Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Kecupan Tanpa Paksaan


__ADS_3

"Apa yang sedang kau tertawa kan Rendi?!"Teriak Mayang yang tampak muncul dari dalam dengan nada tak suka.Wajah nya yang tampak cemberut dengan perut buncit dan baju hamil kekinian dengan panjang selutut yang ia kenakan membuat nya tetap terlihat cantik dan modis.


"Tentu saja diri mu!Hahaha!"Rendy masih terbahak."Kau terlihat lucu sekali!"


"Rendy Sialan!"Umpat Mayang kesal.Ia berjalan mendekati Rendy yang tengah duduk di sofa dan kemudian membungkuk melepas high heels nya."Apa kau pernah di tampar wanita hamil dengan sandal?!"Tanya Mayang kesal dengan nada mengancam sembari mengacungkan heels nya ke arah wajah Rendy.


"Tidak.Jangan lakukan itu."Ucap Rendy gelagapan sembari menelan tawanya.Ia menarik wajahnya menjauh dari heels yang Mayang acungkan.


"Makanya diam!"Mayang menjatuhkan heels nya ke lantai dan memakainya kemudian."Kau juga menertawakan ku?!"Tanya nya ketus pada Brian pula yang terlihat senyum-senyum padanya.


"Tidak sayang,,,"Brian bangkit dan berjalan mendekati istri nya yang masih berdiri.Kemudian memeluknya dengan kasih sayang."Kau terlihat lucu dan menggemaskan sayang,,"Ucapnya sembari tertawa.


"Sayang,aku bukan kucing.Jangan mengatai ku lucu dan menggemaskan!"Bantah Mayang kesal tak terima sembari melepas pelukan Brian.


"Siapa yang bilang begitu sayang."Tertawa dan kembali memeluk istrinya lebih erat.


"Sayang hentikan.Perut ku buncit sekarang.Aku susah bernafas."Ucap Mayang lirih setengah mendesah membuat Brian spontan melepaskan pelukan nya."Ini semua karena kerjaan Bella."Tuduh Mayang kesal.


"Apa kau bilang?!"Sahut Bella yang tampak baru muncul dari dalam dengan baju hamil namun perut yang tidak terlalu buncit."Masih belum sadar kalau biang kerok nya adalah kamu?!"Bella tak kalah kesal.


"Apa sayang?Jadi ini ide mu?"Brian memegang dua bahu Mayang sembari membungkuk dan menatap wajah Mayang untuk memastikan sembari tertawa.


"Tidak!Bukan seperti ini yang aku maksud kan.Seperti nya Rena salah faham mengartikan ucapan ku."


"Kau memang jenius sayang."Puji Brian bangga."karena ide mu,Renata berhasil mengumpulkan banyak wanita hamil di rumahnya."


"Ah cukup!Jangan katakan itu lagi."Pinta Mayang dengan nada memohon."Paati semua tamu undangan akan membenci ku jika tau ini ide dari ku.Aku pasti akan di bully nanti."


"Tidak akan ada yang berani membully mu sayang."Brian menenangkan."Aku akan selalu ada di samping mu."


"Buruan berangkat yuk!"Rendy bangkit dari duduknya lantas meraih tangan Bella dan menggandengnya."Kelamaan di sini berasa nonton drama romantis.Banyak adegan pelukan nya jadi bikin sesak."Tambah nya lagi sembari menarik tangan kekasih nya.


Mayang yang tersadar pun dengan spontan melepaskan diri dari Brian.Ia tertinduk dan wajahnya tampak merona malu.


Brian yang menyadari itu hanya tersenyum."Berangkat yuk."Brian meraih jemari tangan Mayang dan merekatkan pada jemari tangan nya.Mayang menurut saat Brian membimbing nya untuk berjalan keluar.


Keduanya saling memandang dalam diam dengan raut wajah yang bahagia sebagai pengantin baru.Bruan menggenggam erat jemari Mayang dan sesekali mencium punggung tangan Mayang denan lembut.Brian memperlakukan Mayang dengan lembut meski dia belum mendapatkan malam pertamanya.


Saat sampai di mobil nya pun Brian memperlakukan Mayang bak putri.Ia dengan senang hati membukakan pintu mobil untuk istrinya.Tak dapat dipungkiri jika hal itu semakin membuat perasaan Mayang kian berbunga-bunga.Ia sangat bersyukur menikah dengan Brian walau ia sendiri masih merasa mengambang dan belum yakin akan perasaan Brian padanya.


Kedua mobil itu melaju beriringan menuju tempat acara yaitu di rumah Renata.Karena tidak berada di mobil yang sama,Mayang merogoh ponselnya di tas untuk mengirim pesan pada Bella.


Saat itu juga ponsel Brian pun berdering.Brian segera memasang hands free di telinganya."Bicaralah Bill,"Ucap Brian tenang dan tetap fokus menyetir setelah mendengar sapa dari seberang telepon.Lantas ia diam untuk mendengarkan Billy bicara."Apa kau bilang!!"Teriak Brian terkejut sembari menginjak pedal rem dengan mendadak sehingga mobil ber decit dan berhenti seketika.


Mayang yang sedang asik dengan ponselnya pun terkejut.Tubuhnya ikut terdorong ke depan akibat rem yang mendadak sebelum akhirnya kepalanya terbentur sandaran jok mobil.Sedangkan ponsel nya jatuh ke bawah.Tatapan nya tertuju pada Brian yang kini terlihat sedang marah.


"Aku minta serius dalam penyelidikan mu Billy!Bukan malah menuduh orang tanpa bukti!!"Bentak Brian kemudian terlihat kesal kemudian diam.lagi untuk mendengarkan Billy bicara."Aku tidak mau dengar lagi!Lakukan penyelidikan lagi dengan benar!"Bentak Brian lagi sebelum menutup ponselnya.


Tatapan nya menatap tajam lurus ke depan.Kedua tangan nya tampak meremas stir mobil dengan kuat.Dan hembusan nafasnya terdengar menderu.Mayang bisa melihat kemarahan yang sangat tergambar dari wajah Brian.


"Sayang ada apa?"Lirih Mayang penasaran sembari mengusap lembut lengan Brian.


Brian seketika menoleh pada istrinya yang sempat beberapa detik ia lupakan."Tidak ada apa-apa sayang."Ucap Brian sembari mendesah pelan tampak menyembunyikan sesuatu.


Mayang hanya diam tertegun karena tak mendapatkan jawaban yang membuatnya puas.Ia masih penasaran dengan apa yang membuat kemarahan suami nya tampak meradang.Brian lebih memilih menyembunyikan kemarahannya dari pada berbagi pada istrinya.


Mayang membungkukkan tubuhnya untuk mengambil ponselnya yang terjatuh.Namun karena letaknya terlalu jauh serta tekanan oleh sabuk pengaman membuat Mayang tak dapat menjangkaunya.

__ADS_1


Tapi Mayang tetap memaksa untuk mengambil nya dan semakin membungkuk hingga akhirnya bugh! Dahinya terbentur dushboard mobil dengan keras.Mayang pun memekik kesakitan sembari mengusap dahinya yang memerah.


"Aarrgh sakit!"Mayang menarik mundur kepalanya.Di usap nya dahinya yang memerah.


"Sayang apa tang kau lakukan?!Kenapa kau membungkuk begitu?!"Brian tampak kebingungan.


"Aku cuma mau mengambil ponsel ku yang terjatuh."Ucap Mayang sembari menunjuk ponselnya yang ada di bawah.


Brian lantas membungkuk dan meraih ponsel itu."Lain kali katakan padaku jika ingin sesuatu,jangan menyakiti dirimu sendiri!Kau sedang hamil sayang,,,"Brian menyodorkan ponsel itu pada Mayang.


"Memangnya siapa yang sengaja?!"Ucap Mayang dengan ekspresi kesal sembari meraih ponselnya dari tangan Brian.Lalu ia menyandarkan tubuh nya di jok mobil dan memalingkan wajahnya dari Brian dan menatap ke luar jendela.


"Sayang,,, kemari lah,,,"Brian meregangkan tangan nya untuk memeluk Mayang namun istrinya malah tak bereaksi."Apa masih sakit?"Tanya nya kemudian dengan cemas.


"Tidak."Jawab Mayang singkat tanpa menoleh.


"Sayang jangan marah-marah begitu,,, kasihan bayi kita kalau ibunya marah-marah begitu,,,"Goda Brian sembari tersenyum untuk meredam amarah istrinya.


"Apa si?!Aku kan cuma pura-pura hamil."


Brian mendesah pelan.Rayuan maut nya tak mempan ternyata.Ia mencondongkan tubuhnya pada Mayang lalu meraih dagu istrinya memaksanya agar mau menatap nya.


"Astaga dahi mu merah dan memar sayang.Kita harus ke rumah sakit sekarang!"Ucap Brian panik membuat Mayang spontan bereaksi.


"Sayang apa si, aku tidak apa-apa?!Kita tidak perlu ke rumah sakit."


"Tapi kau terluka!"


"Tidak sayang.Ku bilang aku tidak apa-apa.Aku sudah terbiasa dengan pukulan."Ucap Mayang menenangkan suaminya.


"Iya sayang,,,"Ucap Mayang yakin sembari mengusap pipi Brian.


"Kalau begitu peluk aku."Ucap Brian sembari merentangkan tangan nya.


Mayang pun akhirnya memeluk Brian walau dengan susah payah karena sabuk pengaman masih membelenggu nya.


Yes berhasil. Brian.


"Sayang sudah ya,,,"Ucap Mayang setelah beberapa lama mereka dalam pelukan."Tubuhku tertekan sabuk sayang."


Brian spontan melepas pelukan nya."Astaga bagaimana dengan perut mu?!"Panik dan khawatir."Maafkan aku sayang."


"Tak apa."Mayang menunjukkan senyum nya."Sekarang jalankan mobil nya ya,, kita tertinggal jauh dari Rendy dan Bella.


"Tenang saja sayang,suami mu ini dulunya pembalap.Kita akan segera menyusul mereka secepat kilat."Ucap Brian Bangga dan kemudian dengan semangat menyalakan mobil nya.


"Sayang jangan ngebut,kamu lupa kalau istri mu sedang hamil??"Goda Mayang sembari tertawa.Brian hanya menyeringai mendengar ucapan istrinya."Kalau cara menyetir mu masih seperti tadi,bisa-bisa istri mu melahirkan sebelum waktu nya sayang."Mayang mengingatkan.


"Maaf sayang,,, aku janji aku akan berhati-hati."Brian lalu menjalan kan mobil nya dengan kecepatan sedang."Sayang,apa kau marah karena tidak memberitahukan masalah ku pada mu?"Pertanyaan Brian pun terlontar.Seperti nya dua memahami yang du rasakan Matang saat ini.


"Tidak sayang,tak apa jika kau tak ingin mengatakan nya padaku."


"Billy mengabari tentang penyerangan yang terjadi padamu sayang,"


"Lalu?"


"Aku tidak yakin dengan hasilnya.Makanya aku menyuruhnya melakukan penyelidikan lagi."

__ADS_1


Mayang hanya mengangguk dan tak tau mesti berkata apa.Namun ia merasa lega,suami nya ternyata tak segan membicarakan hal apapun padanya dan bersikap lebih terbuka.Dan yang paling membahagiakan nya adalah kasih sayang yang Brian curah kan padanya yang membuat dirinya merasa di cintai.


Mobil akhirnya sampai di tempat acara.Tampak Rendy dan Bella masih menunggu mereka di halaman rumah Renata.


"Datang juga akhirnya!"Celetuk Rendy dengan nada agak kesal saat melihat Bruan dan Mayang muncul dengan bergandengan tangan."Belok kemana si,pengantin baru pakai Lamborgini kok lelet amat."


"Bawa istri hamil kan kudu pelan,"Gurau Brian sembari tersenyum.


"Hadeuh!Cuma hamil bohongan juga!Sampe lumutan kita nunggu di sini tau nggak?!"


"Siapa juga yang nyuruh kalian nunggu?!"Tanya Brian acuh.


"Dia!"Rendy dan Bella menunjuk Mayang secara bersamaan.


"Kok aku?"Mayang menunjuk dirinya sendiri bingung.


"Kamu lupa May?"Bella lalu mengambil ponselnya dari tas."Nih."Ucapnya sembari menunjukkan pesan whatsapp dari nomor Mayang.


"Hehe maaf,"Mayang menggaruk kepalanya sendiri yang tidak gatal."Aku fikir tidak terkirim,karena waktu aku ngetik ponsel aku jatuh."


"Ini bukti nya."Bantah Bella.


"Sayang,sudah ku bilang jangan merasa sendirian lagi.Ada aku disini untuk mu,,,"Ucap Brian sembari mengecup punggung tangan Mayang yang sejak tadi belum lepas dari genggaman nya.


"Hadeuh!"Bella memutar bola nya malas."Dasar bucin."


"Makanya kalian cepet nikah,"Celetuk Brian bangga.Seperti dia sudah tahu rasanya saja.


"Sayang kamu bicara apa?!"Ucap Mayang sembari menarik tangan Brian.


"Biarkan saja,mereka hanya iri karena kemesraan kita."


"Huh terserah kau saja lah.Sekarang masuk yuk."Bella menggerakkan tangan nya hendak meraih tangan Mayang bamun buru-buru Brian menepis nya.


"Istri ku akan masuk bersama ku!"


"Tapi ini urusan wanita Brian,,"


"Hey tapi aku suaminya!Urusan nya jadi urusan ku juga kan?!"Bantah Brian tak terima.


"Sayang,benar kata Bella.Biarkan aku bersamanya ya,ada yang ingin ku bicarakan dengan nya.Kau bergabung dulu dengan para suami yang lain ya,,"Bujuk Mayang halus sembari mengusap lembut pipi Brian.


"Sayang apa ini rahasia?Kau mencoba merahasiakan sesuatu dari ku di saat aku mulai terbuka pada mu?!"


"Bukan sayang,bukan begitu,,,"Mayang lalu berjinjit sembari menarik kerah jas Brian agar lelaki itu menunduk lalu mengecup pipi Brian sekilas dengan lembut."Sayang kita bertemu nanti ya,,,"Ucap Mayang sembari menarik tangan Bella menjauh dari tempat itu.


Brian hanya menyeringai sembari mengekori langkah istrinya yang tampak tergesa setelah ia sempat di buat terkejut karena kecupan mendadak yang mayang lakukan tanpa paksaan nya.


Bersambung


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Hai readers tinggalin jejak kalian ya,


Like πŸ‘komentarπŸ’¬ klik favorit❀ dan voting yang banyak serta kasih rating bintang lima ya🌟🌟🌟🌟🌟


terimakasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2