga pamit," kata Aurora.


Aurora tampak memeluk semua anggota keluarga secara bergantian, suasana penuh haru pun terjadi.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut terlihat meneteskan air matanya, antara sedih dan juga bahagia yang mereka rasakan.


Gia terlihat menghampiri Kiandra, lalu dia memeluk menantu pertamanya tersebut dan menepuk pundaknya dengan pelan.


"Tolong jaga anakku, bahagiakan dia semampumu. Jika kau sudah tidak sanggup lagi untuk membahagiakan putriku, jangan pernah memukulnya. Jangan pernah menyakitinya, kembalikan dia kepadaku," kata Gia.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Gia, Kiandra nampak tersenyum. Kemudian dia berkata.


"Aku akan berusaha untuk mencintai, aku akan berusaha untuk menjaga dan berusaha untuk membahagiakan Aurora Pranadtja. Karena aku benar-benar mencintainya," kata Kiandra pasti.


"Hem, pergilah! Aku percaya padamu," kata Gia.


Kiandra dan juga Aurora nampak pergi meninggalkan gereja menuju rumah yang akan menjadi kediaman mereka.


Kepergian mereka diiringi tangis haru dan juga bahagia, bebeda dengan Ibu Anira, dia yang terlihat paling bahagia di antara yang lainnya.


Setelah kepergian Aurora dan juga Kiandra, keluarga Pranadtja bersama dengan Cristian langsung pulang ke kediaman Pranadtja.


Pernikahan dadakan ini benar-benar menyita waktu dan juga membuat mereka merasa sangat lelah.


Tiba di kediaman Pranadtja, Gia langsung mengajak Elsa untuk masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


Alex dan Adelia langsung mengantarkan Ibu Anira untuk beristirahat di dalam kamarnya. Sedangkan Aurelia terlihat mengajak Cristian untuk masuk ke dalam kamarnya.


Tentu saja kini mereka harus tidur dalam satu kamar, karena mereka sudah resmi menjadi suami istri.


Tiba di dalam kamar, Cristian langsung menuntun Aurelia untuk duduk di depan meja rias.


Tentu saja hal pertama yang dia lakukan adalah membantu istrinya untuk melepaskan aksesoris yang menempel di kepalanya yang terlihat sangat berat.


"Berat, ya, Sayang?" tanya Cristian dengan tangan yang terus bergerak.


"He'em," jawab Aurelia.

__ADS_1


Setelah selesai dengan bagian atasnya, Cristian juga terlihat membantu Aurelia untuk membuka gaun pengantinnya.


Jakun Cristian terlihat naik turun saat melihat tubuh Aurelia yang hanya menggunakan kain pengaman yang melindungi aset berharga milik istrinya.


"Kamu seksi banget, Yang." Cristian mengusap lembut punggung istrinya yang terlihat sangat mulus.


Aurelia merasa risih dengan kelakuan suaminya, dia berlari dan langsung mengambil kimono mandi, lalu dengan cepat dia memakainya.


"Sayang!"


Cristian terlihat menghampiri istrinya dengan tatapan penuh protes, Aurelia hanya menampilkan cengir kudanya sebagai jawaban.


"Malu, Kak." Aurelia terlihat menunduk.


Cristian tersenyum, dia langsung duduk diatas sofa kemudian dia menepuk pahanya. Aurelia terlihat mengernyitkan dahinya, dia bingung harus melakukan apa. Cristian terkekeh lalu dia berkata.


"Duduklah di sini," kata Cristian.


Dengan ragu-ragu Aurelia menuruti keinginan suaminya, dia langsung duduk di atas pangkuan suaminya.


Cristian terlihat menarik lembut lengan Aurelia, lalu mengalungkannya di lehernya sendiri. Aurelia langsung tersenyum.


"Kamu cantik banget, Yang. Aku pengen ini lagi, lebih lama dari tadi. Boleh?" tanya Cristian seraya mengelus lembut bibir istrinya.


Wajah Aurelia langsung memerah, dia merasa malu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut.


Apalagi saat dirinya mengingat ciuman pertama mereka ketika di gereja, hal itu membuat tubuh Aurelia terasa meremang.


"Oh, ayolah, Sayang. Kita sudah sah, aku mau ini. Boleh, yah?" pinta Cristian.


Karena tak tega melihat wajah suaminya yang terlihat begitu memelas, akhirnya Aurelia nampak menganggukkan kepalanya.


Christian tersenyum senang, dia langsung mengusap tengkuk leher istrinya dan menautkan bibir mereka.


Christian melakukannya dengan sangat lembut sekali, Aurelia bahkan terlihat begitu menikmatinya.


Walaupun Aurelia tidak membalas tautan bibir dari Cristian, Cristian sudah merasa sangat senang. Karena itu artinya, Aurelia sudah benar-benar berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk dirinya.


Cukup lama Cristian bermain di bibir istrinya, sampai pada akhirnya, ada sesuatu di balik celana panjang yang Cristian pakai terasa bergerak. Lalu, terasa keras dan mengganjal di paha Aurelia.


Menyadari milik Cristian telah bangun, Aurelia langsung melompat dari pangkuan suaminya. Dia merasa takut jika benda besar dan panjang itu akan memasuki dirinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Yang? Kenapa wajah kamu berubah seperti itu?" tanya Cristian.


__ADS_2