
Mayang merebahkan baby boy di kasur saat yakin bayi itu sudah terlelap dengan nyaman.Ia merentangkan kedua tangan nya untuk meregangkan otot-otot nya.Ternyata mengasuh bayi membuat badan nya merasa sedikit pegal.
Mayang merebahkan tubuh nya disebelah baby boy,menatap bayi itu lekat.Ia jadi memikirkan dirinya sendiri.Di umur yang semakin bertambah akan semakin menuntutnya untuk memikirkan masa depan.
Ia ingin hidup normal seperti wanita pada umum nya.memiliki kekasih menikah lalu punya anak.Tapi bagaimana jika selamanya ia akan terkurung di rumah mewah itu tanpa ada kepastian.
Mayang hanya bisa meratapi nasipnya jika kelak ia akan menyaksikan sendiri orang yang diam-diam ia cintai mendapatkan pendamping hidup nya.Lalu mereka memiliki anak dan hidup bahagia.
Entah mengapa Mayang merasa itu sangat tak adil untuk nya.Dia juga ber hak bahagia.Mengapa memikirkan Brian membuat hati nya seperti tersayat.
Menahan dan menyembunyikan rasa itu sungguh sangat menyiksa.Mayang tak
merasa menyesal mengapa menjatuhkan hatinya pada lelaki sesempurna dia.Lelaki itu mampu menggeser posisi sang pangeran yang sejak masa SMP telah mengisi ruang di hatinya.
Lelaki yang sampai kapan pun akan tetap menjadi pangeran khayalan nya.Karena sejak pertemuan pertama mereka hingga kini Mayang tak pernah lagi menemukan sosok nya lagi.Ia seperti hilang di telan bumi.
Ini memang tak masuk akal,jatuh cinta pada pandangan pertama dan menjaga hati nya untuk orang yang bahkan tak pernah ada.
Karena badan dan fikiran yang lelah membuat Mayang merasa nyaman saat berbaring hingga matanya terpejam.Entah untuk beberapa saat.
Mayang yang setengah sadar karena baru bangun dari tidur terkejut karena mendengar suara ribut.Ia segera bangun dan turun dari ranjang.
Mayang melihat seorang wanita tampak menggendong baby boy dan membawanya keluar dari kamar.Dari gaya bicaranya dengan si baby ,Mayang bisa menangkap kalau itu ibunya bayi.Mayang mengikuti nya keluar.Wanita itu tampak mengemasi semua benda milik si bayi.
Tapi kok dia main pergi begitu saja,Ini manusia lho yang berdiri di sini.Yang sejak dari tadi yang mengasuh anak mu sampai ketiduran segala saking capek nya.Di tegur bilang terimakasih atau apa kek gitu.Ini malah main bawa pergi anak nya begitu saja.
*********
Seharian itu Mayang menghabiskan waktu dengan Ratih dan Bella.Hingga sore hari nya pun Ratih juga tidak berniat mengantarkan Mayang pulang.Ia ingin gadis itu bermalam di rumahnya.
Ratih mengantarkan Mayang ke sebuah ruangan.
"Beristirahat la disini Mayang."Kata Ratih saat mereka telah memasuki ruanganitu.Ternyata sebuah kamar yang berukuran cukup besar."Semoga tidur mu nyenyak ya disini.Ini hari pertama mu menginap disini."Ucap Ratih lagi dengan senyum hangat nya.Mayang suka sekali senyum itu.
"Tentu nyonya,Saya pasti akan tidur sangat nyenyak di kamar senyaman ini.."Ucap Mayang sambil tersenyum."Ini kamar siapa nyonya?"Tanya Mayang sembari mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.
"Ini kamar Brian sebelum dia menempati rumah nya sendiri."Jawab Ratih dengan pandangan mata sekilas mengedar ke ruangan sebelum mengembalikan tatapan pada Mayang.Ia menjatuhkan tubuhnya duduk di tepi ranjang.Terlihat ia merasa kesepian karena putra tunggal nya memilih untuk hidup mandiri.Lebih tepat nya menyendiri.
"Nyonya apa tidak akan jadi masalah kalau saya tidur disini,saya takut tuan muda marah..."Mayang ragu.Bukankah kamar merupakan tempat yang paling pribadi milik seseorang dan tidak boleh sembarangan orang bisa masuk seenaknya kan.Lantas kenapa Nyonya menyuruh nya tidur di kamar ini sementara ada begitu banyak kamar kosong yang bisa Mayang tempati.
"Kamar ini terlalu lama kosong,aku merasa hawanya jadi terlalu dingin.Mungkin saja dengan mu tidur disini bisa membuat kamar ini kembali hangat."
Apakah itu sebuah alasan atau hanya dibuat-buat?
__ADS_1
"Kalau saya menyentuh barang disini bagaimana nyonya?"Mayang lebih baik mengatakan diawal daripada menyesal dibelakang.Sejujur nya dia memang sangat penasaran dengan isi kamar ini.
"Tidak masalah."Ratih malah tersenyum."Asal kau mengembalikan nya lagi ketempat nya semula."
Senyum nyonya... kenapa seperti nya nyonya terlihat senang sekali aku tidur dikamar ini.
"Baiklah,,, beristirahatlah dengan nyaman." Ratih bangkit dari duduknya."Semoga tidur mu nyenyak malam ini."tersenyum manis.
"Terimakasih nyonya."Mayang mengangguk sopan dan menatap langkah Ratih yang semakin menjauh hingga hilang dibalik pintu.
Tinggal Mayang seorang diri dikamar yang luas itu.Kamar semewah ini di tinggal begitu saja.Sepertinya bukan hanya penghuni rumah ini yang merasa kesepian ditinggal tuan Brian.Tapi kamar ini juga.
Mayang merebahkan tubuh nya di atas ranjang."Kasur yang empuk."Kata pertama yang terucap saat mencoba merasakan tempat tidur yang selama dirumah ini menjadi teman tidur Brian.
Mayang lalu bergegas bangkit.Ia tak ingin tidur secepat ini.Karena kesempatan baik biasanya tidak datang dua kali kan...
Entah mengapa Mayang begitu penasaran dengan masa kecil dan masa muda nya tuan Brian."Kira-kira seimut apa wajah Tuan Brian kecil ya..."Mayang tersenyum jahat.
Ia mulai beraksi membuka-buka laci atau pun lemari untuk mencari keberadaan memori masa kecil tuan dalam bentuk foto.Barangkali ada album foto dan sejenis nya di dalam sini.
"Maaf kan saya karena mengobok-obok kamar anda tuan,,, saya sudah meminta izin pada nyonya tadi,dan beliau mengizinkan nya."
Sudah beberapa menit mencari,Mayang masih belum menemukan nya juga."Apakah tuan tidak menaruh nya di kamar ini.Tapi masih ada lemari dan laci yang belum ku buka,jadi masih ada harapan kan." Mayang menenangkan diri.Di ruang pakaian ini memang Mayang belum menemukan foto dan semacam nya.
Mata Mayang tertuju pada sebuah rak buku di samping meja belajar.Ia berjalan mendekat. "Ternyata kau disini..."Mayang tersenyum senang bagai menemukan jarum yang jatuh di tumpukan jerami.
Mayang lalu duduk di kursi meja belajar itu sambil membayangkan seperti apa tuan Brian saat duduk di kursi itu juga.Lantas diraih nya satu dari beberapa buah album foto yang berjajar rapi di rak.Mayang sangat antusias membuka lembar demi lembar dan tersenyum begitu melihat setiap isi didalam nya.
"Dari bayi memang tuan muda sudah terlihat tampan.Dia menggemaskan sekali dengan badan nya yang gendut.hahaha"Mayang terpingkal sendiri melihat foto Balita dengan tubuh gendut nya.
Mayang bergegas mengambil ponsel dari dalam tas nya.Dia tak ingin melewatkan ini.Ia mengambil gambar yang ia inginkan melalui kamera ponselnya.
"Kapan lagi aku bisa menyimpan foto masa kecil tuan muda kalau bukan sekarang saatnya."Banyak sekali Mayang menyimpan gambar Brian Hp nya.
"Kenapa banyak sekali,"Ucap Mayang karena memori ponsel nya di penuhi dengan foto Brian kecil."Habis semuanya terlihat menggemaskan.Sepertinya aku harus menguranginya."Mayang lalu menghapus sebagian yang tak terlalu penting.
Mayang sudah berpindah dengan beberapa album lainnya.Kini dia mulai melihat album Brian yang mengenakan pakaian putih abu-abu.Dia terlihat semakin tampan.Mayang mengernyitkan keningnya.Kenapa ia merasa seperti tak asing.
Masih membuka lembar demi lembar dengan ekspresi wajah yang semakin meninggalkan senyum nya."Wajah ini.."Bibir Mayang bergetar.
Dilihatnya pula Brian yang sedang berpose duduk di motor besar berwarna putih hitam.Dia mengenakan jaket berwarna hitam. "Jaket dan motor ini.."Mayang membelalakkan mata nya seperti tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Diraih nya ponsel yang tergeletak disampingnya.Menggeser layar secepat kilat mencari-cari sesuatu dari sana.Setelah menemukan apa yang dicari lalu menaruh ponsel di samping gambar Brian yang berpose memakai jaket.Seperti sedang membandingkan dua gambar yang berbeda.
__ADS_1
Tangan Mayang mulai bergetar. Membandingkan foto Brian dengan foto dirinya dengan jaket yang sama.Matanya mulai berkaca-kaca."Jadi yang waktu itu menolong ku adalah tuan Brian.."Mayang menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi.
Tubuh nya terasa lemas seketika.Jadi selama ini pangeran selalu ada dalam khayalnya hingga hadir didalam mimpinya adalah tuan Brian.Meskipun ini belum akurat tapi Mayang sudah merasa yakin.
Jaket itu limited edition,tidak di jual bebas di pasaran dan hanya beberapa orang yang memiliki nya atau bahkan hanya tuan saja.Dan bukan hanya jaket nya saja,Mayang juga hafal betul wajah itu.
Tiba-tiba dada Mayang merasa sesak menahan air mata yang memaksa mengalir dari pelupuk matanya saat ia merasa sedih.Selama ini Mayang selalu belajar tegar di segala situasi sesulit apapun.Ia selalu ingin menjadi wanita tangguh.
Tapi kenyataan yang ia ketahui hari ini justru membuat nya rapuh.Selama ini ia telah berusaha mencari tahu tentang lelaki pemilik jaket itu.Tapi kenyataan ini justru membuat hati nya hancur lebur bersama dengan keinginannya memiliki lelaki sang pemilik jaket.
Mengapa harus tuan Brian orang yang selama ini ia cari.Lelaki itu terlalu sempurna untuk Mayang.Bahkan hanya untuk menjadi pendamping nya di dalam mimpi.Ia hanya bagaikan batu kali diantara ribuan batu berlian yang mengelilingi Brian.Mayang juga tak ingin menyakiti hati nyonya besar yang telah sangat baik padanya dengan menginginkan putra semata wayang nya.
Mayang menyeka air mata yang terasa menggenang di pelupuk mata.Ia tak mau air mata bodoh ini sampai menetes membasahi pipi nya.Ia lalu bangkit dari duduk nya.Menyeret langkah yang semakin terseok.
Tiba-tiba tubuh nya terasa lunglai,bahkan untuk melangkah kan kaki nya hingga sampai ke ranjang.Tubuh Mayang ambruk sebelum mencapai tempat nya.
Mayang beringsut mendekati ranjang dan menjadikan nya tempat bersandar dengan sisa tenaga yang ia miliki.Hanya bisa diam.Tatapan nya kosong.Tak ada lagi yang bisa ia harapkan.Haruskah ia menyerah bahkan sebelum ia memulai peperangan itu.
Ingatan Mayang berputar melompat pada kejadian hampir sepuluh tahun lalu.
Waktu itu itu Mayang mendekati kelulusan pendidikannya di SLTP.Dan sekolahnya mendapat undangan dari SLTA favorit di kota agar mengirim perwakilan terbaik mereka dalam acara persahabatan antar sekolah.Ini adalah tahap terakhir mereka sebelum mencapai kelulusan.
Mayang termasuk dalam rombongan yang dikirim.Ia merasa sangat bangga karena hanya siswa berprestasi yang bisa berpartisipasi disana.Rombongan berangkat bersama dalam satu bis.
Sampai di tempat yang di tuju,semua siswa keluar satu persatu dari bis yang sudah berada di area tempat parkir mobil di sekolah unggulan itu.Para pelajar berprestasi yang datang dari kampung itu di buat takjub dengan tempat dan suasana sekolah terbesar di kota itu.Mereka merasa beruntung menjadi bagian dari acara itu.Banyak sekali yang turut hadir di acara itu.
Acara yang di rencanakan berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan.Para undangan dari sekolah-sekolah lain tengah beristirahat dan bersantai sambil melepas lelah.Mayang yang saat itu sedang bermain-main dengan bola voli bersama beberapa teman wanita nya.Tiba-tiba bola terlempar jauh entah kemana membuat Mayang berlari mengikuti nya.
Mayang melihat bola itu terhenti di samping sebuah bangunan yang terlihat tak terpakai jauh di belakang gedung sekolah.Saat Mayang sedang mengambil bola itu,ia dikejutkan dengan suara yang berasal dari dalam bangunan.Karena rasa penasaran nya membuat Mayang ingin masuk untuk mencari tahu.
Alangkah terkejut nya ia mendapati segerombolan siswa berseragam putih abu-abu sedang bergerombol sambil menghisap benda kecil putih berasap.Karena bola yang Mayang terjatuh ke lantai sehingga membuat semua nya jadi terkejut dan panik.Beberapa di antara nya sudah ada yang beranjak ingin kabur.
Mayang yang sudah akan lari untuk menyelamatkan diri tak dapat meneruskan langkah nya karena seseorang sudah mencengkeram lengan nya dengan sangat kuat.Dan yang lain pun menyusul mengepung Mayang.
Mayang tidak bisa berbuat apa-apa saat mereka menyekap nya di dalam bangunsn kecil yang tak terpakai.Entah itu bangunan bekas apa.Mereka melakukan ini karena tak ingin Mayang melaporkan pada pihak sekolah dan membuat nama mereka di coret dari daftar kelulusan.
Mereka mengikat tangan Mayang dan mengikat mulut Mayang dengan kain agar ia tidak dapat berteriak.Mereka yang beberapa diantara nya adalah murid wanita itu hanya akan menyekap Mayang sampai acara berakhir agar mereka terbebas dari masalah.
Mayang menangis meronta dan memohon tapi tak ada yang menggubris.Tak ada yang menolong.Sampai akhirnya mereka benar-benar meninggalkan Mayang terkurung ditempat mengerikan itu.
Mayang berusaha melepaskan diri sekuat tenaga agar bisa lolos dari dan keluar dari tempat itu.Ikatan yang membungkam mulut nya berhasil terlepas.Mayang mencoba menendang pintu,berteriak dan apapun itu agar menimbulkan suara supaya ada orang yang mendengar dan menolong nya.
Hingga akhir nya pintu terdengar di buka paksa dari luar.
__ADS_1
Bersambung