Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Peraturan Aneh


__ADS_3

Sesampai nya di perpustakaan,Mayang semakin takjub dengan perpustakaan yang sangat besar ini.Entah ada berapa banyak buku di sini.Mungkin ribuan jumlah nya.


Mayang berkeliling melihat-lihat perpustakaan yang luas itu.


Tempat nya sangat nyaman dan indah sehingga membuat Mayang betah berlama-lama di sana.Buku-buku nya pun tertata sangat rapi.


*Kenapa aku jadi teringat tuan muda..


Sedang apa ya dia.Kenapa aku jadi penasaran.. di balik tampilan nya yang kasat mata itu,siapa yang sangka dia malah membangun perpustakaan luas dengan begitu banyak buku ini.Untuk siapa ya.. Tampang seperti tuan muda seperti nya tidak cocok di cap sebagai kutu buku.


Mungkin dia sedang mengutuk ku sekarang.Rencana yang sudah ku rancang dengan sangat matang jadi berantakan karena aku terjatuh tadi.Dan parah nya aku malah membawa manusia mengerikan itu ikut jatuh bersama ku.Entah sebenci apa dia pada ku sekarang ini*.


Bu Kus pun masih dengan setia mendampingi nya dan dengan sabar menjawab setiap pertanyaan Mayang.


"Siapa saja yang suka membaca di sini ?" Pertanyaan Mayang memecah keheningan.


"Tidak ada." Jawab bu Kus singkat.


"Apa?!" Mayang tampak terkejut.Untuk apa


membangun perpustakaan sebesar ini kalau tidak di pergunakan!"


"Biasanya tuan muda yang suka membaca,tapi belakangan ini dia terlalu sibuk sehingga tidak sempat membaca di perpustakaan lagi,, dia masih suka membaca di waktu senggang nya, tapi di ruang kerja nya saja.."


Setelah diam agak lama,Mayang akhir nya memberanikan diri untuk bertanya. "Apakah saya boleh membaca buku di sini??"


"Silakan nona.."jawab bu Kus sambil tersenyum.


"Benar kah??"Mata mayang berbinar. "Semua nya??Tanpa terkecuali..?"Mayang sangat antusias.


"Iya nona,,, bahkan nona bisa mengajak satu pelayan untuk menemani anda membaca di sini.."


"Aah terimakasih..."Mayang kegirangan seperti mendapat rejeki nomplok.


"Em tapi,boleh kah hari ini saya meminjam satu buku untuk saya baca di kamar??Saya ingin membaca sambil berebahan,kaki saya sepertinya sudah pegal.."Mayang sedikit memijat kaki nya yang sempat terkilir tadi.


"Silakan anda pilih buku yang akan anda baca nona..."


"Ah baik lah... Sebentar ya bu Kus,saya akan pilih satu buku.Tapi seperti nya agak lama karena saya harus memilih satu diantara ribuan buku..."


"Tak apa nona.."


"Oh bu Kus,,, anda baik sekali..." ucap Mayang tulus sambil menggenggam tangan bu Kuswara.


"Memang sudah tugas saya nona..."


Butuh waktu Sedikit agak lama memang bagi Mayang untuk memilih bukunya.Membaca satu persatu judul-judul buku di tiap rak buku.


Tapi memang dasar Mayang,dia selalu penasaran terhadap sesuatu yang lain dari yang lain.


Seperti hal nya buku yang ia ambil kali ini.Ia memutuskan untuk mengambil buku yang berada di rak yang berbeda.


"Seperti nya buku ini menarik..."gumam Mayang saat memutuskan untuk mengambil buku itu.


"Bu Kus,, saya sudah mendapatkan buku yang akan saya baca..."Mayang mendekati Bu Kus sambil memeluk sebuah buku di dada nya .

__ADS_1


"Kalau sudah,mari saya antar ke kamar.."Bu Kus mempersilakan Mayang untuk berjalan di depan nya.


"Mari..."


Saat kedua nya sudah keluar dari perpustakaan,seorang penjaga tampak menutup kan pintu itu.


Memang sejak Mereka berkeliling tadi,Mayang menghitung sudah ada lebih dari sepuluh orang penjaga yang di tugas kan menjaga di beberapa titik di rumah itu.


Padahal Mayang bahkan belum mengelilingi seluruh rumah itu.


"Rumah yang sangat besar bu Kus,, saya takut tersesat kalau berjalan sendirian.."


"Tidak perlu takut tersesat,di sini banyak penjaga yang bisa mengantar kan anda nona..."Ucap bu Kus lagi tetap dengan senyuman.


Kenapa anda ramah sekali pada saya Bu Kus,, saya kan bukan nona anda.


Saat berjalan melewati setiap penjaga,bu Kus tetap berjalan seperti biasa,merka hanya bersapa lewat anggukan saja.


Sebenar nya Mayang sedikit merasa terintimidasi dengan adanya orang-orang ini,, namun karena melihat sikap bu Kus yang biasa,membuat Mayang agak tenang.mungkin begini lah tugas mereka sehari -hari,memastikan semuanya baik-baik saja dantetap berjaga walau pun keadaan aman terkendali.


Sampai di depan kamar,Bu Kus pamit untuk malakukan tugas nya yang lain dan Mayang mempersilakan nya.


Setelah di kamar Mayang berniat ke kamar mandi untuk sekedar mencuci kaki karena dia ingin naik ke ranjang untuk membaca buku.Tapi alangkah terkejut nya ia saat melewati ruang pakaian.


Lemari pakaian yang tadinya kosong kini terisi dengan pakaian-pakaian mahal lengkap dengan penunjang nya.perhiasan,jam tangan,aksesoris hingga hiasan rambut tertata rapi.Dan di lemari kaca lain nya tampak pula tersusun dengan rapi beberapa tas branded dan sepatu yang Mayang tahu itu semua bukan lah murahan.


Ia bahkan perlu berfikir berpuluh-pukuh kali untuk membeli satu barang saja yang ada di situ.


Dan di meja rias juga lengkap dengan alat-alat make up dan beberapa macam parfum.


Atau jangan-jangan aku salah masuk kamar?Tapi jelas-jelas tadi Bu kus yang mengantar ku sampai ke depan pintu kan..


Tapi aku tak boleh besar kepala,bisa saja kan tuan muda menguji ku dengan barang-barang mahal ini,


Aku tak ingin kejadian yang sudah-sudah terjadi lagi pada ku.


Lebih baik ku tanya kan dulu saja..


Saat Mayang keluar dari kamar,ia berjumpa dengan seorang pelayan yang sedang lewat.


"Maaf,bisa kah kau mengantar ku untuk bertemu dengan bu Kuswara?ada yang ingin ku tanyakan,tapi aku tak tau dia dimana.."


"Mari nona saya antar.."pelayan itu mengajak Mayang untuk mengikuti nya.


Ternyata bu Kus sedang nengawasi pekerjaan di dapur.Ia tampak terkejut melihat kedatangan Mayang.


"Ada apa nona,ada yang bisa saya bantu?"


"Begini bu Kus,,, apa bu Kus tadi mengantarkan saya ke kamar yang salah??"


"Sepertinya tidak nona..."menjawab sangat yakin. "Apa ada masalah.."


"Saya fikir seperti nya ada yang berbeda,, sebab lemari di ruang pakaian yang tadi nya kosong sekarang ada isi nya.."


"Oh itu,,, semua nya memang di sediakan untuk anda pakai nona,,"

__ADS_1


"Tapi barang-barang itu tidak cocok untuk saya,terlalu mewah.saya ingin yang biasa-biasa saja,,,"


"Maaf nona,, silakan anda pakai yang sudah ada ya,,,"


"Baik terimakasih bu Kus..."


"Antar kan nona ke kamar nya ya.." perintah bu Kus pada pelayan yang mengantar Mayang tadi.


Seperti nya semua peraturan disini sudah sangat mutlak ya,, tak bisa di ganggu gugat.


Mayang sangat menatikan datang nya malam.Ia ingin berterima kasih pada tuan muda atas semua yang sudah ia berikan.


Agak lama Mayang menunggu,tapi tuan muda belum muncul juga.


Mayang teringat akan buku yang ingin ia baca tadi,dan berniat untuk menunggu sambil nembaca saja.


Saat Mayang kembali dari mengambil buku,ternyata tuan muda sudah datang dan sudah akan masuk kamar nya.Buru-buru Mayang berlari menghampiri agar tak terlambat.


"Tuan.. tuan tunggu sebentar tuan,,"Nafas Mayang ngos-ngosan setelah berlari. "Saya minta waktu nya tuan,saya ingin bicara.."


Brian berhenti di depan pintu tanpa memandang Mayang sama sekali.


"Katakan."


"Tuan,terimakasih atas segala kebaikan tuan,,


terimakasih atas segala yang tuan berikan kepada saya.."


"Sudah?? hanya itu?!"


Brian mengibas kan tangan nya yang arti nya menyuruh Mayang pergi.


"Hei tunggu!" Kata nya lagi saat Mayang sudah akan pergi.


"Ya tuan.."


"Ada beberapa peraturan baru yang harus kau patuhi."


"Ya tuan muda,, apa saja itu?"Tanya Mayang meski sedikit heran.


"Pertama,, kau tidak boleh berbuat sesuatu yang membuat ku memandang atau melihat mu!"


Mayang terkejut.Hah!peraturan apa ini?Memang nya kenapa kalau anda memandang ku?Apakah sebenci itu kau pada ku tuan,,


"Baik tuan muda.."


"Yang kedua,, jaga jarak aman dengan ku minimal tiga meter."


Spontan Mayang mundur agak jauh ke belakang karena jarak nya yang berhadapan dengan tuan nya. "Baik.."


"Yang ketiga ,jangan nenyentuh sesuatu milik ku!"


"Tapi tuan,"Mayang berpikir sejenak."Bukan kah semua nya ini milik anda,, bisa kah di perjelas lagi?"


"kau pikirkan saja sendiri..!"Kata Brian asal karena tak mau menjelaskan secara spesifik sambil melirik ke arah Mayang.Melihat Mayang yang sedang membawa sesuatu membuat Brian bertanya,"apa yang kau bawa itu?!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2