Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Promo


__ADS_3

Saat Tuan Dirja sampai di sekolah internasional, Aurora dan Aurelia nampak keluar dari kelas. Tuan Dirja pun langsung menghampiri mereka.


"Kakek!!" seru Aurora dan Aurelia bersamaan.


"Yes, Cantik." ucap Tuan Dirja.


"Kok, Kakek di sini?" tanya Aurora.


"Bukannya, Kakek bilang, kalau hari ini Kakek ngga bisa jemput?" tanya Aurelia.


"Tadinya seperti itu, tapi ternyata, Kakek harus mengantar kalian ke salah satu stasiun televisi." ucap Tuan Dirja.


"Untuk apa?" tanya Aurora dan Aurelia bersamaan.


"Untuk promosi lagu, terus sekalian wawancara di sana." jawab Tuan Dirja.


"Tapi, Bunda belum tahu." jawab Aurora.


"Iya, kita belum izin juga sama Bunda." ucap Aurelia.


Tuan Dirja lalu tersenyum," Sudah. Kakek sudah minta izin sama Bunda kalian, lebih tepat nya memberi tahukan. Karena kalau minta izin, Kakek ngga yakin kalau Bunda kalian bakal ngizinin."


"Kakek, memang hebat." puji Aurora dan Aurelia bersamaan.


"Sekarang kita berangkat," ajak Tuan Dirja.


Akhirnya Tuan Dirja bersama si kembar A pun pergi menuju stasiun TV, yang sudah mengundang mereka. Saat tiba di sana, ternyata Kak Mellow dan juga Disty sudah ada di sana.


Aurora dan Aurelia Langsung di ajak ke ruang ganti, mereka langsung di suruh ganti baju dan setelahnya langsung di dandani. Mereka benar-benar terlihat cantik, bak putri di dalam negeri dongeng.


Setelah semuanya siap, ternyata acara nya di adakan secara live. Tuan Dirja pun tak lupa untuk memberitahukan pada Elsa dan juga pada Gia, mereka pasti ingin menonton, pikir Tuan Dirja.


Saat acara di mulai, Aurora dan Aurelia nampak ditemani oleh Kak Mellow. Dan pembawa acara pun mulai bertanya pada Kak Mellow, seputar lagu yang dia ciptakan untuk si kembar A.

__ADS_1


Pembawa acara tersebut pun menayakan tentang bagaimana pertama kalinya Kak Mellow bisa bertemu dengan Aurora dan Aurelia.


Kak Mellow pun menceritakan semuanya, dari mulai ketertarikan dia saat melihat penampilan si kembar A saat melakukan lomba di daerah terpencil di pulau S.


Hingga akhirnya mengajak mereka untuk bergabung dan menciptakan lagu untuk mereka.


Semua yang ada di sana pun merasa puas dengan penuturan Kak Mellow, hingga pembawa acara pun meminta Aurora dan Aurelia untuk menyanyikan lagu yang di ciptakan Kak Mellow untuk mereka.


Aurora pun mulai memainkan pianonya, tak lama Aurelia pun mengeluarkan suara merdunya. Semua yang ada di sana begitu terkesima, bahkan saat Aurelia mengeluarkan nada tingginya, semua orang yang ada di sana nampak berteriak sambil bertepuk tangan.


Selsai menyanyikan lagu baru mereka, Aurora dan Aurelia pun langsung di tantang untuk bernyanyi dan bermain musik.


Aurora di tantang untuk memainkan semua alat musik yang sudah di sediakan, dengan lihainya anak itu memainkan satu persatu alat musik yang ada di sana.


Semua orang bersorak senang, karena ternyata, Aurora mampu memainkan semua alat tersebut dengan sangat mudah.


Aurelia pun sama, dia mendapatkan tantangan untuk menyanyikan semua lagu yang sudah di persiapkan.


Dari mulai lagu pop, R&B, tembang, seriosa, ngawih, keroncong, rok, rege, dan banyak genre musik lainnya. Ternyata, Aurelia bisa dengan mudah menaklukan tantangan lagu yang di berikan.


Hingga pada saat pembawa acara bertanya masalah peribadi, Aurora dan Aurelia nampak enggan untuk menanggapinya.


"Kalau Kakak boleh tahu, bakat yang kalian punya, di turunkan dari siapa sih? Dari Ayah, atau Bunda?" tanya Sang pembawa acara.


Awalnya Aurora dan Aurelia terlihat saling saling pandang, kemudian, mereka pun menggeleng dengan lemah.


"Aku ngga tahu, soalnya aku ngga pernah melihat Bunda menyanyi ataupun bermain musik." ucap Aurora.


"Mungkin, bakat yang kalian miliki, dari Ayah kalian?" tanya Pembawa acara.


"Ngga tahu, Tante. Karena kami ngga pernah tahu, siapa Ayah kami." ucap Aurelia.


Semua orang yang ada di sana, nampak saling pandang. Bagaimana bisa seorang anak tidak tahu keberadaan Ayahnya? Bahkan tidak pernah melihat sama sekali sosok Ayahnya?

__ADS_1


Sungguh hal itu, seakan adalah hal yang sangat mustahil. Karena dimanapun, ada Ayah ada Ibu. Tidak akan mungkin ada Ibu, yang melahirkan tanpa adanya Ayah.


Tuan Dirja yang mendengar penuturan Aurora dan Aurelia, merasa sangat sedih bercampur rasa bersalah. Tuan Dirja pun makin yakin, jika mereka adalah cucu kandungnya. Anak dari hasil perbuatan bejat Gia, anaknya sendiri.


Tuan Dirja merasa yakin, jika Elsa enggan untuk memberitahukannya tentang sosok Ayah Aurora dan Aurelia, karena mereka adalah anak dari hasil perkosaan.


Acara pun diberhentikan, mereka tidak ingin menyakiti perasaan dua malaikat kecil itu lebih dalam lagi. Karena mereka bisa melihat, sorot kesedihan yang begitu dalam dari kedua mata Aurora dan Aurelia.


Di saat yang sama, Gia pun sedang menonton acara yang diselenggarakan oleh stasiun TV tersebut. Gia terlihat sangat sedih mendengar penuturan dari Aurora dan Aurelia.


Sebenarnya dia sangat bangga saat melihat bakat yang mereka miliki, tetapi Gia juga sangat sedih karena Gia tidak ada di saat kedua anak itu membutuhkan sosok Ayah.


Walaupun Elsa, berkata jika kedua putrinya bukanlah milik Gia. Tapi, Gia tetap yakin jika kedua anak itu adalah hasil dari perbuatannya.


Begitupun dengan Elsa, saat dia mendengar Apa yang diucapkan oleh kedua putrinya, dia sangat sedih. Sebenarnya dia ingin sekali memberikan sosok Ayah untuk Aurora dan Aurelia, tapi rasa traumanya seakan mendominasi.


Dia seakan susah untuk membuka hati, dia merasa sangat sulit untuk berkenalan dengan pria manapun. Dia sudah terlanjur benci dengan sosok pria, padahal Elsa sangat yakin, jika di luar sana masih banyak lelaki yang baik.


Setelah acara promosi lagu selesai, Tuan Dirja langsung mengajak Aurora dan Aurelia ke rumah sakit. Dia sengaja, ingin mendekatkan kedua putri Elsa kepada Gia.


Karena Tuan Dirja benar-benar yakin, jika kedua putri Elsa adalah anak Gia. Bahkan Tuan Dirja pun berencana untuk melakukan tes DNA, tentunya tanpa memberitahukannya kepada Elsa.


Sebelum pergi ke rumah sakit, Tuan Dirja pun sengaja singgah di Restoran terlebih dahulu. Dia membeli makanan, untuk mereka makan di rumah sakit nanti.


Sampai di rumah sakit, ternyata Gia sedang menatap jendela sambil melamun. Gia bahkan sampai tak sadar, saat Tuan Dirja dan kedua putri Elsa masuk.


"Om," panggil Aurora.


"Om, kenapa melamun?" tanya Aurelia lagi.


Saat mendengar suara Aurora dan Aurelia yang menyapanya, Gia pun langsung memalingkan wajahnya. Gia menatap kedua Putri Elsa, yang terasa begitu mirip dengannya.


Tanpa sadar, Gia pun langsung merentangkan kedua tangannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


Aurora dan Aurelia seakan mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Gia, mereka pun langsung menghambur ke pelukan Gia.


"Ya tuhan, jika mereka benar-benar anak kandungku, aku mohon, bukakanlah hati Elsa. Buatlah hati dan perasaannya melembut, aku mau dia memaafkan semua kesalahan yang telah aku lakukan. Aku mau bertanggung jawab, atas semua kesalahan yang telah aku perbuat. Aku tahu, jika Aurora dan Aurelia sangat membutuhkan sosok Ayah. Aku harap, aku belum terlambat untuk memberikan mereka kasih sayang."


__ADS_2