Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Tugas Baru


__ADS_3

Di dalam mobil yang sudah melaju kencang.Mayang berencana melanjut kan kekesalan nya pada tuan muda yang sedari tadi belum tersalur kan itu.


"Kenapa tuan tidak bilang dulu kalau mau membawa saya untuk berkunjung ke kediaman orang tua anda?!"Mayang mulai meluap kan kekesalan pada orang yang berada satu jok mobil dengan nya itu dengan ekspresi sangat marah. Membuat orang yang berada di dalam satu mobil dengan nya itu jadi terkejut.


"Apa-apaan tiba-tiba kau marah-marah seperti itu?"Suara Brian pun tak kalah keras dengan Mayang karena merasa terkejut."Memang nya siapa kau sehingga aku harus memberi tahu mu lebih dulu."


"Apa tuan tidak tahu,tanpa persiapan batin membuat saya merasa tertekan tadi!"


"Tertekan karena apa!Memang nya kau fikir orang tua ku orang yang jahat dan ingin mengganggumu sehingga kau merasa tertekan!"Brian lalu memalingkan wajah nya dari Mayang.terlihat sekali dia sedang marah.


Mayang memperhatikan lelaki itu tadi membuang muka itu.Mengapa tiba-tiba dia merasa menyesal.Seperti nya kata-kata nya tadi sudah kelewatan membuat lelaki ini tersinggung."Tuan maaf kan saya?"Pada akhir nya kata-kata itu muncul dari mulut nya.


"Minta maaf untuk apa!"Tanya Brian tanpa menoleh pada Mayang.


"Karena menyinggung perasaan anda."Jawab Mayang lugas."Seharusnya saya berterima kasih karena telah di perkenalkan pada keluarga anda."


"Tidak semudah itu untuk meminta maaf!."Dengus Brian terlihat masih kesal.


"Lalu saya harus bagaimana?"Mayang bertanya sungguh-sungguh.Mayang mengerti mengapa Brian bisa semarah itu.Mayang tiba-tiba merasa diri nya jahat,karena telah mengatakan merasa tertekan dirumah yang bahkan bisa membuat Mayang merasakan kehangatan keluarga itu.


"Saya memang sudah keterlaluan tuan muda,saya minta maaf.."Suara Mayang terdengar melemah.Ia menunduk seraya meyakinkan pada Brian kalau dia benar-benar menyesal.


"Minta maaf sendiri sana sama ibuku!"


"Apa!"Mayang terkejut."Itu tidak mungkin tuan,, saya akan malu nanti.Nyonya pasti akan membenci saya juga.Nyonya besar sudah sangat baik pada saya."


Brian menoleh mendengar kata-kata itu tercetus dari bibir mungil Mayang.Apa ini berarti ibu memang menyukai Mayang dan menginginkan nya menjadi menantu nya.


"Beliau bahkan membuat kan jamu untuk saya dan memberikan sisa nya untuk di bawa pulang,, ini.... " Mayang menunjukkan botol bening yang berisi air berwarna kuning di dalam nya.


"Lalu apa yang membuat mu tertekan?"


"Saya kan sudah bilang karena saya kurang persiapan batin.Saya hanya takut akan membuat kesalahan di depan orang tua anda."Mayang menunduk lagi.Melihat botol jamu di tangan nya yang masih terasa hangat ini membuat Mayang ingin menempel kan botol jamu itu di perut nya yang masih terasa sedikit nyeri.Lumayan,, rasanya hangat seperti di kompres.


Brian memperhatikan tingkah Mayang yang aneh menurut nya.."Apa masih sakit?"Tiba-tiba bertanya seperti sedang khawatir saja.


"Sekarang sudah mendingan berkat jamu yang nyonya besar buatkan untuk saya.."Reflek sambil menjauh kan botol jamu itu dari perut nya.


"Makanya kau harus meminta maaf dan berterima kasih pada nya!"Hasut Brian lagi.


"Tidak bisa tuan,saya malu dan takut."Oops


kenapa pakai bilang takut si...


"Apa yang mesti di takut kan dari ibu ku!"Membuang muka lagi dari Mayang.


Marah lagi kan dia,Jangan ngomongin yang enggak-enggak lagi tentang emak nya dah. Takut kalau taring nya tiba-tiba keluar.Dia kan drakula..


"Ternyata anda sangat menyayangi ibu anda ya tuan muda..."Ada rasa kagum di hati Mayang pada lelaki ini.Meski terlihat angkuh,tapi dia terlihat sekali sangat menyayangi ibu nya.Biasa nya lelaki seperti ini adalah lelaki yang setia dan bertanggung jawab.


"Tentu saja,dia kan ibu ku..."Tersenyum.Brian merasa bangga mendapat pujian dari Mayang."Bagus kan kalau kau tidak ada persiapan,, kau tidak perlu berbasa-basi dan menjilat pada ibu ku!"


"Untuk apa menjilat!"Mayang spontan berteriak tak terima."Saya bukan pacar anda tuan muda,,, jadi untuk apa saya menjilat untuk meminta persetujuan dari ibu anda!"Kesal."Kenapa bukan pacar anda saja yang anda bawa untuk makan malam bersama keluarga anda?!Kenapa malah saya?!"Tanya Mayang menyelidik.Dia seperti nya merasa aneh.


"Dia sudah sering bertemu dengan keluarga ku!"Brian sengaja mencari-cari alasan agar Mayang tak curiga.


"lalu kenapa anda membawa saya?"Masih belum puas karena merasa belum mendapat jawaban yang pas.


Ngapain nanya-nanya terus si,,,apa dia curiga.


"Kau tidak ingat pernah bertemu dengan ayah ku?!Ayah ku yang minta agar kau ikut!Memang nya waktu itu apa yang kau katakan pada ayah ku sehingga orang tua ku turut mengundang mu?Brian bertanya dengan nada curiga.


Mengapa dia pintar membolak-balikkan fakta.


"Tuan muda... percayalah.Saat itu saya tidak berbicara apapun pada tuan besar. Bahkan tuan besar menatap saya dengan tatapan tak suka,,, " Mayang terdiam.Ada pertanyaan yang menggantung di hati nya.Tapi dia berani kan untuk bertanya."Tuan.... Apa kekasih anda tidak sakit hati nanti nya kalau tau anda pernah mengenal kan saya pada orang tua anda?!"


"Memang nya kau siapa?!"Brian melengos.


Betul juga!Kenapa jadi aku yang pusing.Toh keluarga itu terlihat santai dan bisa menerima kedatangan ku.Harus nya tidak jadi masalah dan tidak perlu ada yang di takutkan.

__ADS_1


Tapi kenapa hati ku sedikit sakit mendengar anda mengatakan itu tuan muda.


"Apa kau benar-benar minta maaf padaku?"Tanya Brian tiba-tiba sambil mencondongkan tubuh nya mendekat pada Mayang membuat gadis itu sedikit menarik tubuh nya kebelakang membuat jarak diantara mereka.Tapi dia juga menyeringai licik.Mayang jadi curiga.


"Benar tuan.."


"Oke,, tapi tidak gratis."Masih menyeringai.


"Apa saya harus membayar pada anda?"


Uang anda bahkan sudah tak terhitung lagi jumlah nya tuan,, kenapa masih meminta bayaran dari saya yang bahkan tak punya uang sepeser pun? "Saya bahkan tidak punya uang sepeser pun tuan.."Mayang memelas.


"Memang nya siapa yang mau minta uang kepada pengangguran seperti mu?!"Bentak Brian lagi karena kesal Mayang selalu salah faham."Aku hanya ingin memberi tugas padamu."


"Tugas apa itu tuan muda?"Tanya Mayang penasaran.


"Mulai besok kau harus membuat kan kopi dan menyuguhkan nya pada ku saat aku di rumah.Aku akan menggaji mu nanti."


"Benar kah tuan... Apa sebegitu suka nya anda pada kopi buatan saya?Sampai-sampai anda rela untuk menggaji saya...?"Mayang bertanya dengan nada menggoda.Dia bahkan tidak tau kedipan mata nya saja bisa membuat jantung Brian berdebar-debar.


"Siapa juga yang suka?!"Brian mengelak."Aku hanya kasihan melihat mu menganggur!"


Huh dasar angkuh!mengakui suka saja anda susah sekali.Masih untung anda tampan,kalau jelek pasti sudah ku cakar.


Mayang melirik lelaki angkuh di samping nya yang tampak memalingkan wajah itu.Mayang merasa heran,bagaimana bisa wanita sebaik nyonya besar bisa melahir kan seorang putra yang menyebalkan seperti dia?


Untung cuma satu anak,,kalau mempunyai selusin anak lelaki seperti dia semua entah apa yang akan terjadi dengan dunia! Mayang menggumam sendiri dalam hati.


*********


Keesokan hari nya.Phonsel Brian yang tergeletak di meja makan berdering.Brian yang saat itu sedang sarapan menghentikan kegiatan nya lalu mengangkat telfon.


"Halo bu."Sapa nya saat sudah menerima panggilan itu.


"Brian kamu lagi ngapain nak." Tanya ibu dari sambungan telephone.


"Aku lagi sarapan bu,bentar lagi ke kantor."


"Ibu,,,mana aku tau!Aku saja belum bertemu dia hari ini."


"Memang nya apa saja yang kamu kerjakan?Bisa-bisa nya tinggal satu rumah belum bertemu.Apa kalian tidak pernah sarapan bersama?"


"Memang tidak pernah bu,dia yang tidak mau.."


"Ya sudah lah, katakan saja padanya untuk bersiap-siap.Sebentar lagi ibu mau jemput dia."


Brian terbelalak seketika."Ibu mau bawa dia kemana?Ibu tau kan,dia tidak bisa sembarangan keluar rumah begitu saja!"


"Kamu tenang saja,, ibu akan berhati-hati."


"Ibu bicara saja sendiri!Nanti Billy akan kirim nomor nya."


"Kenapa harus Billy?!Apa kau tidak punya nomor nya?"


"Tidak."


Ibu yang di sana hanya menggeleng kepala.percuma saja,, Brian juga tidak melihat nya.


"Ibu jangan lupa membawa pengawal.Sudah dulu ya... dah.."Brian menutup sambungan telephone.Setelah itu ia terlihat termenung."Ibu mau membawa nya kemana?"


Brian mendengar suara langkah kaki semakin mendekat.suara nya seperti langkah kaki yang memakai sepatu wanita.Brian hafal betul itu langkah kaki siapa.Di tatap nya seorang gadis yang tengah tergopoh-gopoh membawa nampan berisi secangkir kopi.


"Maaf tuan,silahkan ini kopi nya..."Kata Mayang sambil meletakkan kopi itu du meja dihadapan Brian.


"Kau terlambat."Jawab Brian pendek.


"Maaf kan saya tuan,tapi bukan kah ini masih pagi sekali... kenapa anda terlalu buru-buru..."Mayang mencoba membujuk Brian.


"Aku sudah akan berangkat kekantor sekarang!"Brian berbicara dengan nada tinggi.Sebuah hal biasa bagi Mayang.Dia tak akan mau menyeruput kopi sepanas itu."Lain kali buatlah lebih awal lalu temani aku sarapan!Kalau sekarang kau paksa aku untuk meminumnya apa kau sengaja ingin mulut ku terbakar!"

__ADS_1


"Tentu saja tidak tuan,,,"Mayang hanya terdiam saat Brian berlalu meninggal kan nya dan mengacuh kan kopi panas itu.Masih beruntung tuan muda hanya marah.


Hanya marah apa!Bukan kah dia minta secangkir kopi dan menemani nya sarapan!


Jantung Mayang tiba-tiba berdesir.Membayang kan jika setiap hari dia sarapan dengan tuan muda,apa yang akan terjadi dengan jantung nya nanti.Menemui nya sebentar saja sudah membuat jantung rasa nya mau copot.Lalu bagaimana jika sarapan bersama setiap hari??


Menatap nanar kopi panas itu.Mayang menyesali keterlambatan nya bangun pagi ini.Rasa gelisah yang menyelimuti hati nya semalam membuat nya susah untuk tertidur.


Hangat nya genggaman tangan yang menenangkan itu selalu memenuhi isi kepalanya.


Entah kenapa Brian selalu membuat Mayang ingin mendapat kan lebih.Walau Mayang menyadari ada wanita yang lebih pantas untuk Brian jika di banding kan dia.Membuat Mayang sekuat tenaga berusaha menjaga jarak dari Brian.Lalu apa gunanya dia menjaga jarak nya namun Brian sendiri selalu mendapatkan cara untuk bisa berdua dengan nya.


Drrtt drrtt


Mayang terkejut ponsel dalam genggaman nya bergetar.Dilihat nya layar benda kecil kotak itu,video call nomor baru.Siapa? Batin Mayang.


Mayang mengangkat dengan posisi yang pas setelah merapi kan rambut nya dan menyetel wajah nya seperti emoji senyum.Mayang terkejut saat yang muncul adalah wajah nyonya besar.


"Hai Mayang.."Sapa nyonya besar dengan senyuman.


"Nyonya selamat pagi."Mayang berusaha menguasai diri nya.


"Mayang apa nyeri di perut mu sudah sembuh?"


"Iya nyonya,saya sudah tidak merasakan nyeri lagi.Terimakasih nyonya.."


"Sebentar lagi aku sampai di rumah Brian,kamu bersiap-siap dan ikut saya ya.."


"Kemana ya nyonya.Kalau tuan Brian marah bagai mana?"


"Itu urusan ku.Lekas kamu bersiap ya."


Tuuttt


Sambungan terputus sebelum Mayang menjawab.Seperti nya nyonya memaksa.


Tak ada pilihan lain.Mayang segera bersiap.Tak ingin mengecewakan nyonya besar yang sangat baik di pertemuan pertama membuat Mayang ingin terlihat baik di mata nyonya besar.


Suara ketukan pintu membuat Mayang bergegas meraih tas yang sudah ia siapkan di nakas di kamar nya.


"Nyonya besar sudah datang Mayang."Bu Kuswara memberi tahu.


"Apa beliau turun dari mobil?"Tanya Mayang sambil melangkah keluar dari kamar.


"Tidak,beliau menunggumu di dalam mobil."


Nyonya besar benar-benar tak ingin mendapat penolakan dari Mayang.Mayang tergopoh lari menuju keluar rumah.Tak ingin membuat nyonya lama menunggu.


Seorang pengawal membuka pintu mobil dan mempersilahkan Mayang untuk masuk.


Mayang tersenyum pada seseorang yang ada di dalam.Ia merasa kagum dengan wanita paruh baya disamping nya.Di usianya yang sudah tak muda lagi tapi masih terlihat muda, segar,cantik dan elegan.


"Sudah siap Mayang?"Tanya nyonya memastikan.


"Sudah nyonya,"Jawab mayang walau masih penasaran kemana yonya akan membawanya.


Mobil melaju meninggalkan rumah Brian.


"Kita mau kemana nyonya besar?"Tanya Mayang karena merasa tak tenang.


"Kita hanya akan berbelanja, kau tak perlu setegang itu Mayang.."Suara Nyonya di iringi tawa kecil membuat Mayang tersenyum kecut.


"Sudah lama aku tak berbelanja karena tak ada teman.Kau tidak keberatan kan jika aku ingin teman..."Bujuk Nyonya seperti memelas.Membuat Mayang jadi tak enak hati .


"Tentu saja tidak nyonya,asalkan tuan muda memberi izin.."


"Kau patuh sekali kepada nya ya.."


*Aku harus jawab apa??Dia kan putra anda nyonya.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2