Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Disidang


__ADS_3

Ruang kamar tidur Mayang tiba-tiba kini berubah fungsi menjadi ruang sidang bagi Mayang.Ia didakwa bersalah karena telah menampar wajah yang mulia presdir Brian yang terhormat dengan keras.


Tampak Mayang yang sebagai terdakwa sedang duduk bersimpuh di lantai atas perintah Brian.Ia masih menggenggam erat ujung piyama nya dengan tangan yang masih gemetar.Ia tampak sangat malu dan takut karena hanya piyama itu lah satu-satu nya pelindung tubuh polos Mayang.


Masih terlintas di fikiran nya bayangan perlakuan tuan Brian terhadap nya tadi.Ia tak pernah setakut itu menghadapi lelaki yang mencoba untuk menggoda nya.Atau entah di sebut apa yang di lakukan Brian tadi.Ia seperti tak punya tenaga ataupun keberanian untuk melawan nya.


Mayang berkali-kali meraba tengkuk lehernya yang terasa merinding karena ia merasa berada di zona yang tidak aman.Mungkin karena dia baru saja mandi atau entah karena AC yang membuat tubuh nya merasakan hawa dingin yang menusuk tulang seperti ini.Tapi dari pori-pori di kulit nya juga muncul bulir-bulir peluh walau dirinya tak merasa gerah.


Tapi ouuhh... Kenapa perutku terasa nyeri sekali.Benar-benar nyeri.. Apa ini tanda-tanda?


Entah untuk yang ke berapa kali nya ia berada di situasi dimana tuan muda bisa merasa sangat marah pada nya.


Tapi Mayang benar-benar merasa tidak bersalah karena tuan muda lah yang memulai nya duluan.


Ini kenapa lagi si... Kalau saja aku tahu tuan Brian jadi setampan ini aku tak akan jual mahal dan akhirnya menjadi masalah seperti ini.Kenapa sikap ku belum berubah juga dari dulu


"Tuan,,,, "Ucap Mayang lirih sambil memberanikan diri menatap lelaki yang sejak tadi menatap nya dengan sorot mata seperti membunuh itu.Mayang tau walau lelaki itu tampak bringas,tapi dia juga masih memiliki kebaikan hati sebagai manusia."Bisakah sidang ini kita lanjutkan setelah saya mengenakan pakaian saya dulu tuan muda...??"Mayang memasang wajah memelas nya berharap Brian mengabulkan permintaan nya.


"Tidak bisa!"Tolak Brian tegas.Dia sendiri sebagai hakim dan sekaligus penuntut disini.Sudah pasti dia akan menang banyak."Sidang ini tidak bisa di tunda atau di undur seenak nya.Kau sedang mencari-cari alasan untuk lari dari hukuman mu kan?!"


Ternyata tak seperti yang Mayang duga.


"Itu tidak benar tuan.."Berusaha meyakin kan Brian dengan wajah sedih nya.Mengertilah tuan,,saya benar-benar malu dengan pakaian saya yang seperti ini... Apa memang anda memang suka melihat tubuh saya hanya berlapis kain seperti ini..?


Brian berdiri dari sofa.berjalan di depan Mayang berbolak-balik dengan kedua tangan yang dilipat,namun pandangan nya tak beralih sedikit pun dari gadis itu.Ia terlihat sedang menginterogasi Mayang seperti di persidangan sungguhan.Lagak nya sudah seperti jaksa penuntut yang sudah kawakan saja."Sekarang katakan,kenapa kau menamparku?"Suara Brian terdengar datar,namun tatapan matanya tajam tanpa berkedip menunggu jawaban keluar dari mulut Mayang.


"Karena tuan masuk kamar saya tanpa izin...."Kalimat Mayang terhenti karena Brian menyela.


"Bill, rumah ini milik siapa?"Tanya Brian kepada Billy yang bertindak sebagai saksi.Brian lalu mendekati Billy dan berjalan memutari nya.


"Milik anda tuan muda.."Billy menjawab tegas.


"Dan seisi rumah ini milik siapa?"Brian menyikut lengan Billy dan berkedip saat Billy menatap nya bingung.


"Tentu saja milik anda juga tuan muda.. Bahkan yang kami gunakan untuk bernafas ini juga udara milik anda tuan muda..."Jawab Billy yang terkesan di lebih-lebih kan karena mendapat kode dari Brian tadi.


Cih!Kenapa tidak sekalian saja kalau bumi langit dan seluruh isi nya ini milik tuan muda juga!Pakai bawa-bawa udara segala!Tuhan saja yang nyiptain ini semua juga ngga pernah sombong dech,tapi kenapa malah manusia dua ini yang ribet.Dasar bos dan sekretaris tidak waras. Mayang mengumpat dalam hati.


"Ngapain ngomongin udara?"Brian berbisik kesal pada Billy.


"Lalu saya harus bilang apa tuan..?"Billy ikut berbisik juga.


"Pakai kata-kata yang lain juga bisa kan.. gak harus udara juga!Memang nya kamu bisa bikin udara?Ketahuan banget bohong nya kan..."Mata Brian melotot pada Billy.


Mayang tiba-tiba merasa aneh dengan tingkah kedua lelaki ini.Walau ia masih terlihat menunduk,tapi ekor matanya masih bisa melirik dan menangkap tingkah kedua nya yang seperti sedang ribut dan saling berbisik.


Apa yang sedang mereka ribut kan?Tuan muda benar-benar sedang marah atau tidak si?Apa mereka sedang sekongkol untuk mengerjai ku saja?

__ADS_1


"Jadi apa perlu aku masuk kerumah ku dengan meminta izin dulu?"Brian berbicara keras agar Mayang mendengar dengan jelas.


"Tentu saja tidak tuan muda.."


"Jadi yang ku lakukan benar atau salah?"


"Yang anda lakukan tidak salah tuan muda.."


"Apa kau dengar?"Pertanyaan ini di tujukan pada Mayang yang masih tampak menunduk.Tak ada jawaban karena Mayang berfikir pertanyaan itu masih di tunjukkan untuk Billy membuat Brian bertambah emosi. "Hey kau!!"Brian menggebrak meja membuat Mayang terlonjak.


"Ya saya tuan..."Jawab Mayang gugup.


"Apa kau tertidur di situ?!"


"Tidak tuan..."Mayang membuka matanya lebar-lebar untuk meyakinkan kalau dia benar-benar tidak tidur.Tuan anda jangan menambah-nambah hukuman yang akan saya terima nanti dengan memberikan tuduhan palsu!


"Berani sekali kau tidur disaat kau sedang di sidang!"Brian berusaha mencari-cari kesalahan Mayang agar gadis itu semakin takut.Brian sangat girang dalam hati nya karena berhasil mengerjai gadis itu habis-habisan.Wajah Mayang terlihat tampak pucat sekarang.


"Tapi saya tidak sedang tidur tuan.."


Apa anda fikir saya tidak waras dengan tidur disaat genting seperti ini!Bagaimana saya bisa tidur,sedang kan bernafas saja saya merasa sesak.


"Apa kau dengar perkataan Billy tadi yang menyatakan kalau aku tidak bersalah.!"Berusaha menegaskan kalau diri nya tidak bersalah dari pendapat saksi dan agar Mayang mengerti dan menerima.


Seenak nya sendiri kan dia!Dasar menyebal kan. Mayang mengumpat dalam hati.


"Tapi tadi tuan yang memaksa untuk men..."Lagi-lagi Brian memotong kata-kata Mayang.


Apa maksud anda tuan?Disini jelas-jelas saya yang merasa di pojokkan oleh anda.Anda bahkan tidak memberi saya kesempatan untuk membela diri.Lantas apa gunanya sidang ini.Langsung saja hukum saya semau anda! Mayang merasa sudah geram.Terlihat sekali kalau tuan muda berusaha menindas dan mencari-cari kesalahan nya.


"Kalau begitu maafkan saya karena telah menggigit bibir anda tuan..." Puas anda tuan... sekarang rasakan!Wajah anda tampak memerah... anda malu kan.. haa...


Pernyataan Mayang barusan jelas membuat Billy dan Bu Kuswara yang berada di situ menjadi terkejut dan akhir nya mengetahui sumber masalah ini dari mana.Mereka tampak menahan tawa.


"Apa kau bilang!"Brian bangkit dan berdiri Mendekati Billy."Apa kau menertawakan ku?"Bisik Brian pada Billy sambil menginjak kuat sepatu Billy yang membuat lelaki itu meringis menahan sakit.Tapi tubuh nya tidak bergerak sedikit pun.


Brian berusaha menyembunyikan Wajah nya yang tampak memerah karena malu lalu ,"Semudah itu kau meminta maaf setelah kau berusaha menyerang ku?"


"Maaf tuan muda,saya benar-benar tidak tau kalau itu anda."


"Apa aku tampak berubah sehingga kau tidak mengenali ku?"


"Iya tuan...,Kalau saya tau itu anda,saya tidak mungkin menampar anda tuan.."


"Berubah seperti apa?Apa aku tampak berubah seperti monster atau drakula atau apa?!"


Iya!Anda tiba-tiba berubah seperti drakula menakutkan yang entah datang dari mana dan akan menghisap darah ku sampai habis.

__ADS_1


Aku bahkan tak tau darah di tubuh ku ini masih mengalir atau tidak karena aku merasa lemas sekali. Makian mayang hanya sebatas dalam hati,Karena ia tak mungkin menang melawan laki-laki seperti dia.Dia saja tidak mau mengakui kalau dia bersalah,,, entah apa mau nya.


"Hey jawab!"Bentak kan Brian membuyarkan lamunan Mayang.


"Anda berubah menjadi tampan tuan.."Jawab Mayang lirih.


"Apa?Aku tidak mendengar nya."Brian melebarkan telapak tangan nya di belakang telinga nya seperti sedang menguping dan mencondongkan tubuh nya lebih mendekat ke Mayang.Mayang bahkan bisa mencium aroma tubuh Brian yang wangi itu.


"Anda berubah jadi tampan tuan..."Mayang menaikkan lagi volume suara nya.Apa masih belum dengar juga tuan?? Sebal.


"Kenapa masih belum kedengaran juga ya,,, Apa kau mendengar nya Bill?"Brian melirik pada Billy,yang di lirik juga ternyata faham.


"Saya juga tidak mendengar tuan.."


Ow.. jadi kalian sekongkol untuk mengerjai ku?Apa sebegitu nya tuan... jadi anda butuh pengakuan dari saya? Baiklah...


"Anda sangat tampan tuan muda!Saya suka saya suka!!"Mayang berteriak tepat di telinga Brian membuat lelaki itu bereaksi cepat menutup telinga nya dengan tangan.


"Hey apa kau sudah tidak waras!Apa kau ingin merusak gendang telinga ku!!"Kali ini seperti nya Brian benar-benar marah."Bu Kus urus dia!"Brian memberi perintah pada bu Kuswara yang sejak tadi masih berdiri siaga di situ."Pastikan semua sudah siap saat aku kembali!"Brian lalu meninggal kan tempat itu dengan tergesa di ikuti Billy di belakang nya.lalu kedua nya hilang di balik pintu.


Apa tadi dia bilang?Dia menyuruh Bu kuswara untuk mengurus ku?Apa lagi yang tuan ingin lakukan pada ku tuhan...?Kalau memang ingin menghukum ku,kenapa tidak kau seret saja aku sekarang.Kenapa malah bu Kuswara yang kau suruh mengurus ku?Apa kau tidak bisa menghukum diri ku dengan tangan mu sendiri?Mengapa pula aku selalu lemah di hadapan mu?Ingin rasanya aku membenci mu, memukul mu atau mencakar mu saat aku marah,, tapi mengapa aku tak bisa...


Sepeninggal kedua lelaki itu,Bu Kuswara mendekati Mayang dan membantu nya untuk berdiri.Walau masih merasa nyeri di perut,tapi mayang bersikap biasa seolah tak terjadi apa-apa.Ia tak ingin di tuduh menghindar dari hukuman lagi oleh Brian.Entah kali ini apa lagi yang akan di lakukan nya.


Mayang bahkan berfikir kalau hati tuan muda sudah agak melunak dengan melihat dari kebersamaan yang telah mereka lalui atau dengan adanya kekasih di samping tuan muda.Tapi ternyata dia masih tetap arogan saja.


Bu Kuswara sudah memilih kan pakaian mewah untuk di kenakan Mayang dan bersiap akan merias nya.Tapi mayang merasa perut nya yang semakin nyeri.Dan Mayang merasa harus ke toilet saat itu juga.


"Bu Kus,aku mau ke toilet sebentar boleh kan..."Bujuk Mayang pada Bu kus yang sedang mempersiap kan kebutuhan Mayang.


"Baik lah,jangan lama-lama ya.. Mayang tau tuan muda sedang marah kan??"Bu Kuswara mengingatkan.Dan di balas anggukan dari Mayang."Oh ya,,pakai ini sekalian ya.."Bu Kuswara menyodorkan gaun berwarna gold itu dengan sopan.


"Baik bu Kus,,"Mayang bergegas masuk ke kamar mandi.Dia tak merasa ingin buang air sekarang,tapi kenapa perut nya semakin nyeri saja rasanya.Hal yang di takut kan Mayang terjadi.Ternyata tamu bulanan nya datang di hari ini.Dia merasa bingung karena tidak memiliki stok pembalut sama sekali.


Mayang merasa kepalanya pusing dan terduduk lemas di penutup kloset.Ia tak menggubris ketukan pintu dan suara yang bersahutan memanggil nama nya.Peluh dingin menetes.Ia merasakan darah yang keluar banyak sekali.terasa sekali membasahi piyama yang masih ia kenakan.


Kenapa seperti nya banyak sekali darah yang keluar. Apa ini karena pengaruh stres yang sedang ku alami.


Mayang terlonjak begitu mendengar suara lantang dari luar sana dengan gedoran dan gagang pintu yang bergerak-gerak.Itu suara Brian,,membuat Tubuh Mayang bergetar.


"Mayang!!Apa yang kau lakukan di dalam!Buka pintu sekarang atau ku dobrak!Kau tidak kabur kan?!"Suara Brian terdengar menakut kan di telinga Mayang."Mayang!"


Kreek


Pintu terbuka.Brian buru-buru masuk memeriksa keadaan di dalam.Terlihat Mayang sedang berdiri bersandar di tembok dengan wajah yang tegang.Wajah nya tampak pucat.


Brian menatap lekat pada Mayang menyelidik apa yang telah terjadi.Memeriksa ke setiap sudut ruangan.Brian terperanjat melihat berca merah yang terlihat di beberapa titik di lantai dan tutup kloset.

__ADS_1


Darah?Apa dia mencoba bunuh diri??


Bersambung


__ADS_2