
Brian dan Mayang tertawa terbahak bersamaan.Karena merasa yang barusan terjadi adalah hal lucu.Tipu daya Mayang menghadapi kegilaan gadis-gadis bodoh
yang memperebutkan tuan muda berhasil dengan sukses.Dan mereka semua mengira kalau Mayang memang benar-benar istri
tuan muda.
Mayang merasa hilang kewarasan,bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal segila itu.
Dia yang sebenar nya pendiam bisa mengerjai gadis-gadis itu hingga terlihat bodoh.
"Hey bagaimana kau bisa melakukan hal seperti tadi?!"Tanya Brian yang masih tertawa sambil menoleh kearah Mayang dengan tangan yang masih tetap memegang kendali stir."Apa kau sudah sering melakukan sebelum nya?Aku saja sampai terpukau dengan akting mu tadi?!"
"Anda fikir saya wanita apa tuan muda...?!"Protes Mayang karena tuduhan yang dilontarkan Brian.Atau entah kata pujian yang terucap dari bibir Brian tadi.
"Spontan saja saya melakukan nya tadi tuan,,,
saya hanya kasihan pada anda karena saya melihat anda merasa terjebak disana." Mayang mengambil beberapa helai tissue.lalu mengelap lipstik yang menempel di bibir nya dan riasan diwajah nya yang ia tancap sebelum berakting menjadi istri Brian tadi.
"Tapi sepertinya anda menikmati hal itu ya...
sepertinya yang saya lakukan tadi membuat anda menyesal..."Goda Mayang sambil melirik kearah Brian yang ternyata lelaki itu juga sedang menatap nya.
"Apa kau bilang?!"Brian tampak tak terima dengan ucapan Mayang.
"Iya,,, anda suka kan.... Sepertinya anda menikmati saat gadis-gadis tadi menggoda anda..."Entah Mayang mengucapkan nya dengan sungguh-sungguh atau hanya bercanda,yang pasti itu membuat Brian marah dan membuat Brian mendadak menghentikan dan menepikan mobil nya. Brian meraih pergelangan tangan Mayang dan menggenggam nya dengan sangat erat.Hingga Mayang memekik kesakitan.
"Tuan apa yang anda lakukan,,,"Tanya Mayang tak mengerti sembari berusaha melepaskan tangan nya dari cengkeraman tangan Brian yang terasa sakit itu.
"Jangan bicara hal yang tidak aku sukai di hadapan ku."Brian berbicara dengan pelan namun sarat akan ancaman dengan sorot mata yang membunuh.Pandangan nya seperti mata elang yang siap melahap mangsa nya.Lalu Brian menghentakkan tangan Mayang begitu saja.
Astaga... Apa lelaki ini benar-benar tidak bisa di ajak bercanda barang sedikitpun!Kenapa anda semenakutkan ini tuan.Setelah beberapa menit lalu anda tertawa lepas begitu manis nya!
Mayang beringsut mundur menjauh kan diri dari Brian.Meraba pergelangan tangan nya yang memerah karena cengkeraman tangan Brian tadi.Terdiam.Menatap kosong ke luar menembus kaca mobil.
Brian mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.Fokus menyetir mobil nya.Dia melirik Mayang yang membelakangi nya.Tiba-tiba dia menyesal karena telah melukai perasaan Mayang dan telah bersikap keterlaluan.Padahal Mayang sudah menolong nya lepas dari gadis-gadis penggoda itu tadi.
"Kenapa kau menghapus riasan mu."Tanya Brian datar.Tanpa menoleh memandang Mayang.Berusaha bicara dengan kata yang pelan agar tak menakuti Mayang seperti tadi.
Mayang menoleh terkejut.Agak heran.Semudah itu suasana hati tuan muda berubah."Karena sudah tidak di perlukan lagi tan muda..."Mayang menjawab tanpa melihat kearah Brian."Untuk siapa juga saya berdandan,,, tidak ada yang melihat saya juga kan..."
"Siapa bilang..."Tanya Brian dengan acuh."Aku melihat mu kok."
"Hah!"Mayang reflek menatap Brian terkejut.
Apa tuan?Bisa kah anda perjelas maksud nya! Jangan mengambang seperti ini membuat saya penasaran saja.
Brian tak berniat menjawab rasa penasaran Mayang.Seperti nta dia menyesal sudah mengatakan nya.Dia mengendarai mobil nya semakin kencang.
Bau harum durian yang di taruh di bagasi belakang mobil tiba-tiba menyeruak masuk memenuhi mobil Brian.Brian yang menghirup aroma itu seketika menutup hidung nya dengan lengan sehingga mobil yang ia kendarai menjadi oleng.
Mayang terperanjat dari sandaran nya,
bingung melihat reaksi brian saat mencium aroma durian tadi."Tuan kenapa?"Tanya Mayang khawatir seraya memegang lengan Brian.Ia melihat wajah Brian yang tampak pucat.
Brian hanya menggeleng tak memberi jawaban apapun.Membuat Mayang semakin panik.Brian malah semakin menambah laju kendaraan nya dengan kecepatan penuh agar segera sampai kerumah.Mayang memejamkan matanya tak berani menatap ke jalan.
Setelah sampai dirumah Brian segera turun dengan tergesa-gesa dan masuk kerumah dengan berlari.Mayang yang masih bingung mengikuti Brian dengan penasaran.
Saat sampai dikamar Brian menumpahkan semua isi perut nya di wastafel.Huuekk! Suaranya nyaring terdengar sampai ke telinga Mayang yang baru saja membuka pintu kamar Brian.pelan-pelan Mayang masuk dan mengetuk pintu toilet yang tertutup.
"Tuan... anda tidak papa?"Mayang bertanya dengan hati-hati."Boleh kah saya masuk?"
Tanya Mayang lagi sambil memasang telinga menunggu jawaban dari Brian.Hening.Tak ada suara apapun dari dalam.tak ada lagi suara gemercik air ataupun suara Brian.
Jangan-jangan tuan pingsan?!
__ADS_1
"Tuan jawab saya tuan!Anda tidak pingsan kan?"Mayang menggedor pintu itu lalu terbuka.Brian keluar dengan tubuh yang berkeringat hebat dan wajah nya juga masih pucat.Brian lalu ambruk di tempat tidur nya.
Bersamaan dengan itu,ponsel Mayang berdering.Nyonya menelfon Mayang.
"Halo nyonya..."Kata Mayang saat menerima telfon.
"Kalian sudah sampai rumah Mayang?"Tanya nyonya dari sambungan telfon.
"Sudah nyonya,,tapi tuan muda nyonya..."jawab Mayang panik.
"Ada apa dengan Brian Mayang?Dia kenapa?!Brian kenapa Mayang?!"Nyonya panik.
Mayang menceritakan yang terjadi dengan Brian.Selang beberapa lama orang tua Brian datang bersama dokter pribadi orang tua Brian.
Pada awalnya Brian kekeh tak mau periksa dan mengatakan dia baik-baik saja.Tapi ibu nya memaksa membuat Brian tak bisa menolak.
Setelah pemeriksaan dokter mengatakan Brian baik-baik saja dan tak ada yang perlu di khawatirkan.Dokter hanya memberi obat untuk Brian minum.
"Mayang,, bagaimana bisa ada durian,, siapa yang membawa nya?"Tanya Ratih meminta penjelasan.
"Maaf kan saya tuan,nyonya... saya yang bersalah.Saya yang minta durian.Saya tidak tau kalau tuan muda tidak suka durian dan tidak bisa mencium aroma nya.Silahkan hukum saya nyonya... "Mayang menunduk.Ia menyesal dan merasa bersalah.
"Sudah lah sayang,,yang penting Brian tidak papa kan sekarang.."Malik menenangkan istri nya yang masih terlihat panik.
"Ibu,,aku benar-benar tidak papa,,,"Sahut Brian yang kini tampak bersandar di punggung ranjang.
Ibu berjalan mendekati Brian.lalu duduk di tepi ranjang.Memastikan putranya dalam keadaan baik-baik saja.Ibu dan anak itu terlihat sekali saling menyayangi.
Saat sudah yakin kalau putranya baik-baik saja,kedua orang tua Brian pun berpamitan pulang,sesuai dengan keinginan brian menyuruh orang tua nya pulang agar ibu bisa beristirahat.Brian merasa diri nya tak perlu di jaga.Toh di rumah ini juga banyak penjaga.
Akhir nya kedua orang tua Brian pergi meninggalkan rumah Brian,namun sebelum nya Ratih berpesan pada Mayang agar menjaga Brian.Mayang pun mengangguk dan menyanggupi nya.
Mayang mendekati Brian dan berdiri di samping ranjang.Menatap Brian yang terlihat masih lemas.
"Tuan,,, bagaimana keadaan tuan...?Tanya Mayang masih kuatir."Apa tuan benar-benar baik saja?"
Dasar.Badan lemas begitu masih saja ketus.
Gerutu Mayang dalam hati.
"Tuan apakah perut anda masih terasa mual?Anda mau muntah?Perut anda masih sakit?Katakan saya harus bagaimana tuan..?" Mayang memberondong Brian dengan banyak pertanyaan dan yang di tanya hanya melengos.Brian bangkit berniat akan ke kamar mandi."Tuan apa perlu saya bantu?"Mayang menawarkan diri.
"Apa kau mau ikut aku ke toilet?"Goda Brian sambil tersenyum.
""Tentu saja tidak tuan..."Mayang bersemu malu.
"Kalau begitu berhentilah mengganggu ku..."Ucap Brian sambil mencolek hidung Mayang.Lalu berlalu dan menghilang setelah menutup pintu kamar mandi.
Mayang masih menunggu di kamar Brian.ia melihat seprei di ranjang brian sedikit berantakan,lalu di betul kan nya seprei itu agar terlihat rapi.Mayang mendengar suara pintu terbuka,tapi ia tak menoleh karena sedang sibuk merapikan seprei.Dia juga tau itu pasti tuan muda.
Saat merasa sudah selesai ia lalu berdiri disamping ranjang.Saat merasa ada seseorang di belakang nya mayang pun memutar tubuh nya dan Mayang terkejut bukan main ketika melihat Brian bertelanjang dada dan memperlihatkan tubuh atletis nya.
Mayang reflek menghalangi mata nya dengan kedua telapak tangan nya.Agar tak melihat tubuh putih Brian yang menggoda itu.
"Kau ini kenapa?"Tanya Brian heran melihat tingkah Mayang ."Apa kau tidak pernah melihat lelaki tanpa baju?!"
"Tentu saja tidak pernah!"Jawab Mayang singkat.Mayang semakin mundur saat Brian semakin mendekat ke arah nya.Hingga Mayang terjerembab dan terduduk di ranjang.
Brian berkacak pinggang dihadapanMayang.
"Apa kau mau naik keranjang ku?!"Suara Brian terdengar agak keras membuat Mayang terkejut.
"Maaf tuan saya sudah mengantuk,saya harus kembali ke kamar."Suara Mayang terdengar lirih karena menahan malu.Ia segera bangkit dan hendak pergi meninggalkan Brian namun langkah nya terhenti saat Brian meraih lengan nya dan menahan nya.
"Kau mau kemana?Bukankah ibu sudah berpesan agar kau menjaga ku?!"Ucap Brian dengan tangan yang masih menggenggam lengan Mayang.
__ADS_1
"Tapi seperti nya tuan baik-baik saja..."Bantah Mayang.
"Baik-baik saja bagaimana?!"Brian menarik mayang kuat dan melepaskan nya hingga Mayang terduduk di ranjang Brian."Kepala ku masih pusing dan perut ku juga masih mual.Apa kau lupa semua ini terjadi karena mu??"Kata Brian sambil berkacak pinggang di hadapan Mayang.Mayang uang memalingkan wajah nya tak mau menatap Brian.
"Iya maafkan Saya tuan..."Ucap Mayang tanpa menatap ke arah Brian.
"Hey tatap lawan bicaramu!Ada manusia dihadapan mu!"
Apakah orang yang menakutkan itu pantas di sebut manusia??Anda seperti hantu tuan....
"Tidak mau tuan saya malu.."Mayang masih memalingkan wajah nya."Lalu kenapa tuan ngotot untuk membeli durian itu.Mengapa tidak bilang terus terang saja kalau anda tidak bisa mencium aroma nya?!"
"Kau berani menyalah kan ku?!"Nada suara Brian meninggi.
"Tidak tuan,,, maafkan saya.."Suara Mayang lirih.Lebih baik mengalah saja daripada urusan jadi panjang pikir nya."Lalu saya harus apa tuan..."
"Aku mau kerokan.Keroki aku sekarang."Brian lalu duduk di samping Mayang membuat gadis itu berjingkat dan berdiri.
Tuan tau juga kerokan.Ku fikir orang seperti dia hanya percaya pada dokter.
"Baik tuan,apa ada koin nya?"Tanya Mayang pada Brian."Oh kalau begitu saya akan cari koin dulu,"Kata mayang cepat-cepat saat melihat wajah Brian yang berubah marah.
"Saya akan segera kembali."Lalu Mayang tak terlihat lagi setelah menutup pintu kamar Brian.
Brian tergelak saat Mayang sudah keluar dari kamarnya.
Dia kelihatan lucu sekali saat malu-malu.Apa dia tidak pernah melihat lelaki bertelanjang dada!Rasakan kau!Mulai sekarang kau harus membiasakan ini Mayang.Memang nya gampang menjadi istri ku??
Brian berbaring di ranjang dengan mata yang melihat kelangit-langit ruangan.Masih menunggu kedatangan Mayang yang belum ada tanda-tanda nya.
Kita lihat saja apa dia mendapatkan koin??
Brian masih senyum-senyum sendiri.
Sementara di luar sana Mayang masih tampak bingung mencari koin.Ia mengayunkan langkah nya menyusuri setiap sudut di rumah itu."Kenapa tuan ada-ada saja!Minta kerokan tapi tidak siapkan koin nya!Aku harus mencari dimana sekarang.Kalau aku kembali tanpa koin pasti dia akan marah. Kenapa rumah ini mendadak jadi sepi."Mayang tak menjumpai satu pelayan pun sejak ia keluar dari kamar Brian tadi.
"Ah seperti nya mustahil mendapatkan uang koin di rumah sebesar ini."Mayang tetap berjalan tak tentu arah.Lebih tepat nya dia sudah putus asa.Dia berjalan melewati lemari kaca besar yang tembus pandang.Dia mundur lagi beberapa langkah,dan nampak bayangan nya sendiri walaupun samar.
Mayang merapikan Rambut nya yang sedikit berantakan dengan melihat bayangan nya
dari kaca transparan itu.
Seperti apa wajah ku saat merasa malu ya...
Kenapa tuan suka sekali membuat aku malu?
Kalau aku kembali tanpa uang koin apa dia akan memarahi ku?
Mayang tetap fokus pada bayangan nya.Saat ia menatap wajah nya dari pantulan cermin,pandangan nya di buat salah fokus pada isi di dalam lemari kaca.
"Apa ini yang dinamakan Pucuk di cinta ulam pun tiba... ? "Mayang tersenyum lebar.
Sampai di kamar Brian.
Tok tok
"Tuan,,apa saya bisa masuk?"Tanya Mayang setelah mengetuk pintu.Ia menekan handle pintu setelah mendengar suara dari dalam.
Dilihatnya Brian sudah dalam posisi telungkup.
"Apa kau mendapat kan koin nya?Kenapa kau lama sekali?"Tanya Brian tetap pada posisi dengan mata terpejam.
"Tuan... memang tak mudah mencari uang koin dirumah anda yang sebesar ini,, diam lah.Kita mulai kerokan nya ya.."Mayang menyeringai licik.
Mayang memulai mengerok punggung Brian.Yang di kerok mulai meringis merasakan sensasi kerokan Mayang.Kepala Brian mendongak karena merasa aneh dengan koinnya.
__ADS_1
"Koin apa yang kau pakai ini,kenapa seperti besar sekali?!"
Bersambung