Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Kejutan ulang tahun part 2


__ADS_3

"Sayang, dari mana kau tahu ini hari ulang tahun ku?" Mayang bertanya sembari mendongakkan kepalanya menatap Brian dengan wajah penuh haru.


"Aku tahu semuanya tentang mu sayang," Jawab Brian sembari tersenyum.


"Kau curang!" gurutu Mayang dengan nada kesal. Di tatapnya sang suami dengan wajah sendu menahan air mata.


"Aku curang kenapa sayang?" Brian bertanya bingung dengan dahi yang berkerut. Pandangannya menatap lekat pada sang istri dengan wajah penuh rasa cemas.


"Kau suka sekali mengaduk - aduk perasaan ku. Kau membuat ku membenci mu setengah mati, tapi setelah itu kau membuatku tersiksa dengan rasa bersalah ku! Itu namanya curang kan! Aku bahkan selalu berpikiran buruk padamu. Mencurigai mu. Menuduh mu. Tapi kau ...," kalimat Mayang terputus saat gadis itu mulai menitikkan air mata. Namun ia buru - buru menyeka dengan jemarinya. "Tapi kau malah menghujani ku dengan segenap cinta." lanjutnya kemudian dengan berurai airmata.


"Sayang, ku mohon jangan menangis," Brian menarik Mayang kedalam pelukannya, dan membenamkan wajah sang istri di dadanya. "Maaf jika aku sudah membuat mu terluka." ucapnya lagi dengan rasa bersalah.


"Sayang, aku menangis bukan karena hatiku terluka, tapi karena kau membuatku terharu...!" Protes Mayang sedikit kesal. Tapi tak berniat melepaskan dirinya dari pelukan sang suami.


"Kau terharu?" tanya Brian seperti tak percaya. Namun seringai lebarnya cukup mewakili rasa bahagia di hati nya. "Kau suka dengan kejutan ini?"


"Suka sekali." Jawab Mayang singkat, namun penuh rasa bahagia.


Brian tersenyum bangga lalu menggerakkan tangannya mengelus rambut Mayang. Merasa bersyukur karena perjuangan hari ini tak sia - sia. Meski ada rasa was - was, khawatir jika sang istri mengetahui rencana kejutan yang ia susun sedemikian rupa.


"Sayang, terimakasih untuk semuanya." Mayang berucap sembari mendongak menatap wajah suaminya dengan penuh cinta. "Terimakasih untuk segala yang telah kau beri untukku."


"Aku tak pernah memberi mu apa - apa sayang. Hanya cinta yang besar yang ku miliki. Aku tak bisa berjanji banyak hal padamu. Mendaki gunung tinggi, melewati lembah, berenang di lautan luas atau pun memetik bintang dan meraih bulan. Namun aku berjanji aku akan melindungi mu dengan seluruh nyawa ku."


"Sayang, bukan itu yang aku inginkan ...!" Terang Mayang dengan nada tak terima. Dan reaksi Mayang itu membuat Brian mengernyitkan dahinya dan menatap bingung pada sang istri.


"Maksud mu sayang?" Brian tersenyum masam saat bertanya.


"Sayang,,, jangan mendaki sendirian menuju ke puncak gunung hanya untuk memetik bunga edelweis sebagai tanda cintamu untukku, tapi bawalah lah aku saat kau mendaki agar kita bisa menikmati indahnya pemandangan di puncak bersama - sama. Jangan hanya berpikir untuk menolong ku disaat aku tenggelam, tapi ajari lah aku caranya berenang. Agar kita bisa melewati samudera bersama - sama. Aku tak ingin kau memetik bintang atau meraih bulan hanya untuk menerangi hidupku, karena aku hanya butuh satu pelita untuk menerangi jiwaku. Kau lah pelita ku ...."


Ungkapan Mayang membuat Brian benar - benar terharu dan hampir - hampir menitikkan airmata. Secara terang - terangan istrinya itu ingin mereka berjuang bersama dan bukan hanya mau enaknya saja.


Brian tak mampu lagi menahan dirinya untuk segera memeluk sang istri. Namun pelukan kali ini benar - benar sangat erat hingga Mayang merasakan tekanan sangat kuat dari suaminya. Bahkan kakinya sampai terangkat dari pijakannya. Malahan sang suami membawanya berputar saat memeluknya.


"Terimakasih sayang, terimakasih untuk cintamu yang begitu besar untukku. Kau adalah penolong ku. Kau yang mengentaskan ku dari lembah kesunyian yang curam. Mengangkat ku ke puncak dengan kedamaian. Kau memberi ku semangat baru. Mewarnai hidupku dengan warna - warni cinta mu. Kau benar - benar mengalihkan dunia ku.


Aku mencintaimu sayang. Aku mencintaimu sejak dulu. Sejak sepuluh tahun lalu. Bahkan sejak sebelum aku mengenal mu." Ungkapan cinta penuh syukur terucap begitu saja dari bibir Brian. Matanya tampak berkaca - kaca saat bertukar pandang dengan sang istri.


"Aku juga mencintai mu sejak pertama bertemu." Balas Mayang dengan senyum kebahagiaan.


Dan lagi - lagi keduanya tenggelam dalam pelukan yang hangat seolah tak ingin melepasnya lagi. Bertukar kehangatan tubuh untuk saling menghangatkan satu sama lain di malam yang terasa dingin oleh hembusan angin yang membelai lembut di malam yang semakin larut.


"Sayang," bisik Mayang lembut di telinga Brian yang tampak terpejam saat memeluknya.


"Hemmm," gumam Brian yang masih tenggelam di pelukan sang istri. Dia pun tampak enggan membuka mata.


"Aku punya lagu yang enak di nikmati sambil pelukan lho, mau dengar enggak?"


Brian melonggarkan pelukannya lalu menatap wajah Mayang dengan tatapan meragukan. "Kau tidak suka di peluk lama - lama?" Tanyanya kemudian dengan nada curiga.


"Bukan, aku hanya ingin kita menikmati indahnya lagu ini bersama - sama. Sebentar ya,,," tangan Mayang lantas bergerak mengambil ponselnya. Lalu meilih aplikasi pemutar musik.

__ADS_1


Ditaruh nya ponsel itu di meja setelah suara musik telah terdengar. Ua bergegas menghampiri Brian yang masih setia menunggunya. Lalu memeluk tubuh kekar suaminya itu dengan penuh perasaan.


Alunan suara musik yang santai mulai terasa indah dengan suara penyanyi aslinya yang begitu merdu. Membuat Brian dan Mayang yang telah memejamkan mata dalam pertautan tubuh mereka dalam pelukan pun ikut terhanyut dalam keromantisan lagu yang mereka dengarkan.


Hingga tubuh mereka bergerak dengan sendirinya seiring dengan suara musik yang pelan seperti setengah berdansa.


Lagu yang berjudul 'You're still the one' milik 'Shania Twain' yang Mayang putar benar - benar mewakili perasaan mereka saat ini.


You're still the one i run to


The one that i belong to


Kau lah satu - satunya tempatku mengadu


Satu - satunya yang ku miliki


You're still the one i want


For life


Kau masih satu - satunya yang ku ingin


Seumur hidup


You're still the one that i love


The only one i dream of


Kau masih satu - satunya cinta


You're still the one i kiss


Good night


Kau masih satu - satunya yang kukecup


menjelang tidur


You're still the one


Kau masih satu - satunya


I'm so glad we made it


Aku begitu bersyukur kita berhasil


Look how far we've com


My baby


Lihat seberapa jauh kita telah sampai

__ADS_1


Sayang ku


"You're still the one, my baby ...," Bisik Brian di telinga Mayang sembari semakin mengeratkan pelukannya. "Always ,,,." Tambah nya lagi.


"Always love you." Balas Mayang pula di telinga Brian. Mayang pun tersenyum saat pandangan matanya dengan sang suami bertemu.


Tangan Brian bergerak mencengkeram lembut dagu Mayang. Lantas ia mendorong kepalanya semakin mendekati wajah Mayang dan menanamkan bibir nya di bibir sang istri, ciuman panas yang terjadi seolah semakin menghangatkan tubuh yang terasa dingin di malam yang semakin larut.


* * *


Brian dan Mayang sudah duduk di kursi taman yang memang sudah di siapkan secara khusus untuk dinner romantis mereka malam ini. Berbagai hidangan lezat sudah tersaji memenuhi meja dengan beberapa buah lilin yang menyala kian menambah kesan romantis malam ini.


Area taman yang di sulap indah dengan berbagai hiasan dan bunga yang berwarna - warni kian menambah syahdu pesta kejutan privat mereka malam ini.


Sembari tersenyum, Brian menatap Mayang yang masih tampak malu - malu akibat bel suara perut lapar nya yang terdengar berbunyi saat mereka selesai berdansa tadi. Yang secara spontan membuyarkan keromantisan mereka saat itu.


Brian yang bisa mendengar suara perut Mayang itu dengan jelas seketika pun tergelak sembari berucap. "Ternyata cacing - cacing di perutmu ikut berdansa bersama kita sayang!"


Yang terang saja membuat Mayang malu tak terkira dan bercampur kesal sembari mencubit lengan Brian dengan geram, membuat lelaki itu meringis kesakitan.


Tangan Brian bergerak meraih korek api, lalu menyalakan lilin dengan angka dua dan empat yang menancap di sebuah kue ulang tahun.


"Happy birth day to you, happy birth day to you, happy birth day happy birth day happy birth day to you ...." Brian bernyanyi sembari melangkah mendekatkan kue itu pada Mayang.


Mayang tersenyum haru dan terpejam saat Brian membelai dan mengecup puncak kepalanya.


"Make a wish, sayang." ucap Brian sembari menaruh kue itu di meja di hadapan Mayang.


"Permintaan ku hanya satu sayang, semoga Tuhan selalu meridhoi cinta kita." ucap Mayang seperti berdoa.


"Aamiin ...." Ucap Brian mengamini. "Dia istri yang baik pasti di ijabah sayang, sekarang tiup lilin nya." Titah nya sembari menyodorkan kue itu pada Mayang dan gadis itu pun segera meniup lilin itu dengan suka cita.


"Terimakasih untuk semuanya sayang, aku bahkan tidak mengingat hari ulang tahun ku sendiri."


"Aku tahu, pasti karena kau terlalu sibuk memikirkan ku kan,,,," tebak Brian setengah menggoda.


Mayang hanya tersenyum simpul dengan wajahnya yang merona sebagai jawabannya.


Keduanya lantas menyantap makan malam mereka dengan rasa bahagia.


Namun kejutan tidak sampai di situ saja. Brian merengkuh Mayang dalam gendongannya saat mereka selesai dengan malamnya menuju kamar untuk beristirahat.


Mayang kembali di buat terpukau oleh keadaan kamar yang lagi - lagi di sulap dengan berbagai keindahan. Kamar yang wangi oleh aroma bunga asli, ranjang yang di penuhi oleh kelopak bunga mawar serta nyala begitu banyaknya lilin aroma terapi yang membuat nuansa kamar kian bertambah romantis dan syahdu.


Dengan perlahan dan hati - hati Brian pun membaringkan tubuh Mayang di atas ranjang. Tenggelam diantara ribuan kelopak bunga nan harum. Sementara tubuh Brian menindih sang istri dengan menjadikan lutut dan siku nya sebagai tumpuan nya.


"Sepertinya malam panjang baru akan kita mulai sayang, tunggu kejutan - kejutan berikutnya." Ucap Brian dengan suara parau dengan senyuman yang menggoda.


Bersambung


Hai readers, kunjungan juga karya author yang lain yang berjudul Amara ya,

__ADS_1


Dan jangan lupa dukungannya buat author


Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2